Cyrus Online

Cyrus Online
53. Sedikit Cerita Dari Lavindior



Setelah event dungeon Death Forest berakhir. Guild Lavindior mulai kembali melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.


Mereka mulai melakukan grinding lagi melawan monster-monster yang lebih kuat, untuk membuat mereka jadi lebih kuat lagi.


Guild Lavindior terkenal dengan para anggotanya yang begitu gagah dan kuat, mereka semua terinspirasi dari para panutan mereka seperti Demicos sang wakil komandan dan Siegfred sang komandan tertinggi mereka.


Siegfred, sebagai ketua dari Lavindior merasa bahwa dirinya tak berguna dikala event dungeon itu.


Ia merasa begitu terpukul, lantaran ia tak bisa membawa anggota guildnya untuk ke tempat terakhir dan mengukirkan nama di prasasti itu.


Maka dari itu, dengan semangat yang membara ia mengajak semua anggotanya untuk pergi ke sebuah tempat monster yang berlevel 20.


Ia berencana untuk melakukan grinding monster serta untuk melatih para anggota Lavindior yang baru bergabung dengannya.


Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, begitu paparnya.


Dari markas mereka yang berada di Catlania, mereka semua berangkat untuk ke tempat yang sudah ditentukan tadi.


Mereka semua berjajar rapi 4 bersap seperti layaknya prajurit yang gagah.


Parade mereka itu dilihat oleh player dan NPC yang berada di sana. Para player dan NPC itu merasa sedang melihat parade yang meriah ketika melihat rombongan guild Lavindior.


"Semuanya! Mari kita bekerja keras untuk menaikkan level kita semua!" Ucap Siegfred dengan teriakan yang lantang.


Seruan Siegfred itu, mereka balas juga dengan teriakan yang tak kalah lantang dan kerasnya. Semuanya begitu semangat untuk melaksanakan pelatihan itu.


Mereka semua bagaikan seekor kumbang yang menemukan bunga indah, menari-nari kesetanan dan mengejek makhluk penghisap nektar yang lain.


Di tengah-tengah barisan para kesatria nan gagah dan perkasa, terlihat seseorang yang begitu indah untuk dipandang para perempuan.


Badannya tegap dan berisi seperti samson, rambutnya berwarna pirang khas Mediterania, iris mata berwarna biru azur yang begitu menawan.


Penampilannya begitu pas saat dipadukan dengan pedang rapier yang tipis namun tajam. Pedang rapier itu semakin membuatnya terlihat seperti seorang atlit anggar yang sangat berbakat.


Orang itu adalah salah satu komandan dari guild Lavindior. Namanya adalah Reynaud. Ia baru saja kembali ke Lavindior setelah sebelumnya ia sempat mendapatkan tugas untuk mengkomandoi pasukan militer Re-Estize Empire.


"Kau begitu lamban Demicos! Bisakah kau percepat langkah kuda tua mu itu!"


"Apa?" Demicos seperti tak terima dengan ucapan Reynaud.


Demicos. Ia merupakan salah satu komandan dari guild Lavindior. Jika Reynaud terlihat seperti seorang kesatria yang gagah, maka Demicos adalah persepsi yang berbeda.


Ia lebih terlihat seperti seorang saintis ketimbang seorang perwira, itu didasari dengan gaya penampilannya yang begitu sederhana. Rambut abu-abu hitam bergaya tak beraturan, bola matanya yang seindah batu zamrud yang dihiasi kacamata yang biasa namun terlihat elegan.


Karena hal itu wajar saja jika ia mendapati jabatan sebagai wakil ketua sekaligus ahli taktik dan strategi di guild Lavindior. Besarnya Lavindior seperti sekarang ini, tak bisa dipungkiri adalah hasil kerja dari Demicos.


"Senang rasanya kedua orang yang sangat aku percaya bisa kembali bersatu! Raynaud how's life?"


