Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 186: Kedatangan Dua Mutiara dan Berita Keberhasilan



Keesokan paginya, Ikhsan terbangun dari tidurnya dengan rasa sakit kepala yang sedikit mengganggunya.


Sakit kepala itu ia dapatkan hasil dari overthinking-nya malam tadi. Rencananya untuk berkoalisi dengan bangsa Dwarf berjalan sangat mulus, bahkan bisa dibilang tanpa ada masalah yang muncul sama sekali.


Hal itu sedikit membuat Ikhsan terganggu, sebab ia tak bisa tenang saja melihat semua ketenangan yang berlebihan itu. Dan juga ia teringat akan ucapan Proxyma tentang orang-orang yang juga mencari lokasi Duggarum itu, entah apa yang mereka cari masih belum diketahui oleh Archie, dan mungkin saja mereka juga menargetkan bangsa Dwarf itu sama seperti Archie.


"Aaaw...aw...aw! Kepalaku terasa mau pecah kalau aku selalu memikirkan hal tersebut" Ikhsan meringis kesakitan sambil memijit-mijit keningnya yang terasa sakit itu, untuk mengalihkan perhatiannya, akhirnya Ikhsan pun beranjak dari tempat tidurnya untuk pergi ke ruang tengah. Ia bermaksud untuk menonton TV pagi itu.


Sambil menikmati kopi yang telah ia seduh, Ikhsan pun menikmati pagi damainya dengan menonton acara TV yang selalu memberikan informasi-informasi penting untuknya.


"Ooh! Bring Me The Horizon meluncurkan singel terbaru rupanya. Judulnya Die4u sepertinya cocok untuk masuk playlist ku nanti" Ujarnya setelah melihat berita yang ada di televisi.


Ikhsan terus mengganti saluran channel televisinya, berbagai macam berita telah ia dengar pagi itu. Mulai dari berita politik, sosial, ekonomi, teknologi, hingga berita olahraga.


Sampai pada akhirnya Ikhsan merasa cukup mendengar semua itu, ia pun kembali mengganti saluran channel televisinya ke channel yang membahas serba-serbi dalam game Cyrus Online, yaitu CyrusTV.


Selama ini Ikhsan begitu jarang memperhatikan perkembangan yang terjadi di Cyrus Online, banyak berita update yang tidak ia ketahui karena ia terlalu sibuk dengan urusannya sendiri di dalam game itu.


Salah satu yang menarik bagi Ikhsan adalah kemunculan rookie-rookie terbaru yang begitu menjanjikan dan kemungkinan besar menjadi ancaman bagi para pemain ranker. Mereka memang muncul beberapa bulan terakhir ini, namun kekuatan mereka bisa disetarakan oleh jajaran pemain ranker saat ini, Ikhsan bahkan sedikit takjub dengan kemampuan para rookie itu karena mereka bisa mengejar ketertinggalan mereka dengan begitu cepat. Berbeda jauh dengan Ikhsan yang harus berjuang keras karena keterbatasan sumber daya.


Selain kehebatan para rookie debutan, Ikhsan juga sedikit tertarik dengan berita tentang player yang suka mengambil pedang player lainnya.


Hal ini terungkap setelah ada salah satu korban dari player tersebut mengungkapkan cerita tentang player itu. Setelah bercerita tentang panjang lebar, ternyata ceritanya itu direspon oleh banyak player lainnya yang juga mengalami hal serupa.


Player itu lalu dijuluki sebagai 'The Sword Hunter' karena tingkahnya yang selalu mengambil pedang milik musuhnya yang telah ia kalahkan.


Tidak banyak yang diketahui dari the sword hunter, para korbannya hanya menyebutkan kalau si the sword hunter menggunakan pedang samurai dan menggunakan topeng iblis.


"Pengguna Katana juga kah? Mungkin ia memiliki job samurai tingkat lanjut, namun ada hal aneh dengan orang ini" Ikhsan berkomentar kembali.


Lalu berita berikutnya menjelaskan situasi anomali yang sedang melanda Benua Cirus. Hal ini memang membuat Ikhsan tertarik, akan tetapi ia sudah memprediksi hal tersebut akan terjadi dalam waktu dekat, walaupun tak seawal ini.


