
"Nimrod! Lihat apa yang telah kau perbuat!" Lusirele menggendah-gendah sel tahanan Nimrod, ia begitu murka dengannya karena Nimrod telah membuat separuh pasukannya mati.
Nimrod hanya memberikan senyuman mengejek tanpa ada rasa empati ataupun rasa bersalah sekalipun, karena melihat sikap Nimrod yang seperti itu Lusirele semakin tambah murka dan terus-terusan memaki Nimrod.
"Hahaha kau pikir aku peduli dengan matinya beberapa prajurit itu? Jangan bercanda! Tidak ada yang namanya pembaharuan tanpa pengorbanan, ini semua untuk Kerajaan Narannas yang baru!" Semua orang yang berada dalam tahanan langsung bergemuruh mendengar pidato singkat dari Nimrod.
Muncul senyum kemenangan di wajah Nimrod ia merasa menang walaupun ia tetap di kurung di sel tahanan nyatanya kerajaan Narannas tak akan pernah selamat dari bencana yang sudah ia rencanakan.
"Kau!..." Lusirele semakin murka, ia hampir saja tak bisa menahan diri jika saja Archie tak menghentikannya.
"Jangan kotori tanganmu hanya untuk seonggok sampah seperti dia! Biarkan aku saja yang memenggal kepalanya" Archie berucap lalu ia mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.
Nimrod langsung berkeringat dingin melihat Archie yang menatapnya dengan nafsu yang sangat membara, ia mencoba membujuk Archie agar mau mengampuninya tetapi Archie seakan tak mendengar ucapan dari Nimrod.
"Raja Elondil apa kau tak keberatan jika aku memenggal kepalanya di hadapanmu?" Tanya Archie sekali lagi memastikan.
Elondil terlihat ragu, ia coba menimbang-nimbang mana pilihan yang paling tepat antara membiarkan Archie memenggal kepala Nimrod atau membiarkannya hidup dan menanggung dosa selama dia hidup.
Elondil tak menjawab pertanyaan Archie, ia hanya berpaling muka lalu berucap. "Tidak ada ampunan bagi penghianat kerajaan" Elondil pun lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Wajah Nimrod langsung berubah setelah mendengar ucapan Elondil, ia tak menduga jika Elondil tak memberikannya kesempatan kedua untuk dirinya.
Lalu ia kembali melihat Archie yang tanpa ia sadari sudah masuk ke dalam sel miliknya, Nimrod tampak begitu terkejut melihat keberadaan Archie. Ia langsung terduduk lemas sambil terus menatap Archie dengan penuh iba.
Namun disisi lain Archie bahkan tak menunjukkan ekspresi apapun kepada Nimrod, walaupun begitu tetap saja Archie mengeluarkan aura membunuh yang begitu kuat sampai membuat para tahanan yang lain juga merinding ketakutan hingga terkencing-kencing.
Lalu dengan satu tarikan nafas Archie menebas kepala Nimrod tanpa kesulitan apapun. Semua terjadi begitu cepat bahkan orang-orang yang berada disana tak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka baru sadar ketika kepala Nimrod terjatuh ke tanah dan meninggalkan badannya yang masih terduduk seperti semula, bahkan tak ada darah deras yang memancur karena disebabkan tebasan Archie yang begitu rapi.
"Pilihan kalian hanya ada dua, sesali perbuatan kalian atau kalian akan jadi seperti ini" ucap Archie sambil menunjuk ke arah kepala Nimrod yang terjatuh di lantai.
...
"Maafkan aku.. Karena diriku kau jadi menanggung semua beban itu" Lusirele langsung memahami perasaan Archie.
Memang setelah meluruskan semua perkara yang menimpanya Archie disuguhkan dengan pemandangan yang begitu membuatnya sakit, hingga pada puncaknya ia memenggal kepala Nimrod yang merupakan dalang dari semua peristiwa itu.
Archie hanya bisa tersenyum kecut, ia masih merasakan sakit karena tidak bisa menyelamatkan semua warga yang kerajaan yang terkena efek kutukan dari pedang miliknya.
"Kau sudah melakukan hal terbaik yang bisa kau lakukan bukankah itu sudah lebih baik daripada hanya berdiam diri saja?
Lagipula seorang dokterpun tak bisa selalu menyelamatkan nyawa para pasiennya bukankah begitu Archie?" Viola mencoba menghibur Archie yang tengah murung.
Senyuman Archie sedikit berubah setelah mendengar perkataan Viola, warna wajahnya juga mulai sedikit lebih berwarna daripada sebelumnya. Lusirele pun juga ikut senang karena melihat Archie sudah lebih baik walaupun ia tak begitu memahami maksud dari ucapan Viola.
Melihat kondisi Archie yang sudah lebih baik, Viola pun berinisiatif untuk membuat Archie lebih nyaman. Viola mendekatkan badannya dengan Archie, lalu ia menyandarkan Archie ke tubuhnya sambil dia mengusap-usap rambut putihnya Archie.
"Apa kau ini ibuku dari kehidupan ku sebelumnya? Aku rasa kau selalu memperlakukan ku seperti ini akhir-akhir ini" ucap Archie dengan penuh keheranan.
"Sudahlah kau diam saja, kau hanya terlihat manis saat murung seperti itu" Balas Viola sambil mengacak-ngacak rambut Archie.
Entah kenapa wajah Lusirele tiba-tiba panas melihat pemandangan dihadapannya sekarang ini. Ia merasa sedikit marah kepada Archie tetapi ia tak mengerti kenapa ia bisa marah ke Archie hanya karena melihat kedekatan Archie dengan Viola. Karena semakin memikirkan hal tersebut wajah Lusirele semakin panas hingga membuat kepalanya mengeluarkan asap berwarna putih.
Sedangkan Venus tak bisa berkomentar apapun lagi karena itu. Ia mencoba mengingat-ingat sifat ketuanya itu yang sempat diberi gelar Ice Princess. Bayangannya begitu jauh dari apa yang ia lihat sekarang ini, ia tak habis pikir kenapa hanya saat di dekat Archie sifat ketuanya itu bisa langsung berubah 180 derajat.
"Ehem-ehem.. Maaf mengganggu waktu kalian" tiba-tiba Raja Elondil masuk bersama Tetua Uungor dan Curufin.
Archie menaikkan alisnya karena Viola yang masih terus mendekap dirinya, semakin Archie ingin menjauh semakin kuat pula Viola mendekap Archie.
Melihat kejadian itu Raja Elondil, Tetua Uungor serta Curufin hanya bisa saling pandang sebelum akhirnya mereka tak memperdulikan tingkah dua insan itu lagi.
"Baiklah semuanya ada yang ingin ku sampaikan kuharap kalian semua membuka telinga kalian lebar-lebar" Ucap Raja Elondil.