Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 105: Desa Spezia



Perjalanan Momo-chan menuju desa Spezia cukup terbilang mudah. Itu dikarenakan Ruksel yang sudah tahu jalan mana yang lebih aman untuk menuju desa Spezia, sehingga memudahkan perjalanan mereka berdua dan menghemat tenaga serta waktu pula.


Walaupun begitu, Momo-chan tidak benar-benar hanya diam menikmati perjalanannya. Dirinya juga sempat bertarung dengan beberapa monster yang sempat menghalangi jalan mereka.


Namun dengan levelnya yang sudah level 4, Momo-chan cukup mudah mengalahkan monster itu dengan hanya menembakkan dua kali [Fire Ball] monster-monster itu sudah tepar dan koid.


Itulah salah satu kelebihan dari Mage, walaupun mereka masih memiliki level yang rendah namun mereka memiliki damage yang cukup besar untuk melenyapkan musuhnya, akan tetapi mereka sangat perlu MP dan HP untuk menunjang hal tersebut.


"Berapa lama lagi kita sampai ke desa itu paman?" Sambil melihat-lihat benda yang ada di inventorinya, Momo-chan bertanya


"Kita hampir sampai gadis cantik! Coba lihatlah di depan sana!"


Momo-chan langsung melihat ke depan, pemandangan desa yang indah langsung masuk ke bola matanya.


Desa itu dikelilingi oleh pagar batu yang melindungi desa itu dari serangan monster-monster. Ada juga beberapa kincir angin besar yang bergerak lamban ditiup angin segar yang menghidupi orang di dalam desa itu. Pemandangan hijau di sana sini juga sangat memanjakan mata Momo-chan, ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan desa itu.


"Dari dulu aku sangat ingin ke tempat yang seperti ini tetapi semua buyar karena jadwal padat ku, dan sekarang aku bisa melihatnya dengan hanya bermain game? Aku akan beri si rambut uban itu hukuman jika aku bertemu dengannya!" Ucap Momo-chan dengan wajah yang begitu gelap, sampai-sampai membuat Ruksel mengeluarkan keringat dingin.


Tak selang beberapa lama akhirnya mereka berdua pun memasuki kawasan desa Spezia. Pertama-tama Ruksel harus diperiksa dulu oleh pihak keamanan desa Spezia, hal ini sudah sangat wajar disini, mereka tidak ingin ada orang random yang memasuki desa dengan tingkah yang juga tak kalah random, contohnya ialah si Summoner itu.


Penduduk desa sudah sakit kepala dengan tingkah acak dari Summoner itu, sehingga mereka trauma dan tidak mau ada orang yang masuk ke desa mereka dengan sikap yang sama dengan si Summoner itu.


"Ruksel siapa gadis cantik itu? Apa kau membawa istri lagi sehabis dari kota?"


"Hei kau ini! Istrimu di rumah menunggu kedatangan dirimu, tapi engkau malah membawa seorang gadis? Ckckck"


Petugas keamanan desa Spezia mengintrogasi Ruksel yang sedang membawa Momo-chan, mereka mengira Momo-chan adalah gadis yang ia kencani saat di kota.


Ruksel mencoba memberikan argumen untuk membantah ucapan mereka tadi, akan tetapi dirinya tidak bisa berbicara satu bait kata pun karena terus di desak oleh mereka dengan pertanyaan yang berulang-ulang, hingga membuat Ruksel hampir muntah darah karena ulah mereka yang bisa membuat kegaduhan itu.


Melihat Ruksel yang disudutkan seperti itu, membuat Momo-chan sedikit geram dengan ulah penjaga itu. Momo-chan turun dari kereta dan mendatangi penjaga itu, lalu ia pelototi penjaga itu hingga membuat penjaga itu sedikit ketakutan.


"Apa yang kau inginkan huh? Aku bisa menahan dirimu karena sudah membuat gaduh di desa ini!"


"Kalianlah yang bikin gaduh! Aku ini cuma menumpang kereta milik paman Ruksel saja dan kalian malah menuduh paman Ruksel selingkuh. Kalian itu harus mendengarkan terlebih dahulu dari orangnya barulah kalian berkesimpulan! Mengerti kalian berdua?" Momo-chan memarahi penjaga itu dengan gaya seorang guru killer.


Ruksel hanya bisa menundukkan wajahnya sambil tertawa di dalam hatinya, sedangkan kedua penjaga itu langsung bergidik ngeri melihat Momo-chan yang marah-marah itu. Akhirnya kedua penjaga itupun langsung menyuruh Ruksel untuk segera masuk desa.


"Kau hebat sekali gadis muda, kau bungkam mereka berdua dengan hanya menggunakan kata-kata. Mereka pasti tidak berani macam-macam lagi dengan mu haha" Ruksel mengomentari aksi Momo-chan tadi.


