Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 88



Walaupun sudah dilukai oleh Elondil dan pasukan kerajaan Narannas, Lo-Kag masih belum menunjukkan bahwa ia akan tumbang sebentar lagi.


Bahkan kekuatannya sedikit meningkat semenjak itu. Saat ini Viola dan yang lainnya sedang berusaha mati-matian untuk mengalahkan Lo-Kag.


Sebagai seorang ketua guild skala kecil, Viola menunjukkan kapasitasnya. Dia dengan lancar memberikan perintah kepada yang lainnya.


Pasukan kerajaan Narannas serta yang lainnya pun juga tak keberatan mendengar perintah dari Viola, walaupun sebenarnya ada Lusirele juga disana namun dia tak memperdulikan status itu. Selama perintah Viola memberikan keberhasilan bagi mereka, Lusirele tak mementingkan hal itu.


Memang semua perintah dan strategi dadakan Viola cukup memberikan hasil, namun tetap saja Lo-Kag tak mudah untuk dikalahkan oleh mereka semua.


"Aku tak mau mengakuinya, namun kapasitasnya sebagai seorang komandan tak bisa diragukan!" Sambil tersenyum Lusirele mengungkapkan itu.


Viola tak bisa mendengar hal itu, dirinya saat ini tengah terfokuskan dengan makhluk raksasa yang ada di depannya. Beragam simulasi sudah terolah di otaknya, namun ia kesal karena semua simulasi itu tetap tidak menguntungkan bagi pihaknya.


"Tidak ada cara lain!"


Setelah berucap, Viola pun menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah Lo-Kag. Tindakannya itu membuat Venus sedikit khawatir dengannya, namun Venus langsung bisa mengendalikan dirinya dan membantu Viola dari arah belakang dengan skill memanahnya.


Melihat ada yang berlari dengan cepat ke arah depan, anggota Phoenix Flame yang masih tersisa pun mencoba menghadang Viola. Mereka langsung mengelilingi Viola sehingga membuat Viola terjebak di lingkaran mereka.


"Tak akan ku biarkan lewat kau!"


"Kami akan membinasakan mu disini bersiaplah!"


"Neng mau kemana neng? Main dulu sama abang muehehehe"


Mengetahui dirinya sedang terkunci, Viola pun hanya bisa menggigit bibirnya dan merasa begitu kecewa. Ia bisa saja mengalahkan mereka, namun jumlah mereka yang banyak menjadi kendala bagi Viola.


Mereka semua pun langsung menyerang Viola secara bersamaan, dan Viola hanya bisa mengangkat pedangnya sambil bersiap untuk memberikan sebuah serangan juga.


Lalu tiba-tiba salah satu dari kelompok Phoenix Flame terkena sebuah anak panah yang begitu tepat mengenai kepalanya. Seketika itu juga dia langsung menjadi sebuah partikel dan lenyap.


Mereka semua langsung panik, mereka mencari siapa yang melakukan hal itu. Dan mereka menemukan seorang perempuan yang berjarak ratusan meter, sedang menatap tajam ke arah mereka sambil membidik mereka dengan panahnya.


"Nice assist Venus!" Ucap Viola dalam hatinya.


Melihat mereka yang teralihkan oleh Venus, Viola pun langsung menghabisi mereka dengan cepat. Permainan pedang milik Viola begitu indah dan anggun, semua gerakan begitu suci tak tercela.


Selain itu dia juga menunjukkan wajah tanpa ekspresinya saat berpedang, terlebih pedangnya yang terlihat dingin seperti angin malam membuat dirinya benar-benar di kenal sebagai Ice Cool Warrior.


Venus juga memberikan performa terbaiknya. Ketika ia mengambil anak panah, dia seperti orang yang begitu berbeda. Jika biasanya ia adalah orang yang begitu pemalu dan takut, tetapi saat dia memegang busur dan panah rasa takut dan pemalu nya seperti hilang tak berbekas. Bahkan ia juga tak segan-segan menembakkan anak panahnya ke arah kepala musuhnya.


Dan itulah yang dialami oleh anggota Phoenix Flame, mereka bagaikan menjadi papan target panahannya Venus. Dengan mudahnya Venus melepaskan anak panahnya yang melesat cepat ke arah kepala mereka, dan jika tak mengenai kepala, Venus pun langsung mendecakkan lidahnya karena merasa kesal.


"Mereka berdua mengerikan!"


"Yah benar-benar membuatku hampir gagal jantung melihat aksi mereka berdua"


Hanya itu yang bisa diucapkan oleh si Tetua Uungor dan Curufin saat melihat aksi Viola dan Venus.


Sisa dari anggota Phoenix Flame pun sedikit ketakutan melihat Viola dan Venus, mereka semua langsung mundur karena hal itu.


Namun naas disaat mereka mundur, Lo-Kag malah tiba-tiba menyerang mereka semua. Sial sekali bagi mereka, saat mereka hendak menyelamatkan diri, mereka malah harus mati oleh sesuatu yang bahkan mereka tidak tahu apa itu.


