Cyrus Online

Cyrus Online
49. Class Baru



Archie tidak mengetahui bahwa saat ini ia sedang dicari-cari oleh banyak player. Ia juga bahkan tidak tahu bahwa namanya saat ini sangat terkenal di Cyrus Online.


Yang ia ketahui adalah beberapa pesan yang datang dari Viola, Viand, Inject, Lemon dan Siegfred. Mereka semua serempak mengatakan untuk melindungi dirinya, padahal Archie sama sekali tak mengerti kenapa mereka semua melakukan hal tersebut.


"Mereka semua aneh sekali, kenapa tiba-tiba jadi ingin melindungi diriku? Apakah sesuatu yang buruk akan terjadi?" Ucapnya ketika melihat pesan-pesan itu.


Setelahnya Archie langsung saja menuju tempatnya Audrey. Ia ingin segera melaporkan misi kepada Yan Liu dan selepas itu pergi tidur.


Kepalanya terasa mau pecah sekarang ini, ia tidak sanggup memproses semua peristiwa aneh yang terjadi hari ini.


>>>>>


Archie telah sampai di tempat penempaan Audrey. Archie disambut dengan senyuman ramah dari Audrey serta dengan senyuman penuh arti dari Yan Liu. Senyuman dari Yan Liu terasa seperti senyuman seorang guru kepada anak muridnya yang berbakat.


"Kau pasti telah membunuh walikota itu kan?" Tanya Yan Liu.


Archie mengangguk dan duduk sedangkan Audrey sedang menyiapkan teh untuk Yan Liu dan Archie.


Audrey pikir pembicaraan mereka akan panjang sehingga Audrey berinisiatif untuk membuatkan teh.


"Aku masih tidak mengerti apa hubungannya dunia ini dengan Arcana itu?" Ucap Archie


Yan Liu menghirup nafasnya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan dari Archie. Ia lalu menjelaskan perang panjang yang terjadi ratusan tahun lalu. Dengan seksama Archie mendengarkan peristiwa bersejarah itu, sambil sesekali ia menuangkan teh buatan Audrey dan meminumnya.


"Aku juga pernah mendengar tentang perang itu, namun aku belum pernah melihat bentuk dari Arcana itu?" Ucap Audrey menimpali.


Yan Liu lalu menyuruh Archie untuk meletakkan Murasame ke tengah meja. Lalu Yan Liu menjelaskan bahwa senjata itu merupakan salah satu Arcana.


"Kau bilang pedang ini salah satu Arcana? Benarkah itu? Tanya Arhcie keheranan karena informasi itu.


"Arcana itu bisa berupa senjata, armor, aksesoris ataupun yang lainnya. Perbedaannya adalah ketika seseorang memakai Arcana ia akan mendapatkan kekuatan yang dahsyat!" Jelas Liu Yan.


Archie kembali mendapatkan informasi penting. Ia ingin menyelidiki dunia ini karena menurutnya ada hal yang tersembunyi dalam game ini.


"Jika kau ingin lebih tahu masalah dunia ini. Maka aku sarankan kau pergi ke Luzione dan temui seorang penyihir bernama Alicia von Koeningswald"


Archie terkejut mendengar nama Alicia yang disebutkan oleh Yan Liu. Ia mengenal orang tersebut, ia adalah instruktur Archie ketika Archie hendak mengambil job Enchanter saat pertama kali bermain Cyrus Online.


"Kalau begitu sekarang saatnya aku pergi" baru hendak melangkah keluar, Yan Liu dicegat oleh Archie.


Ia memicingkan matanya ke Archie dan nampak kebingungan. Yan Liu mencoba melewati Archie, akan tetapi Archie tetap menghalangi Yan Liu yang hendak pergi.


"Kau ini kenapa? Bukannya urusan kita sudah beres?" Tanya Yan Liu yang masih kebingungan dengan tingkah Archie.


"Beres muka mu! Kau masih belum memberikan aku reward dari quest tadi!" Jawab Archie dengan sedikit kesal.


