
Archie, Rick, Seth, Izzy, Lynch, Willy, Sunny Cloud, serta si misterius berkumpul di suatu tempat guna membahas rencana mereka. Masih banyak yang mempertanyakan keputusan Archie untuk menerima orang misterius tersebut, Rick yang sudah menjadi sahabatnya sedari kecil sangat mempercayai keputusan Archie dan ia mulai menenangkan yang lainnya agar tidak terlalu memikirkan hal tersebut.
"Sudahlah jangan dipikirkan terus, aku yakin ia mempunyai pertimbangan yang logis" ucap Rick.
Akhirnya semua orang menjadi lebih tenang ketika mendengar ucapan Rick, mereka juga kembali mengingat seberapa hebatnya Archie. Jadi untuk urusan takut bila dikhianati, Archie tidak akan menghabiskan waktunya hanya untuk memikirkan itu semua.
Archie tersenyum saat melihat Rick mencoba menenangkan mereka semua, ia merasa sangat beruntung mempunyai seorang sahabat yang sangat bisa ia percayai dalam hal apapun.
"Baiklah teman – teman. Aku tau apa yang kalian pikirkan tapi kalian harus buang pikiran itu semua dan kembali fokus ke misi kita" Ucap Archie membuka rapat mereka itu.
Semuanya menjadi sangat serius, berbanding terbalik dari beberapa saat yang lalu. Mereka semua mengeluarkan pendapat mereka masing – masing dalam rencana penaklukan dungeon ini. Suasana rapat mereka terasa seperti rapat pemilihan ketua RT!.
Banyak terjadi perbedaan pendapat dalam rapat mereka, namun itu semua demi kemajuan mereka semua. Salah satu yang paling menonjol adalah perdebatan antara Willy dan Sunny Cloud. Bermodal ingin show off ke orang yang mereka sukai, akhirnya mereka bersaing opini tentang starategi penaklukan dungeon.
"Anu bagaimana jika kita melihat keadaan dari guild lain dulu. Pasti ada beberapa guild yang akan masuk dungeon mode normal untuk pemetaan strategi mereka, kita tunggu mereka dan kita cari informasi tentang dungeon tersebut lalu kita masuk dengan keadaan yang siap" ucap Sunny memulai perang opininya.
Sunny Cloud melirik ke arah Willy yang sedari tadi menggembungkan pipinya ketika Sunny memulai opininya. Ia merasa selangkah lebih maju daripada Willy, Sunny Cloud mulai menggoyang – goyangkan ekornya kepada Willy. Merasa tersulut, Willy mengangkat tangannya sambil tetap menggembungkan pipinya.
"Ada yang ingin kau sampaikan Willy? Tanya Archie ke Willy
"Menurutku lebih baik kita masuk ke dungeon mode normal untuk pemetaan strategi, karena jika kita hanya mengandalkan informasi dari orang lain, bisa saja kita tertipu akan informasi itu. Lain halnya jika kita yang mengalami langsung maka kita bisa dengan tepat menemukan solusi dalam masalah itu" Jelas Willy ke Archie tentu saja dengan sambil menggembungkan pipinya.
Archie terlihat menimbang nimbang semua masukan dari teman – temannya, termasuk masukan dari Willy dan Sunny. Archie mencoba memegang janggutnya, namun ia langsung tersadar bahwa ia tidak punya janggut panjang sehingga ia beralih memegang rambut putihnya.
"Semua masukan dari kalian ada benarnya, namun aku lebih suka masukan dari Willy. Kita harus masuk ke dungeon normal untuk pemetaan strategi kita, bagaimana apa kalian keberatan jika tidak mari kita akhiri sekarang dan segera bersiap masuk ke dungeon" Ucap Archie.
"Baiklah apa kalian sudah siap?" Tanya Archie kepada mereka, semuanya sudah bersiap untuk bertarung di dalam dungeon nanti. Namun saat mereka hendak masuk ke dalam dungeon, Archie tiba – tiba berlari ke arah yang berlawanan. Willy dan yang lain merasa bingung melihat Archie yang malah berlari kembali ke luar, tidak masuk ke dalam dungeon.
Bukan tanpa alasan Archie berlari kembali, dengan cepat Archie menebas angin- bukan sekedar angin melainkan sebuah anak panah yang Archie tebas.
"Semuanya bersiaplah bertarung kemungkinan kita diserang adalah 1 miliar persen" teriak Archie menyuruh teman – temanya untuk tetap waspada.
Semuanya menjadi serius dan tegang dibuatnya, bahkan ini berefek ke player lain yang berada disana. Mereka seperti terancam akan sesuatu yang tidak mereka ketahui. Archie mencoba melihat disekelilingnya namun ia tetap tidak menemukan orang yang melesatkan anak panah tadi. Beberapa anak panah kembali melesat ke arahnya, tetapi kecepatan Archie melebihi anak panah tersebut ia dengan mudah menghindari dan menebas anak panah tersebut.
"Keluarlah, tunjukan dirimu jangan hanya bisa bersembunyi kau bocah sialan!" teriak Archie yang mulai kehabisan kesabarannya.
Kemudian muncul beberapa gerombolan orang – orang yang terlihat sangat marah. Di bahu sebelah kanan mereka terlihat badge yang tercetak lambang kalajengking bewarna merah- mereka semua adalah kelompok Red Scorpion.
"Oi oi oi, itu kan Red Scorpion dan the giant Marsha ketua mereka, apa yang mereka lakukan disini?"
"Apa kelompok beragajul itu sudah membuat Red Scorpion marah?"
"Habislah mereka semua!"
Komentar komentar dari player lain mulai berterbangan layaknya kapas yang tertiup angin, tak terhentikan.
Kemudian muncul seseorang bertubuh besar layaknya beruang. Dengan penampilan yang agak acak-acakan mulai dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Dengan senyuman membunuh ia menatap Archie seakan dia memiliki dendam 7 turunan kepadanya. Lalu pria beruang itu menyapa Archie sambil membunyikan tabuh genderang perang.
"Yo kita bertemu lagi rambut putih sialan!"