Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 149: Seth In Action



Seth mencoba mengikuti kedua orang yang sudah ia tandai semenjak di dalam bar tadi.


Seth melompat ke satu atap ke atap yang lain seperti layaknya seorang ninja di zaman feodal Jepang. Dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah, ia semakin mirip dengan ninja.


Seth mengikuti kedua orang itu tadi dari atas, ia mengambil keputusan tersebut karena jika mengikutinya dari bawah maka akan timbul kecurigaan lebih dari kedua orang itu. Apalagi di kota itu tidak ada orang lain yang berjalan di luar selain mereka berdua.


Dengan mengambil jarak yang cukup aman, Seth bisa mengikuti mereka berdua tanpa disadari oleh mereka. Seth juga bisa mendengarkan beberapa percakapan mereka dengan sangat leluasa.


"Orang luar itu terlihat mencurigakan!"


"Kau benar, kita harus beritahukan ini kepada bos!"


Mereka berdua menambah kecepatan berjalan mereka, mereka ingin segera melaporkan hal tersebut kepada seseorang yang mereka sebut sebagai bos. Karena kehadiran Seth dan Izzy di kota itu cukup membuat mereka berdua bertanya-tanya dan mulai curiga kalau Seth dan Izzy punya tujuan tertentu di kota ini.


Seth yang mendengarkan semua itu dengan jelas hanya bisa mengangguk pelan, ia lalu melanjutkan pengintainya hingga ia sampai di mana kedua orang tadi memasuki celah gang sempit.


Tak ingin kehilangan jejak, Seth pun langsung bergerak cepat mengikuti mereka berdua memasuki celah gang sempit itu, namun ia tetap mengambil jalan lewat atas atap.


Seth terkejut, di dalam gang sempit itu terlihat beberapa orang lagi yang tengah berbicara kepada kedua orang yang ia ikuti tadi.


Mereka membicarakan tentang Izzy dan Seth yang baru saja memasuki kota, dan juga mereka membicarakan tentang barang yang dicari oleh boss mereka. Seth tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh orang-orang itu, tetapi ia tetap mendengarkan semua hal yang di bicarakan oleh orang-orang tersebut.


Beberapa saat telah berlalu, tampaknya mereka sudah selesai berbicara. Kedua orang yang di ikuti oleh Seth tadi kembali ke luar dari gang sempit, dan beberapa orang yang baru saja ditemui oleh kedua orang tadi bergerak menuju arah yang berlawanan.


Seth memilih untuk mengikuti beberapa orang yang mengambil jalan berlainan arah itu, menurut hematnya mereka akan mengantarkan Seth ketempat persembunyian 7Deadly.


Dan benar saja Seth sudah menemukan lokasi tempat persembunyian 7Deadly, di sana terlihat beberapa orang yang berjaga di depan sebuah rumah yang cukup besar.


"Kalian yakin tidak diikuti oleh seseorang?" Tanya penjaga tersebut kepada beberapa orang yang diikuti oleh Seth tadi.


Mereka semua nampak kebingungan dengan pertanyaan itu, tentu saja mereka tidak merasa demikian karena sedari tadi hanya ada mereka saja yang ada di jalanan.


Mereka lalu melihat ke kiri dan ke kanan mereka, coba mencari kemungkinan mereka diikuti oleh seseorang. Namun mereka tidak menemukan apapun, yang ada hanya jalanan yang sunyi tanpa seseorang pun.


Penjaga tadi pun langsung mempersilakan mereka semua masuk. Yang mereka semua tidak sadari adalah, sedari awal mereka sudah diikuti oleh Seth. Akan tetapi kehebatan Seth dalam melakukan pengintaian lah yang membuat mereka tidak menyadari keberadaan Seth, bahkan untuk para penjaga itu juga.


Sekarang yang menjadi masalah Seth adalah mencari cara untuk masuk ke dalam tanpa ketahuan oleh siapapun, hal itu cukup sulit karena di depan sana ada dua orang penjaga yang bersiap menyerang orang yang melintas di depan situ.


"Tidak ada cara lain kah" Ucap Seth yang begitu kesal karena mengalami kebuntuan.


