
Sungai Ogir adalah sungai yang membelah-belah Red Dragon Empire menjadi 4 bagian, yaitu head, tail, right wing dan left wing.
Kemajuan Red Dragon Empire tak terlepas dari berkah adanya sungai Ogir ini, karena hal tersebut membuat tanah di Red Dragon Empire menjadi begitu subur.
Banyak orang berkata, lemparkanlah ranting dan dahan di Red Dragon Empire niscaya ranting dan dahan tadi akan tumbuh subur menjadi sesuatu yang berharga tinggi. Begitulah kata orang-orang yang memuji betapa suburnya tanah Red Dragon Empire.
Inilah yang menjadi alasan mengapa White Dragon Empire selalu berperang dengan Red Dragon Empire hingga berpuluh-puluh tahun.
White Dragon Empire iri dengan kesuburan tanah Red Dragon Empire. White Dragon Empire ingin sekali menguasai wilayah Red Dragon Empire untuk mengambil keuntungan itu sehingga terciptalah perang yang tak berkesudahan.
Archie dan T-Bold saat ini sedang berada di kawasan muara sungai Ogir, mereka berhenti di situ untuk beristirahat dan mengisi perbekalan mereka lagi, terutama air.
T-Bold langsung memasukkan semua wajahnya yang imut dan lucu itu ke dalam sungai, ia merasakan kesegaran saat air sungai menyentuh kulitnya.
"Hoi T-Bold hati-hati sungai itu ada buayanya!"
Archie menggoda T-Bold yang masih asik merendamkan wajahnya ke sungai, namun karena hal itu T-Bold langsung segera mengangkat wajahnya dan cepat-cepat menjauh dari sisi sungai. Sontak hal itu membuat Archie tertawa terbahak-bahak.
"Kau mempermainkan ku kupo!"
"Hahaha maaf-maaf aku cuma bercanda saja T-Bold" Archie minta maaf namun masih cekikikan.
"Huh, tapi darimana kau tahu kalo air sungai bisa kita simpan dan kita bisa minum kupo?"
"Ah soal itu kah?"
Archie berjalan ke sisi sungai tanpa menjawab pertanyaan T-Bold tadi. Ia mengambil air sungai dengan wadah lalu Archie mengeluarkan peralatan dapur darurat yang ia beli dari T-Bold yang malah semakin membuat T-Bold kebingungan dengannya.
Yang kemudian di lakukan oleh Archie adalah merebus air sungai tadi. T-Bold langsung tak bisa menahan rasa antusiasnya sehingga ia duduk di dekat Archie sambil melihat-lihat aktivitas yang di lakukan oleh Archie.
3 menit berselang Archie mengangkat air yang ia rebus tadi, ia menuangkan air itu ke dalam sebuah botol lalu ia serahkan pada T-Bold air yang masih dalam kondisi panas itu.
[Air rebus]
Hati-hati panas!
Efek: Jika diminum akan menghasilkan efek Regen HP selama 10 detik.
"Apaaaaaa?"
T-Bold sangat terkejut karena hal tersebut, ia tidak terkejut dengan air rebus itu, melainkan ia terkejut dengan efek yang di hasilkan oleh air rebusan itu.
"Kenapa air ini memiliki efek yang seperti itu? Bukan kah ini hanya air rebus biasa kupo?"
"Kau tadi bertanya dari mana aku tau hal itu kan? Jawabannya ada di ujung langit!"
"Di ujung langit?" T-Bold kebingungan dengan ucapan Archie barusan.
Archie berdehem beberapa kali sebelumnya. "Aku mengetahui hal ini mulai dari gim terdahulu Cyrus Online yaitu Calcalas Online.
Waktu itu memang belum VR seperti sekarang ini, namun game itu mencoba membuat simulasi kehidupan sehari-hari di dalam game dan contohnya adalah memasak air dengan air yang bersih seperti air di sungai ini.
Dan mengapa air rebusan ini memiliki efek Regen HP selama 10 detik? Itu karena aku menggunakan air yang benar-benar bersih dan sehat, belum terkontaminasi apapun sehingga jika di rebus maka akan berkhasiat baik untuk tubuh, bukannya meminum air yang hangat itu bisa membuat tubuh kita sehat kan ya?"
T-Bold kembali merasa kagum dengan Archie, dari sekian banyak pemain yang ia temui tidak ada yang pernah punya pemikiran terbuka seperti Archie ini. Dia melihat seorang manusia yang benar-benar merdeka ada di dalam diri Archie.
"Hebat, brilian, jenius kau adalah player yang paling top yang pernah aku temui kupo!" T-Bold tak ragu lagi untuk memuji kehebatan Archie.
Archie tertawa terbahak-bahak mendengar pujian T-Bold itu, lantas hal tersebut membuat T-Bold memiringkan kepalanya melihat Archie.
"Asal kau tau saja aku tidak sehebat yang kau kira, semua itu sudah ada di buku panduan jadi ya aku mengutip dari situ hahahaha"
"Hei! Kembalikan rasa kagumku hei!"
Archie dan T-Bold kembali melanjutkan perjalanan mereka. Kali ini mereka harus berjalan karena kereta kuda milik T-Bold tak memungkinkan untuk di pakai menyusuri kawasan sungai.
Kondisi medan yang sedikit berlumpur, licin dan berbatu adalah alasan mengapa kereta kuda tidak bisa melintasi jalan ini.
"Rasanya seperti benar-benar berpetualang kan T-Bold?"
"Yah kau benar, tetapi aku cukup kesusahan. Karena tubuh mungil dan kaki yang mungil ini aku jadi agak susah untuk bergerak"
"Hei T-Bold naiklah ke bahu ku, aku takut kau tergelincir dan jatuh ke jurang itu" sambil menunjuk ke jurang yang terlihat curam dan terjal.
