
Archie sudah berada di dalam hutan Razolore selama 10 menit, selama itu ia hanya bertemu dengan monster yang serupa dengan yang ia jumpai di Wallnut Forest, yaitu Razolore Hare.
Perbedaan dari kedua monster itu hanya di segi level dan juga warna bulu Razolore Hare yang lebih terang daripada Wallnut Hare, tetapi mereka berdua tetaplah monster yang tidak agresif berbentuk seperti seekor kelinci yang gemuk dan bulat.
Walaupun begitu Archie tetap tidak mengeluh walaupun ia hanya bertemu dengan monster yang lemah, ia malah senang karena ia bisa memanen daging dari kelinci itu.
Wajah Archie malah terlihat buruk, dengan senyuman mengerikan dan tatapan mata seorang iblis yang tamak. Entah apa yang ia pikirkan dengan daging-daging itu, tetapi sepertinya ia menemukan suatu hal menarik dari daging itu.
Sambil memberikan makan Jink, Archie terus menerus memperhatikan tas inventorinya yang kini penuh dengan Razolore Hare Meat dan juga Razolore Hare Skin itu, ia sudah jelas dengan Razolore Meat namun ia sedikit kebingungan dengan Razolore Hare Skin.
"Hmmm mau aku apakan ya kulit-kulit ini? Jika aku jual pasti aku mendapatkan beberapa uang dari hasil penjualan itu, tetapi apakah tidak ada cara lain untuk mendapatkan keuntungan lebih?" Ujar Archie sambil bergaya seperti seorang pemikir-pemikir yang selalu memegangi dagunya saat berpikir.
Ketika Archie hanyut dalam pemikirannya itu, Jink melingkar di pergelangan kaki Archie seperti ingin menarik perhatian dari Archie.
"Wauf wauf………!"
"Ah jadi aku harus mencari seseorang yang bisa mengolah kulit-kulit kelinci ini Jink? Kau pintar sekali Jink"
Archie pun mengelus-elus kepala Jink yang sudah memberikannya sebuah jawaban atas pertanyaannya tadi. Jink merasa begitu senang karena dielus oleh Archie, saking senangnya ia pun berputar-putar dengan sangat cepat seperti orang kesetanan.
Archie ikut senang melihat tingkah Jink itu, lalu ia menyuruh Jink untuk kembali bersiap karena Archie hendak melanjutkan penjelajahannya.
"Kita akan masuk semakin ke dalam Jink, mungkin saja di dalam sana ada beberapa monster yang berbahaya. Tetapi hal itu tidak membuatmu takut kan Jink?" Archie menoleh ke arah Jink yang juga menatapnya dengan rasa senang itu.
"Wauf wauf……!
…………………
Archie kini sudah memasuki bagian dalam dari hutan Razolore. Ia ingat sekali pertama kali memasuki kawasan ini, Archie sempat terkejut saat ia melihat ada Wiver dan Wyrm yang mendiami kawasan ini.
Karena mengingat itu, Archie menjadi berhati-hati dan ia terus meningkatkan kewaspadaannya.
Bagi Archie hal itu penting untuk menghindari beberapa hal yang mungkin saja tidak ingin di alami oleh siapapun, seperti terinjak ranjau, terjebak dalam perangkap ataupun di kejar oleh monster mengerikan, slime contohnya.
Archie tiba-tiba berhenti melangkah, ia melihat ada sesuatu di atas pohon. Makhluk itu terlihat seperti seekor burung dengan warna merah dan ada sedikit warna biru di bagian sayapnya.
Archie pun memfokuskan pandangannya untuk melihat data dari makhluk itu. Dan dalam sekejap muncullah beberapa informasi mengenai makhluk yang Archie lihat itu yang tertampil di layarnya.
[Zo]
[Level: 25]
[HP: 100/100]
[Weak: Thunder]
"Hmm monster bertipe burung terbang ya? Aku tidak dapat menyerangnya jika hanya menggunakan pedang pendek atau pedang biasa tanpa skill menyerang jarak jauh. Untunglah aku membeli busur dan anak panahnya"
Archie lalu mengambil busur dan anak panahnya, ia menggunakan Fire Arrow sebagai anak panahnya.
