
Senyuman terus terukir di wajah Archie, sejak dirinya dari bangku penonton tadi hingga sekarang berada di koridor Koloseum senyumannya masih saja setia menghiasi wajahnya.
Ada beberapa alasan mengapa dirinya seperti itu. Pertama, ia melihat perkembangan yang begitu pesat dari Seth. Archie begitu senang sekaligus bahagia melihat perkembangan yang ditunjukkan oleh Seth, dirinya mulai memikirkan suatu rencana untuk membuat Seth semakin berkembang. Tentunya ia harus membicarakan hal itu dengan Seth terlebih dahulu sebelum akhirnya ia mendengar sendiri keputusan Seth.
Alasan yang kedua adalah sebentar lagi dirinya akan bertarung dengan kakaknya sendiri, yaitu Viand. Archie begitu ingin menghadapi kakaknya itu, ia menganggap Viand merupakan seorang player yang hebat dan juga mempunyai skill, saat pertama kali bertemu dengannya Archie sudah merasakan hal itu.
Archie juga sangat ingin suatu saat bertarung dengan kakak tertuanya yaitu Viola, menurutnya kekuatan Viola melampaui kekuatan Archie. Walaupun Archie mendapatkan job spesial dengan beberapa efek yang membuatnya cukup kuat walaupun dengan level yang masih dibilang rendah, namun ia merasakan setiap berada di sisi Viola ia berada di bawah tekanan yang tinggi.
"Hihihi aku sudah tidak sabar melawan maniak api itu!" Archie terkekeh seperti orang yang baru saja menaruh racun dalam minuman orang lain.
Archie pun lantas berjalan pelan menuju ke arena, tentu saja senyuman khas miliknya itu masih saja melekat di wajahnya dan seakan tak mau luntur barang untuk satu menit saja.
………
"Alright! Semuanya sebentar lagi kita akan melihat pertandingan kedua antara Viand sang Insane Magician dengan Robin Berambut Putih Archie!"
"Mereka berdua sudah menunjukkan kehebatan mereka di tahap pertama tadi, dan kini mereka akan bertemu untuk membuktikan siapa diantara mereka yang terbaik!!"
"Baiklah sekarang kita sambut kontestan pertama kita, Viand sang Insane Magician!!"
Sorak-sorai dan dukungan penonton mengiringi langkah dari Viand menuju ke arena. Wajahnya begitu serius, setiap langkahnya pun bagaikan tabuhan genderang perang, ia benar-benar tenang saat ini.
Begitu sampai di arena pun Viand tidak melakukan banyak kegiatan yang membuang fokusnya, matanya tetap tertuju ke arah entrance di seberangnya.
"Sepertinya dek Viand sudah benar-benar siap untuk hal ini. Bagaimana menurutmu nak Rick?"
"Hmmm aku juga berpikir seperti itu Kapten Persian, ini mungkin menjadi ajang pembuktian bagi Viand ataupun Archie. Terlebih lagi Viand yang seorang Pyro Mage mungkin ingin di angggap oleh seorang mantan Arcane Ruller!"
Viola begitu antusias mendengarkan diskusi antara Persian dengan Rick, walaupun ia cukup resah karena Viand yang harus berhadapan dengan Archie namun ia juga percaya dengan kedua adiknya itu.
Si komentator pertandingan melirik ke arah Viand yang nampaknya masuk ke dalam dunia hening miliknya sendiri, ia pun mulai memanggil kontestan yang lainnya.
"Sekarang di sisi seberang sana, ada pemain yang baru-baru ini mulai menunjukkan keahliannya dalam berpedang. Mengalahkan musuhnya dalam satu tebasan saja! Apakah nantinya ia terus bisa maju dan memberikan kita hiburan? Atau mungkin langkahnya akan terjegal oleh si Insane Magician?"
"Kita sambut, Archie si Ronin Berambut Putih!!"
Sambutan meriah juga diterima oleh Archie, sambutan itu bagaikan musik iring-iringan parade bagi Archie. Dengan satu tangan menyentuh pedangnya dan juga senyuman khasnya yang masih melekat di wajah, ia berjalan perlahan ke arena.
Archie terkekeh pelan begitu ia sampai di arena, hal itu pun ditangkap oleh Viand yang merasa sedikit keheranan dengan tingkahnya Archie itu.
