Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 92



Selain bertemu dengan Izzy dan Audrey. Archie juga bertemu dengan adik dari ketua guild Nebula cabang Re-Estize Empire, Viand.


Viola sedikit terkejut dengan adanya Viand di Nilfelin karena seingatnya, Viand ia tugaskan untuk tetap berada di Ishavil sampai kedatangan dirinya.


"Aku kesini karena merasa khawatir dengan kakak! Kenapa kakak tidak cerita tentang masalah ini kepadaku?" Viand mengomeli kakaknya itu.


Viola tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan membiarkan telinga memerah karena omelan Viand. Ia bingung kenapa adiknya itu bisa melakukan hal seperti itu, Viola merasa seperti melihat dirinya sendiri jika melihat Viand mengomeli dirinya.


Sama seperti Archie yang melakukan hal serupa karena dia sedang diceramahi oleh Audrey dengan kecepatan seperti seorang rapper terkenal.


Elondil yang melihat kejadian itu tak tahu lagi harus bereaksi seperti apa, ia hanya bisa berdehem kecil karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan kepada Archie dan yang lainnya.


"Archie sebelumnya aku berterimakasih telah membantu kerajaan ini dari keterpurukan. Jika bukan karena jasamu serta teman-temanmu, kerajaan ini pasti akan hancur"


Viola langsung berlutut dan menundukkan kepalanya namun tidak untuk Archie, ia masih dengan santainya berdiri sambil memandangi langit-langit istana seperti seorang bocah yang datang ke tempat baru.


Melihat kelakuan Archie membuat Viola sangat gatal dengannya, Viola langsung menundukkan kepala Archie dengan paksa sampai wajah Archie menyentuh keramik istana. Viola merasa harus memberikan pelajaran tentang etika kebangsawanan kepada laki-laki berambut putih yang sangat absurd itu.


"Hahahaha"


"Yang Mulia tolong jaga sikap Anda. Anda ini seorang raja!" Tetua Uungor langsung menegur Elondil yang tertawa begitu lepas setelah melihat kelakuan Archie.


"Ah kau ini Uungor, walaupun aku seorang raja tetapi aku juga makhluk biasa pada umumnya yang juga punya rasa humor"


Setelah itu Elondil tiba-tiba mengangkat Rose Gold Adamantian Sword dan mengarahkannya kepada Archie dan Viola.


Archie dan Viola sedikit kaget dengan hal itu, namun sedetik kemudian mereka menyadari bahwa Elondil sedang memberikan mereka gelar kebangsawanan seperti yang umum dilakukan oleh pihak kerajaan.


Lalu di layar mereka berdua muncul sebuah pemberitahuan bahwa mereka telah menerima sebuah titel.


[Friend of Elves]


[Menambahkan all stats +5 dan menambahkan 100% respek dari bangsa Elf]


[Bangsa Elf sekarang menjadi sekutumu]


Senyum sumringah menghiasi wajah mereka berdua, mereka mendapatkan sebuah titel yang akan sangat berguna bagi mereka berdua. Terlebih untuk Viola, dengan adanya titel itu ia bisa dengan mudah mengajak NPC dari bangsa elf untuk ikut guildnya, atau mendirikan sebuah base di wilayah bangsa elf.


"Terimakasih Yang Mulia Elondil, hamba sangat senang bisa membantu kerajaan ini" ucap Viola.


Elondil tersenyum mendengarnya, kepalanya mengangguk pelan. Lalu kini matanya tertuju kepada Archie yang masih melihat langit-langit istana. Elondil sudah menduga hal itu, ia hanya bisa tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Elondil sedikit kesal dengan sikap absurd Archie itu, lalu terlintas sebuah siasat hebat untuk membuat perhatian Archie jadi teralihkan.


"Ahhh, seingat ku kau ada urusan di hutan Razolore kan D. Archie?"


Benar saja Archie seperti teringat akan tujuannya ke Nilfelin. Wajahnya langsung berubah dan matanya memandang lurus ke arah Elondil, muncul senyuman kemenangan di bibir Elondil saat melihat ekspresi Archie itu. "Kena kau!" Ucapnya dalam hati.


Elondil kembali memperlihatkan Rose Gold Adamantian Sword kepada Archie, dan hal itu membuat Archie sedikit kebingungan. Archie tidak mengerti mengapa Elondil memperlihatkan pedang emas itu kepadanya.


"Apa dia mau pamer? Batin Archie.


Seakan mengetahui apa yang ada di benak Archie, Elondil pun membuang nafasnya dengan berat sebelum menjelaskan perihal pedang emas itu kepada Archie.


