
Jauh dari tempat pertempuran, tiga sosok orang tengah memperhatikan jalannya pertempuran dengan begitu serius. Mereka bertiga memperhatikan setiap hal yang terjadi di tempat pertempuran, selain memperhatikan jalannya pertempuran mereka juga tengah sibuk mencari sesuatu yang mereka yakini ada di sekitar tempat pertempuran.
"Ketua! Sepertinya pertempuran ini akan berjalan berat sebelah. Mereka cuma punya beberapa orang yang bisa bertarung, sedangkan di sisi seberang ada ratusan pemain bersiap menyerang mereka semua"
"Ashses benar ketua! Tetapi ada yang aneh dengan orang berambut putih dan yang bertopeng di sana! Mereka berdua seperti memiliki aura yang berbeda"
Si ketua yang mereka berdua ajak bicara hanya diam sambil terus memperhatikan medan pertempuran, ia sebenarnya ingin sekali segera turun dari tebing dan masuk ke medan pertempuran, namun ia masih harus menunggu momen yang tepat.
Sebenarnya ketua mereka tidak terlalu memperhatikan seluruh pertempuran, ia hanya fokus ke satu orang yang paling mencolok dari semua orang yang ada di sana. Orang tersebut memiliki ciri-ciri yang khas seperti berambut putih dan equipment yang terlihat biasa saja serta pengguna pedang katana yang berwarna hitam pekat, orang tersebut adalah Archie.
Matanya sedikit bersinar memperhatikan setiap pergerakan Archie. Ia benar-benar kagum dengan sosok Archie, bahkan ia ingin sekali bertarung bersamanya atau berduel dengannya. Saking senangnya, kakinya pun bergetar hebat tak sabar menunggu momen dimana ia akan turun ke medan pertempuran.
Terlebih saat ia melihat Archie yang berhasil menahan serangan mematikan dari Ashtra, melihat kemampuan berpedang Archie yang mampu membalikkan serangan Ashtra, semakin membuatnya bersemangat.
Dan momentum yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang.
Saat ini Archie dan yang lainnya sedang dipojokkan oleh Riser dan Poisonox. Mereka semua dalam keadaan yang tak menguntungkan, situasi yang mereka alami benar-benar pelik.
"Ashses! V-Cool! Inilah waktunya!" ujarnya.
Ashses dan V-Cool berdiri sambil memamerkan senyuman percaya diri mereka, lalu dengan cepat mereka menuruni bukit sambil berteriak-teriak seperti orang yang baru saja menang lotre.
Dalam hitungan menit saja mereka berdua sudah sampai di medan pertempuran dan beberapa saat kemudian mereka langsung memporak-porandakan barisan tentara yang ada di depan mereka berdua.
Ashses menerjang dari arah kanan, sedangkan V-Cool menerjang dari arah kiri.
Dengan serangan kejutan tersebut berhasil membuat pasukan yang dipimpin oleh Poisonox dan Riser terkejut, dan membuat mereka semua tanpa sadar meninggalkan formasi yang mereka buat sebelumnya.
Walaupun hanya berdua saja menembus pertahanan kedua pasukan itu, Ashses dan V-Cool benar-benar menunjukkan perbedaan kekuatan yang mereka miliki. Walaupun sudah dihadang oleh sepuluh pemain sekaligus, tetap saja mereka berdua berhasil menerjang kedepan dan membuat situasi berbalik.
Kekacauan itu membuat Archie dan yang lainnya sedikit kebingungan dengan hal itu, lalu tiba-tiba dihadapannya ada sesosok orang terlihat seperti pemimpin dari sosok kedua orang yang memporak-porandakan pasukan Riser dan Poisonox.
Sosok itu terlihat memiliki job yang sama seperti Archie, ia mengenakan pedang samurai juga, namun penampilannya benar-benar mirip seperti seorang samurai yang ada di film atau di game.
Ia mengenakan armor yang terlihat cukup berat berwarna merah, lengkap dengan helmnya serta ia memakai topeng yang mengerikan.
Walaupun baru pertama kali Archie melihat sosok itu, namun entah kenapa ia merasa ada kedekatan dengan sosok tersebut. Archie mencoba mengingat dimana ia pernah bertemu dengan sosok tersebut namun ia tak pernah ingat.
Sosok samurai yang ada di hadapan Archie itu memandang ke arah Archie dengan tatapan penuh nostalgia, walaupun sayang Archie tidak bisa melihatnya karena topeng yang ia kenakan itu. Jika saja ia melepaskan topeng itu mungkin Archie akan mengingatnya, namun sebelum melakukan hal tersebut ia harus membersihkan para pengganggu itu terlebih dahulu.
Ia pun langsung ikut menerjang kedepan, menerobos puluhan musuh yang bersiap menghadangnya.
