Cyrus Online

Cyrus Online
Episode 129: Mereka Yang Tak Takut Akan Apapun



Markas Guild Lavindior…


Berita tentang pertandingan yang diadakan oleh Guild


Nebula juga membuat para anggota Guild Lavindior tertarik. Mereka sangat


antusias begitu mengetahui berita itu, bagi mereka hal itu akan menjadi sebuah


hiburan setelah mereka harus melakukan pelatihan dan leveling dalam waktu yang


lama.


Demicos menyarankan Siegfred agar meliburkan sementara


aktivitas mereka dengan menonton pertandingan itu.


“Ini tentu hal yang bagus untuk para anggota kita juga


nantinya, mereka juga bisa mengamati cara bertarungnya pemain-pemain yang lain”


Ujar Demicos


Siegfred memainkan dagunya sambil mengangguk pelan,


apa yang diucapkan oleh Demicos ada benarnya juga menurutnya. Dirinya lantas


tersenyum menatap bangga wakil komandannya itu. Ia begitu bersyukur mempunyai


seorang wakil komandan sekaligus teman seperjuangannya itu.


“Ahh aku juga setuju dengan pendapat Demicos, sesekali


bersantai itu akan membuat kita jadi elegan kembali”


Seorang pria falmboyan dengan pakian ungu malam


tiba-tiba masuk ke dalam pembicaraan Demicos dan Siegfred. Dengan gayanya yang


begitu falmboyan dan necis ia duduk di kursi kosong sambil mengangkat satu


kakinya.


“Aku kira siapa yang datang, ternyata manusia


jadi-jadian yang datang. Apa kau sudah puas menebar pesona pada gadis-gadis di


kota ini Reynaud?” Demicos bertanya pada Reynaud dengan nada yang sinis.


“Apa kau bilang tadi Demicos? Bisa kah kau ulangi


ucapan mu tadi?”


“Hah kau tidak mendengarnya kah? Aku bilang apa kau


sudah puas tebar pesona ke gadis-gadis kota ini?”


 


“Tidak-tidak, kau tadi bilang aku manusia jadi-jadian


kan Demicos? Aku mendengarnya dengan jelas sekali!”


“Hoh kau mendengarnya kah”


Reynaud langsung berdiri dan menatap Demicos dengan


sangat tajam, otot-otot matanya bisa terlihat sangat jelas seakan-akan matanya


bisa saja lepas kapan saja.


Demicos juga menatap balik Reynaud, namun tatapan


Demicos agak lebih sedikit tenang daripada Reynaud walaupun sebenarnya Demicos


mengeluarkan sebuah aura menekan yang membuat udara di sekitar situ seakan


mencekik orang-orang lain yang ada di sana.


“Sebenarnya apa yang kau inginkan Demicos? Apa kau


ingin bertarung dengan ku? Aku dengan senang hati menerimanya dan aku akan


menuliskan hal ini di catatan kemenangan ku”


“Heeh seharusnya aku yang bilang begitu Reynaud! Apa


kau lupa bahwa kau hanya beberapa kali menang melawanku!”


“Apaaa?”


Suasana menjadi tambah tegang, beberapa anggota


Lavindior semakin merasa tertekan dengan aura yang diciptakan oleh Demicos dan


Reynaud. Beberapa diantara mereka tampak menantikan pertarungan sengit diantara


keduanya, bahkan sudah ada yang mulai bertaruh siapa yang akan menang nanti.


“Kapten apa Anda ingin membiarkan mereka berdua


berulah lagi?” Salah satu anggota Lavindior mulai melaporkan keresahannya pada


Siegfred.


Namun Siegfred hanya tersenyum saja, ia bahkan tertawa


melihat kedua wakil komandannya itu mulai bersitegang lagi, baginya hal ini


adalah semacam mempererat suatu hubungan pertemanan.


Siegfred juga tahu kalau sebenarnya Demicos dan


Reynaud tidaklah saling bermusuhan satu sama lain, mereka berdua hanya saling


bersaing satu sama lain untuk menunjukkan siapa yang paling terbaik di dalam


guild, dan tentunya hal itu sangat baik untuk mereka berdua ataupun kemajuan


guild.