"Pedang ini bernama Rose Gold Adamantian Sword. Pedang ini merupakan harta Kerajaan Narannas, pedang yang di buat dari serbuk Rose Gold dan dari cangkang Kura-kura Adamantian yang lebih keras dari baja sekalipun"


"Lalu apa hubungannya dengan apa yang ku cari?" Tanya Archie yang masih kebingungan


"Rahasianya itu ada di Hutan Razolore, jauh di dalam hutan terdapat sebuah danau yang menjadi habitat asli Kura-kura Adamantian dan juga tempat tumbuhnya Mawar Emas"


Mulut Archie langsung terbuka lebar mendengar semua informasi itu, ia yakin diantara kedua benda itu ada satu Arcana atau bahkan keduanya termasuk dalam kategori Arcana.


Api semangat mulai berkobar di dalam dirinya, ia sudah tak sabar lagi untuk pergi ke tempat itu.


"Ayo Viola kita pergi ketempat itu, aku sudah tak sabar lagi melihat seperti apa Mawar Emas itu" Ucap Archie sambil menarik lengan Viola.


"Tunggu sebentar!" Elondil melemparkan sebuah kertas panjang ke Archie.


Kertas itu merupakan sebuah peta dan berbagai macam petunjuknya untuk bisa pergi ke tempat Mawar Emas berada.


"Mungkin itu saja yang bisa kuberikan, maaf jika tidak memuaskan dirimu"


"Yah aku juga tak mengharapkan hal ini, namun aku ucapkan terima kasih banyak kepadamu Elondil"


Archie mengeluarkan senyuman khasnya, ia menatap lurus ke arah Elondil seperti saat dia saling bertatapan saat pertama kali kesini. Archie mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Elondil menandakan persahabatan atas mereka berdua.


----....-----


Selepas itu, Archie pun akhirnya memasuki hutan Razolore dan memulai pencariannya.


Archie ditemani oleh Izzy, Audrey dan Viola yang juga ingin melihat seperti apa Mawar Emas. Namun sebelum partner perjalanannya ditentukan, ada sebuah kejadian luar biasa yang menghambat proses pencarian Archie.


Yaitu kejadian pertentangan antara Viola dan Viand. Mereka berdua saling berebut satu sama lain untuk ikut dengan Archie mencari Mawar Emas.


Viand yang sudah berjuang keras mengurus guild saat Viola tak ada, menginginkan sebuah hiburan yaitu salah satunya ikut Archie mencari Mawar Emas.


Namun Viola tak membiarkan hal itu terjadi, ia tetap menyuruh Viand untuk mengawasi anggota Nebula yang ikut membantu kerajaan Narannas membangun kota Nilfelin lagi.


Perseteruan pun tak bisa lagi dihindari, sebuah pertarungan maha dahsyat langsung terjadi secara langsung di kerajaan Narannas. Pertandingan itu berakhir dengan Viola yang langsung membawa lari Archie dengan sangat cepat sampai Viand tak sempat lagi mengantisipasi hal itu.


"Apa tidak apa kau melakukan hal itu? Dia kan adik mu, aku juga merasa kasihan dengannya"


"Oh jadi kau lebih memperdulikan adik ku daripada aku ya? Oke fine hmpp!" Viola kesal lalu memalingkan wajahnya.


Melihat kekompakan mereka berdua, Archie hanya bisa membuang nafas panjang. Ia sekarang tidak peduli dengan Viola yang masih merajuk dan berdiam diri jauh di belakang Archie.


"Dasar Archie tak pekaan!" Viola semakin kesal dengan Archie yang malah meninggalkan dirinya.


Viola menghentakkan kakinya dua kali, lalu berjalan cepat menyusul Archie. Lalu setelahnya Viola menginjak kaki Archie dan meninggalkannya dengan cepat.


"Kenapa sih betina itu?" Archie kebingungan sambil meringis kesakitan akibat injakan tadi.


Perjalanan mereka cukup mudah, dengan peta yang diberikan oleh Elondil membuat perjalanan mereka jadi lebih mudah.


Di dalam peta itu terdapat beberapa petunjuk yang memudahkan perjalanan mereka; seperti tempat-tempat yang harus dihindari, informasi monster yang ada disana dan beberapa perangkap yang sering di buat oleh bangsa elf.


Archie sedikit penasaran dengan tempat-tempat yang harus dihindari itu, saat dia memasuki kawasan itu ia dikejutkan dengan monster-monster berlevel tinggi. Monster disana berada di kisaran LV 70-89. Kebanyakan monster itu bertipe Wyvern dan Wyrm.


"Syukurlah kita masih bisa pergi dari tempat itu"


"Hah hah hah benar sekali, ini semua gara-gara rasa ingin tahunya Archie!" Audrey sedikit kesal dengan Archie.


Sedangkan orang yang disalahkan itu tampak tidak peduli sama sekali, ia bahkan tersenyum lebar saat mengetahui ada tempat mengerikan seperti itu.


