
Di dalam sebuah reruntuhan di wilayah Kerajaan Mallorca...
Terlihat banyak rombongan orang yang sedang meneliti reruntuhan tersebut. Rombongan itu berjumlah ratusan orang yang dibagi beberapa kelompok barisan.
Setiap barisan membawa sebuah panji bendera dengan lambang pedang besar yang terlihat begitu gagah dan hebat, panji bendera itu juga menggambarkan orang-orang tersebut, mereka semua terlihat begitu gagah dan hebat.
Terlebih lagi dengan seseorang yang berada di barisan paling depan. Orang itu mempunyai karakter yang hampir serupa dengan para pangeran dan kesatria di dalam fiksi. Matanya berwarna hijau emerald dengan tatapan yang mengintimidasi, rambutnya berwarna hitam berkilau.
Di punggung orang itu terlihat sebuah pedang yang sangat besar berwarna hitam legam, pedang itu tak terlihat tajam tetapi ada rumor tentang pedang itu pernah membelah seekor naga menjadi dua.
Orang yang terlihat seperti kesatria sejati itu, bernama Vayline.
Vayline merupakan seorang top ranker di game Cyrus Online, dia merupakan player yang pertama kali mencapai level 100. Pencapaiannya yang lain adalah, dia merupakan seorang pimpinan dari Guild nomor satu di Cyrus Online, yaitu Apollon.
Untuk mampu menjadi guild nomor satu di Cyrus Online ada banyak tahapan yang harus dilalui, salah satunya adalah membuat Guild menjadi First-class.
Ada beberapa tingkatan yang harus di lalui oleh Guild agar menjadi Guild terbaik dan nomor satu, yaitu; Common-class, Third-class, Second-class dan First-class.
Common-class adalah tingkat pertama kali semenjak guild dibentuk. Sebelum masuk ke Common-class, Guild terlebih dahulu tidak memiliki tingkat apapun dan mereka harus memiliki jumlah anggota yang minimal 10 player agar mereka bisa masuk Common-class.
Setelah Common-class, Guild akan memasuki tingkat Third-class jika memang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat yang paling mudah adalah Guild itu harus memiliki anggota minimal 50 player, atau juga guild mereka memiliki poin kontribusi yang cukup untuk bisa masuk ke dalam Third-class Guild.
Untuk Guild yang memiliki tingkat Second-class, rata-rata mereka memiliki anggota yang lebih dari 100 player atau bahkan 1000 player. Di tingkat ini juga kebanyakan dari mereka sudah memiliki Guild Base yang berada di sebuah kota, atau mereka memiliki banyak cabang guild yang berada di setiap kerajaan. Salah satu Guild yang memiliki tingkat Second-class ialah Guild Dark Tyrranny yang di pimpin oleh Cobalt.
Sedangkan untuk Guild First-class, rata-rata mereka memiliki ribuan atau bahkan ratusan ribu player yang mengikuti guild itu. Mereka juga memiliki banyak cabang guild, namun mereka juga kadang melakukan koalisi dengan beberapa guild tingkat Third-class atau dibawahnya dengan tujuan yang menguntungkan guild mereka. Nebula merupakan salah satu contoh dari beberapa guild First-class yang ada di Cyrus Online.
Guild Apollon sendiri baru saja naik tingkat menjadi First-class semenjak mereka menemukan sebuah artefak dari sebuah reruntuhan di dungeon. Selain hal itu, Vayline yang menjadi player level 100 di Cyrus Online juga menjadi salah satu faktor guild mereka tengah naik daun sekarang ini, apalagi karena Vayline lah sebuah fenomena aneh terjadi di game Cyrus Online yaitu fenomena munculnya main quest.
Banyak player yang ingin bergabung dengan Apollon, bahkan dari situs resmi milik mereka saja hampir seratus ribu player yang mendaftar untuk menjadi bagian Apollon.
Karena hal itulah pihak manajemen dari Apollon menyeleksi seratus ribu player itu menjadi beberapa ratus player saja lagi. Selain itu, salah satu alasan Apollon masuk ke sebuah reruntuhan adalah untuk menyeleksi lagi seratus player itu dan nantinya hanya ada beberapa player yang menjadi bagian dari Guild Apollon.