Yan Liu tertawa karena ia melupakan hal tersebut. Lalu setelah tertawa tadi, ia kembali menjadi mode serius sambil menatap dalam-dalam ke mata Archie. Lalu ia pun berkata:


"Apakah kau sudah yakin untuk menerima hadiah ini? Karena jika kau mengambilnya maka tidak ada lagi kata kembalikan"


Archie sedikit kaget akan hal itu. Ia mulai menduga-duga apa hadiah yang akan diberikan oleh Yan Liu. Namun semakin ia memikirkan apa yang akan diberikan oleh Yan Liu kepadanya, semakin tak bisa ia bayangkan apa pun.


Sebuah gambling akan ia jalani kali ini. Tidak ada lagi yang namanya logika di medan ini, semuanya akan berjalan sesuai kaidahnya. Keberuntunganlah yang akan menyelamatkan dirinya dari perjudian ini.


Tetapi Archie tetap maju menghadapi perjudian itu. Ia dengan mantap maju dan mengambil segala kemungkinan yang ada, walaupun itu satu banding satu juta ia tidak akan mundur.


"Bagaimana? Apa kau sudah yakin dengan keputusan mu?"


"Aku yakin!" Ucap Archie mantap


Audrey juga merasakan hawa tekanan dari kepercayaan Archie. Ia merasa melihat seseorang yang sangat hebat dari seorang Archie.


"Baiklah karena aku juga melihat keyakinan dari mata mu itu. Maka akan kuberikan semua yang ku punya untuk mu"


Lalu sebuah pemberitahuan muncul di layar Archie. Ia begitu terkejut dengan sebuah pemberitahuan itu sampai-sampai ia tak bisa berkata apa-apa lagi.


[Quest selesai!]


[Bunuh Si Walikota Korup!]


[Reward: Hidden Class]


"Hidden Class!" Archie sedikit berteriak saat melihat hal tersebut, namun Yan Liu hanya tertawa karena ia sudah menduganya.


"Jika kau menerima Class itu, maka Class yang telah kau pelajari selama ini akan hilang beserta skill-skill milikmu. Namun skill produksi milik mu akan tetap ada, serta juga ada pengurangan setengah level milikmu! Jadi bagaimana?" Tanya Yan Liu.


Archie sedikit ragu mendengar itu. Hal itu dikarenakan semua usaha Archie sampai saat ini akan menghilang begitu saja. Semua skill serangan miliknya akan dihapus dan levelnya akan berkurang setengah. Sebuah gambling yang sangat rumit.


Tetapi Archie sudah setengah jalan. Ia tidak mau kembali saat ini, ia tetap dengan pendiriannya untuk mengambil segala kemungkinan yang ada.


Yan Liu tersenyum dengan kemauan keras dari Archie. Yan Liu seperti melihat dirinya di masa lampau ketika ia sedang di masa kejayaannya. Dalam hatinya ia bersyukur bisa bertemu dengan orang seperti Archie.


[Ronin Class telah di hapus dari status Anda!]


[Enchanter Class telah di hapus dari status Anda]


[Semua skill menyerang Anda telah di hapus!]


[Level Anda berkurang menjadi lv 11]


[Anda mendapatkan Hidden Class: Revenger Warrior]


[Sebuah Class yang diberikan oleh seorang kesatria yang terlupakan. Kesatria itu dilupakan, dibuang, dikhianati lalu dimusuhi oleh negara yang ia bela. Lalu ia berjanji untuk membalas semuanya tanpa tersisa satu hal pun]


[Class ini memungkinkan anda untuk memakai semua senjata serta equipment yang lain]


[Anda mendapatkan skill]


[Giri-giri slash]


[Elemental Absorber]


[Void Steps]


[Ultimate Reverence]


"Gila apa-apaan ini? Paman kau ini selalu bisa membuat ku terkejut!"


"Hahaha baiklah anak muda, aku akan pergi jauh dan aku serahkan apa yang tak bisa ku gapai selama aku hidup"


Lalu Yan Liu keluar dari tempat Audrey dan saat itu juga adalah pertemuan terakhir antara Yan Liu dengan Archie. Namun satu hal yang Archie tahu, kini ia punya tujuan lainnya dalam game ini.