“Tapi kapten!!”


Usaha salah satu anggota Lavindior tadi untuk membujuk


Siegfred agar menghentikan perselisihan Demicos dengan Reynaud gagal total. Di belakangnya,


anggota-anggota yang lain tengah ribut dengan pertandingan Demicos dengan


Reynaud.


“Ayo Wakil Komandan Reynaud! Kalahkan Wakil Komandan


Demicos!”


“Wakil Komandan Demicos, kami semua di belakang mu!”


“Wakil Komandan Reynaud!!”


“Wakil Komandan Demicos!!”


Di tengah-tengah mereka, Demicos dan Reynaud sudah


bersiap untuk bertanding. Masing-masing dari mereka menunjukkan wajah


keseriusan mereka, menganggap pertarungan ini adalah pertarungan hidup mati


mereka.


“Mereka agak berisik ya Demicos, tapi mungkin akan


lebih berisik lagi jika mereka melihat ku mengalahkan dirimu hari ini!” Reynaud


coba memanas-manasi Demicos yang disahuti dengan meriah oleh anggota yang lain.


Demicos membetulkan kacamatanya yang agak melonggar,


masih dengan sifat kalem dan santainya, dirinya sama sekali tak memperdulikan


provokasi dari Reynaud tadi.


“Biasanya orang yang terlalu banyak bicara itu  yang akan menelan ludahnya kembali”  Demicos membalas ucapan Reynaud tadi.


Anggota-anggota yang lain tambah riuh begitu mereka


mendengar ucapan menohok dari Demicos tadi, lalu muncul seseorang yang langsung


bergerak ke tengah-tengah Demicos dan Reynaud.


Ia memandangi Demicos dan Reynaud secara bergantian,


lalu ia menyuruh mereka berdua untuk saling berdekatan dan memberikan sebuah


wejangan sebelum mereka berdua bertanding.


“Fighter ready?”


“Aku siap selalu!” Ucap Demicos sambil membenarkan


kacamatanya lagi.


“Fighter ready?”


 


“Kapan pun aku siap!” Reynaud tak mau kalah.


“Fightt!!”


Demicos serta Raynaud seakan medengar bunyi ring bell


yang langsung membuat mereka mulai mengepalkan tangan mereka, seperti seorang


petinju yang siap memukul lawannya.


Mereka berdua saling mengayunkan lengan mereka


bersamaan, yang membuat para penonton merasa dag dig dug ser menunggu apa yang


akan terjadi selanjutnya. Jika di tengah-tengah ketegangan itu tiba-tiba jeda


iklan, atau bahkan ada tulisan to be


continued… Mungkin mereka semua akan mengutuk hal itu.


Begitu tinjuan mereka berdua hampir saling mengenai,


tiba-tiba mereka berdua membuka kepalan tangan tadi dan membentuk sebuah simbol


lain namun wajah mereka masih menunjukkan keteguhan hati.


“Dengan ini akan ku kalahkan dirimu Demicos!”


“Tidak akan semudah itu Reynaud!”


Kepalan lengan tadi berubah menjadi sebuah simbol yang


berbeda, Reynaud membuat sebuah simbol yang menyerupai sebuah gunting.


Sedangkan Demicos membiarkan lengannya tetap mengepal keras seperti batu.


“Batu melawan Gunting, pemenangnya adalah Wakil Komandan


Demicos!”


Para penonton langsung bersorak ramai begitu pengadil


mengangkat lengan Demicos dengan tinggi, menandakan Demicos yang memenangkan


pertandingan tadi. Beberapa diantara mereka begitu bahagia karena menang


taruhan, sedangkan beberapa lagi tengah memijit kening karena lagi-lagi kalah


dalam pertaruhan.


“Tidak mungkin! Tidak mungkin hari ini aku kalah,


padahal hari ini adalah hari keberuntungan ku!” Reynaud tertunduk lemas


meratapi kekalahannya.


