Cyrus Online

Cyrus Online
44. Pertarungan Yang Berat Sebelah



"Selamat datang di neraka!" Ucap seseorang bertubuh besar bak beruang.


Suasana yang mestinya penuh suka cita seketika berubah menjadi mencekam dengan kedatangan ratusan player dari Red Scorpion.


"Ah rupanya kau orang yang baik ya big guy. Bahkan kau susah payah mengumpulkan ratusan player hanya untuk menyambut diriku" ucap Archie ketika melihat ratusan player yang terlihat haus darah.


Archie sebenarnya tahu maksud dari semua ini, akan tetapi ia tetap bersikap tenang dan mencoba mencerna semua informasi yang ia dapatkan saat ini, ia tidak mau gegabah mengambil keputusan karena ia bisa saja mengakibatkan teman-temannya menjadi target juga.


Marsha lalu mendekati Archie sambil memberikan senyuman palsu dan juga sedikit niatan untuk membunuh Archie.


Archie yang mengetahui hal itu akhirnya mengikuti alur yang dibuat oleh Marsha, sambil ia juga tetap mencari momentum untuk dirinya.


"Apa maksud semua ini Red Scorpion? Apa kalian sudah kehabisan agenda?" Kali ini Viola yang berbicara.


Ia memang mengetahui masalah yang dibuat oleh Marsha dan para dedemitnya, akan tetapi ia masih belum tahu sebab asal muasalnya terjadi konflik antara Red Scorpion dengan Archie.


Marsha lalu melirik Viola yang berdiri di belakang Archie, ia mendekati Viola dan mengeluarkan ekspresi menjijikkan.


"Hehehehe kau memang yang terbaik Viola, bagaimana jika kau ikut dengan ku. Akan ku pastikan kau akan mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa" ucapnya sambil mengeluarkan ekspresi menjijikkan.


Viola langsung saja mengeluarkan pedangnya dan mengacungkannya ke arah Marsha yang membuatnya kesal entah kenapa. Tidak hanya Viola, dua tanker sejoli Inject dan Lemon juga langsung kedepan dan mengacungkan pedang mereka berdua untuk melindungi tuan putri mereka.


"Enyah kau dari sini dasar makhluk bar-bar! Atau kau akan berurusan dengan Nebula" ucap mereka berdua serempak.


Tidak ada lukisan wajah ketakutan di wajah Marsha, ia masih saja mempertahankan senyuman menjijikkannya dan tertawa sesekali, ia nampaknya sudah kehilangan akal sehatnya.


"Enyah?" Tanya Marsha sambil menunjukkan ekspresi orang bodoh.


Ia lalu menjentikkan jarinya seperti seorang alien bertubuh besar berwarna ungu yang dengan hanya menjentikkan jari musnah setengah populasi bumi. Namun jangan bayangkan hal itu terjadi di sini, jentikan jari Marsha hanya membuat seluruh pengikutnya untuk mengerumuni dirinya dan para anggota Nebula dan Kelompok Archie.


"Hehahaha sekarang siapa yang harus enyah?" Tanya Marsha sekali lagi.


Viola jelas sadar bahwa mereka tidak akan sanggup melawan ratusan player dark guild Scorpion karena sudah dibelasah oleh monster di dalam dungeon tadi, sungguh kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi kelompok Archie dan guild Nebula.


Akan tetapi beberapa suara teriakan terdengar di tempat itu, pertama-tama tidak terlalu nyaring. Kedua masih sama seperti yang pertama namun sedikit bergetar. Ketiga dan keempat sudah tidak dengar lagi teriakan itu, namun yang kelima sebuah teriakan sangat nyaring dan membuat Marsha harus memutar badannya untuk melihat apa yang terjadi.


Betapa terkejutnya ia saat melihat beberapa anak buahnya sudah dibantai oleh seseorang dengan mudahnya. Sebuah partikel kecil terbang saat seorang player memberikan sebuah tusukan ke arah seorang player dengan sangat cepat.


Semua mata langsung memandangi player yang baru saja membunuh seorang player dengan mudahnya. Player itu lalu kembali memasukkan pedangnya ke sarungnya yang berwarna hitam pekat dan seketika angin malam mendebur dirinya dan membuat rambut putih miliknya terombang-ambing seperti di lautan luas.


