
Markas Guild Lavindior…
Berita tentang pertandingan yang diadakan oleh Guild
Nebula juga membuat para anggota Guild Lavindior tertarik. Mereka sangat
antusias begitu mengetahui berita itu, bagi mereka hal itu akan menjadi sebuah
hiburan setelah mereka harus melakukan pelatihan dan leveling dalam waktu yang
lama.
Demicos menyarankan Siegfred agar meliburkan sementara
aktivitas mereka dengan menonton pertandingan itu.
“Ini tentu hal yang bagus untuk para anggota kita juga
nantinya, mereka juga bisa mengamati cara bertarungnya pemain-pemain yang lain”
Ujar Demicos
Siegfred memainkan dagunya sambil mengangguk pelan,
apa yang diucapkan oleh Demicos ada benarnya juga menurutnya. Dirinya lantas
tersenyum menatap bangga wakil komandannya itu. Ia begitu bersyukur mempunyai
seorang wakil komandan sekaligus teman seperjuangannya itu.
“Ahh aku juga setuju dengan pendapat Demicos, sesekali
bersantai itu akan membuat kita jadi elegan kembali”
Seorang pria falmboyan dengan pakian ungu malam
tiba-tiba masuk ke dalam pembicaraan Demicos dan Siegfred. Dengan gayanya yang
begitu falmboyan dan necis ia duduk di kursi kosong sambil mengangkat satu
kakinya.
“Aku kira siapa yang datang, ternyata manusia
jadi-jadian yang datang. Apa kau sudah puas menebar pesona pada gadis-gadis di
kota ini Reynaud?” Demicos bertanya pada Reynaud dengan nada yang sinis.
“Apa kau bilang tadi Demicos? Bisa kah kau ulangi
ucapan mu tadi?”
“Hah kau tidak mendengarnya kah? Aku bilang apa kau
sudah puas tebar pesona ke gadis-gadis kota ini?”
“Tidak-tidak, kau tadi bilang aku manusia jadi-jadian
kan Demicos? Aku mendengarnya dengan jelas sekali!”
“Hoh kau mendengarnya kah”
Reynaud langsung berdiri dan menatap Demicos dengan
sangat tajam, otot-otot matanya bisa terlihat sangat jelas seakan-akan matanya
bisa saja lepas kapan saja.
Demicos juga menatap balik Reynaud, namun tatapan
Demicos agak lebih sedikit tenang daripada Reynaud walaupun sebenarnya Demicos
mengeluarkan sebuah aura menekan yang membuat udara di sekitar situ seakan
mencekik orang-orang lain yang ada di sana.
“Sebenarnya apa yang kau inginkan Demicos? Apa kau
ingin bertarung dengan ku? Aku dengan senang hati menerimanya dan aku akan
menuliskan hal ini di catatan kemenangan ku”
“Heeh seharusnya aku yang bilang begitu Reynaud! Apa
kau lupa bahwa kau hanya beberapa kali menang melawanku!”
“Apaaa?”
Suasana menjadi tambah tegang, beberapa anggota
Lavindior semakin merasa tertekan dengan aura yang diciptakan oleh Demicos dan
Reynaud. Beberapa diantara mereka tampak menantikan pertarungan sengit diantara
keduanya, bahkan sudah ada yang mulai bertaruh siapa yang akan menang nanti.
“Kapten apa Anda ingin membiarkan mereka berdua
berulah lagi?” Salah satu anggota Lavindior mulai melaporkan keresahannya pada
Siegfred.
Namun Siegfred hanya tersenyum saja, ia bahkan tertawa
melihat kedua wakil komandannya itu mulai bersitegang lagi, baginya hal ini
adalah semacam mempererat suatu hubungan pertemanan.
Siegfred juga tahu kalau sebenarnya Demicos dan
Reynaud tidaklah saling bermusuhan satu sama lain, mereka berdua hanya saling
bersaing satu sama lain untuk menunjukkan siapa yang paling terbaik di dalam
guild, dan tentunya hal itu sangat baik untuk mereka berdua ataupun kemajuan
guild.
“Tapi kapten!!”
Usaha salah satu anggota Lavindior tadi untuk membujuk
Siegfred agar menghentikan perselisihan Demicos dengan Reynaud gagal total. Di belakangnya,
anggota-anggota yang lain tengah ribut dengan pertandingan Demicos dengan
Reynaud.
“Ayo Wakil Komandan Reynaud! Kalahkan Wakil Komandan
Demicos!”
“Wakil Komandan Demicos, kami semua di belakang mu!”
“Wakil Komandan Reynaud!!”
“Wakil Komandan Demicos!!”
Di tengah-tengah mereka, Demicos dan Reynaud sudah
bersiap untuk bertanding. Masing-masing dari mereka menunjukkan wajah
keseriusan mereka, menganggap pertarungan ini adalah pertarungan hidup mati
mereka.
“Mereka agak berisik ya Demicos, tapi mungkin akan
lebih berisik lagi jika mereka melihat ku mengalahkan dirimu hari ini!” Reynaud
coba memanas-manasi Demicos yang disahuti dengan meriah oleh anggota yang lain.
Demicos membetulkan kacamatanya yang agak melonggar,
masih dengan sifat kalem dan santainya, dirinya sama sekali tak memperdulikan
provokasi dari Reynaud tadi.
“Biasanya orang yang terlalu banyak bicara itu yang akan menelan ludahnya kembali” Demicos membalas ucapan Reynaud tadi.
Anggota-anggota yang lain tambah riuh begitu mereka
mendengar ucapan menohok dari Demicos tadi, lalu muncul seseorang yang langsung
bergerak ke tengah-tengah Demicos dan Reynaud.
Ia memandangi Demicos dan Reynaud secara bergantian,
lalu ia menyuruh mereka berdua untuk saling berdekatan dan memberikan sebuah
wejangan sebelum mereka berdua bertanding.
“Fighter ready?”
“Aku siap selalu!” Ucap Demicos sambil membenarkan
kacamatanya lagi.
“Fighter ready?”
“Kapan pun aku siap!” Reynaud tak mau kalah.
“Fightt!!”
Demicos serta Raynaud seakan medengar bunyi ring bell
yang langsung membuat mereka mulai mengepalkan tangan mereka, seperti seorang
petinju yang siap memukul lawannya.
Mereka berdua saling mengayunkan lengan mereka
bersamaan, yang membuat para penonton merasa dag dig dug ser menunggu apa yang
akan terjadi selanjutnya. Jika di tengah-tengah ketegangan itu tiba-tiba jeda
iklan, atau bahkan ada tulisan to be
continued… Mungkin mereka semua akan mengutuk hal itu.
Begitu tinjuan mereka berdua hampir saling mengenai,
tiba-tiba mereka berdua membuka kepalan tangan tadi dan membentuk sebuah simbol
lain namun wajah mereka masih menunjukkan keteguhan hati.
“Dengan ini akan ku kalahkan dirimu Demicos!”
“Tidak akan semudah itu Reynaud!”
Kepalan lengan tadi berubah menjadi sebuah simbol yang
berbeda, Reynaud membuat sebuah simbol yang menyerupai sebuah gunting.
Sedangkan Demicos membiarkan lengannya tetap mengepal keras seperti batu.
“Batu melawan Gunting, pemenangnya adalah Wakil Komandan
Demicos!”
Para penonton langsung bersorak ramai begitu pengadil
mengangkat lengan Demicos dengan tinggi, menandakan Demicos yang memenangkan
pertandingan tadi. Beberapa diantara mereka begitu bahagia karena menang
taruhan, sedangkan beberapa lagi tengah memijit kening karena lagi-lagi kalah
dalam pertaruhan.
“Tidak mungkin! Tidak mungkin hari ini aku kalah,
padahal hari ini adalah hari keberuntungan ku!” Reynaud tertunduk lemas
meratapi kekalahannya.
Demicos hanya tersenyum sinis melihat Reynaud yang
meratap, wajahnya penuh dengan percaya diri dan tak lupa dirinya membenarkan
kacamatanya lagi.
“Kemenangan ke-115 kah? Hmm masih terlalu jauh bagimu
untuk mengalahkan ku dalam pertandingan gunting, batu, kertas, Reynaud!” Hanya
itu yang keluar di mulut Demicos, mengemonetari pertandingannya tadi.
Siegfred pun ikut tersenyum melihat hal tersebut,
suasana yang seperti ini lah yang ia inginkan ketika pertama kali mendirikan
sebuah guild. Ia begitu puas karena saat ini ia tengah menikmati salah satu
waktu berharganya.
“Baiklah semuanya dengarkan aku! Kita semua akan
menonton pertandingan yang diadakan oleh Guild Nebula. Kalian harus melihat
sendiri bagaimana para pemain pro bertarung dan aku ingin kalian mempelajari
hal itu, mengerti?” Ucap Siegfred dengan lantang.
“Dimengerti kapten!”
............................................
Ucapan Archie tentang keinginannya membuat sebuah
guild, membuat teman-temannya tertawa. Bahkan para anggota Nebula juga tertawa
mendengar hal tersebut, termasuk juga Viola dan Viand yang sebenarnya merupakan
kakaknya sendiri walaupun berbeda ibu.
“Benarkah kau ingin membuat guild? Ini bukan seperti
dirimu saja rambut putih! Kau pikir aku baru mengenal dirimu apa?”
“Kau itu selalu bermain solo bahkan kau pernah menolak
ajakan guild nomor satu di Calcalas Online, Fire Emblem Squad! Aku masih ingat
betapa kesalnya Vayline ketika kau menolak tawarannya itu, bahkan dirinya
menuliskan kekesalannya di media sosial Friendstar sebanyak 100 buah. Dan
parahnya lagi ada orang yang mengumpulkan tulisan keresahannya itu dan
menjadikannya sebuah buku!” Rick bercerita panjang lebar tentang masa lalu
Mendengar cerita Rick tadi semua orang yang tadi
menertawakan Archie, langsung terdiam dan mulutnya jadi menganga lebar. Siapa
yang tidak terkejut kalau ada orang yang menolak tawaran dari sebuah guild
terkenal dan legendaris di masanya. Ibaratnya, Archie sudah menolak sebuah
perusahaan terbesar dan terkaya, yang bagi sebagian orang adalah mimpi mereka
untuk masuk kesana. Namun Archie dengan mudahnya menolak tawaran tersebut.
“Ah cerita itu kah, aku juga cukup terkejut saat
mendengar kabar itu. Bahkan Samurai di kelompok kita dulu langsung mengomeli
nak Archie akibat hal itu” Ucap Persian sambil memandangi langit mencoba
mengingat lagi masa-masa itu.
Diane yang duduk tepat di samping Persian
memandanginya dengan selidik, ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Archie
dan Rick secara bergantian. Diane merasa ada suatu ikatan di antara ketiga
orang itu yang belum ia ketahui, namun begitu mendengar nama Vayline dan Fire
Emblem Squad, serta Calcalas Online membuatnya teringat akan suatu hal namun ia
ingatannya masih begitu buram dan berkabut.
“Ah si Samurai itu kah? Aku sedang membayangkan di
mana kini dirinya berada, dan bukankah alasan dirimu mengambil job Samurai
adalah untuk mengingat dirinya, rambut putih?”
“Jangan mengada-mengada kau badan bongsor! Sudah ku
bilang, aku hanya terpaksa mengambil job ini karena memang sedari awal aku
sudah terikat oleh suatu hal yang di sebut dengan ‘takdir’” Balas Archie dengan
nada agak kesal dengan Rick.
Viola, Viand, Willy, Sunny Cloud, Lynch serta Audrey
langsung menatap wajah Archie dengan tatapan yang sangat menyeramkan, mereka
semua coba menerka-nerka siapa yang di maksudkan sebagai Samurai oleh Rick
tadi.
Ekspresi berbeda di tunjukkan oleh Diane, ia masih
berkutat dengan hubungan antara Persian, Rick serta Archie. Ia pun coba
menanyakan langsung pada Archie tentang hal tersebut.
“Hah kau ingin tahu hubungan kami bertiga? Hmmm kami
bertiga itu teman, ya bisa di bilang kami bertemu pertama kali di game Calcalas
Online dan kami di satukan dalam satu party yang bernama Ayo Minum Kopi!”
Diane langsung berteriak histeris begitu mendengar
ucapan Archie, teriakannya membuat semua orang ikut kaget akan hal itu. Diane
menatap Archie seperti sedang melihat hantu, ia langsung gagap tak bisa bicara
dengan benar untuk beberapa saat sebelum dirinya di tenangkan oleh Archie dan
yang lainnya.
“Tenang muka mu tenang! Bagaimana bisa aku tenang
kalau ternyata kau adalah penyihir terkuat, terhebat, terkece, ah maksudku
terhebat di Calcalas Online!”
“Dan juga party itu! Ayo Minum Kopi, siapa yang tidak
tahu tentang party itu. Ketenaran party itu bahkan terdengar hingga game-game
yang lain!”
Archie hanya mengorek-ngorek telinganya dengan santai
mendengarkan ucapan Diane itu, yang hal itu membuat Diane kesal dan
memukul-mukul Archie karena begitu geram dengan sifatnya itu.
“Siapa yang bilang seperti itu? Mereka semua hanya
melebih-lebihkan cerita itu, kau sudah terlalu banyak memakan cerita yang tidak
benar Tuan Putri!” Ucap Archie dengan wajah yang membuat Diane begitu kesal
dengannya.
“Sudahlah lupakan hal itu, aku benar-benar serius
tentang guild itu. Maka dari itu aku akan mengajak kalian semua untuk masuk ke
dalam guild ku nanti! Jadi sekarang aku ingin bertanya pada kalian semua,
tentang nama yang bagus untuk guild itu nanti”
Tidak ada lagi yang meragukan perkataan Archie tadi, mereka
semua melihat wajah serius Archie tentang hal tersebut. Bahkan Rick pun jadi
lebih antusias karena baru kali ini ia melihat Archie yang ingin membuat sebuah
guild.
Namun di saat yang lain sudah serius, Diane malah
masih marah-marah pada Archie. Bukan masalah yang tadi, namun ia marah ke
Archie karena ia mengakui guild Snow Owl sebagai guild yang ia dirikan.
“Masalahnya, apa ada orang yang mau masuk ke guild
dengan nama Snow Owl? Orang-orang hanya akan tertawa begitu mendengar nama
guild itu!”
“Terserah aku lah, memangnya kau yang membuat guild
itu! Yang berhak mengubah nama guild itu hanya aku saja!”
Diane dan Archie saling ardu argumen tentang nama
guild, yang lain hanya bisa memandangi mereka berdua tanpa bisa mengucapkan
sepatah katapun.
“Kalau kau masih bersikeras dengan nama konyol itu,
aku akan membuat guildku sendiri dan tak akan menolongmu untuk mencapai
tujuan-tujuan mu itu hehe” Ancam Archie.
Mendengar ancaman itu membuat Diane agak ragu, ia
benar-benar membutuhkan bantuan dari semua orang termasuk Archie. Apalagi ia sudah mengetahui kalau Archie
adalah pemain legendaris dari game sebelumnya, yang membuat dirinya mau tak mau
harus membuat Archie berpihak padanya untuk tercapai tujuannya.
“Baiklah-baiklah urusan nama akan ku serahkan kepada
kau, terserah kau saja mau menamai apa aku tidak peduli hmpp” Diane masih
setengah hati merelakan hal itu tadi, ia hanya bisa menggembungkan pipinya
sambil melipat tangannya ke dada.
Archie tersenyum puas, ia sudah memenangkan
pertandingan itu. Kali ini ia mulai memikirkan nama yang bagus untuk guild itu
nanti. Teman-temannya pun kini mulai memikirkan juga, bahkan para anggota
Nebula juga ikut berpikir.
“Bagaimana kalau the Jungle Boy!” Lemon memberikan
masukan pertama
“Haha nama apa itu Lemon? Apa itu semacam grup lawak!”
Inject langsung mengomentari usulan Lemon tadi, dan terjadilah perang argumen
antara Lemon dan Inject yang tak berkesudahan.
“Bagaimana kalau Fire Emblem Squad II, bukankah itu
terlihat sangar dan gahar!” Kali ini Viand yang memberikan masukan.
Semua mata lalu tertuju ke arah Viand, mereka semua
menatap Viand dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan.
“Apa dia maniak api sekaligus pencinta legenda masa
lalu?” Archie bertanya pada dirinya sendiri, tentu saja usulan dari Viand tadi
di tolak mentah-mentah oleh Archie karena memang dirinya tidak mau menggunakan
nama guild dari masa lalu, apalagi dari guild yang bukan pernah ia masuki.
Viand memanyunkan bibirnya, merasa kesal pada Archie
namun dia sadar tidak bisa melakukan apapun. Karena itulah dirinya mulai
ditertawakan rekan-rekannya bahkan Viola juga ikut tertawa melihat tingkah
adiknya itu.
Mereka semua kembali larut dalam pikiran mereka, sudah
banyak nama-nama yang di sebutkan oleh masing-masing orang. Namun masih tidak
ada yang pas, atau cocok untuk dijadikan nama guild.
“Baru memikirkan nama saja kita sudah kesusahan,
apalagi kalau kita memikirkan visi dan misi nanti ahaha” Rick tertawa renyah
mengomentari masalah yang tengah mereka hadapi itu.
Semua orang ikut tertawa, mereka semua mengerti dengan
candaan yang dibuat oleh Rick tadi. Namun wajah lain ditampilkan oleh Archie.
Dirinya seperti sedang mendapatkan sebuah ilham dari Tuhan. Ia tiba-tiba
menggigil, tertawa dengan sendirinya dan mondar-mandir tak jelas sambil
sesekali cekikikan.
“Aku tau, aku tau, aku tau” Ucap Archie berulang-ulang
hingga membuat yang lainnya cukup resah.
“Nama untuk guild itu adalah Cero Miedo!” Sambungnya.
Untuk sesaat mereka semua mencoba memahami arti kata
yang Archie ucapkan tadi, karena memang sangat asing ditelinga mereka semua.
“Kalau boleh tau, apa arti dari Cero Miedo itu Archie?
Sepertinya aku agak tertarik dengan nama itu namun aku perlu tau apa arti dari
Cero Miedo” Tanya Diane.
Archie mengangguk tanda mengerti, ia pun mengangkat
sebelah lengannya dan ia membentuk sebuah angka nol. Semuanya memperhatikan
Archie dengan seksama, mereka juga agak sedikit bingung mengapa Archie
tiba-tiba membuat sebuah angka nol dengan jari-jarinya.
Lalu dengan masih mempertahankan bentuk angka nolnya,
Archie menarik kebawah lengannya yang mereka semua juga mengikuti arah gerakan
tangan Archie itu.
Mereka masih kebingungan dengan hal itu, tidak ada
clue sama sekali yang muncul di pikiran mereka setelah melihat Archie
memeragakan hal tersebut tadi. Akhirnya Archie pun mengeluarkan nafas berat dan
coba menerangkan pada mereka apa maksud simbol tadi, ia sudah menduga hal ini
akan terjadi cepat atau lambat.
“Cero Miedo adalah bahasa Spanyol dari kata Zero Fear!
Atau tidak ada rasa takut akan hal apapun!”
Kawan-kawan Archie pun sepakat akan nama itu termasuk
juga Diane yang begitu tau arti dari kata itu ia langsung menyatakan setuju
dengan nama itu. Memang nama itu akan lebih sangar dan bermakna lebih dalam
dibandingkan nama Snow Owl yang notabenenya adalah nama spesies burung hantu.