
Wajah Elondil bermuram durja saat ini, pikirannya selalu melayang ke tempat di mana Archie dan yang lainnya berada. Ia begitu khawatir dengan Archie, sebab masalah yang dialami oleh bangsa Elf dan Dwarf adalah masalah yang cukup serius dan sentimentil.
Bukan tanpa alasan dan sebab Elondil seperti itu, sejarah perselisihan antara bangsa Elf dan Dwarf sudah sejak lama hingga ratusan tahun lamanya. Tentunya bukanlah suatu hal yang mudah untuk mempersatukan mereka kembali dan Elondil tau itu pasti, akan tetapi ia menolak pemikiran untuk menyerah akan situasi itu.
Manik mata Elondil memancar sinar cahaya harapan yang jelas, masa depan yang cerah untuk kaumnya sendiri dan juga kaum seperjuangan yang pernah berada di samping mereka, karena itulah ia tak mau menyerah.
Namun tetap saja yang namanya kekhawatiran itu tak bisa dibohongi oleh kata-kata ataupun pemikiran optimis.
"Santai saja Raja-ku, aku rasa pemuda berambut putih itu pasti bisa memenuhi tugasnya. Dan juga di sana ada para anak-anakku tercinta pastinya hal ini akan baik-baik saja!" ucap Titania yang baru saja memasuki ruangan Raja Elondil, ditemani oleh Vundafes yang berada di sebelahnya.
Semua petinggi kerajaan Narannas langsung menundukkan kepalanya ketika Ratu dari Pulau Kadap itu tiba, tanpa seorangpun yang berani menaikkan kepalanya sebelum Raja Elondil memerintahkan mereka.
Walaupun berstatus sebagai Ratu yang memimpin suku Nightborne, akan tetapi Titania dan para pengikutnya tunduk kepada pemerintahan yang sah dari Raja Elondil. Titania dengan senang hati bergabung dengan Elondil karena ia juga ingin membangun kehidupan yang nyaman untuk para pengikutnya. Dan tentu saja karena mereka juga sebenarnya bagian dari bangsa Elf itu sendiri.
"Ratu Titania! Aku tidak tahu kau akan akan datang kemari. Jika kau mengabari kedatanganmu kemari, aku akan menyiapkan perjamuan untukmu!" ucap Elondil kepanikan saat melihat kedatangan Ratu Titania.
"Kau tidak perlu melakukan itu, sebenarnya ada hal yang lebih penting yang ingin ku sampaikan. Dan juga berhenti memanggilku dengan sebutan Ratu! Kaulah pemimpin kami yang sesungguhnya, aku cuma pemimpin dari suku kecil saja jadi mulai sekarang panggil aku Titania saja seperti Uungor yang selalu memanggil ku seperti itu" Ucapnya
Mendengar apa yang diucapkan oleh Titania, Tetua Uungor langsung memalingkan wajahnya . Ia berusaha menyembunyikan wajah merah meronanya saat ini, namun usahanya itu malah membuat semua orang menatapi beliau dengan keheranan.
Sedangkan Titania sendiri tertawa hingga terpingkal-pingkal melihat tingkah si Uungor yang tua itu, ekspresi Uungor itu yang ingin sekali Titania lihat karena seringkali Titania melihat Uungor yang selalu serius dan marah-marah. Ia sedikit takut jika suatu saat Uungor akan terkena serangan jantung karena selalu marah-marah itu.
"Kenapa kalian semua malah menatapku! Kalian tidak dengar kah kalau Titania ingin menyampaikan sesuatu yang penting!" Tetua Uungor kembali marah dan langsung membuat semua orang yang menatapnya tadi bergidik ngeri dan memalingkan wajah mereka. Mereka semua tak mau menambah masalah dengan Tetua Uungor.
Elondil pun langsung menyiapkan tempat bagi Titania dan Vundafes karena bagi Kerajaan Narannas, kehadiran Titania adalah suatu kehormatan. Elondil tak mau lagi memperlakukan Titania dengan cara yang tak sopan, walaupun sebenarnya Titania pun tak keberatan dengan hal itu tetapi Titania juga tak mau untuk lebih memusingkan hal tersebut karena percuma saja melawan orang yang kepala batu seperti Elondil.
"Apa mereka semua keras kepala seperti Uungor? Aku yakin pasti ini karena didikan dari Uungor yang membuatnya jadi seperti itu" Titania bergumam sambil memperhatikan Elondil dengan seksama.
Lalu Titania pun membuang nafas berat sebelum akhirnya ia menyampaikan hal yang ingin ia beritahukan kepada Elondil dan juga semua orang di situ, semua orang sedikit tegang menunggu hal apa yang akan disampaikan oleh Titania karena pembawaannya yang sedikit serius.
"Aku rasa sudah saatnya bagimu untuk mendatangi bagian utara dan barat Elondil! Ku yakin kekuatan mereka akan sangat membantumu nantinya" Ujar Titania sambil menunjukkan wajah yang begitu serius, tak ada sedikitpun terlihat ekspresi main-main di wajahnya kali ini.
Bagi sebagian orang, mereka cuma menangkap keseriusan yang terpancar dari wajah Titania. Namun bagi Elondil dan Tetua Uungor, mereka berdua tahu arah pembicaraan itu. Titania bermaksud menyuruh Elondil untuk mendatangi tempat keberadaan ras Wood Elf uang ada barat, dan juga Blood Elf di utara. Hal inilah yang membuat Titania menjadi begitu serius.
Elondil pun sebenarnya ingin melakukan hal tersebut, namun ada beberapa hal yang membuat langkahnya itu sulit untuk ia selesaikan dengan benar. Karena sebenarnya Kerajaan Narannas pernah berperang dengan Wood Elf dan Blood Elf di masa lalu, dan itu sedikit memberikan luka kepada orang-orang yang kalah dalam perang tersebut yaitu Wood Elf dan Blood Elf.
Belum lagi masalah yang dihadapi oleh Elondil dengan para High Elf. Para High Elf tidak setuju dengan langkah yang diambil oleh Elondil untuk bekerjasama dengan manusia, serta langkah untuk mempersatukan kembali Dwarf juga mereka tentang dan kini membuat hubungan antara Elondil dan para High Elf malah semakin tegang dan bisa saja jika ada sedikit lagi gesekan, maka mungkin akan menimbulkan pergolakan dan perlawanan para High Elf.
Posisi High Elf sendiri cukup penting di dalam Kerajaan Narannas, mereka semua adalah orang-orang yang punya kepentingan besar dalam segala hal di kerajaan, termasuk dalam menentukan masa depan kerajaan.
Dan Elondil sudah sedikit menyentil para High Elf ini, awalnya cuma sentilan kecil namun lama-kelamaan sentilan kecil itu mulai terasa sakit bagi High Elf dan mereka mulai memusatkan perhatiannya kepada Elondil.
Situasi yang seperti inilah membuat Elondil dilema. Elondil memang orang yang tak menyukai peperangan, namun ia juga tak ingin tinggal diam saja jika kerajaannya di serang atau sedang terancam dari dalam ataupun luar. Belum lagi situasi di barat dan utara yang masih abu-abu, bisa saja mereka adalah orang-orang yang akan menyerang Narannas dalam waktu dekat.
Dan apa yang diucapkan oleh Titania tadi ada benarnya, jika Elondil lambat dalam melakukan keputusan, bisa saja akan ada hal yang lebih gawat terjadi di Narannas dan mungkin ia tak akan bisa mengatasinya.
Elondil pun mengurut keningnya, ia merasa begitu pusing dengan segala situasi yang menimpanya kali ini. Baru saja ia merasakan sedikit kedamaian setelah beberapa saat dilanda badai, kini ia kembali diterpa badai kembali namun kali ini lebih pelik dan kuat.
"Sepertinya kau mengalami sedikit pusing Raja-ku! Biar ku ringankan sedikit beban mu itu" Ucap Titania yang melihat kondisi Elondil yang sudah begitu kesulitan itu. "Menurut informan yang ku punya, kita tidak perlu berfokus kepada Wood Elf. Mereka semua orang-orang yang cinta perdamaian, kita cuma harus meyakinkan mereka dengan kata-kata yang kita rangkai nantinya. Namun masalah sebenarnya terjadi pada Blood Elf!" Titania sengaja memotong ucapannya di bagian tersebut untuk menarik atensi para pendengar.
Mendengar Wood Elf yang bisa saja mereka ajak berkerjasama tanpa konfrontasi terlebih dahulu, sedikit membuat Elondil menarik nafas lega dan melihat sedikit cahaya harapan. Namun begitu ia mendengar Blood Elf, kini wajahnya sedikit pucat dan tegang, ia mencoba memikirkan skenario apa yang akan terjadi dengan Blood Elf dan semuanya berakhir buruk, sehingga ia pun menyerah dan menyuruh Titania untuk melanjutkan pembicaraannya.
"Sepertinya kau sedikit yakin dengan pemikiran mu tadi tetapi tak apa karena kau sama sekali tak salah tentang hal tersebut. Benar sekali, para Blood Elf itu sudah bersiap-siap untuk melakukan peperangan dengan Kerajaan Narannas!"
"Sudah kuduga akan seperti ini!" Elondil begitu marah sampai-sampai ia memukul mejanya dengan begitu keras. "Akhir-akhir ini terjadi beberapa peperangan kecil di garis depan dan semuanya mengarah ke ciri-ciri orang Blood Elf! Sebenarnya aku masih ragu akan hal tersebut namun fakta-fakta dilapangan berkata lain" Elondil membuang nafas yang penuh dengan kekecewaan.
Semua orang juga ikut kecewa setelah melihat pemimpin mereka seperti itu, mereka seperti bisa merasakan kekecewaan yang kini melanda pemimpin mereka tersebut.
Namun Elondil tak mau berlarut-larut lama dalam sungai kekecewaan, ia langsung berdiri tegak dan menatap lurus dengan tatapan penuh rasa percaya diri. Jika sudah seperti ini, biasanya ia akan menemukan suatu jalan kecil ditengah-tengah kepadatan.
"Apa boleh buat!" Ucap Elondil sambil sedikit tersenyum. "Dengan ini aku akan memproklamirkan, Kerajaan Narannas akan berperang dengan Blood Elf di sebelah utara! Sampaikan pesan ini kepada seluruh rakyat kerajaan"