
Bagi semua player Cyrus Online, permainan itu layaknya dunia kedua bagi mereka. Mereka yang tidak bisa berkreasi di dunia nyata akan melarikan diri ke dunia buatan Cyrus. Banyak dari pemain Cyrus Online yang memiliki kehidupan yang biasa saja sebelumnya, akan tetapi semua berubah semenjak mereka bermain Cyrus Online. Sebuah perubahan mikro mulai terlihat lalu lambat laun perubahan itu akan mencakup skala makro dari kehidupan asli mereka.
Begitu yang dialami oleh Ikhsan sekarang ini. Kalau beberapa bulan yang lalu ia hanyalah seorang pengangguran berijazah SMA, namun sekarang ini ia mulai memiliki sebuah ladang uang.
Semuanya berubah semenjak Archie bermain Cyrus Online, bertemu Siegfred yang memborong semua item miliknya, lalu bertemu Viola yang memberikan sebuah keuntungan yang sangat besar bagi dirinya.
Dan sekarang ini, setelah belajar forging dengan Audrey Hepburn serta memiliki 2 buah resep pembuatan produknya. Kali ini ia membuka sebuah toko online yang langsung terhubung dengan Cyrus Online.
Archie menjual beberapa barang yang ia buat setelah mendapatkan resepnya dari pembasmian dungeon.
Baru 10 menitan semenjak Archie menaruh equipment yang ingin ia jual, sudah banyak para player Cyrus Online yang menginginkan zirah tersebut.
"Wah lihatlah armor ini statusnya bagus sekali! Bahkan harganya cukup adil"
"Hei ini toko baru ya? Aku belum pernah lihat sebelumnya"
"Gila! Status dari armor ini sangat bagus, aku akan beli itu"
"Hei noob! Menjauhlah dari sini"
Begitulah kesan para player yang melihat benda jualan milik Archie. Dan barang dagangan miliknya langsung ludes detik itu juga.
"Gila dapat gold dalam 10 detik! Easy money boss!" Komentar Archie.
Sebenarnya Archie masih memiliki satu buah Red Crazy Monkey Armor yang belum ia pajang di toko miliknya. Ia sengaja tidak langsung memanjangnya karena armor itu memiliki status yang lebih baik dari barang yang sebelumnya, dan juga ada cap signature yang akan memberikan kesan limited edition ke player yang membelinya.
******
Setelah mengambil uang dari hasil penjualan armor, Archie kembali melanjutkan perjalanannya ke Luzione tempat pertama kali ia memulai petualangannya.
Sebelum ke Luzione, Archie tentunya melewati sebuah padang rumput sejauh mata memandang. Padang rumput yang begitu asri, indah, serta natural yang membuatnya bernostalgia.
Tarian rerumputan yang mendengar orkes indah dari suara merdu burung dan serangga yang saling sahut menyahut, serta bisikan halus angin sejuk begitu membuat Archie senang berada disini.
Mata Archie terasa segar ketika melihat warna hijau yang terhampar-terbentang-terlukis indah. Beberapa monster kecil seperti wild rabbit dan wild boar yang menggangu rileksasi Archie, ia basmi tanpa perlawanan yang berarti.
[Wild Rabbit Meat]
[Tipe: makanan]
[Bisa dimakan langsung atau dimasak]
[Wild Rabbit Skin]
[Tipe: bahan olahan]
[Bisa dibuat menjadi pakaian/armor]
[Wild Boar Meat]
[Tipe: makanan]
[Bisa dimakan langsung atau dimasak]
[Wild Boar Tusk]
[Tipe: bahan olahan]
[Bisa dibuat menjadi senjata]
"Hmmm lumayan lah untuk mengisi tas yang kosong. Dan juga aku harus mencari orang yang bisa masak dan segera belajar memasak. Aku tidak mau makan roti kering itu lagi!" Komentar Archie
Di dalam Cyrus Online makan adalah hal wajib bagi setiap player. Karena mengutamakan kerealistisannya maka para player harus makan ketika Avatar milik mereka merasakan kelaparan. Hal itu akan ditandai dengan sebuah peringatan yang muncul di layar pemain, jika masih tidak memakan apapun maka player bisa mati kelaparan alias mati konyol!