"Tunggulah sebentar lagi, aku akan kemari lagi untuk menghabisi kalian" ucap Archie diiringi dengan tawa jahat.


"Sudahlah kau tidak cocok jadi tokoh antagonis Archie"


"Ya benar sekali tawamu itu seperti tokoh fiktif di Sengoku Basara"


"Ah yang pakai pistol itu kan? Siapa namanya Oda Nobunaya?"


"Minta maaf kepada Oda Nobunaga! Ah kalian ini tidak asik" Archie meninggalkan mereka semua dengan langkah yang malas.


Mereka bertiga jadi tertawa melihat tingkah lain dari Archie, entah mengapa mereka suka sekali melihat Archie yang terlihat lesu seperti itu.


-----.....-----


Mereka semua kembali melanjutkan pencarian, kali ini pencarian mereka sedikit lebih berasa karena monster-monster menghadang mereka.


Namun monster yang menghadang tidak terlalu kuat, mereka hanya monster dengan level 12-15 yang bisa dikalahkan dengan cepat.


Monster yang sering mengadang mereka hanyalah Razolore Hare. Razolore Hare adalah kelinci yang sangat imut, mereka sebenarnya monster yang tidak akan menyerang player jika tidak menyerang mereka terlebih dahulu.


Namun alasan mengapa Razolore Hare menghadang Archie karena Archie yang menyerang mereka terlebih dahulu. Archie sangat ingin memakan daging dari kelinci itu sehingga ia menyerang salah satu Razolore Hare, namun ternyata beberapa kelompok Razolore Hare langsung menyerang mereka semua setelah melihat ada salah satu kelompok mereka ada yang diserang.


Senyuman Archie tak luntur-luntur melihat puluhan daging Razolore Hare yang memenuhi ruang inventorinya. Air liurnya tak sengaja menetes saat membayangkan betapa lezatnya daging itu jika dimasak nanti.


"Nanti aku kenalkan kau dengan seorang chef hebat dari guild Nebula, aku yakin daging kelinci itu akan sangat lezat nantinya" Ucap Viola.


Archie terus berjalan sambil membayangkan bagaimana nantinya daging itu, sampai akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju.


Tempat itu bernama Adamantian Swamp, sebuah tempat rahasia yang ada di Hutan Razolore. Adamantian Swamp merupakan sebuah rawa yang merupakan habitat Kura-kura Adamantian yang sangat besar dan memiliki cangkang keras melebihi baja.


Mereka semua sangat terpesona dengan pemandangan yang ada, beberapa Kura-kura Adamantian menyambut mereka dengan berjemur di ujung-ujung rawa.


[Adamantian Turtle]


[Level: 47]


[Type: Amfibian]


"Aku sebenarnya ingin mengambil beberapa cangkang mereka, tetapi akan ada pertempuran sengit jika kita melakukan itu" Archie sedikit kecewa karena itu.


"Kita tidak perlu melakukan itu, coba lihat di sana!" Izzy menunjuk ke arah sebuah gundukan besar.


Ternyata gundukan itu merupakan tumpukan beberapa cangkang dari Kura-kura Adamantian. Archie sedikit bingung mengapa ada cangkang itu disana, namun semua itu langsung terjawab saat ia melihat ada beberapa Kura-kura Adamantian yang sudah mati.


"Seleksi alam kah? Ternyata di dalam game ini juga ada hal seperti itu" ucap Archie.


Archie mengambil 3 buah cangkang kura-kura adamantian itu, lalu ia melihat ada kilauan emas dari ujung rawa.


Saat mereka mendekati kilauan emas itu, mereka semua di kejutkan dengan sebuah tumbuhan yang sangat mirip dengan bunga mawar namun memiliki warna emas yang begitu terang.


[Rose Gold]


[Type: Arcana]


"Inikah Rose Gold? Jika aku menjual ini aku pasti bisa langsung jadi seorang sultan dari negeri Arab!"


"Hihihi ada ada saja kau Archie, kau tidak boleh mengambil semuanya hanya karena nafsu belaka"


"Ah benar sekali apa yang diucapkan nona Audrey, sebaiknya kau ambil seperlunya saja"


Archie memetik beberapa putik mawar emas itu. Lalu ia memberikan masing-masing satu buah kepada Audrey dan Viola yang langsung membuat wajah mereka berdua langsung berubah merah tomat.


"Kenapa kalian bereaksi seperti itu? Aku hanya berterimakasih kepada kalian berdua karena sudah membantuku mencari ini"


Audrey dan Viola saling menatap satu sama lain, seperti tahu isi pikiran masing-masing mereka lalu menatap Archie dengan pandangan seram.


"Archie tidak pekaan!" Ucap mereka bersamaan.


"Aaah satu lagi masalah datang" Izzy menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya itu.