"Audrey apa kau sudah membuat armor itu?" Tanya Archie


Audrey lalu dengan bangga memperlihatkan sebuah Armor mengkilap yang terpajang di dinding utama toko.


Archie dengan takjub melihat benda yang terpampang jelas itu. Begitu megah, kokoh, perkasa. Ia mulai merasakan perbandingan skill miliknya dengan Audrey.


Lalu ia melihat sebuah signature yang nampak tak begitu asing bagi Archie. Ia bingung mengapa Audrey memakai signature miliknya dan tidaknya membuat signature untuknya sendiri.


"Jika kau tanya mengapa, karena itu punya mu dan kau berhak untuk mendapatkan hal tersebut!"


Jawaban Audrey membuat Archie sakit kepala, namun ia tidak memperpanjang masalah tersebut dan membiarkannya saja. Ia sekarang ini hendak segera menuju Luzione.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya! Siap-siap saja toko mu akan di penuhi oleh para pembeli!"


"Kalau memang begitu aku akan menunggu hal tersebut Jaga dirimu baik-baik Archie!"


Lalu Archie meninggalkan tempat penempaan Audrey dan segera menuju Luzione. Seketika Audrey menangis, namun ia bukannya sedih melainkan sebuah tangisan bahagia yang ia keluarkan.


Ia sebenarnya menginginkan Archie agar tetap di Thousand River City, akan tetapi Audrey sadar dengan keegoisannya. Ia merasa sangat egois jika menghalangi Archie untuk melakukan hal yang ia sukai.


Ia begitu bersyukur bertemu seseorang seperti Archie. Menurutnya Archie itu layaknya seorang pahlawan yang sesungguhnya.


Dengan masih dipenuhi air mata kebahagiaan Audrey berkata, "Datanglah kapan-kapan wahai pahlawan yang terlupakan!"


******


Luzione, Re-Estize Empire.


Suasana kota kecil Luzione sangat hangat kala itu. Sebuah kota kecil yang berbatasan langsung dengan laut lepas itu, terlihat seperti pulau Crete di Yunani sana.


Apalagi ditambah pijar cahaya keemasan dari matahari yang hendak menuju tempat peristirahatannya sangat elok untuk disaksikan.


Banyak para player yang hilir mudik terlihat. Ada player yang telah lama main game ini dan ada juga pemain yang baru saja bermain game ini.


Semuanya menjadi satu dengan para NPC yang juga ikut bercengkrama dengan para player itu.


Sedangkan paradoks terjadi di tempat pelatihan job Enchanter. Tempat ini begitu sepi, senyap, hening dan sebagainya. Hanya ada satu orang yang berada di sini. Ia adalah Alicia von Koeningswald sang instruktur dari Class ini.


Entah mengapa tidak ada player yang mau mengambil job Enchanter lagi, kemungkinan besar para player lebih suka mengambil job damage besar seperti Swordman, Assassin, Mage ataupun Monk. Enchanter bagi mereka sudah kelewat zaman.


Alicia hanya bisa mondar-mandir di ruangan kosong itu, tanpa berkata satu kata atau satu pepatah pun. Ia semakin bosan dengan kegiatan dan akhirnya kembali duduk di singgasananya.


"Huh aku sudah bosan sekali berada di sini! Memang benar Enchanter itu sudah ketinggalan zaman. Buktinya hanya satu murid yang belajar di sini, yaitu si rambut putih itu!" Racau Alicia


Alicia tidak menyadari ada seseorang yang sedang mengawasi dirinya. Lalu ia pun terkejut saat melihat seseorang yang tengah berdiri tepat di depan pintu masuk yang ala-ala wild west. 


"Aku dengar kau mengeluh terus Guru! Bagaimana jika kita pergi dari sini Alicia-San"


Alicia terbelalak melihat sosok tersebut, ia hampir saja tak bisa berkata apa-apa saat melihat orang yang telah lama dinyatakan hilang. "Kau?....Kau.....?