T-Bold pun dengan cepat naik ke atas bahu Archie dengan wajah ketakutan, Archie malah ketawa melihat ekspresi T-Bold itu sehingga membuatnya geram dan T-Bold pun memberikan serangan tapaknya ke pipi Archie.
Namun serangan tapak itu hanyalah gurauan dari T-Bold, malah Archie merasa seperti wajahnya sedang di tekan oleh sesuatu yang lembut.
Setelah lumayan jauh berjalan, mereka berdua sampai di delta sungai Ogir.
Archie langsung mengambil peta dalam inventorinya, ia melihat sekali lagi apakah ia sudah berada di tempat yang benar.
"Seharusnya di sekitar sini, tetapi di mana ya?" Ucap Archie sambil menggaruk-garuk rambutnya.
Archie terus mencari sembari sesekali melihat peta yang ada di tangannya. T-Bold yang berada di bahu Archie juga ikut kebingungan, ia juga sesekali mengintip isi peta itu namun ia juga tidak mengerti apa yang tergambar di peta tersebut.
"Archie lihat ada suatu petunjuk di peta itu kupo!" T-Bold menunjuk ke salah satu gambar yang ada di peta itu.
Archie memperhatikan apa yang di tunjukkan oleh T-Bold tadi, sebuah ikon yang di bawahnya ada tulisan yang begitu kecil sehingga Archie tidak memperhatikan hal itu.
"Kau harus mengenali siapa dirimu sendiri, di dalam sebuah tempat yang dingin dan gelap tak berujung? Apa maksudnya itu ya?"
Akibat pertanyaan itu Archie serta T-Bold jadi larut dalam pikiran mereka masing-masing, mereka berdua seperti seorang saintis atau filusuf yang sedang mencari tahu arti dan hakikatnya hidup. Begitu lama-hening-dan mendalami.
Hingga pada akhirnya mereka berdua di kejutkan dengan kemunculan sebuah air terjun yang tiba-tiba ada di depan mereka, padahal mereka begitu yakin jika tadi tidak ada apa-apa disitu.
Dan yang paling mengejutkan mereka adalah air terjun itu seperti layaknya sebuah cermin, bayangan mereka terpantul jelas di air terjun itu.
"Jangan-jangan?" Archie menyadari sesuatu.
Ia mendekati air terjun itu untuk menjawab pertanyaan yang ada di kepalanya saat ini.
Dan benar saja, apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi. Di balik air terjun itu ada sebuah gua tersembunyi.
"Ternyata memang seperti yang ku pikirkan" ucap Archie sambil tersenyum.
Mereka berdua lantas memasuki gua itu, mereka di kagetkan dengan air terjun yang mereka lihat sebelumnya di depan tadi sekarang sudah hilang begitu saja seperti tak pernah ada disitu.
Di dalam gua tersebut Archie harus berjibaku dengan kelelawar penghuni gua tersebut, yaitu Black Bat yang mempunyai level 15.
Tidak terlalu sulit bagi Archie untuk mengatasi kelelawar-kelelawar itu, hingga pada akhirnya mereka menemukan air terjun lagi di dalam gua itu.
"Ayok kita masuk ke dalam situ kupo! Sepertinya ini adalah pintu yang sama dengan yang di depan tadi kuli" T-Bold langsung menuju air terjun meninggalkan Archie di belakang.
Namun Archie langsung menghentikan T-Bold dengan menarik ke arah bajunya hingga badannya terangkat ke atas, seketika T-Bold memandangi Archie dengan wajah kesalnya.
Archie ingin terlihat seperti pemimpin sebuah ekspedisi, dirinya hanya tersenyum canggung melihat ekspresi wajah T-Bold yang menurutnya semakin imut saja.
Ketika mereka memasuki air terjun yang ada di dalam gua tadi, mereka seperti masuk ke dalam ruangan yang berbeda.
Tempat itu tidak terlihat seperti gua yang baru saja mereka lewati tadi, tetapi lebih terlihat seperti sebuah ruangan rahasia sekte-sekte sesat di film-film.
Di dalam situ terlihat seorang laki-laki bertopeng hitam dengan jubah hitam serta seorang perempuan yang terlihat seperti sedang kesusahan.
"Apa yang terjadi?" Tanpa sadar T-Bold tiba-tiba berucap.
Akibat hal itu laki-laki bertopeng dengan jubah hitam tadi tahu keberadaan Archie dan T-Bold.
"Siapa kalian? Bagaimana kalian tahu tempat ini?" Ucap pria berjubah hitam tadi.
"Lari lah selagi sempat, dia bukan tandingan kalian berdua!" Perempuan tadi langsung berteriak saat tahu ada orang lain berada di situ.
Tiba-tiba laki-laki berjubah hitam tadi hilang dari penglihatan mereka semua. Archie menjadi lebih siaga karena ia merasakan bahaya akan datang.
Lalu dengan sangat cepat laki-laki tadi muncul di hadapan Archie dan ia langsung menebas Archie menggunakan sebuah sabit besar.
Archie tidak sempat bereaksi sehingga sabetan sabit itu mengenai dirinya dan membuatnya kehilangan beberapa persen HP.
Setelah itu Archie di tendang oleh laki-laki tadi dalam keadaan yang masih terkejut akibat serangan mendadak tadi. Karena tendangan itu Archie harus terpental hingga menabrak dinding ruangan itu dan membuat ruangan itu seakan bergoyang akibatnya.
"Kalian yang mengetahui tempat ini harus mati disini" laki-laki berjubah hitam tadi berucap sambil memamerkan sabitnya yang besar dan terlihat tajam.