Dengan begitu mudah ia mengalahkan puluhan musuh yang menghadangnya, permainan pedangnya begitu memukau dan membuat siapa yang melihatnya terpana dan terpukau. Gerakannya begitu lincah walaupun memakai armor berat, setiap tebasannya begitu dalam dan pasti membunuh pemain yang terkena tebasannya.
Tiba-tiba Murasame Archie bereaksi, Archie sedikit kebingungan dengan reaksi yang ditimbulkan oleh Murasame. Ia mencari penyebab kenapa hal itu terjadi, tetapi ia sama sekali tak mendapatkan satu petunjuk pun.
Lalu ia teringat akan perkataan Yan Liu tentang pedang yang menjadi musuh abadi Murasame.
"Jangan bilang pedang itu penyebabnya!" Ujar Archie setengah terkejut sambil melihat sosok samurai yang tengah bertarung dengan puluhan orang.
Sempat ragu akan hal itu, Archie pun langsung maju untuk membuktikan hal tersebut. Ia membantu si samurai itu walaupun sebenarnya samurai itu tak terlihat meminta bantuan.
Bertarung di sisinya semakin membuat Murasame bereaksi, pedang yang dipakai oleh si samurai itu juga ikut bereaksi dengan menimbulkan sinar berwarna putih yang mengkilap. Kali ini Archie benar-benar yakin kalau pedang itulah yang membuat Murasame bereaksi.
Tanpa pikir panjang lagi Archie langsung menyerang si samurai yang telah menyelamatkannya tadi, namun serangannya itu masih bisa ditangkis oleh si samurai.
Melihat apa yang dilakukan oleh Archie membuat semua orang sedikit terkejut, tak terkecuali pasukan musuh yang lebih terkejut lagi melihat Archie menyerang si penyelamat tadi.
Momentum itu dimanfaatkan oleh Riser untuk mundur, ia benar-benar tidak ingin misi yang diberikan oleh tuannya kembali gagal. Walaupun Poisonox bersikeras ingin membunuh Archie dan yang lainnya di tempat itu, ia terus menyuruh Poisonox untuk mundur dan lebih mementingkan misi. Hingga akhirnya Poisonox pun mengalah dan menyuruh anak buahnya untuk mundur.
Kini semua terfokus kepada Archie dan si samurai itu. Archie dan si samurai itu saling tatap, mereka berdua berdiri tegak walaupun dari sisi postur tubuh Archie lebih unggul dengan tingginya. Namun aura yang mereka berdua keluarkan benar-benar luar biasa, orang-orang bisa merasakan kekuatan yang begitu menekan saling bertubrukan satu sama lain di antara mereka berdua.
"Hey Archie kenapa kau malah menyerang dia? Bukannya dia telah menyelamatkan kita saat kita terpojok tadi" Proxyma menanyakan kepada Archie maksud dari tindakannya itu tadi.
V-Cool dan Ashses yang baru saja selesai menghancurkan musuh, hendak maju menyerang Archie yang telah lancang menyerang bos mereka itu. Namun bos mereka langsung menghentikannya, sehingga mereka berdua hanya bisa menatap Archie dengan tatapan permusuhan dari sisi bos mereka.
Panglima Burung juga ikut berdiri di sisi Archie, dari semua orang hanya Panglima Burung yang masih bisa bertarung dan dia berniat untuk bertarung bersama Archie karena ia merasakan hawa dingin dari sosok yang telah menyelamatkan mereka itu.
Melihat itu, kini pandangan V-Cool dan Ashses beralih ke Panglima Burung. Mereka berdua hendak menyerang Panglima Burung agar tidak mengganggu pertarungan antara bos mereka dengan Archie.
Dan dalam waktu yang cepat, V-Cool sudah berada di depan Panglima Burung dan langsung menyerangnya. Serangannya berhasil ditahan oleh Panglima Burung, namun dibelakangnya sudah ada Ashses yang menunggunya.
Akan tetapi Panglima Burung menunjukkan kemampuannya sebagai Panglima, ia memberikan serangan balik yang membuat Ashses terkejut dan tidak bisa menangkis serangan itu dengan sempurna.
"Hebat juga! Tapi apakah kali ini kau bisa menahan ini!" ujar Ashses sebelum kembali menerjang Panglima Burung.
Dengan cepat Ashses langsung beradu skill berpedang dengan Panglima Burung. Panglima Burung terlihat bisa menandingi kecepatan yang dimiliki oleh Ashses, namun ada perasaan aneh yang mengganjal Panglima Burung selama ia beradu pedang dengan Ashses.
Dan benar saja kerisauan dirinya itu terjadi, sedikit demi sedikit kecepatan serangan Ashses meningkat dalam waktu ke waktu hingga membuat Panglima Burung kewalahan dan tanpa sadar ia membuka celah yang langsung dimanfaatkan oleh V-Cool untuk menyerangnya dengan Greatsword miliknya.