"Life is suck my lord! Haha"


Siegfred, Raynaud dan Demicos kemudian tertawa bersama-sama di atas tunggan mereka masing-masing. Mereka bertiga kembali teringat tentang bagaimana mereka membangun Lavindior dari awal sampai terkenal di seluruh Re-Estize Empire.


*******


Sekitar 1 jam kemudian, rombongan Lavindior akhirnya sampai ketempat tujuan mereka.


Tempat yang mereka tuju adalah, sebuah padang pasir yang ditinggali oleh monster-monster yang agak berbahaya jika salah dalam menanganinya. Salah satu yang mereka cari adalah Killer Scorpio.


Killer Scorpio ialah salah satu monster kuat yang tinggal di daerah itu. Mereka hidup berkelompok namun dalam skala kecil, mungkin hanya ada 3-4 Killer Scorpio dalam satu kelompok. Serta mereka memiliki cakupan level yang lumayan tinggi, level mereka berada di kisaran 20an.


Killer Scorpio merupakan monster berbahaya di daerah tersebut. Killer Scorpio memiliki skill yang bernama Deathly Sting yang sangat mematikan untuk player yang tak hati-hati.


"Kita akan berisitirahat dulu untuk sementara sambil memikirkan strategi yang tepat untuk melawan Killer Scorpio" ucap Siegfred memberikan komando.


Dengan sigap, para anggota dari Lavindior mulai melaksanakan perintah dari Siegfred. Mereka semua mulai menyiapkan tempat untuk mereka berisitirahat dan membicarakan strategi nantinya.


Dengan seksama Siegfred melihat para anggota Lavindior yang dengan saling bahu-membahu membangun pos mereka nantinya. Senyum simpul tanpa ia sadari mulai tercetak di wajahnya, hal itu menarik dua wakil komandannya untuk menanyakan apa yang tengah ia pikirkan.


"Kau terlihat begitu bahagia hari ini, apa ada yang membuat mu mulai sentimel dengan hal kecil?"


"Kali ini aku sependapat dengan Raynaud! Apa ada hal yang menganggu pikiran mu Siegfred?"


Siegfred menoleh ke arah kedua temannya itu, kemudian sambil tetap tersenyum ia mengangkat greatsword miliknya setinggi-tingginya sambil mengucapkan sesuatu kepada para anggota Lavindior.


"Semuanya! Mari kita berpesta di sini!"


**********


Selama setengah hari penuh, Siegfred dengan para pengikutnya dari Lavindior melakukan grinding di tempat itu.


Dengan rencana dari Demicos yang menyarankan mereka untuk membagi menjadi tiga kelompok, yang masing-masing kelompok itu di komandoi oleh dirinya, Raynaud dan Siegfred.


Di bagian barat sedikit ke timur, kelompok Raynaud memulai aksinya dengan sangat indah dan elegan.


Benar kata para pujangga dulu itu, buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Begitu pula yang dialami kelompoknya Raynaud.


Aksi mereka di mulai oleh ketua kelompok mereka yang memamerkan kelihaiannya dalam menggunakan pedang rapier.


Raynaud menyerang beberapa Killer Scorpio dengan sangat indah.


Dengan rapiernya ia seperti menari-nari saat melawan Killer Scorpio itu.


"[Thornented Rose] hiya!" Lalu dengan sekejap mata, tiga Killer Scorpio yang hendak menyerang Raynaud langsung musnah.


Tentu saja aksinya itu membuat decak kagum bagi kelompoknya, mereka begitu takjub dengan cara bertarung pemimpin mereka dan mulai terinspirasi olehnya.


"Ingatlah satu hal! Kalian semua harus tetap indah dan elegan baik dalam bertarung maupun tidak!" Ucap Raynaud sambil memegang rambut indahnya.


"Aye Sir!" Jawab mereka serempak.


********


Selain itu, di lain tempat. Kelompok yang dipimpin oleh Demicos nampak sedikit kesusahan.