Di Cirus, tengah terjadi pergolakan-pergolakan di setiap wilayah yang ada di Cirus, entah itu wilayah yang kecil ataupun wilayah yang cukup besar seperti Kekaisaran. Kebanyakan pergolakan itu disebabkan oleh para NPC, mereka para NPC merasakan ada ketidakadilan sehingga menimbulkan pemberontakan, dan pada akhirnya para player yang memiliki koneksi khusus dengan pihak Kekaisaran ditugaskan untuk memberantas hal tersebut.


Banyak quest dari kekaisaran untuk melawan para NPC pemberontak itu, para player pada umumnya akan mengambil quest-quest tersebut tanpa banyak tanda tanya. Namun bagi segelintir orang seperti Ikhsan, hal tersebut malah membuatnya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi sebenarnya.


"Sepertinya Main Quest 1 akan segera berakhir, dan kemunculan Main Quest ke-2 akan membuat semua pemain terguncang nantinya. Mengerikan, game ini sangat mengerikan! Apa sebenarnya yang kau pikirkan Lei Huang?" Setelah berkata seperti itu, Ikhsan pun mematikan televisinya dan ia kembali ke kamarnya yang ada di lantai dua untuk kembali masuk ke dalam game karena masih banyak yang ia harus kerjakan di sana.


...****************...


Mendengar berita tentang ayahnya yang menyatakan perang dengan Bloodelf membuat dua mutiara yaitu, Athriel dan Ashiya langsung bergerak cepat menuju Nilfelin untuk menemui Elondil.


Kedatangan mereka berdua cukup mengejutkan pihak kerajaan sebab mereka berdua datang secara mendadak, hal itu membuat pihak kerajaan langsung bergegas mempersiapkan segala hal seperti mengadakan perjamuan untuk mereka.


Kedatangan ini juga menjadi kedatangan kali pertama mereka ke Nilfelin untuk bertahun-tahun lamanya, makanya setiap orang di Nilfelin begitu terkejut dengan kedatangan Athriel dan Ashiya kali ini, termasuk juga ayah mereka sendiri yaitu Elondil.


Di dalam ruang perjamuan mereka semua berkumpul. Elondil seperti biasanya ditemani oleh penasihatnya yaitu si Tetua Uungor yang selalu marah-marah. Namun kali ini Tetua Uungor tidak marah-marah seperti biasanya, kali ini ia menunjukkan ekspresi seperti orang yang tengah menahan sakit perut.


Tetua Uungor merasa ada hal yang tak baik-baik saja dengan kedatangan mereka berdua, apalagi dalam keadaan yang sangat-sangat mendadak. Terlebih lagi Tetua Uungor juga mengetahui konflik yang terjadi diantara Elondil dan anak-anaknya, terlebih dengan Athriel.


"Bagaimana keadaan kalian berdua?" Elondil memulai pembicaraan dengan menanyakan kabar kedua anaknya itu.


Ashiya masih berdiam diri, sebenarnya ia ingin menjawab pertanyaan ayahnya itu dengan perasaan bahagia, bahkan saat melihat ayahnya yang masih sehat-sehat saja membuatnya sudah begitu bahagia. Namun ia harus menutupi semua perasaan itu untuk tidak menimbulkan kecurigaan.


"Seperti yang ayah lihat, kami berdua dalam keadaan sehat-sehat. Para High Elf sudah merawat kami dengan sangat baik" ucap Athriel sambil memakan hidangan yang ada di hadapannya, namun matanya sama sekali tak menatap ayahnya.


Jamuan makan itu berlangsung dengan keadaan yang begitu tegang, padahal seharusnya hal ini menjadi pertemuan yang begitu emosional terhadap ayah dan anaknya, akan tetapi tidak ada hal seperti itu di antara mereka.


Walaupun hanya datang berdua saja tanpa ada High Elf lain yang menemaninya, Athriel dan Ashiya bisa menimbulkan sedikit ketegangan kepada para petinggi kerajaan. Mereka semua berpikir-pikir tentang apa yang akan mereka berdua lakukan terhadap kerajaan.


Setelah merasa cukup puas dengan hidangannya, Athriel kini mengarahkan tatapannya ke arah Elondil. Ia menatap ayahnya dengan sangat intens, seperti ada api kebencian yang menyala di dalam matanya.


Suasana menjadi lebih tegang kali ini, semua orang ikut melihat ke arah ayah dan anak itu. Mereka melupakan apapun yang ada di hadapan mereka saat ini.


"Baiklah ayah ku rasa sudah saatnya menghentikan sandiwara ini" ucap Athriel. "Seharusnya ayah tahu mengapa kami berdua kesini kan?"