V-Cool berhasil melukai Panglima Burung, namun di detik-detik terakhir Panglima Burung berhasil meminimalisir kerusakan yang ia alami. Namun karena serangan dari V-Cool itu, topengnya yang selalu ia kenakan terbelah dua dan memperlihatkan wajahnya yang selalu ia tutup dengan topeng bermotif elang itu.
"Kau baik-baik saja panglima?" Archie langsung bergerak ke arah Panglima Burung yang tertunduk setelah terkena serangan dari V-Cool.
Archie sedikit khawatir dengan keadaan Panglima Burung yang terus menunduk itu, namun sebenarnya Archie sedang salah mengira kalau Panglima Burung tengah terluka.
Alasan sebenarnya mengapa Panglima Burung terus menunduk adalah karena ia tidak ingin menunjukkan wajahnya itu kepada siapapun, namun Archie terus menggoyang-goyangkan tubuhnya karena begitu cemas akan keadaannya itu.
Hal yang dilakukan oleh Archie sedikit menganggu si Panglima Burung, dan pada akhirnya ia pun harus berdamai dengan dirinya sendiri.
Panglima Burung mendorong tubuh Archie yang terus memegang dan menggoyangkan tubuhnya itu, ia lalu berdiri tegap dan memperlihatkan wajah aslinya kepada semua orang.
Archie begitu terkejut melihat sosok asli dari Panglima Burung, semua khayalannya tentang sosok si Panglima yang seperti seorang Panglima perang yang gagah dari abad pertengahan langsung luntur seketika setelah melihat wajah asli Panglima Burung.
Wajah asli si Panglima Burung benar-benar mempesona siapapun yang melihatnya. Ia tak kalah cantik dari sosok mutiara, parasnya seperti seorang putri kerajaan yang anggun dengan rambut panjang yang terurai dengan warna kuning yang agak pudar namun masih terlihat bagus. Bola matanya seperti kebanyakan elf lainnya, berwarna hijau seperti permata zamrud, kulitnya yang seindah batu giok itu benar-benar membuatnya memiliki daya tarik yang luar biasa.
"Kau seorang perempuan Panglima?" Tanya Archie yang setengah tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Dengan sedikit malas, Panglima Burung menatap Archie yang mempertanyakan hal yang sudah pasti itu. "Apa kau ingin aku telanjang di sini agar kau percaya?" Ucap Panglima dengan ketus.
Dari ujung sana terdengar suara tertawa yang begitu nyaring. Suara itu benar-benar suara orang yang sedang tertawa terbahak-bahak karena melihat sesuatu yang sangat menggelitik, ya itu adalah sosok si samurai misterius yang tertawa karena melihat tingkah Archie dan si Panglima Burung.
"Apa yang kau ketawakan dasar orang misterius! Aku benar-benar tidak tahu kalau si Panglima bertopeng aneh ini perempuan!" Ucap Archie yang merasa tersinggung dengan si samurai yang menertawakannya itu. "Kau juga sama anehnya dengan dia ini, kalian sama-sama mengenakan topeng yang aneh!" tambahnya lagi.
"Berani sekali kau mengatakan topeng ku aneh! Namaku Arien dan topeng elang yang ku pakai tidaklah aneh!" Si Panglima Burung marah dan menyerang Archie, beruntung Archie masih bisa menangkis serangan itu.
Tingkah Arien sang Panglima Burung dan Archie itu kembali membuat sosok samurai misterius itu tertawa, kali ini tertawanya bahkan lebih keras dari yang sebelumnya.
Archie, Arien dan yang lainnya pun jadi memperhatikan sosok si samurai yang tertawa terbahak-bahak seorang diri itu. Lalu setelah puas tertawa ia sejenak mengambil nafas lalu menatap ke arah Archie sambil berucap. "Kau masih belum berubah sama sekali semenjak terakhir kali kita bertemu!" ujarnya.
Lalu sosok samurai misterius itu pun melepaskan topeng yang ia kenakan itu, terlihat lah wajah sosok perempuan cantik yang kecantikannya melebihi sosok Panglima Burung Arien.
Archie kembali dibuat terkejut akan hal itu, bahkan ia lebih terkejut daripada mengetahui identitas asli si Panglima Burung.
Alasan mengapa Archie begitu terkejut adalah, sosok yang ada dibalik topeng samurai itu. Sosok itu adalah orang yang sudah lama Archie kenal dan ia pernah bertarung bersama dengannya.
Dengan sosok itu juga Archie memiliki kenangan indah akan game sebelumnya yaitu Calcalas Online, ia adalah ketua dan pendiri party yang paling dikenal banyak orang di game tersebut, Ayo Minum Kopi.
Pantas saja semenjak Archie bertemu dengan sosok itu, ia selalu merasakan ada kedekatan emosional dengan sosok tersebut dan semuanya kini sudah terjawab dengan jelas.
"Lama tidak bertemu [D] Archie, atau si penyihir dari tanah Arbanas" ujarnya
"Tak kusangka aku akan bertemu denganmu lagi ketua, ah tidak maksud ku Yuki!"