Tak seperti Raynaud yang memamerkan kebolehan skill berpedangnya. Demicos adalah manusia yang selalu berpikir dua kali sebelum bertindak.


Karena hal itu, ia lebih memilih job Cleric daripada Swordman.


Ia lebih suka menyuruh anggota kelompoknya untuk berjuang sendiri demi mereka sendiri, namun tetap ia memberikan support dari belakang dengan memberikan heal dan serangan dari belakang.


"Ingatlah satu! Perhatikan semua yang ada di lapangan. Para tank harus selalu siap untuk melindungi para pemberi damage dan support yang digaris belakang, sedangkan para pemberi damage harus mengerti situasi dan kondisi juga, jangan gegabah untuk membunuh monster saja!"


"Aye Sir!"


Walaupun dalam kondisi tertekan, tetapi mereka berhasil menghadapi semuanya dengan selamat sentosa.


Arahan dan masukkan dari Demicos sebagai pemimpin mereka begitu berharga buat mereka semua.


Satu persatu dari mereka mulai bisa menyesuaikan dengan kondisi mereka. Mereka mulai bisa membalikkan keadaan mereka tanpa harus disuport oleh Demicos lagi.


"Nampaknya mereka sudah mulai mengerti" ucap Demicos sambil membenarkan posisi kacamata.


Wajah gembira mulai terlihat dari para anggota kelompok Demicos yang berhasil membunuh puluhan Killer Scorpio. Mereka seperti merasakan bahwa hari itu adalah hari terbaik bagi mereka semua.


********


Sedangkan di sebelah utara, pasukan yang dipimpin langsung oleh Siegfred yang terkenal dengan julukan Cerebral Assassin sedang menyaksikan bagaimana cara bertarungnya pemimpin guild mereka tersebut.


Dengan pedang yang segede gaban, Siegfred meluluh lantakkan semua koloni dari Killer Scorpio yang hendak menyerangnya.


Tanpa merasa berat, Siegfred mengangkat pedangnya itu dan menyerang monster yang dihadapannya. Semua serangannya begitu tepat mengenai Cerebral dari monster itu.


"Ura ura ura ura haha maju kalian semua monster bodoh!" Ucap Siegfred sambil tertawa mengerikan.


Anggota kelompoknya mulai menunjukkan ekspresi ngeri melihat komandan mereka itu. Sebuah pertanyaan mulai muncul di kepala mereka semua, mereka semua mulai meragukan bahwa komandan mereka itu bukanlah seorang manusia.


**********


Setelah setengah hari penuh melakukan grinding monster, mereka semua kembali ke posko awal mereka untuk beristirahat dan mengevaluasi hasil mereka tadi.


Tetapi nampaknya tak ada yang harus di evaluasi, sebab dua dari komandan tersebut malah terlalu berlebihan dalam menghabiskan monster hingga membuat para anggota kelompoknya hanya bisa melihat saja.


Demicos yang mengetahui hal tersebut langsung saja menunjukkan wajah kekesalan yang teramat sulit untuk dijelaskan.


Jika sudah begitu, Raynaud dan Siegfred tak akan berani untuk berbicara lagi.


"Hei kalian berdua ini! Bukannya tujuan kita melakukan hal ini untuk membuat para anggota kita menjadi lebih kuat?"


"Aaah santai saja Demicos, kita berdua hanya menunjukkan caranya kepada mereka semua! Ya kan my lord?"


"Hmmm itu benar sekali Raynaud! Kami berdua hanya mencotohkan saja untuk mereka Demicos!" Balas Siegfred sambil tetap cool.


Demicos tak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya bisa memijit kepalanya yang awalnya tak pusing namun menjadi pusing saat mengetahui tingkah kedua temannya itu.


"Haha mari kita semua tetap lakukan hal seperti ini, hingga nantinya Lavindior mampu menyaingi guild-guild besar lainnya nanti!"