"Jika aku mengenainya dan monster itu turun, habisi dia Jink!" Ucap Archie pada Jink sambil membidik monster itu.
"Wauf wauf ……!"
Archie masih membidik monster itu, ia masih belum terbiasa menggunakan busur jadi mungkin saja ia akan meleset nantinya, tetapi ia tidak menginginkan hal itu. Archie akan membenci dirinya sendiri jika meleset menembakkan anak panah itu, karena harga dari satu Fire Arrow saja seharga 6 silver. Sedangkan Archie membeli 100 Fire Arrow.
Archie melepaskan anak panahnya, anak panah itu melesat dengan begitu cepat dan langsung mengenai monster itu tadi sehingga membuatnya jatuh ke tanah.
Sesuai perintah Archie tadi, Jink pun langsung bergerak cepat menyerang monster itu tadi yang sudah jatuh ke tanah.
Dengan sangat beringas Jink menyerang monster itu, ia menggigit dan mencabik-cabik monster yang cukup indah itu hingga tidak bisa melawan balik dan pada akhirnya monster itu mati.
Archie langsung memungut item-item yang dijatuhkan oleh monster itu tadi, Archie berpikir monster itu pasti menurunkan beberapa item yang cukup mahal dijual karena melihat dari bentuk monster itu yang cukup indah untuk dipandang.
[Anda mendapatkan]
[R & B Feather X4]
[Fire Stone X4]
"Hmmm lumayan-lumayan" Archie berkomentar setelah memungut item yang dijatuhkan oleh monster itu tadi.
Tidak lupa juga ia kembali mengelus-elus kepala Jink yang sudah melakukan tugasnya dengan baik, Jink pun merasa bahagia saat di elus oleh Archie karena sudah melakukan pekerjaan yang baik itu.
Archie kembali melanjutkan langkahnya. Setiap kali ia melihat Zo, Archie akan menyerangnya seperti di awal ia melakukannya itu.
Archie juga sempat bertemu dua Zo sekaligus yang menyerangnya. Burung itu bisa mengeluarkan sebuah bola api dari mulutnya yang mau tak mau harus dihindari oleh Archie.
Karena sudah banyak membunuh monster dan juga banyak memakan monster yang terbunuh itu, membuat Jink mengalami peningkatan level yang cukup signifikan.
Bahkan sekarang Archie sedikit terkejut dengan perubahan yang dialami oleh Jink, Jink sudah tumbuh sebesar anjing dewasa dan ia kini benar-benar terlihat seperti monster.
Akan tetapi walaupun begitu, Jink tetaplah Jink. Walaupun ia sudah tumbuh sebesar itu, ia tetap saja masih bisa menunjukkan pada Archie wajah imutnya sehingga membuat Archie tidak menjadi terlalu khawatir dengan Jink.
Kini Archie tiba di sebuah persimpangan jalan, ia ingat jika ia memilih jalur yang kiri maka ia akan ke tempat di mana ia melihat ada monster Wivern dan Wyrm itu, akhirnya Archie terlebih dahulu mengambil jalur yang kanan dan menyisakan jalur kiri itu untuk terakhir saja.
Di jalur yang kanan itu, kini kondisi geografis hutan mulai sedikit berubah. Tanah di tempat itu seperti rawa, tempatnya sedikit lembab dan juga sedikit gelap dari tempat sebelumnya.
Jika melihat di peta yang diberikan oleh Elondil dulu, tempat itu diberi nama Brog Slump.
Baru saja Archie memasuki kawasan tersebut, ia sudah dikagetkan dengan serangan mendadak sebuah lidah yang terlihat cukup lengket dan menggelikan.
Lidah itu berasal dari 4 monster kodok berwarna hijau gelap dengan dua tanduk besar yang menjulang ke atas.
[Bull Toad]
[Level: 30]
[HP: 100/100]
[Weak: Fire]
"Apa-apaan kodok itu? Ukurannya seperti Anjing Pitbull dewasa!" Ucap Archie yang terkejut dengan ukuran monster kodok itu.
"Ah aku ingat kodok ini, kodok ini mirip seperti Giant Toad! Berarti jika itu benar maka serangan lidahnya itu mengandung racun yang cukup merepotkan!" Ucap Archie lagi.
