
Keesokan paginya Momo-chan pun memulai latihannya bersama
dengan Misphita. Masih ada rasa penasaran di benaknya setelah melihat seluruh
warga desa berubah menjadi sosok yang menakutkan di malam hari, sedangkan di
pagi hari mereka menjalankan kegiatan mereka tanpa rasa aneh sedikitpun.
Momo-chan menjadi sedikit takut berinteraksi dengan para
warga. Jika sebelumnya dia menganggap semua warga desa disini ramah dan sangat
murah senyum, sekarang ia melihat hal yang berbeda dari mereka semua. Bahkan
saat Ruksel berkunjung ke rumah Misphita, Momo-chan masih merasakan sedikit
ancaman dari dalam diri Ruksel, ia melihat sendiri saat Ruksel juga berubah
menjadi sosok yang menyeramkan malam itu.
Dengan perasaan yang sangat bersalah, Ruksel
membungkukkan badannya ke arah Momo-chan, berharap Momo-chan me-mafkan dirinya
dan semua warga desa yang sudah membahayakan dirinya. Ruksel sangat menyesal
terlambat memberitahukan hal yang sebenarnya terjadi di desa tersebut.
“Paman tidak perlu meminta maaf seperti itu padaku, jika
tidak ada paman malam tadi mungkin kami berdua sudah menjadi santapan oleh
mereka semua, tetapi paman membela kami dan bisa saja paman kehilangan nyawa
ketika hendak melakukan hal tersebut” Momo-chan me-mafkan Ruksel seperti seorang
malaikat dan membuat Ruksel begitu tersentuh.
Ruksel sangat tersentuh dengan kebaikan Momo-chan,
menurutnya baru kali ini ia bertemu dengan seorang manusia dengan hati yang
lembut seperti sutra, semakin sungkan lah dia dengan Momo-chan sekarang ini.
Ruksel berlutut kali ini dan berpose layaknya seorang kesatria yang mengabdi
kepada Raja atau Ratunya. Karena hal itu, alis Momo-chan dan Misphita sedikit
naik melihat sikap Ruksel itu.
Karena hal tersebut jugalah muncul sebuah pesan
notifikasi di layar Momo-chan, dengan rasa penasaran yang tinggi, buru-buru dia
membuka isi pesan tersebut.
[Kau telah membuat seorang kesatria dari ras Dragullin tersentuh
hinggan dia menjadi begitu hormat dengan kau. Kau mendapatkan kepercayaan dari
Ruksel the Butcher. Para Dragullin
yang lain tidak akan berani menyentuhmu!]
Momo-chan begitu senang dengan apa yang barusan ia
dapatkan, dia bahkan sekarang meragukan keberuntungan-nya dalam bermain game.
Baru saja dia bermain, ia sudah mendapatkan beberapa keutungan yang sangat
berharga bagi seorang pemula seperti Momo-chan ini.
“Ah iya paman bisa jelaskan sedikit tentang makhluk
bernama Dragullin ini? Dan mengapa warga desa termasuk paman sendiri bisa
berubah seperti di kala malam datang? Apa yang sebenarnya terjadi di desa ini?”
Ruksel melirik ke arah Misphita setelah mendengar
pertanyaan itu, ia seperti meminta izin dari Misphita untuk menceritakan yang
sebenarnya. Misphita pun hanya bereaksi biasa saja, ia bahkan seperti tidak
peduli dengan hal tersebut dan akhirnya Ruksel pun menceritakan hal yang
sebenarnya.
“Ini terjadi 4 tahun yang lalu, saat itu desa ini sama
seperti desa lain pada umumnya. Kami semua hidup dengan bahagia dan bersahaja,
dengan rasa tenggang rasa yang sangat tinggi.
Lalu pasukan kerajaan datang kemari dengan membawa
beberapa penyihir-penyihir kerajaan yang juga tak kalah hebatnya. Awalnya kami
mengira mereka hanya cuma berkunjung ataupun melakukan sebuah kampanye, namun
perkiraan kami semua salah.
Salah satu petinggi kerajaan yang bernama Sophias menemui
kepala desa, mereka berdua mengadakan sebuah pertemuan tertutup dan hanya
mereka berdua yang tahu apa yang mereka bicarakan saat itu.
Lalu beberapa hari setelah diskusi itu, penyihir-penyihir
kerajaan itu tadi menyuruh kami untuk berkumpul di balai desa. Kami semua tak
tahu apa yang mereka rencanakan dan akhirnya kami semua hanya bisa mematuhi
saja, dan ternyata kami semua telah dijebak oleh kepala desa dan Sophias.
Para penyihir itu melakukan sebuah malpraktek sihir
terlarang, yaitu sihir merubah wujud seseorang!”