"Aku tidak menyangka akan bertarung denganmu Viand, apa aku harus memanggilmu kakak saat ini?"
"Hmmmpp!" Viand mendengus kesal. "Walaupun kau adik ku, aku tidak akan segan-segan denganmu ingat itu dasar ubanan!"
"Woah woah woah apa aku tidak salah dengar tadi? Sebuah rahasia baru saja terungkap, ternyata Ronin Berambut Putih itu adalah adik dari wakil komandan Nebula Re-Estize Empire!!" Ucap sang komentator dengan keras sehingga seluruh orang pun mendengar hal tersebut dan menjadi begitu terkejut dengan berita itu.
Banyak diantara mereka yang tidak percaya akan hal itu, mereka menganggap Archie hanya numpang tenar dengan Viand sehingga ia berpura-pura menjadi adik dari Viand. Namun tak sedikit pula yang langsung memercayai hal tersebut hanya karena Archie dan Viand yang terlihat cukup dekat.
"Aku benci atmosfer ini, rasanya aku seperti ingin di telan bulat-bulat oleh segerombolan serigala-serigala kelaparan itu. Apa aku harus mengalah saja ya?" Archie menunjukkan ekspresi tidak bersemangat.
"Jangan kau coba mengada-ada! Hadapi aku dengan kekuatan penuhmu, jika kau tidak melakukan itu aku tidak akan memaafkanmu seumur hidupku walaupun kak Viola menyuruhku!!"
Mendengar hal itu, Archie tidak mampu menahan senyumnya. Ia lalu memandangi Viand sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tiba-tiba saja menjadi gatal, ia membayangkan bagaimana caranya Viand mendapatkan sifat yang begitu eksplosif itu. Padahal Archie ingat betul kalau kakaknya itu cukup pemalu.
"Mari kita mulai hitung mundurnya"
3
2
1
"Mulai!"
"Inferno Fire!" Viand meneriakkan nama skillnya dengan nyaring, dan seketika muncul sebuah api besar yang melesat cepat ke arah Archie.
"Bodoh sudah kubilang lawan aku dengan sungguh-sungguh!" Viand langsung marah melihat Archie yang terlihat seperti enggan melawan itu.
Kabooommmmmmm …………
Serangan Viand tadi menghantam keras Archie dan meninggalkan kepulan asap yang membumbung tinggi, semua penonton dibuat terdiam dengan serangan itu tadi.
Viand sendiri dibuat geram oleh Archie yang tidak berniat menghindari serangannya tadi, kedua alisnya bertemu dan gigi-giginya pun merapat.
Namun perlahan-lahan asap itu tadi seperti terhisap ke satu titik lalu menghilang begitu saja, kini terlihat sesosok orang yang berdiri tegap tanpa terlihat luka di seluruh tubuhnya walaupun tadi dirinya terkena sebuah serangan, orang itu tadi adalah Archie.
Archie tersenyum sambil memperlihatkan pedangnya yang kini berubah menjadi berwarna merah seperti bara, penonton pun langsung terkejut ketika menyadari kalau sebenarnya serangan dari Viand tadi dihisap oleh pedang itu yang pada akhirnya menyelamatkan nyawa Archie.
"Dia menyerap Fire Inferno ku tadi? Aku harus memastikan hal itu sekali lagi dengan menggunakan Fire Ball" Gumam Viand.
Viand kembali memfokuskan kekuatannya, lalu tongkat sihirnya mulai bersinar hingga ia pun mengeluarkan sebuah api yang berbentuk bola besar ke arah Archie.
Archie kembali berdiam, ia sama sekali tidak berniat menghindari bola api yang mengarah cepat ke dirinya itu. Archie hanya menunggu datangnya bola api besar itu.
Archie lalu mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke bola api besar itu, lalu perlahan-lahan bola api itu terhisap ke dalam pedang Archie seperti layaknya vakum cleaner.
Melihat demonstrasi vakum cleaner dari Archie itu, membuat penonton tergugah. Viand juga ikut terkejut-kejut begitu melihat langsung bagaimana caranya Archie selamat dari serangan mematikannya di awal pertandingan tadi.
Archie menyeringai tajam melihat pedangnya yang kini semakin menyala terang dengan api yang menjilati sebagian pedangnya itu, ia lalu melirik ke arah Viand dengan tatapan yang serupa sehingga membuat Viand bergidik ngeri melihat itu.