"Bisakah kalian tunda dulu sambutan kalian semua? Aku sudah terlalu lelah sekarang ini dan aku masih banyak pekerjaan yang akan kulakukan!" Ucap player itu dengan santai seolah tidak ada yang terjadi.


"Keparat! Semuanya serang dia dan para pengikutnya!" Ucap Marsha setelah melihat anak buahnya terbunuh.


Lalu puluhan player langsung menyerbu player dengan rambut putih itu, akan tetapi ia lebih pintar sedikit daripada player yang sedang mengepung dirinya itu.


Sebelum ia menyerang para player yang menyerangnya tadi, ia terlebih dahulu menggunakan sebuah item yang baru saja ia dapatkan setelah membunuh elite boss.


Item itu berbentuk topeng dan ia masih belum tau bagaimana efek dari item itu.


"Henshin!!!" Ia menggunakan topeng dengan asal sambil mengikuti gerakan aneh yang pernah ia tonton di acara TV tahun 90an. Lalu ia merasa seperti memakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya dan juga ia merasa seperti orang yang lain


Lalu Ia menggunakan sebuah skill area dan langsung memberikan damage yang begitu pedih kepada mereka semua.


"Judgement Cut!" Teriaknya, lalu puluhan player tadi langsung menjadi partikel-partikel kecil dalam sekejap mata. Walaupun ada juga yang masih mampu bertahan karena status def yang tinggi akan tetapi itu sudah cukup untuk membuat dirinya kritis.


"Hei orang yang bertopeng itu Archie kan? Arhcie kan? Si rambut putih itu kan?" Tanya Rick yang melihat player bertopeng unik yang tengah membantai beberapa player Red Scorpion.


"Terus siapa lagi kalau bukan dia Rick Rick"


"Oi sudah berdebatnya lebih baik kita bantu dia!"


""Ohhhh""


Lalu kelompok Archie dan guild Nebula bersatu untuk menyerang guild Red Scorpion. Tanpa kenal takut mereka semua menggempur ratusan player yang menunggu mereka sedari tadi.


Bukanlah perkara yang sulit untuk melumpuhkan beberapa ratusan player itu, mereka semua memiliki level yang sangat jauh berbeda dari player gadungan itu.


Marsha pun ternganga dibuatnya, ia sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi. Sebenarnya ia bisa saja menyadari tapi pikirannya terlebih dahulu tertutup oleh asap kebodohan dan ketololan dirinya sendiri.


Tidak ada yang benar-benar membunuh para player itu, mereka semua hanya memberikan damage yang besar hingga membuat para player itu kritis, akan tetapi berbeda dengan Archie. Ia sama sekali tidak peduli akan hal itu, ia akan membunuh siapa saja yang hendak menyerangnya dan teman-temannya, sampai membuat cursor miliknya berwarna merah darah.


Viola melihat kesempatan untuk menyerang pemimpin mereka yaitu si Marsha and the bear. Ia langsung berlari untuk menyerang Marsha yang masih terdiam dan ternganga ditempatnya.


Sampailah Viola ditempat Marsha sedang berdiri, ia langsung menyerang Marsha tanpa permisi, akan tetapi sebuah pedang berhasil menangkis serangan miliknya. Sebuah pedang bergerigi tajam dan sangat besar sedang menahan serangan miliknya, Viola lalu melihat siapa pemilik pedang itu dan ternyata ia adalah Cobalt si pemimpin guild Dark Tyrrany.


"Hei nona cantik aku dengar kalian berhasil menaklukkan dungeon, nah sekarang bisakah kalian semua berikan semua harta yang kalian dapatkan di sana?" Ucap Cobalt tanpa rasa malu sedikit pun.


Viola lalu membuang wajahnya dalam menanggapi Cobalt, ia lalu kembali bersiap menyerang Cobalt dan nampaknya pertarungan tidak dapat di elak lagi.


"Langkahi dulu mayatku Cobalt!"


"Hahaha jangankan melangkah, mayat mu itu pasti akan ku perkosa juga!"