Saat memasuki desa, manik mata Momo-chan langsung dimanjakan dengan suasana desa yang begitu asri. Begitu banyak pepohonan rindang yang berwarna hijau segar, pemandangan orang-orang yang bekerja di ladang serta pemandangan anak-anak kecil yang bermain dengan riang. Sungguh itu memanjakan mata Momo-chan.


Kereta kuda milik Ruksel akhirnya sampai di depan rumahnya. Sepasang anak kecil langsung berlari setelah melihat kereta kuda itu.


"Papa!" Ucap mereka berdua, lalu mereka berdua memeluk kaki Ruksel.


"Hei anak papa yang tampan dan anggun" Ruksel merendahkan tubuhnya dan memeluk kedua putra putrinya itu.


Tak lama setelah itu, keluar seorang perempuan cantik dari dalam rumah Ruksel. Perempuan itu memiliki paras yang cantik walaupun ada kerutan di beberapa bagian wajahnya namun masih tidak menutupi kecantikannya.


Perempuan itu tersenyum manis ke arah Momo-chan, lalu ia menyambut kedatangan Ruksel dengan sangat manis. Dari situ Momo-chan menyadari bahwa sebenarnya perempuan itu ialah istri Ruksel.


"Aku pulang Anne" ucap Ruksel tersenyum ke arah Anne.


"Papa papa! Siapa kakak yang cantik itu?" Si kecil bertanya dengan polosnya sehingga membuat Ruksel tertawa.


"Hei adik kecil namaku Momo, aku pengawal kereta milik ayahmu dari serangan-serangan monster dalam perjalanan pulang kerumah"


Mata si kecil langsung bersinar terang dan mulutnya terbuka lebar, mereka berdua pun langsung berlari ke arah Momo-chan dan memeluk Momo-chan dengan erat.


"Kakak kakak! Namaku Belle aku ingin jadi seperti kakak"


"Namaku Toni, aku juga mau jadi seperti kakak!"


"Tapi kan kak Toni itu laki-laki, kakak tidak bisa jadi seperti kakak ini, yang bisa cuma aku"


"Kalau begitu aku juga jadi perempuan saja!"


Melihat kepolosan kedua kakak beradik itu, membuat Anne, Ruksel dan Momo tertawa bahagia. Mereka bertiga tertawa tanpa memperdulikan kakak beradik yang sedang menatap ke arah mereka bertiga dengan keanehan.


"Gadis cantik, singgahlah dulu. Istriku akan memasak enak, jadi sebelum kau ketempat orang itu lebih baik kau isi dulu perut dan tenaga mu atau kau akan menyesalinya"


Setelah berkata seperti itu, Ruksel pun membawa masuk semua anggota keluarganya ke rumah, meninggalkan Momo yang masih berdiri di sana.


Momo-chan sedikit terpikir dengan ucapan Ruksel tadi, namun ia langsung melupakannya dan segera menyusul Ruksel kedalam rumah. Menurutnya rejeki jangan ditolak, kapan lagi bisa makan gratis.


............


Momo-chan merasa begitu senang setelah diajak makan oleh Ruksel bersama keluarganya. Bukan karena dia bisa makan gratis walaupun itu ada benarnya juga, namun alasan utamanya adalah betapa hebatnya istri Ruksel memasak makanan yang sederhana jadi begitu sedap.


Momo-chan begitu jatuh cinta dengan masakannya Anne, dia makan begitu lahap sehingga membuat si kakak beradik ikutan makan dengan lahap.


Setelah itu Momo-chan pun berpamitan dengan seluruh keluarga Ruksel ia harus menemui si Summoner itu.


"Rumahnya ada di paling ujung desa ini, kau pasti menemukan sebuah rumah kecil yang kurang terawat. Maaf tidak bisa mengantarkan kau kesana gadis cantik" dengan berat Ruksel berkata


Momo-chan menggeleng cepat. "Tidak apa paman, ikut paman ke desa ini saja aku sudah berterimakasih banyak, apalagi tadi paman ajak aku makan bersama padahal aku bukan siapa-siapa. Sekali lagi terimakasih banyak paman, aku pasti ingat selalu kebaikan paman ini"


Kemudian Momo-chan pun segera meninggalkan tempat itu, sambil berjalan ia tetap melambaikan tangannya ke arah keluarga Ruksel dan dibalas juga oleh keluarga Ruksel.


"Papa papa! Kakak Momo itu baik sekali orangnya ya pa, kalo besar nanti Belle mau jadi baik seperti kakak Momo"


"Iya, anak papa pasti jadi orang yang baik dan cantik sama seperti kakak tadi"


Ruksel langsung memeluk Belle dengan penuh kasih sayang sehingga membuat cemburu Toni yang juga ingin dipeluk seperti itu.


"Haha aku lupa aku punya 2 anak" ucap Ruksel tanpa tahu malu