"Vayline bagaimana menurutmu dengan orang-orang itu?" Tanya seseorang berambut merah dan bermata senada dengan rambutnya.
"Aku tidak terlalu tertarik dengan mereka Dreams, tetapi ada seseorang yang menurutku memiliki skill yang lumayan" Vayline menunjuk ke arah seseorang yang berada di kumpulan banyak orang.
Dreams mencari keberadaan orang yang dimaksudkan oleh Vayline tadi, matanya tertuju pada seseorang yang memiliki rambut berwarna biru yang tengah dengan santai meminum air dan menikmati bekalnya.
"Tunggu sebentar!" Dreams langsung bergegas mencari data orang itu. Setelah lama mencari satu data dari ratusan data player, akhirnya Dreams menemukan data player tersebut.
"Ini dia datanya Vayline!" Dreams menunjukkan data player itu ke Vayline. "Namanya Vengence, dia memiliki job Palladin, level 60...nampaknya jika kita memberikan sedikit sumber daya kepadanya dia akan menjadi player yang menjanjikan, apa kau berpikir seperti itu juga Vayline?"
"Yah setidaknya kita memerlukan orang yang kuat untuk melindungi guild ini! Kita tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya...dan jika kau ingin tahu siapa player yang sangat aku inginkan, ia adalah orang yang pernah mengalahkanku dalam duel satu lawan satu waktu dulu!"
Dreams begitu terkejut mendengar cerita Vayline yang pernah kalah dalam duel satu lawan satu. Dreams merasa Vayline ingin membodohinya, tetapi wajah Vayline tak menunjukkan bahwa ia sedang bercanda ataupun bergurau.
Dreams tak pernah melihat Vayline kalah dalam duel satu lawan satu dengan seseorang semenjak dia mengikuti Vayline. Dreams sudah mengikuti Vayline saat mereka memainkan game VRMMORPG generasi pertama, yaitu Genesis Online. Bahkan semenjak saat itu, Dreams selalu mengikuti Vayline dimanapun ia berada bahkan saat mereka pindah haluan game.
Mendengar Vayline pernah kalah duel satu lawan satu adalah hal yang tak bisa ia percaya begitu saja walaupun Vayline sendiri yang mengatakannya.
"Maaf jika aku meragukan ceritamu Vayline, tetapi apa benar kau kalah duel satu lawan satu? Jikapun benar saat kapan hal itu terjadi dan siapa orang yang sudah mengalahkanmu itu?"
Sebelum menjawab pertanyaan Dreams. Vayline mengambil nafas terlebih dahulu lalu ia memandangi langit-langit reruntuhan yang berdebu dan banyak sarang laba-laba dimana-mana, Vayline berusaha untuk mengambil ingatan masa lalunya dari arsip di dalam otaknya.
"Ceritanya cukup panjang" Vayline kembali berhenti untuk mengambil nafasnya lagi. "Itu saat aku memainkan game pendahulunya Cyrus Online, yaitu Calcalas"
"Waktu itu aku juga merupakan salah satu player hebat, aku mendapatkan job Dragon Slayer yang begitu melegenda di dalam game itu.
Dreams tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, saat ia mendengar Vayline mendapatkan job legendaris Dragon Slayer, ia sudah hampir kehilangan dirinya. Ditambah ia mendengar ada kelompok yang hanya berisi 10 orang saja yang kekuatan mereka bahkan mampu mengalahkan 10 ekor naga.
"Kau tahu atau kau pernah mendengar nama Ayo Minum Kopi?" Tanya Vayline ke Dreams.
"Aah! Aku pernah mendengarnya! Itu kelompok yang begitu Legendaris dari Calcalas Online, aku tak menyangka kau pernah bermain di era mereka"
"Bukan itu masalahnya Dreams!"
Dreams keheranan dengan sikap Vayline, ia merasa seharusnya player sehebat Vayline harus merasa senang dan bangga pernah bermain di era kelompok legendaris itu.