*******


Archie tidak henti-hentinya membantai siapa saja yang berada di depannya, semua player Red Scorpion lalu lari tunggang-langgang, terbirit-birit, tersalto-salto, terjungkal-balik, tersungkur, tertungging-tungging. Mereka semua meninggalkan pemimpin mereka, sungguh sedemikian mudahnya rasa loyalitas bisa dikhianati.


Archie juga tidak berniat untuk mengejar player yang tengah lari itu, ia langsung saja menuju pemimpin mereka yang memiliki badan paling besar itu. Dengan sangat cepat Archie berhasil berada di hadapan Marsha, Archie langsung menendang Marsha dan membuat Marsha harus menangkis itu dan terdorong beberapa langkah kebelakang karenanya.


"Oi jika kau ingin menyambutku lain kali kau harus siapkan 500 ribu player atau lebih!"


Archie kembali menyerang Marsha, namun kali ini Marsha kembali tersadar dan mulai menangkis serangan Archie dan mencari celah serta memberikan serangan balasan kepada Archie.


"Keparat kau berani membunuh para pengikutku! Apa kau tidak takut dengan cursor berwarna merah darah itu!"


"Tidak, aku sama sekali tidak takut dan tidak mempedulikannya" ucap Archie


"Coba saja jika kau mampu!"


Mereka berdua lalu beradu kekuatan, sebenarnya kekuatan serangan mereka sama sekali tidak berbeda akan tetapi karena efek dari Murasame dan juga efek tambahan-tambahan dari titel milik Archie menghapus semua itu.


Berkali-kali Marsha harus termundur dan terpental ketika pedang Archie dan Gauntlet miliknya beradu.


Bunyi indah dan menawan yang dihasilkan oleh benturan logam semakin menggema keseluruh tempat, mereka berdua sama sekali tidak menunjukkan bahwa pertarungan itu akan segera berakhir.


Melihat musuhnya yang mampu bertahan selama itu, membuat Archie harus mundur beberapa langkah terlebih dahulu.


Ia lalu mengeluarkan pedang keduanya yang terlihat berwarna putih mengkilap, dan memiliki pegangan yang berwarna merah dan hitam.


"Seni Aliran Dua Pedang!" Teriak Archie


Lalu dengan cepat ia kembali berada di hadapan Marsha.


Ia menyerang Marsha tanpa pola sama sekali, ia dengan bebas menebas apa saja yang ada dihadapannya. Kadang ia juga berputar-putar saat menyerang Marsha, kadang pula ia melompat ke sana kemari dan berakhir dengan sebuah serangan Jumping Slash.


Marsha terdesak, ia ingin mundur tapi ia tidak bisa, ia ingin mencari celah tapi tidak ada celah, ia ingin melakukan serangan counter tapi ia tidak memiliki momentum, satu kata Marsha terjebak.


Melihat lawannya yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi, Archie melompat ke arah kiri dan langsung menebas lengan kiri dari Marsha.


"Aaahhhh! ******* sakit sekali!"


Teriakan memilukan kembali terdengar, lengan kiri milik Marsha terlepas dari tempatnya dan menjadi partikel kecil.


Marsha berguling-guling di tanah akibat merasakan kesakitan yang teramat amat sakit, ia hendak berdiri sekali lagi namun ia tidak bisa berdiri.


Ia merasakan hal aneh karena ia tidak bisa merasakan kaki kirinya, namun ternyata kaki kirinya juga hilang pada tempat dan ternyata sudah memecah menjadi partikel kecil.


Sebuah teriakan pilu kembali terdengar, kali ini teriakan dari Marsha berhasil membuat Cobalt dan Viola terdistraksi dan melihat ke arahnya. Mereka berdua terkejut melihat Marsha yang sudah kehilangan tangan dan kaki kirinya dan ia saat ini sedang diinjak oleh Archie tepat dikepalanya.


"Aku mohon maafkan aku, aku tidak akan berani macam-macam dengan kalian lagi! Aku mohon maafkan aku! Maafkan aku!" Ucap Marsha memohon belas kasihan dari Archie.


Akan tetapi permohonannya tidak di dengar oleh Archie, ia sepertinya sudah dirasuki oleh aura kegelapan yang terus-menerus keluar dari Murasame itu, lalu Archie kembali menebas Marsha, namun kali ini serangannya tepat mengenai leher dan memenggalnya.