Demicos hanya tersenyum sinis melihat Reynaud yang


meratap, wajahnya penuh dengan percaya diri dan tak lupa dirinya membenarkan


kacamatanya lagi.


“Kemenangan ke-115 kah? Hmm masih terlalu jauh bagimu


untuk mengalahkan ku dalam pertandingan gunting, batu, kertas, Reynaud!” Hanya


itu yang keluar di mulut Demicos, mengemonetari pertandingannya tadi.


Siegfred pun ikut tersenyum melihat hal tersebut,


suasana yang seperti ini lah yang ia inginkan ketika pertama kali mendirikan


sebuah guild. Ia begitu puas karena saat ini ia tengah menikmati salah satu


waktu berharganya.


“Baiklah semuanya dengarkan aku! Kita semua akan


menonton pertandingan yang diadakan oleh Guild Nebula. Kalian harus melihat


sendiri bagaimana para pemain pro bertarung dan aku ingin kalian mempelajari


hal itu, mengerti?” Ucap Siegfred dengan lantang.


“Dimengerti kapten!”


............................................


Ucapan Archie tentang keinginannya membuat sebuah


guild, membuat teman-temannya tertawa. Bahkan para anggota Nebula juga tertawa


mendengar hal tersebut, termasuk juga Viola dan Viand yang sebenarnya merupakan


kakaknya sendiri walaupun berbeda ibu.


“Benarkah kau ingin membuat guild? Ini bukan seperti


dirimu saja rambut putih! Kau pikir aku baru mengenal dirimu apa?”


“Kau itu selalu bermain solo bahkan kau pernah menolak


ajakan guild nomor satu di Calcalas Online, Fire Emblem Squad! Aku masih ingat


betapa kesalnya Vayline ketika kau menolak tawarannya itu, bahkan dirinya


menuliskan kekesalannya di media sosial Friendstar sebanyak 100 buah. Dan


parahnya lagi ada orang yang mengumpulkan tulisan keresahannya itu dan


menjadikannya sebuah buku!” Rick bercerita panjang lebar tentang masa lalu


 


Mendengar cerita Rick tadi semua orang yang tadi


menertawakan Archie, langsung terdiam dan mulutnya jadi menganga lebar. Siapa


yang tidak terkejut kalau ada orang yang menolak tawaran dari sebuah guild


terkenal dan legendaris di masanya. Ibaratnya, Archie sudah menolak sebuah


perusahaan terbesar dan terkaya, yang bagi sebagian orang adalah mimpi mereka


untuk masuk kesana. Namun Archie dengan mudahnya menolak tawaran tersebut.


 


“Ah cerita itu kah, aku juga cukup terkejut saat


mendengar kabar itu. Bahkan Samurai di kelompok kita dulu langsung mengomeli


nak Archie akibat hal itu” Ucap Persian sambil memandangi langit mencoba


mengingat lagi masa-masa itu.


 


Diane yang duduk tepat di samping Persian


memandanginya dengan selidik, ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Archie


dan Rick secara bergantian. Diane merasa ada suatu ikatan di antara ketiga


orang itu yang belum ia ketahui, namun begitu mendengar nama Vayline dan Fire


Emblem Squad, serta Calcalas Online membuatnya teringat akan suatu hal namun ia


ingatannya masih begitu buram dan berkabut.


“Ah si Samurai itu kah? Aku sedang membayangkan di


mana kini dirinya berada, dan bukankah alasan dirimu mengambil job Samurai


adalah untuk mengingat dirinya, rambut putih?”


“Jangan mengada-mengada kau badan bongsor! Sudah ku


bilang, aku hanya terpaksa mengambil job ini karena memang sedari awal aku


sudah terikat oleh suatu hal yang di sebut dengan ‘takdir’” Balas Archie dengan


nada agak kesal dengan Rick.


Viola, Viand, Willy, Sunny Cloud, Lynch serta Audrey


langsung menatap wajah Archie dengan tatapan yang sangat menyeramkan, mereka


semua coba menerka-nerka siapa yang di maksudkan sebagai Samurai oleh Rick


tadi.


