Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 182: Pelindung Duggarum



Wajah letih dan lelah terlukis dengan sempurna di wajah Archie dan yang lainnya, lukisan indah itu mereka dapatkan dari perjuangan mereka menaiki perbukitan kecil yang ada di sekitar Lembah Duggarum.


Tentu walaupun hanya sebuah gim, tapi dengan tingkat kenyataan yang tinggi, Archie benar-benar seperti sedang mendaki bukit-bukit yang ada di dunia nyata. Walaupun dirinya merasa masih kuat untuk melanjutkan langkahnya, akan tetapi jika itu di dunia nyata mungkin Archie sudah kelelahan setelah berjam-jam melewati medan yang licin dan curam yang bisa saja membuatnya mati konyol.


Tidak cuma Archie yang merasakan lelah, Proxyma, Alruna, Crishy dan mungkin Panglima Burung pun juga merasakan hal yang sama. Namun karena Panglima Burung memakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya, menjadi hal yang membuat tingkat rasa ingin tahu Archie meningkat.


Archie seperti melihat kotak Pandora saat dirinya melihat sosok Panglima Burung.


Namun rasa letih mereka semua langsung buyar setelah mereka sampai di tempat tujuan mereka, namun belum berarti mereka sudah menemukan apa yang mereka cari. Karena Proxyma hanya tahu di mana letak lembah Duggarum, masalah Dwarf adalah masalah yang lain sama sekali.


"Kau benar-benar tidak tahu tentang hal itu Tuan Proxyma?" Panglima Burung langsung menginterogasi Proxyma, ia merasa ada hal yang disembunyikan oleh Proxyma. "Jika kau memang benar-benar tidak tahu akan hal itu, tak mengapa. Namun jika kau menyembunyikan maksud tertentu, jangan salahkan aku jika harus membunuhmu di sini!" Ucap Panglima Burung lagi, walaupun dengan santai ia berucap, namun terasa sekali niatan serius untuk membunuh Proxyma.


Proxyma terkekeh pelan, ia sadar dirinya tak akan bisa menutupi lagi apa tujuan sebenarnya dari dirinya. Akhirnya Proxyma pun pasrah, setelah mengambil pelan nafas panjang ia pun berujar. "Jujur saja aku tahu di mana keberadaan para Dwarf itu, namun aku hanya menjual informasi tentang lembah Duggarum kepada kalian dan juga kepada orang lain yang juga tertarik dengan para Dwarf itu" Ucapnya dengan santai.


"Tidak etis bagi seorang penjual informasi seperti ku memberikan keuntungan lebih kepada satu pihak. Jadi akhirnya aku membuat semacam lomba, siapakah orang pertama yang akan menemukan mereka!" Sambungnya lagi.


"Bedebah!" Panglima Burung langsung murka, ia bergerak dengan cepat dan langsung berniat menebas Proxyma.


Namun dengan cepat pula Archie menghadang arah serangan Panglima Burung. Bunyi benturan antar pedang langsung berbunyi nyaring dan keras, memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya.


Akibat menahan serangan dari Panglima Burung, Archie pun harus terpental jauh sekali. Archie merasa seperti diseruduk oleh banteng hitam yang berukuran sangat besar, serangannya begitu keras dan kuat sampai-sampai membuatnya sedikit kesusahan untuk berdiri.


Alruna dan Crishy langsung mencemaskan kondisi Archie, namun mereka juga cemas terhadap Panglima Burung yang sudah bertindak seperti itu. Seperti memakan buah simalakama, kedua elf itu bimbang mereka harus berdiri di pihak Archie atau di pihak Panglima Burung.


"Dasar bodoh! Kenapa kau malah menghalangiku untuk membunuh manusia itu?" hardik Panglima Burung, dari nada bicaranya terlihat sekali betapa marahnya si Panglima kepada Archie yang sudah menghalangi niatnya untuk membunuh Proxyma itu.


Archie hanya tersenyum saja, ia sama sekali tak memperdulikan protes dari Panglima Burung. Fokusnya kini tertuju ke suatu titik, di mana di tempat itu ada pohon yang sangat rindang, berbeda sendiri dengan tempat yang ada di sekitarnya.


Proxyma juga sedikit kebingungan dengan tingkah laku Archie itu sehingga dirinya juga ikut memperhatikan tempat yang di tatap Archie itu, para elf juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Archie dan Proxyma.


Ternyata saat mereka berselisih tadi, ada beberapa orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Walaupun dari jauh, namun Archie bisa dengan jelas melihat sosok makhluk yang mengamati mereka itu.


Sosok itu mirip sekali dengan apa yang mereka cari. Sosok itu memiliki wajah yang kuat dan tegas, mempunyai janggut yang panjang serta berwarna kemerahan yang seperti terlihat terbakar oleh api. Jika dibandingkan dengan pohon yang rindang itu, bisa diketahui bahwa sosok itu memiliki badannya yang kecil sekali. Mirip sekali dengan T-Bold yang mengambil ras chipmunk, namun mereka sedikit lebih tinggi.


"Itu mereka" Ucap Archie singkat namun penuh makna.


"Apa itu benar-benar Dwarf? Jadi sebenarnya mereka itu mitos atau apa?" Alruna tak bisa menghentikan rasa terkejutnya setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri sosok yang orang-orang Elf anggap sebagai mitos itu.


"Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini, Archie tolong cium aku kalau ini bukanlah mimpi" Ucap Crishy saat ia melihat sosok itu.


Bukannya mendapatkan ciuman, Crishy malah mendapatkan sebuah pukulan telak di atas kepalanya, pukulan itu diberikan dengan rasa cinta yang sangat mendalam dari seorang Panglima Burung. Namun sayang sekali, Crishy tak bisa menemukan letak rasa cinta dari Panglima, ia hanya menemukan rasa sakit yang menjalar di sekitaran kepalanya.


Sosok yang mengawasi mereka itu berjalan mendekat ke arah mereka semua, Archie juga langsung berjalan mendekat ke arah sosok itu tanpa takut dan ragu sama sekali. Walaupun sempat ia ditahan oleh Proxyma karena ia merasa ada yang tak beres dengan sosok itu, namun Archie tetap berjalan mendekat ke tempat sosok itu berdiri.


Sosok itu semakin terlihat jelas di mata mereka, dan apa yang mereka semua pikirkan tadi benar-benar kenyataan. Sosok itu tadi benar-benar seorang Dwarf, walaupun para Elf generasi baru belum pernah melihatnya akan tetapi saat melihat sosok itu entah mengapa mereka langsung mengetahui kalau itu lah bangsa Dwarf yang mereka anggap mitos itu.


Kini Archie dan sosok itu sudah saling berhadapan, walaupun ada beberapa jarak antara mereka berdua. Sosok itu menatap lurus ke arah Archie, walaupun badannya terlihat kecil namun ia sama sekali tak menunjukkan rasa takut saat berhadapan dengan Archie. Bahkan dengan badannya yang kecil dan jauh sekali dengan Archie, ia masih bisa mengangkat sebuah palu yang lebih besar dari dirinya.


[Nama: Vonarlug Hammersonic]


[Ras: Dwarf]


[Level: 80]


[Senjata: Fira Hammer]


[Vonarlug Hammersonic adalah seorang penjaga wilayah Duggarum yang begitu disegani oleh para dwarven yang lain, ia juga adalah seorang pengrajin besi yang handal. Banyak senjata dan baju besi yang sudah ia olah selama hidupnya, dan semuanya memiliki kualitas yang sangat baik]


"Oh ternyata ada hal seperti itu rupanya!" Archie bergumam setelah melihat informasi yang diberikan oleh sistem kepada dirinya, dan hal itu membuat Vonarlug keheranan dan akhirnya Vonarlug langsung mengangkat palunya dan mengarahkannya ke Archie.


Melihat Vonarlug yang berniat menyerang Archie, Panglima Burung serta yang lainnya sudah bersiap untuk menyerang juga. Namun Archie dengan cepat menghentikan mereka semua, Archie menyuruh mereka semua untuk berdiam saja dan membiarkan dirinya untuk mengatasi semua hal ini.


Archie sedikit merapikan jubah dekil dan kumalnya itu, lalu ia pun berduduk santai di atas tanah sambil memandangi Vonarlug. Tentu saja hal itu semakin membuat Vonarlug kebingungan dengan tingkah Archie itu, akhirnya ia sedikit melonggarkan pegangannya terhadap palunya yang tadi terlihat berapi-api.


Melihat Vonarlug yang mulai sedikit melunak, Archie pun tersenyum dan ia mulai berkata. "Salam hormat wahai pelindung Duggarum, namaku adalah D. Archie seorang pengembara yang sering terlibat dalam masalah orang lain. Maksud kedatanganku kemari adalah aku ingin menyampaikan kabar dari seorang raja di negeri Elf yang subur kepada kalian para ras Dwarf"


Wajah Vonarlug Hammersonic langsung berubah begitu mendengar salam perkenalannya Archie, wajahnya yang tadi masih datar kini berubah merah padam yang semakin membuatnya terlihat seperti api yang berkobar-kobar.


Dalam sekejap mata Vonarlug Hammersonic mengayunkan palu besarnya itu, membuat para elf dan Proxyma tak bisa bereaksi sama sekali karena mereka tak sadar betapa ringannya palu yang sangat besar itu bagi seorang Vonarlug Hammersonic.


Tetapi ada hal yang lebih mengejutkan lagi bagi mereka semua, yaitu kondisi Archie yang baik-baik saja. Archie masih saja duduk santai sambil memandangi Vonarlug Hammersonic dengan sangat serius, walaupun tadi Vonarlug menyerangnya dengan palu yang begitu besar namun Archie tak gentar sama sekali terhadap hal itu.


Vonarlug juga tak bermaksud untuk menyerang Archie dengan jelas, ia hanya ingin menggertak Archie saja namun apa yang ia lihat saat ini sedikit mengejutkan dirinya. Archie bukannya tidak takut sama sekali terhadap gertakan itu, di mata Vonarlug Hammersonic seorang Archie terlihat begitu berbahaya karena ia merasa ada sedikit aura yang tak beres berasal dari Archie. Ia bisa mengetahui hal itu dengan hanya menatap mata Archie, bagi nya mata Archie seperti mata seekor singa yang sudah lama berkuasa di hutan rimba.


"Nah sekarang bisakah kita membicarakan hal tadi dengan santai?" Ucap Archie dengan masih duduk santai di tempatnya, seolah-olah peristiwa tentang palu tadi tak pernah terjadi sama sekali.


Semakin keheranan Vonarlug dibuatnya, Vonarlug tak mengerti sama sekali apa yang ada di isi kepala sosok pemuda berambut putih perak itu. Walaupun penampilannya terlihat kumal dan dekil, namun terpancar aura yang mengerikan dari dirinya yang membuat Vonarlug Hammersonic merasa harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh sosok berambut putih perak itu.


"Baiklah" ujar Vonarlug Hammersonic, untuk pertama kalinya mereka semua mendengar sosok itu berbicara. Suaranya begitu tegas layaknya seorang kesatria tangguh yang memegang teguh prinsip kesatriaan. "Tetapi aku hanya akan membawamu saja ke perkampungan kami, aku tidak akan mengizinkan para Elf itu memasuki kampung, serta teman mu yang satunya lagi itu ia terlihat mencurigakan!" tambahnya.


"Hei-hei ayolah, kan tadi sudah ku bilang di awal kalau sebenarnya aku punya pesan dari raja para elf. Jika kau melarang mereka masuk, lalu untuk apa aku mengikutimu? Bukannya lebih mudah jika ada perwakilan dari ras elf juga?" Archie mencoba untuk bernegosiasi dengan Vonarlug.


Vonarlug diam sejenak, ia memperhatikan orang-orang yang ada dibelakang Archie saat ini. Namun konsentrasinya tertuju kepada Panglima Burung, Vonarlug langsung tahu begitu ia melihat topeng itu karena ia juga pernah melihat topeng itu dulu sekali.


"Baiklah aku izinkan, tetapi jika kalian berbuat macam-macam di kampung kami. Kami pastikan kalian tak akan bisa keluar hidup-hidup dari kampung kami!" Ujar Vonarlug dengan suara yang bergetar dan mengancam.


Mendengar jawaban itu, senyuman langsung terukir di wajah Archie. Archie merasa ia kali ini memenangkan pertandingan itu, namun ia tetap bersiap-siap dengan segala hal yang mungkin saja terjadi nantinya.


Vonarlug Hammersonic pun lalu mengawal mereka untuk memasuki perkampungan yang di buat oleh para Dwarf. Archie dan yang lainnya pun langsung mengikuti langkah Vonarlug dari belakangnya, namun tiba-tiba Vonarlug berhenti dan kembali menoleh kebelakang dengan wajah yang sedikit menunjukkan kebingungan. Dia akhirnya menanyakan satu hal kepada Archie sebelum ia melanjutkan langkahnya untuk membawa mereka ke kampungnya. "Siapa yang menyuruh temanmu yang satu itu untuk mengikuti kita? Dia terlihat mencurigakan, dan juga ku rasa kalian tidaklah kenal dengan orang itu"


Mendengar hal itu Archie langsung tertawa cekikikan sampai-sampai memegangi perutnya, ia sama sekali tak menduga kalau Vonarlug akan menanyakan hal tersebut kepadanya. "Sudah lupakan saja tentang dirinya itu, ia tak penting sama sekali walaupun kau bilang dia itu mencurigakan" ucap Archie sambil terus tertawa cekikikan.