Di awal bermain game, para player diberikan uang saku sebanyak 20 copper serta beberapa potong roti kering dan air mineral. Tentunya roti kering itu terasa sangat kering, keras dan tak enak. Banyak para player yang mengeluhkan tentang roti itu dan mahalnya harga makanan yang enak di Cyrus Online, namun mau bagaimana lagi. Untuk bertahan hidup para player juga harus makan walaupun itu roti kering!
Karena situasi tersebut, banyak juga player yang mengambil job sebagai seorang Chef. Mereka sangat berbeda dengan para player yang mengambil job bertipe offensive seperti warrior, archer ataupun mage.
Para player job Chef hanya berfungsi sebagai support untuk para player yang lainnya. Level mereka akan naik jika membuatkan beberapa makanan. Mereka sebenarnya juga bisa membantu serangan, namun damage yang dihasilkan tak terlalu berarti bagi monster.
Kebanyakan dari mereka lebih memilih bermain dengan party/guild daripada harus bermain solo.
Archie ingin mengambil atau belajar memasak hanya untuk membuat sebuah makanan yang layak baginya. Ia sudah muak dengan hanya memakan roti kering saja, jika pun ia di penginapan, menu yang di sajikan juga tidak jauh dari yang namanya roti!
Archie terus berjalan membelah padang rumput luas itu. Sesekali para monster lemah bermunculan dan detik itu juga mereka lenyap. Walaupun levelnya sudah turun menjadi level 11 lagi, Archie tetap merasakan kekuatannya berada di level 20an atau lebih karena efek dari titel yang ia dapatkan itu.
Selama Archie bertarung melawan para monster, ada sesosok monster lagi yang sedang diam-diam mengawasi Archie dari kejauhan.
Archie mengetahui hal tersebut, namun ia tetap cuek dengan monster itu. Ia menganggap bahwa monster yang tengah mengawasinya itu takut padanya sehingga tak berani muncul dihadapannya.
Ada beberapa Dire Wolf yang menghadang jalannya tetapi mereka semua mundur setelah melihat Archie. Dua titel yang dimiliki oleh Archie memang benar-benar efektif melawan monster bertipe serigala.
Beberapa lama menahan untuk tetap cuek, rupanya hal tersebut sangat susah dilakukan pikir Archie. Ia begitu kesal karena kemanapun ia melangkah, ia selalu di ikuti oleh monster yang sedari tadi mengawasinya. Archie merasakan bagaimana seorang artis terkenal yang selama 24 jam di ikuti kemana-mana oleh orang yang tak dikenal.
Ia akhirnya berbalik dan ingin segera menghabisi objek yang sedari tadi menguntit. Archie mencabut pedangnya dan bersiap menebas apapun yang akan ia lihat.
Archie tetap menunggu sambil membuat kuda-kuda bersiap untuk menyerang. Sudah lewat dari 30 detik, objek itu masih tak muncul juga. Archie hendak berbalik dan segera kembali menuju tempat tujuannya, namun baru melangkah sekali ia kembali merasa di buntuti lagi.
"Keluarlah kau pengecut! Dari tadi bisanya sembunyi saja, kau itu swiper kah ha? Di sini tak ada Dora!" Archie meracau tak karuan karena emosi.
Mendengar teriakkan Archie, objek yang sedari tadi mengikuti dirinya pun akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya.
Ternyata objek itu ialah seekor rubah kecil berwarna putih silver yang masih terlihat sangat muda dan kecil. Ia sedikit terlihat kelaparan dan terpisah dari kelompoknya, mungkin hal itulah yang membuatnya mengikuti Archie.
Archie mencoba mendekati rubah kecil itu, tetapi rubah itu langsung menjauhi Archie seketika. Karena hal itu Archie terlihat sedikit bingung, ia mengira bahwa rubah itu akan memangsa dan menyerang dirinya, namun hal tersebut malah tak terjadi. Yang terjadi malah rubah kecil itu menjauhi Archie.
Saat Archie berbalik arah dan hendak pergi meninggalkan rubah itu, lagi-lagi ia diikuti dan dibuntuti oleh rubah itu.
Archie terus mengulangi hal tersebut hingga puluhan kali, setiap Archie ingin pergi maka rubah itu mengikutinya, sedangkan setiap Archie mendekat ke arah rubah itu, malah dihindari olehnya.
"Mau mu apa sih tong? Aku ingin segera ke kota Luzione ini! Kau tau kota Luzione? Lu-Zi-O-Ne!" Archie mencoba berbicara dengan rubah itu.