Ekspresi berbeda di tunjukkan oleh Diane, ia masih


berkutat dengan hubungan antara Persian, Rick serta Archie. Ia pun coba


menanyakan langsung pada Archie tentang hal tersebut.


“Hah kau ingin tahu hubungan kami bertiga? Hmmm kami


bertiga itu teman, ya bisa di bilang kami bertemu pertama kali di game Calcalas


Online dan kami di satukan dalam satu party yang bernama Ayo Minum Kopi!”


Diane langsung berteriak histeris begitu mendengar


ucapan Archie, teriakannya membuat semua orang ikut kaget akan hal itu. Diane


menatap Archie seperti sedang melihat hantu, ia langsung gagap tak bisa bicara


dengan benar untuk beberapa saat sebelum dirinya di tenangkan oleh Archie dan


yang lainnya.


“Tenang muka mu tenang! Bagaimana bisa aku tenang


kalau ternyata kau adalah penyihir terkuat, terhebat, terkece, ah maksudku


terhebat di Calcalas Online!”


“Dan juga party itu! Ayo Minum Kopi, siapa yang tidak


tahu tentang party itu. Ketenaran party itu bahkan terdengar hingga game-game


yang lain!”


Archie hanya mengorek-ngorek telinganya dengan santai


mendengarkan ucapan Diane itu, yang hal itu membuat Diane kesal dan


memukul-mukul Archie karena begitu geram dengan sifatnya itu.


“Siapa yang bilang seperti itu? Mereka semua hanya


melebih-lebihkan cerita itu, kau sudah terlalu banyak memakan cerita yang tidak


benar Tuan Putri!” Ucap Archie dengan wajah yang membuat Diane begitu kesal


dengannya.


“Sudahlah lupakan hal itu, aku benar-benar serius


tentang guild itu. Maka dari itu aku akan mengajak kalian semua untuk masuk ke


dalam guild ku nanti! Jadi sekarang aku ingin bertanya pada kalian semua,


tentang nama yang bagus untuk guild itu nanti”


 


Tidak ada lagi yang meragukan perkataan Archie tadi, mereka


semua melihat wajah serius Archie tentang hal tersebut. Bahkan Rick pun jadi


lebih antusias karena baru kali ini ia melihat Archie yang ingin membuat sebuah


guild.


 


Namun di saat yang lain sudah serius, Diane malah


masih marah-marah pada Archie. Bukan masalah yang tadi, namun ia marah ke


Archie karena ia mengakui guild Snow Owl sebagai guild yang ia dirikan.


 


“Masalahnya, apa ada orang yang mau masuk ke guild


dengan nama Snow Owl? Orang-orang hanya akan tertawa begitu mendengar nama


guild itu!”


“Terserah aku lah, memangnya kau yang membuat guild


itu! Yang berhak mengubah nama guild itu hanya aku saja!”


Diane dan Archie saling ardu argumen tentang nama


guild, yang lain hanya bisa memandangi mereka berdua tanpa bisa mengucapkan


sepatah katapun.


“Kalau kau masih bersikeras dengan nama konyol itu,


aku akan membuat guildku sendiri dan tak akan menolongmu untuk mencapai


tujuan-tujuan mu itu hehe” Ancam Archie.


Mendengar ancaman itu membuat Diane agak ragu, ia


benar-benar membutuhkan bantuan dari semua orang termasuk Archie.  Apalagi ia sudah mengetahui kalau Archie


adalah pemain legendaris dari game sebelumnya, yang membuat dirinya mau tak mau


harus membuat Archie berpihak padanya untuk tercapai tujuannya.


 


“Baiklah-baiklah urusan nama akan ku serahkan kepada


kau, terserah kau saja mau menamai apa aku tidak peduli hmpp” Diane masih


setengah hati merelakan hal itu tadi, ia hanya bisa menggembungkan pipinya


sambil melipat tangannya ke dada.


Archie tersenyum puas, ia sudah memenangkan


pertandingan itu. Kali ini ia mulai memikirkan nama yang bagus untuk guild itu


nanti. Teman-temannya pun kini mulai memikirkan juga, bahkan para anggota


Nebula juga ikut berpikir.