Pertanyaan Athriel membuat Elondil menghela nafas berat, Elondil sedikit menggelengkan kepalanya lalu dengan berat hati ia pun menjawab pertanyaan Athriel itu. "Sepertinya kau sudah mendengar rencana ayah tentang berperang dengan Bloodelf, lalu apa ada hal lain yang kau risaukan Athriel?"


"Tidak ada kerisauan pada diriku, tapi apakah rencana mu ini terlalu terburu-buru? Ingatlah, orang yang terburu-buru selalu menimbulkan keputusan yang salah ayahku" Athriel mencoba meyakinkan ayahnya, namun Athriel merasa ayahnya tidak mendengarkan apa yang ia sampaikan itu.


Elondil sendiri sudah tau pasti rencananya ini akan disesalkan oleh para High Elf itu, termasuk juga kedua anaknya. Maka dari itu ia sudah mempersiapkan langkah-langkah yang jitu, yang bahkan anggota dewan High Elf tidak mengetahui sama sekali tentang hal ini.


"Kau tenang saja Athriel! Urusan dengan Bloodelf sudah menunjukkan hasil yang sesuai harapan. Pasukan-ku berhasil memenangkan pertempuran di Nelaluma. Hanya butuh satu dorongan lagi untuk menaklukkan Allmshara!" ucap Elondil dengan penuh rasa bangga. "Hanya menunggu waktu saja Allmshara akan terkuasai dan jika hal itu terjadi, tidak ada pilihan lain bagi Bloodelf selain menyerah!" tambahnya.


Mendengar jawaban dari Elondil, Athriel menjadi begitu terkejut. Hampir saja ia memuntahkan minuman yang barusan ia minum ke wajah ayahnya sendiri, fakta itu sama sekali tak ia ketahui. Ia begitu yakin kedatangannya ke Nilfelin sudah begitu cepat, namun ternyata pergerakan ayahnya lebih cepat dari itu.


Namun Athriel kembali mendapatkan ketenangannya, walaupun ayahnya bilang seperti itu tapi ia masih belum bisa percaya penuh. Tetapi saat perwira istana kembali menyampaikan kabar gembira dari medan pertempuran, Athriel sekali lagi terkejut bukan main.


Berbeda dengan kakaknya, Ashiya malah begitu senang mendengarnya. Walaupun tak ia lukisan di wajahnya, namun Elondil bisa merasakan kebahagiaan saat ia melihat Ashiya yang meminum-minuman-manis dengan penuh suka cita.


Setelah terdiam beberapa saat, Athriel kembali teringat dengan masalah bangsa Dwarf. Ia kembali bertanya kepada ayahnya tentang hal tersebut, dan kini ia yakin masalah ini masih ada sedikit kendala yang terjadi.


Athriel begitu yakin dari wajah ayahnya yang menunjukkan kecemasan. Athriel menduga kalau sampai saat ini, tidak ada kabar yang datang tentang masalah Dwarf.


Namun keajaiban sekali lagi terjadi. Seorang penjaga istana berlari-lari hingga terlihat seperti tengah dikejar Naga Hijau, memasuki ruangan perjamuan.


Perwira itu membawa sepucuk surat, ia buru-buru menyerahkan itu kepada Raja Elondil dan disambut oleh Tetua Uungor.


Raja Elondil pun meminta Tetua Uungor untuk membaca surat tersebut, Raja Elondil pun agak sedikit kebingungan dengan kedatangan surat itu.


Setelah membaca beberapa kata dalam surat tersebut, Tetua Uungor bergetar hebat seperti orang yang ayan. Raja Elondil pun langsung khawatir dengan kondisi Tetua Uungor yang tua itu, termasuk juga semua orang di sana yang tiba-tiba menjadi khawatir akan keadaan beliau.


Namun semua orang langsung terdiam begitu Tetua Uungor memberitahukan kepada mereka semua apa sebenarnya isi dari surat tersebut. "Mereka semua berhasil! Mereka semua tengah menuju kemari membawa rombongan bangsa Dwarf!" ujar si Tetua Uungor sebelum dirinya pingsan.


Sekali lagi Athriel terkejut bukan main, kali ini ia bahkan lupa untuk menutup mulutnya yang terbuka begitu lebar. Ia tak habis pikir dengan semua kondisi yang terjadi saat ini, padahal ia sudah begitu yakin kalau misi menemukan bangsa Dwarf itu akan menjadi hal yang begitu rumit, namun siapa sangka hal itu malah menjadi hal yang sangat mudah.