"Ahhh ternyata ia sudah mati, nah sekarang siapa lagi gilirannya!" Ucap Archie


Ia lalu melihat Cobalt yang tengah beradu kekuatan dengan Viola. Ia langsung saja menggunakan [Air Step] untuk berada dengan sekejap di tempat mereka berdua.


"Heii singkirkan tangan kotormu itu dari dia!" Ucap Archie penuh ancam ke Cobalt.


Tling


Tlang


Duuuk


Archie dan Cobalt mulai beradu pedang, namun nampaknya Cobalt sedikit kewalahan dibuat oleh Archie. Archie tanpa henti menyerang Cobalt dengan kedua pedang samurai miliknya, dan itulah yang membuat Cobalt kewalahan karena ia hampir tidak bisa menangkis serangan beruntun dari Archie.


Archie terus menerus memberikan serangan ke arah Cobalt hingga akhirnya sebuah celah tercipta dan langsung saja Archie menusuk Cobalt dan membuat Cobalt harus menerima damage itu.


Melihat Cobalt yang kesakitan, Archie berniat untuk segera menghabisinya. Ia lalu melompat dan ingin menebas Cobalt yang tengah tergeletak, namun serangan berhasil ditangkis oleh sebuah pedang besar dan tajam milik seseorang yang pastinya bukan Cobalt.


"Sudahlah hentikan semua pertengkaran ini! Tidak ada gunanya juga untuk dilanjutkan" ucap orang itu yang tidak lain dan tidak bukan ialah Siegfred.


Archie lalu memandangi teman-temannya dan mereka semua juga memberikan respon yang sama. Archie akhirnya kembali menyarungkan pedangnya dan berniat pergi dari sana.


"Kau! Urusan kita belum selesai!" Ucap Cobalt sambil mencoba untuk berdiri.


"Kau begitu naif Cobalt! Apa karena dungeon ini Dark Tyrrany menjadi sangat rapuh!" Jawab Siegfred


Archie serta kelompoknya dan juga para pemain guild Nebula pergi menjauhi tempat itu tanpa menoleh kebelakang lagi.


"Sebenarnya siapa kau ini Archie? Kau begitu hebat sampai sekarang aku masih kebingungan walaupun sudah berkali-kali aku melihat aksimu itu" ucap Viola


Sebelum menjawab pertanyaan dari Viola, Archie sedikit tersenyum dan mulai menunjuk langit.


"Sebenarnya aku ingin mengucapkan bahwa hanya kamen rider yang tak sengaja lewat, namun para pembaca novel pasti akan protes jadinya akan kuganti menjadi 'hanya manusia biasa yang tak sengaja lewat, ingat itu!'"


"Hahaha ada-ada saja kau ini Archie!"


*******


Di sebuah kota di kerajaan Mallorca terdapat dua orang tengah berjalan menyusuri jalanan kota dan mulai masuk ke sebuah tempat makan tak jauh dari jalanan.


Mereka berdua tampaknya sedang membahas sesuatu yang sangat rahasia sampai-sampai mereka memilih tempat VVIP di restoran tersebut.


"Apakah berita itu benar Rain?" Ucap seseorang dengan nada 1/4 oktaf.


"Kecilkan suaramu itu Sour! Jika ini didengar oleh orang lain atau guild lain bisa bahaya" balas Rain


Lalu Rain menjelaskan mulai A-Z tentang masalah yang akan mereka hadapi dan bagaimana menyikapinya.


"Apakah itu yang mempengaruhi munculnya main quest?"


"Mungkin saja itu pemicunya Sour, kau ingatkan bahwa quest tersebut berbarengan dengan kenaikan level Vayline dan saat itu juga Vayline dan guildnya Apollon sedang melakukan penjelajahan di sebuah reruntuhan!"


"Jadi ia menemukan sebuah benda berharga di dalam sana yang berhubungan dengan main quest Apa begitu maksudmu Rain?


"Benar sekali Sour, dan benda yang mereka dapatkan itu ialah Arcana!"


"Arcana itu apa Rain?"


"Aku juga belum tahu pasti yang jelas kita harus tetap waspada dengan gerak-gerik Apollon dan Vayline!" Ucap Rain dan mereka berdua lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat.