
3
2
1
"Mulai!!"
Di saat hitungan mundur berakhir, Seth dengan cepat mengambil langkah pertama untuk menyerang Raphael.
Raphael cukup terkejut dengan kecepatan yang dimiliki oleh Seth, namun beberapa saat kemudian ia mulai mampu mengiringi ritme permainan yang di buat oleh Seth.
Berkali-kali Seth memberikan serangan pada Raphael namun Raphael masih bisa menahan serangan itu, walaupun ada beberapa serangan yang tidak mampu ia tahan namun serangan itu cukup lemah dan hanya memberikan goresan saja pada Raphael.
Melihat Raphael yang tidak terluka itu membuat Seth mundur untuk sejenak, ia mengambil nafasnya yang tersengal-sengal karena terus-menerus menyerang Raphael.
Raphael tersenyum ketika Seth mundur, ia memandang Seth dengan tatapan yang penuh dengan kesombongan di dalamnya.
"Heee main-mainya sudahan kah? Padahal aku baru saja menikmatinya" Ucap Raphael dengan ekspresi wajah yang terkesan merendahkan Seth.
Seth tak bisa membalas perkataan Raphael, ia masih mengatur pernafasannya kembali serta memikirkan beberapa siasat untuk mengalahkan Raphael. Karena Seth yakin, siasat seperti saat dirinya mengalahkan Kang Liu tidak akan berhasil untuk kedua kalinya.
Di kala Seth yang masih memikirkan sebuah siasat itu, Raphael ternyata tidak membiarkan Seth untuk beristirahat lebih lama lagi. Ia yang tadi bersifat defensif, langsung berubah menjadi offensif.
"Akan ku tunjukkan padamu mengapa orang-orang memanggilku dengan julukan yang terkuat di Re-Estize Empire!" Raphael langsung maju ke arah Seth sambil memegang pedang besar di punggungnya.
Setelah berjarak beberapa meter dari Seth, Raphael langsung melompat ke atas dengan tinggi dan membuat Seth seakan terpana dengan aksi loncat tinggi Raphael itu. Raphael pun tersenyum melihat Seth yang terpana melihat aksinya itu, di atas udara Raphael menarik pedang besar itu kebawah dan membiarkan dirinya merasakan hukum gravitasi.
"Final Disfiguration!!" Raphael meneriakkan nama skillnya.
Begitu pedang besar milik Raphael itu menyentuh tanah arena, seketika Seth merasakan getaran yang sangat kuat hingga membuatnya tak bisa bergerak sama sekali. Getaran itu juga dirasakan oleh banyak orang di arena, bahkan mereka langsung merasa ketakutan dengan getaran yang diciptakan oleh Raphael itu.
Akibat getaran awal tadi kini tercipta sebuah kawah yang sangat besar, tanah di situ terasa meledak dan memuntahkan isinya dan menghempaskan jauh Seth.
Seth sangat kesakitan akibat serangan dari Raphael itu, ia tak bisa membayangkan jika dirinya tadi tidak sempat menghindari serangan itu, kemungkinan dia akan langsung kalah dalam sekali serang saja. Beruntungnya dia sempat melompat ke samping sebelum Raphael menyentuhkan pedang besar itu ke tanah, namun walaupun sudah berhasil menghindari, Seth tetap saja mendapatkan damage yang cukup besar akibat skill Raphael itu.
Mengetahui musuhnya yang bisa selamat di akhir-akhir waktu, membuat Raphael mendengus kesal. Ia sangat yakin jika saja Final Disfiguration miliknya tadi mengenai telak Seth, Seth sudah pasti menjadi pasta daging.
Raphael pun kembali mengangkat pedangnya dengan perasaan kesal pada Seth, ia berniat untuk menuntaskan apa yang sebenarnya harus terjadi beberapa saat lalu.
Melihat Raphael yang bergerak ke arahnya membuat Seth tidak bisa membuang waktunya untuk berbaring di tanah, ia bangkit walaupun ia sudah terluka cukup parah karena serangan Raphael tadi.
Seth menyilangkan tangannya coba menahan serangan yang dilancarkan oleh Raphael ke arahnya, namun walaupun Seth sudah menahan serangan itu dengan sekuat tenaganya, tetap saja Seth harus terlempar jauh akibat serangan dari Raphael itu.
"Tak akan ku biarkan kau bangkit lagi! Rasakan ini. Final Cut!" Raphael menebaskan pedangnya secara vertikal dengan sangat kuat, sampai-sampai membuat tanah di bawahnya terbelah akibat tebasan itu.
Serangan itu juga begitu telak mengenai Seth, Seth terhempas ke udara sebelum akhirnya ia jatuh ke bawah dengan sangat keras. Health poin milik Seth juga langsung memasuki fase kritis akibat Final Cut milik Raphael tadi, melihat ternyata Seth masih saja hidup walaupun sudah ia lukai dengan skill terkuat miliknya membuat Raphael semakin kesal dengan Seth.
Seth sendiri sudah begitu kritis, Seth berdiri tertatih-tatih dan mencoba untuk tetap melawan Raphael. Secara matematika sederhana Seth kalah telak dengan kekuatan yang dipunyai oleh Raphael, namun tidak ada yang tidak mungkin itulah yang dipercayai oleh Seth. Keinginannya untuk tetap bertarung dan melampaui Raphael seakan menumbuhkan rasa optimisnya, dan itu membuat Raphael semakin murka dengan Seth.
"Aku akan melampauimu disini!" Seth berteriak keras
Raphael mendengus kesal melihat sikap Seth itu, ia kembali maju menyerang Seth dengan sekuat tenaganya, kali ini ia benar-benar akan memastikan kalau Seth sudah tidak bisa bangkit lagi.
Seth tersenyum tipis melihat Raphael yang berlari ke arahnya itu, ia pun melemparkan sebuah bom asap yang tadi ia pegang dan membuat pandangan Raphael menjadi terganggu.
Raphael tidak dapat melihat Seth di dalam asap itu, Raphael mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah namun ia tetap tidak bisa melihat Seth atau bahkan merasakan kehadirannya.
Sebenarnya Seth ada di dalam kepulan asap itu, ia mengaktifkan skill [Stealth] yang dimiliki oleh seorang Assassin. [Stealth] adalah skill yang bisa membuat orang yang menggunakan skill itu untuk menghilang atau lebih tepatnya menghilangkan hawa keberadaan dalam beberapa saat. Skill ini adalah skill yang sangat wajib di kuasai oleh seorang Assassin, karena bukan Assassin namanya jika ia tidak bisa mengendap-endap dan menjatuhkan targetnya tanpa ketahuan.
Dari dalam kabut asap itu Seth mengendap-endap menyerang Raphael. Serangannya begitu cepat sehingga membuat Raphael tidak dapat bereaksi dan ia tidak tahu dari mana datangnya serangan itu akibat dari kabut asap.
Seth terus menerus menyerang Raphael, sedangkan Raphael harus bertahan terlebih dahulu menunggu kabut asap itu mulai mereda.
"Perhatikan daerah vitalmu! Vital Strike!!" Suara Seth begitu menggelegar di dalam kabut itu.
Raphael yang terkejut dengan suara itu tidak mampu untuk menahan skill [Vital Strike] milik Seth, ia terluka cukup parah di bagian sisi perutnya dan ia dengan cepat menjauh dari kabut asap itu.
Penonton terkejut ketika mereka melihat Raphael yang terluka cukup parah pada bagian vitalnya setelah berada cukup lama di dalam kepulan asap itu, mereka bersorak-sorai ramai karena saat ini pertandingan menjadi lebih berimbang.
"Woy woy Raphael terluka!"
"Aahhh Seth we love you!!"
Semakin kesal Raphael akibat reaksi penonton itu, ia menatap penonton dengan tatapan menghina seakan dari tatapannya itu berkata kalau mereka semua sampah.
Raphael berdiam diri sejenak, sambil mengatur nafasnya ia menunggu kepulan asap itu menghilang. Dan setelah beberapa saat akhirnya asap itu perlahan-lahan menghilang sampai akhirnya benar-benar hilang.
Begitu asap itu menghilang Raphael langsung terkejut, ia tidak melihat Seth di sana dan penonton pun juga ikut terkejut.
Namun keterkejutan Raphael langsung berubah seketika, wajahnya berubah menjadi buruk karena ia merasakan hawa dingin dari arah belakangnya.
Terlambat baginya untuk menyadari hal itu, dari arah belakang Seth sudah menerjang dirinya dan Seth menggunakan skill [Backstabber] yang begitu telak mengenai Raphael.
Raphael terbatuk darah karena itu, Seth langsung menarik kembali belatinya dan memberikan sebuah tendangan keras yang membuat Raphael terpental jauh. Raphael kembali batuk dan mulutnya kini penuh dengan darah segar.
Seth melanjutkan serangannya, ia melompat tinggi dan menerjang Raphael yang masih terbaring namun Raphael segera berguling kesamping untuk menghindari itu.
Raphael bersaksi cepat, ia bangkit dan kembali menghadang serangan dari Seth yang terlihat kesetanan menyerangnya. Seth terus menyerang Raphael tanpa henti dan Raphael pun hanya bisa menangkis dan menahan serangan itu.
Tinggg tungggg tangggg
Suara belati Seth dan pedang besar milik Raphael saling berbenturan menciptakan suara yang memekikkan telinga, intensnya duel Seth dan Raphael pun membuat para penonton menjadi tegang dan tidak bisa menebak siapa yang akan menang.
"Sial mengapa dia menjadi begitu kuat seperti ini?" Raphael bergumam yang sedang kewalahan menahan serangan dari Seth itu.
Momen yang ditunggu oleh Seth pun tiba, alasannya tetap menyerang Raphael adalah untuk membuat Raphael kewalahan dan itu akan menganggu konsentrasinya. Sehingga Raphael pun membuka celah tanpa ia sadari, Seth menyerang Raphael dengan memberikan sebuah tendangan sapuan yang membuat Raphael kehilangan keseimbangannya.
Sebelum menyentuh tanah, Seth langsung memberikan satu tendangan lurus yang tepat mengenai perut Raphael dan kembali membuat Raphael jatuh tersungkur.
"Sialan!!" Raphael mengumpat kesal sambil mencoba untuk berdiri.
Raphael menatap Seth, tatapannya penuh dengan kebencian dan kemarahan pada Seth. Tak pernah ia merasakan dirinya dipermalukan seperti ini, dan ia membenci Seth yang sudah membuatnya seperti ini.
"Sudah puas kah kau mempermalukan ku haa?"
"Sudah puas kah kau memperlakukan ku seperti layaknya sampah?"
Seth diam saja, ia tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Raphael tadi. Seth menatap Raphael dengan ekspresi kebingungan, dan hal itu membuat Raphael semakin marah pada Seth.
Seth mengangkat tinggi pedang besarnya, ia mengumpulkan kekuatan dan memfokuskan kekuatan itu ke pedang besar itu. Pedang besar itu seketika menyala dan membuat sedikit getaran di tanah.
"Kita akhiri semua ini dan kau yang akan menjadi sampah! Hahahaha" ucap Raphael.
Seth merasakan bahaya dari hal itu, ia pun berlari menerjang ke depan untuk menghentikan Raphael.
Raphael pun tersenyum puas melihat Seth yang maju ke arahnya, ia lalu langsung menarik kembali pedangnya ke bawah dan seketika membuat tanah menjadi terbelah.
"Final Cut!!" Raphael berteriak keras sekali.
Serangan maha dahsyat milik Raphael itu kembali membuat tanah menjadi retak dan terbelah akibat impact yang tercipta dari skill itu, namun senyuman Raphael yang tadi begitu lebar kini menghilang sekejap dan mulutnya ternganga lebar.
Hal itu karena ia melihat Seth yang selamat dari skillnya itu dengan melompat tinggi, kini ia melihat Seth yang sedang berputar-putar di udara seperti seorang yang sedang atraksi.
Lalu setelah itu Seth pun menukik cepat ke arah Raphael yang sedang terpana melihat Seth, ia menyilangkan belatinya dan bersiap menyerang ke arah leher Raphael.
"Whisper in the Wind!" Ucap Seth pelan dan ia menebas leher Raphael. Seketika Raphael pun roboh dengan ekspresi yang begitu terkejut.
"Pemenangnya Sang Black Assassin, Seth!"
Penonton bersorak ramai setelah pembawa acara meneriakkan nama Seth, Seth pun kini sedang terbaring lemas setelah memastikan kemenangannya itu.
Ia merasa begitu lemas sekali bahkan ia tidak sanggup lagi untuk bangkit, ia menatap langit biru di atas Koloseum itu dengan perasaan bahagia. Ia sudah berhasil melampaui sosok yang sangat ingin ia lampaui, ia lalu menatap ke arah Archie yang ikut tersenyum melihat kemenangannya itu.
Seth tertawa renyah melihat ekspresi Archie itu. "Kau lihat itu boss? Sekarang aku sudah bertambah kuat!" Ucap Seth.
......................
**Cyrus Online besok libur ya :)
Sampai jumpa hari Senin lagi**!!!.....