"Jika kau tanya aku apakah aku bahagia dan bangga bisa bermain di era yang sama dengan mereka, bisa kujawab dengan pasti aku bahagia dan bangga.
"Tetapi!" Vayline menambahkan. "Orang yang mengalahkanku itu juga salah satu member dari kelompok itu"
"Saat di Calcalas Online, aku dianggap player nomor satu bahkan player terhebat... Tetapi itu semua omong kosong saja, menurutku playe yang mengalahkanku itulah yang benar-benar player terkuat dan nomor satu.
Setiap hari aku menantangnya untuk berduel denganku, dia sebenarnya enggan sekali meladeni tingkahku waktu itu tetapi aku tetap memaksanya dan dia pun akhirnya terpaksa menerima tantanganku.
Setiap hari juga aku pasti dikalahkan olehnya, bahkan saat aku mendapatkan job Dragon Slayer dengan kekuatan penuhku aku tetap kalah bahkan ia hampir tidak terluka sama sekali.
Dan yang paling ironis itu, aku yang seorang pemilik job legendaris Dragon Slayer dikalahkan oleh seorang Enchanter!"
Wajah Dreams langsung berubah, ia menatap Vayline dengan wajah yang memperlihatkan amarahnya ke Vayline, tentu saja Vayline merasa bingung dengan Dreams yang tiba-tiba seperti itu.
"Kau tanya aku kenapa? Tentu saja aku marah karena kau mencoba membodohiku dengan semua cerita mu itu! Mana ada logikanya seorang Dragon Slayer yang terkenal dengan skill-skill berdamage besar, bisa kalah dengan Enchanter yang hanya bisa memberikan buff dan debuff!" Dreams sangat marah dengan Vayline.
Vayline sudah menduga akan terjadi hal seperti itu, ia menatap Dreams dengan serius lalu ia kembali melanjutkan ceritanya.
"Ya itulah logika sebenarnya, tetapi bagaimana jika mengubah sudut pandang dan mengubah logikanya?"
"Apa maksudku Vayline? Aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan"
"Ya maksudku player itu bisa merubah semua perspektif dan logika, walaupun dia seorang Enchanter tetapi aku bahkan tak bisa mengalahkannya.
Saat aku memberikan sebuah damage besar ke arahnya, dia malah mengubah damage itu menjadi sebuah heal untuknya... Dan ketika dia menyerangku, dia hanya perlu satu serangan untuk mengalahkanku karena sebenarnya damage yang ku keluarkan malah mengenai diriku sendiri.
Kau pasti berpikiran bahwa dia seorang cheater! Tapi sebelum kau berpikiran seperti itu aku akan meluruskan pikiranmu karena memang dia bukan seorang cheater, melainkan dia seorang player yang mempunyai Job lebih hebat dariku yaitu Arcane Ruller"
Mendengar job Arcane Ruller, mulut Dreams langsung terbuka lebar dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan jika lalat masuk kedalam mulutnya, Dreams mungkin tak akan menyadarinya.
"Jangan bilang padaku jika player itu ialah!"
"Ya! Benar sekali dia adalah D. Archie sang penyihir terhebat dalam sejarah game itu!" Vayline langsung memotong ucapan Dreams.
Dreams tak bisa lagi mengontrol dirinya, ia batuk-batuk tanpa henti karena harus berungkali tersedak akibat kejutan-kejutan itu.
"Tidak mungkin!.... Apa kau berpikir dia masih bermain game setelah sekian lama?"
"Ya aku tidak tahu apakah ia bermain game ini atau tidak....aku sempat mengira ia adalah player yang berasal dari Re-Estize Empire itu yang baru-baru ini tengah naik daun"
"Ya kau benar sekali Vayline dia memang memiliki nama yang sama dengannya, tetapi ia memiliki job Samurai! Mungkin dia hanya seorang penggemar saja"
"Yah mungkin kau ada benarnya juga Dreams" Vayline langsung berdiri dan menatap ke arah rombongan anggotanya yang masih santai beristirahat. "Hei semuanya mari kita lanjutkan perjalanan kita!"