Dan hal yang paling jelas ialah, rubah itu tak mengerti apa yang diucapkan oleh Archie. Jika saja Archie mengerti bahasa hewan maka ia akan mendengar kata-kata yang bisa membuat dirinya akan bersumpah tidak akan mengkhayal hewan bisa berbicara.
Archie terus memperhatikan rubah kecil itu, akhirnya ia mengetahui mengapa dirinya diikuti terus oleh makhluk itu.
Archie lalu mengeluarkan sebuah daging dari tas inventori miliknya. Nampak wajah interesting dari rubah itu, Archie tersenyum setelah mengetahui apa yang diinginkan oleh makhluk tersebut.
"Kau mau ini kan? Ambil saja!" Samb melempar daging itu ke arah rubah itu.
Rubah itu lalu memakan daging berian dari Archie itu. Setelah itu Archie pun bisa memulai perjalanannya kembali.
>>>>>>>>
Archie telah sampai di Luzione. Ia sangat merindukan tempat ini walaupun ia baru saja bermain game ini.
Sebuah kota yang di kelilingi oleh lautan dan bebatuan yang sangat khas, begitu menyenangkan saat dipandang. Apalagi jika saat matahari terbenam dan terbit, maka keindahan itu akan meningkat beberapa kali lipat.
Archie mencoba berinteraksi dengan beberapa NPC yang berlalu-lalang, namun ia menerima reaksi yang berbeda dari biasanya.
Para NPC seakan takut melihat dirinya, Archie hanya bisa tersenyum saat melihat kejadian itu, ia mengetahui kenapa para NPC ketakutan melihatnya. Hal itu dikarenakan oleh cursor miliknya yang berwarna merah darah dan juga titel miliknya yang membuat seperti seorang penjahat.
"Mungkin lebih baik jadi seorang penjahit daripada penjahat" ucap Archie.
Setelah itu Archie menuju tempat pelatihan. Ia sampai di tempat pelatihan dengan perasaan nano-nano, tempat pelatihan tetap ramai seperti biasanya apalagi setelah bertambahnya para player baru setiap harinya.
Tetapi ada hal yang lebih membuatnya bahagia. Ia melihat tempat pelatihan Class Enchanter yang sepinya sama seperti saat ia mengikuti pelatihannya dulu.
Bukannya senang karena tempat itu tetap sunyi, ia senang karena tidak ada yang berubah dari pemandangan itu. Dengan perasaan yang sulit digambarkan itu Archie pun berjalan memasuki tempat pelatihan Class Enchanter itu dengan layaknya seorang koboi yang ingin memporak-porandakan suatu bar.
"Aku dengar kau mengeluh terus Guru!"
"Kau...kau Archie? Kau D. Archie kan?"
"Apakah ada selain diriku ini yang berkunjung kemari?" Tanya Archie
Tentunya pertanyaannya itu sangat membuat gurunya itu begitu sakit. Archie menanyakan sesuatu yang sudah sangat jelas.
"Ayolah jangan memberikan wajah jelekmu itu ke anak murid mu ini! Aku kesini karena ingin membicarakan sebuah peristiwa yang terjadi ratusan tahun lalu"
"Ratusan tahun lalu? Apa maksudmu itu adalah peperangan besar antara Arbanas dengan Gilzaz?"
Sebuah keterkejutan melanda Archie ketika mendengar nama Arbanas dan Gilzaz. Nama yang begitu familiar baginya karena Arbanas dan Gilzaz adalah dua kerajaan yang selalu berseteru dalam cerita game Calcalas Online.
"Namun sebelum aku menjelaskan perang tersebut bolehkah aku bertanya?"
"Apakah itu guru? Pertanyaan apa yang ingin guru tanyakan kepadaku?"
"Tolong jangan terlalu formal denganku, cukup panggil saja Alicia! Dan pertanyaanku apakah rubah kecil itu peliharaan milikmu? Sedari tadi ia selalu memandangimu dengan wajah bahagia"
"Benar sekali guru Alicia! Aku bertemu seekor ru-bah?"
Archie terkejut dengan rubah kecil yang ternyata mengikuti sedari tadi. Ia bahkan tak menyadari ketika diikuti oleh rubah kecil itu. Rubah itu menatap Archie dengan tatapan memelas, yang siapa saja bisa tergugah hatinya melihat keadaannya itu, Archie pun menepuk jidatnya dan membuang nafas sedalam-dalamnya.
"Ah, aku menyerah!" Ucap Archie