Semua orang yang melihat itu sedikit merasa ngeri karenanya, bahkan para NPC seperti warga kota Nilfelin juga merasakan kesedihan karena hal tersebut.


"Semuanya serang makhluk besar itu dan kita jadikan ini kemenangan kita!" Lusirele langsung berteriak setelah melihat anggota Phoenix Flame lari kocar-kacir.


Pasukan kerajaan pun langsung maju ke depan mengikuti arahan dari komandan mereka tadi, tak lupa juga Viola. Sempat mengalami sedikit syok, Viola langsung bisa pulih dan kembali bersemangat untuk mengalahkan Lo-Kag.


Mereka semua bersama-sama maju dan menyerang Lo-Kag dari semua sisinya. Mereka semua menyerang apa saja yang bisa mereka jangkau, mereka menyerang lengan, kaki, hingga kepala.


Mereka menyerang tanpa henti walaupun makhluk itu sudah meraung-raung keras mereka tetap melanjutkan serangan mereka dan berharap makhluk itu akan segera tumbang.


Melihat orang-orang yang sangat bersemangat membuat tubuh Rizvtir juga jadi gatal, ia yang awalnya enggan membantu akhirnya tak bisa menahan keinginannya untuk menyerang makhluk itu dengan brutal.


Ikutnya Rizvtir menyerang Lo-Kag membuat makhluk itu semakin meraung-raung tak jelas, terlebih lagi serangan dari Rizvtir yang sangat brutal dan bar-bar. Ketika orang lain cuma bisa memberikan satu tebasan, Rizvtir malah bisa memberikan puluhan tebasan dalam satu tarikan nafas.


Lo-Kag pun menjadi semakin kesakitan, ia kehilangan kendalinya dan langsung memberikan sebuah serangan area yang membuat semua orang disekitarnya langsung terlempar dan terhempas jauh.


Bruaaaaaaaa....


Selepas berteriak keras dan nyaring, Lo-Kag lalu mengeluarkan sebuah skill area lagi.


Lo-Kag memukul-mukul tanah yang mengakibatkan munculnya batu-batu besar yang terbakar oleh lava. Setiap pukulan dan hentakannya tak hanya memunculkan batu besar yang panas, namun juga menimbulkan efek getaran yang sangat hebat.


Beberapa pasukan kerajaan jadi terluka parah akibat serangan itu. Selain itu Lusirele, Tetua Uungor, Curufin serta Rizvtir pun juga terluka walaupun tak terbilang parah.


Sedangkan untuk Viola dan Venus mereka juga terluka namun setelah mereka meminum HP potion, luka di tubuh mereka seperti hilang tak berbekas.


"Sebenarnya makhluk apa itu Tetua Uungor?" Tanya Viola sambil meminum HP potionnya yang kedua.


Tetua Uungor membuang nafasnya dengan berat, matanya terpejam seakan ia begitu enggan untuk berbicara tentang hal itu kepada Viola.


"Sebenarnya aku tak ingin mengatakannya tetapi ini kepentingan orang banyak!


Makhluk itu ialah Lo-Kag, ia merupakan pelindung hutan Razolore dari ras gigantoid yang sudah punah sebelumnya"


Wajah cantik Viola langsung berubah pucat saat mengetahui tentang makhluk itu, segala keyakinannya untuk bisa mengalahkan makhluk itu langsung lenyap seketika.


Viola sudah terduduk lemas, kakinya seakan tak bisa ia gerakan lagi bahkan untuk berdiri. Dirinya hanya bisa memandangi Lo-Kag yang meraung-raung tak jelas.


"Oi apa kalian sudah menyerah? Aku kira makhluk seperti kalian itu tidak kenal kata menyerah!" Ucap Rizvtir.


Rizvtir mengumpat kesal di dalam hatinya melihat Viola dan yang lainnya sudah kehilangan semangat juangnya. Rizvtir pun mencoba sekali lagi untuk menyerang makhluk itu, namun naas dirinya harus terpental jauh akibat pukulan dari Lo-Kag.


Karena pukulan itu, Rizvtir tak mampu lagi untuk berdiri karena luka yang cukup serius. Semakin gelisah lah hati Viola setelah melihat betapa mengerikannya makhluk besar itu, bahkan untuk mengalahkan salah satu Panglima saja makhluk itu hanya perlu satu pukulan.


"Apakah kita akan tamat?" Sebuah pertanyaan langsung terlontar di benak Viola.


Saat dia sudah berpasrah diri, ia melihat seseorang dengan rambut putih sedang berjalan santai menuju Lo-Kag berada.


Viola tak bisa mengenali dengan jelas siapa sosok itu, karena sosok itu tertutupi oleh aura hitam yang begitu pekat dan kuat. Bahkan Viola saja merasa ngeri saat sosok itu melewati dirinya.


"Siapa sosok itu? Jangan-jangan Archie?" Ucap Viola dengan nada yang begitu terkejut.