"Jaga kepalamu!" Archie berteriak keras sambil menebaskan pedangnya secara horizontal tanpa mendekati Viand.
Apa yang dilakukan oleh Archie itu membuat Viand dan semua penonton bertanya-tanya mengapa Archie membelah udara, namun seketika mereka kembali dikejutkan dengan aksi Archie.
Mereka yang awalnya mengira Archie hanya menebas udara yang tak bersalah langsung dibuat terkejut, karena sesaat setelah Archie menebas udara itu muncul kumpulan api yang membentang secara horizontal dan mengarah cepat ke tempat Viand berada.
Dengan cepat Viand menghindari itu, walaupun masih ada rasa sedikit terkejut karena ulah Archie itu.
Kraaaakkkkk…
Dinding arena langsung tergores lebar akibat serangan Archie itu, dan itu membuat semua orang terkejut bukan main. Jika saja serangan tadi tidak dihindari oleh Viand, kemungkinan besar Viand akan sekarat dan Archie kembali menang dengan satu serangan.
"Hei apa kau berniat ingin membunuhku uban?"
"Haa? Tadi kau bilang aku harus melawanmu dengan kekuatan penuhku, lalu saat aku membalas seranganmu kau bilang aku mau membunuhmu? Apa yang sebenarnya kau inginkan maniak api? Apa aku harus berdiam diri saja menerima semua seranganmu dengan tersenyum bahagia begitukah?"
Viand tidak bisa berkata-kata lagi, dirinya masih sedikit shock dengan hal yang dilakukan oleh Archie barusan. Ia kembali menyerang Archie dengan sihir api miliknya namun lagi dan lagi Archie menghisap serangan itu dengan mudahnya, lalu ia kembalikan lagi ke Viand dengan mudahnya.
Viand terus menerus menyerang Archie dengan sihirnya hingga dirinya merasa frustasi sendiri, karena setiap dirinya menyerang Archie, Archie akan menghisapnya dan mengembalikannya kepadanya.
Melihat hal itu semua penonton menjadi lebih bersimpati pada Viand yang berjuang melawan Archie yang terlihat bosan itu, sedangkan Archie dihujat habisan-habisan oleh para penonton baik itu pria ataupun perempuan.
"Ah melihat itu aku jadi teringat ketika aku dan Archie masih SMP dulu, waktu itu ada seorang murid perempuan yang menyatakan cintanya pada Archie dengan sangat tulus dan dengan tatapan yang terlihat seperti tatapan kesungguhan malaikat. Namun"
"Namun apa? Cepat lanjutkan ceritanya Rick!!" Viola langsung mencekik Rick agar melanjutkan ceritanya yang terpotong tadi.
Rick mengambil nafas sejenak setelah dicekik oleh Viola sebelum ia melanjutkan ceritanya tadi.
Dengan wajah yang datar Rick berucap. "Namun Archie menolak perempuan itu lalu ia berkata pada perempuan itu dengan wajah yang seolah-olah dirinya tak berdosa dan tak bersalah, kalau dirinya lebih memilih bermain game daripada harus pacaran karena menurutnya game lebih penting dan bermanfaat daripada pacaran" Rick menutup ceritanya diiringi ekspresi gelap dari Viola serta pemain perempuan yang lainnya.
Tidak berselang lama dari berakhir cerita singkat dari Rick itu tadi, pertandingan antara Archie dengan Viand pun berakhir dengan kemenangan untuk Archie.
Viand menyerah dengan Archie karena ia tidak bisa melihat lagi betapa mengerikannya Archie saat menghisap semua serangan sihir api miliknya yang berharga itu, lalu ia kembalikan padanya dengan kekuatan yang bahkan hampir setara dengan skill aslinya.
Archie pun kini menunjukkan wajah tak bersalah dan tak berdosanya itu pada Viand, yang membuat Viand semakin kesal dibuatnya.
"Yap kira-kira seperti itulah ekspresi dirinya saat menolak perempuan yang pernah menembaknya itu, ah malang sekali nasib dirinya harus menyatakan cinta pada orang yang bahkan tidak peduli dengan debu yang menempel di tubuhnya" Rick mendenguh sambil tersenyum memandangi sahabatnya itu.