Wajah Momo-chan langsung berubah buruk, ia kali ini memikirkan
apa yang sebenarnya direncanakan oleh pihak kerajaan dengan melakukan itu
pertanyaan itu untuk ia lontarkan saat Ruksel selesai bercerita.
“Kami semua dijadikan uji coba sihir transformasi itu,
banyak yang bisa bertahan dari uji coba itu dan banyak juga nyawa yang melayang
akibat hal tersebut. Secara bergantian setiap harinya kami akan disuruh ke balai
desa yang mungkin lebih cocok di sebut sebagai tempat ajal.
Lama-kelamaan kami pun seperti kehilangan jati diri
sebagai seorang manusia, kami akan jadi manusia biasa di kala siang dan akan
berubah menjadi sosok yang ganas seperti seekor hewan buas di malam hari.
Ketika kami berubah menjadi makhluk yang bernama
Dragullin itu, kami semua akan memiliki sebuah insting membunuh seperti
layaknya hewan buas yang hendak mencari mangsa, dan itu akan selalu terjadi di
setiap malam hari datang” Ruksel menjelaskan dengan panjang lebar
Masih ada yang mengganjal di pikiran Momo-chan dengan
semua cerita itu, hal itu juga diketahui oleh Misphita dengan hanya melihat
mimik wajah dari Momo-chan. Misphita pun mengambil nafas berat dan meminum teh
yang ia buat semenjak Ruksel bercerita panjang lebar tadi.
“Aku masih tidak mengerti satu hal, untuk apa kerajaan
melakukan hal tersebut pada kalian? Bukankah itu sedikit aneh?
“Sudah ku duga kau akan bertanya hal itu, jawabannya
simpel. Warga desa ini di pekerjakan sebagai pasukan khusus dalam peperangan
melawan kerajaan lain. Dan sialnya lagi rencana licik ini berhasil membuat
kekaisaran Re-Estize memenangkan perang itu” Ungkap Misphita dengan suara yang
berat.
Momo-chan langsung berteriak kaget mendengar kebenaran
tentang malpraktek itu, sekarang ia memandangi Ruksel yang berada di depannya
saat ini dengan tatapan menyelidik karena ia ingat ada julukan the Butcher di nama Ruksel tadi.
“Ya dugaan mu benar bocah, dia merupakan orang yang paling
banyak membunuh pasukan kerajaan lain. Tidak sekedar membunuh, dia membunuh
musuhnya dengan memotong-motong tubuh musuhnya menjadi beberapa bagian, bahkan
ada yang menjadi pasta daging segar karena ulahnya. Dan yang paling mengerikan
dari itu semua adalah saat dia menyusun kepala-kepala musuhnya menjadi gunungan
kepala korbannya.
Hampir jatuh pingsan Momo-chan mendengar hal tersebut, ia
tidak menduga akan ada cerita tersebut di balik keramahan Ruksel. Namun ia saat
ini mencoba mempercayai Ruksel, karena ia melihat seberkas cahaya harapan ingin
berubah di mata Ruksel.
“Dan ada satu hal lagi yang ingin aku beritahukan kepada
mu bocah, tapi kau harus berjanji kau jangan terkejut ataupun pingsan” Misphita
kembali membuat jantung Momo-chan berdegup kencang.
Momo-chan meneguk air liurnya karena ia sangat tegang
dengan apa yang akan disampaikan oleh Misphita kali ini, ia merasa apa yang
akan di sampaikan oleh Misphita kali ini adalah sebuah kebenaran yang
membuatnya kembali shock.
“Yang membuat warga desa menjadi seperti ini adalah ulah
penyihir bawahan ku saat aku masih menjabat sebagai ketua pasukan penyihir
kerajaan ini, dan karena ini juga aku memutuskan berhenti menjadi penyihir
kerajaan dan hidup disini untuk membuat obat dari sihir ini” Terang Misphita.
Karena pengakuan tersebut mulut Momo-chan jadi terbuka
lebar dan pupil matanya pun melebar, seketika kemudian ia pun roboh dan
pingsan. Misphita pun hanya bisa membuang nafas berat melihat Momo-chan yang
sudah pingsan itu.
“Sudah ku bilang jangan terkejut dan jangan pingsan,
mengapa kau masih saja terkejut dan pingsan? Dasar mental lemah! Aku akan
membuat mental mu itu sekuat Oricalhum agar kau bisa maju terus. Karena hidup
itu keras dan kau harus bisa bertahan dari semua itu bocah!” Misphita
menceramahi Momo-chan yang sedang tak sadarkan diri itu.
Ruksel yang berada di antara mereka berdua tak bisa
berkata apa-apa lagi. Bahkan dia saat ini kebingungan harus bereaksi seperti apa,
dan pada akhirnya dirinya undur dari situ karena ia takut akan kena ceramah
Misphita seperti yang di alami oleh Momo-chan.