“Bagaimana kalau the Jungle Boy!” Lemon memberikan


masukan pertama


“Haha nama apa itu Lemon? Apa itu semacam grup lawak!”


Inject langsung mengomentari usulan Lemon tadi, dan terjadilah perang argumen


antara Lemon dan Inject yang tak berkesudahan.


“Bagaimana kalau Fire Emblem Squad II, bukankah itu


terlihat sangar dan gahar!” Kali ini Viand yang memberikan masukan.


Semua mata lalu tertuju ke arah Viand, mereka semua


menatap Viand dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan.


“Apa dia maniak api sekaligus pencinta legenda masa


lalu?” Archie bertanya pada dirinya sendiri, tentu saja usulan dari Viand tadi


di tolak mentah-mentah oleh Archie karena memang dirinya tidak mau menggunakan


nama guild dari masa lalu, apalagi dari guild yang bukan pernah ia masuki.


Viand memanyunkan bibirnya, merasa kesal pada Archie


namun dia sadar tidak bisa melakukan apapun. Karena itulah dirinya mulai


ditertawakan rekan-rekannya bahkan Viola juga ikut tertawa melihat tingkah


adiknya itu.


Mereka semua kembali larut dalam pikiran mereka, sudah


banyak nama-nama yang di sebutkan oleh masing-masing orang. Namun masih tidak


ada yang pas, atau cocok untuk dijadikan nama guild.


 


“Baru memikirkan nama saja kita sudah kesusahan,


apalagi kalau kita memikirkan visi dan misi nanti ahaha” Rick tertawa renyah


mengomentari masalah yang tengah mereka hadapi itu.


Semua orang ikut tertawa, mereka semua mengerti dengan


candaan yang dibuat oleh Rick tadi. Namun wajah lain ditampilkan oleh Archie.


Dirinya seperti sedang mendapatkan sebuah ilham dari Tuhan. Ia tiba-tiba


menggigil, tertawa dengan sendirinya dan mondar-mandir tak jelas sambil


sesekali cekikikan.


“Aku tau, aku tau, aku tau” Ucap Archie berulang-ulang


hingga membuat yang lainnya cukup resah.


“Nama untuk guild itu adalah Cero Miedo!” Sambungnya.


Untuk sesaat mereka semua mencoba memahami arti kata


yang Archie ucapkan tadi, karena memang sangat asing ditelinga mereka semua.


“Kalau boleh tau, apa arti dari Cero Miedo itu Archie?


Sepertinya aku agak tertarik dengan nama itu namun aku perlu tau apa arti dari


Cero Miedo” Tanya Diane.


Archie mengangguk tanda mengerti, ia pun mengangkat


sebelah lengannya dan ia membentuk sebuah angka nol. Semuanya memperhatikan


Archie dengan seksama, mereka juga agak sedikit bingung mengapa Archie


tiba-tiba membuat sebuah angka nol dengan jari-jarinya.


Lalu dengan masih mempertahankan bentuk angka nolnya,


Archie menarik kebawah lengannya yang mereka semua juga mengikuti arah gerakan


tangan Archie itu.


Mereka masih kebingungan dengan hal itu, tidak ada


clue sama sekali yang muncul di pikiran mereka setelah melihat Archie


memeragakan hal tersebut tadi. Akhirnya Archie pun mengeluarkan nafas berat dan


coba menerangkan pada mereka apa maksud simbol tadi, ia sudah menduga hal ini


akan terjadi cepat atau lambat.


“Cero Miedo adalah bahasa Spanyol dari kata Zero Fear!


Atau tidak ada rasa takut akan hal apapun!”


Kawan-kawan Archie pun sepakat akan nama itu termasuk


juga Diane yang begitu tau arti dari kata itu ia langsung menyatakan setuju


dengan nama itu. Memang nama itu akan lebih sangar dan bermakna lebih dalam


dibandingkan nama Snow Owl yang notabenenya adalah nama spesies burung hantu.