Keempat Bull Toad itu langsung menyerang Archie dengan menggunakan lidahnya. Archie menghindari semua serangan-serangan dari Bull Toad.
Sambil menghindari serangannya, Archie pun tak lupa untuk menembakkan anak panahnya karena kelemahan dari monster itu adalah api, Archie ingin memanfaatkan hal tersebut.
Benar saja, sekali kodok-kodok itu terkena Fire Arrow milik Archie, daya rusak yang diterima oleh kodok-kodok itu sangat besar. Bahkan satu Bull Toad bisa Archie tumbangkan dengan hanya satu serangan saja.
Archie jadi teringat dengan Jink yang mempunyai elemen api itu, ia pun menyuruh Jink untuk menyerang Bull Toad itu dengan menggunakan skill elemen api milik Jink.
Jink mendekati tiga Bull Toad yang tersisa itu dengan cepat, Jink lalu memutari tiga Bull Toad itu dengan kecepatan tinggi dan menciptakan sebuah api yang berputar-putar cepat dan langsung membakar ketiga Bull Toad itu hingga tidak menyisakan apapun.
Archie yang melihat aksi Jink itu tidak henti-hentinya untuk merasa kegirangan, ia sangat suka dengan skill yang dikeluarkan oleh Jink untuk menghabisi tiga Bull Toad tadi itu.
"Kerja bagus Jink!" Ucap Archie.
Setelah mengalahkan tiga Bull Toad itu, Archie dan Jink kembali melawan lusinan Bull Toad di tempat itu.
Brog Slump adalah habitat dari Bull Toad, makanya sepanjang perjalanan Archie di wilayah Brog Slump ia selalu berhadapan dengan Bull Toad.
Sudah beberapa kali ia bertemu dengan lusinan Bull Toad, namun sesekali ia juga sempat bertarung dengan Brog Snake yang juga tinggal di tempat itu.
Setelah cukup lama Archie menjelajahi wilayah Brog Slump, ia sampai di tempat yang sepertinya adalah ujung dari Brog Slump.
Archie melihat ada suatu bangunan yang terlihat cukup kuno di tempat itu, karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya Archie pun mendekati tempat itu.
Di tempat itu terdapat sebuah batu yang berdiri tegak, di batu itu tertulis sebuah tulisan yang membuat Archie mengingat-ingat di mana ia pernah melihat tulisan tersebut.
Cukup lama Archie mengingatnya hingga akhirnya Archie mengingat di mana ia melihat tulisan yang terukir di batu itu. Ia ingat saat ia bermain Calcalas Online, ia pernah menemukan batu yang sama persis dengan yang ia temui sekarang di suatu wilayah.
Archie pun semakin mendekatkan wajahnya ke batu itu, mencoba untuk melihat dengan jelas tulisannya yang ada di batu itu.
Namun ia sedikit dikejutkan oleh sebuah notifikasi yang memenuhi layarnya begitu ia mendekatkan wajahnya pada batu itu.
[Karena tingkat INT Anda yang di atas 50. Anda bisa membaca tulisan kuno ini!]
Begitulah kalimat yang tadi sempat memenuhi layar Archie.
"Jadi aku bisa membaca tulisan kuno ini? Baiklah coba kita baca!" Ucapnya lalu ia memfokuskan pandangannya pada tulisan yang terukir pada batu tersebut.
"Jika ingin menguasai suatu kerajaan. Kau harus membunuh naga, lalu menundukkan seekor singa yang punya pendirian keras. Hmmm apa maksud dari semua ini? Apa ini semacam teka-teki?"
Archie memikirkan kalimat itu dengan seksama, ia mencermati dan memperhatikan setiap kata yang tertulis di batu itu.
Wajah Archie langsung berubah ceria setelah ia sedikit mulai memahami tentang teka-teki itu tadi, ia teringat kawasan yang ada monster Wivern dan Wyrm itu, dan menurut Archie ia harus ke sana dan sebuah rahasia ada juga di tempat tersebut.
Archie langsung melompat girang setelahnya, ia tidak sabar ingin mengetahui rahasia apa yang akan ia temui. Akhirnya Archie pun dengan cepat-cepat pergi kembali ke jalur awal dan bersiap untuk memasuki kawasan yang cukup berbahaya itu.