Seth pun melompat ke beberapa atap hingga sampai tepat di atas tempat yang dijaga itu.


Dengan begitu cepat, Seth menyerang salah satu penjaga itu dengan serangan kejutan. Seth menyerang titik vital dari penjaga itu dan langsung membuatnya menjadi partikel kecil, penjaga yang satunya yang terkejut dengan kehadiran sosok Seth itu hendak menyerangnya, namun Seth terlebih dahulu bergerak ke arah belakangnya dan menutup mulut penjaga itu sambil menikamnya berkali-kali dari arah belakang hingga akhirnya penjaga itu juga berubah menjadi partikel kecil.


"Oke... Sekarang waktunya melakukan penyusupan" Ucap Seth lalu ia masuk ke dalam tempat persembunyian 7Deadly.


Di dalam tempat persembunyian, Seth mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh orang-orang di sana.


Sudah ada beberapa orang yang Seth bunuh saat berpapasan dengan dirinya dan kini Seth terus melanjutkan langkahnya untuk mencari tahu lebih jauh tentang 7Deadly.


Seth juga tidak lupa melaporkan setiap hal yang ia lihat pada Archie, dengan ini Archie akan selalu tahu keadaan yang dialami oleh Seth.


Seth sangat terkejut ketika ada seseorang yang berjarak hanya beberapa meter darinya, Seth bergegas menepi untuk menghindari penglihatan dari orang itu.


Beberapa saat kemudian orang itu tadi lewat di depan Seth, namun orang itu tidak melihat atau tidak mengetahui keberadaan Seth di dekat situ.


Akhirnya Seth pun langsung menyerangnya dari belakang hingga membuat orang itu mati. Seth membuang nafas lega begitu ia berhasil membunuh orang tadi, hampir saja dirinya ketahuan karena kelalaiannya sendiri.


"Itu tadi nyaris! Aku harus menajamkan semua indera yang ku miliki!" Ucap Seth lalu ia kembali melanjutkan misinya.


Kali ini Seth berada di ruangan yang cukup besar dan lebar, Seth pun sekarang bisa bergelantungan di atas karena ada beberapa tiang yang bisa dijadikan pijakan untuk Seth.


Sambil terus mengintai, Seth mencari keberadaan orang yang ia ikuti dari luar tadi. Ia tidak menemukan beberapa orang yang ia ikuti sejak dari gang sempit itu, namun ia melihat ada seseorang yang ia ingat betul wajahnya yang tadi juga tergabung dalam grup orang itu tadi.


Dengan penuh perhitungan, Seth menerjang orang yang sudah ia kunci tadi. Orang itu terkejut dengan serangan kejutan Seth dan ia pun tidak bisa bereaksi apapun.


Seth tidak langsung membunuh orang itu tadi, ia membawa orang itu tadi ke tempat yang cukup gelap dan mulai menginterogasi orang itu.


"Bos ada di ruangan sebelah! Dia baru saja melihat-lihat barang yang nantinya kami akan serahkan" ucap orang itu penuh ketakutan pada Seth.


Seth memicingkan matanya, ia tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh orang itu, Seth pun kembali menyuruhnya untuk terus bicara namun ia tidak mau bicara lebih jauh.


Terpaksa Seth mengambil cara lain, ia langsung membunuh orang itu untuk mempersingkat waktu yang ia punya. Kini tujuannya adalah ruangan sebelah yang merupakan tempat si bos berada.


Namun untuk sampai ke tempat itu tidaklah mudah, di sana banyak sekali orang-orang yang sepertinya menjaga tempat itu. Mereka memperlakukan tempat itu seperti tempat keramat, tidak boleh sembarang orang yang memasuki tempat itu.


"Jika aku membuat keributan di sini, aku takut si bos itu akan kabur dan aku hanya mendapatkan ampas saja!" Ucap Seth berusaha mencari cara terbaik untuk bisa ke tempat sebelah.


Akhirnya Seth pun mengambil langkah untuk tetap berjalan lewat atas saja, namun kali ini ia berjalan dengan sangat perlahan agar orang-orang di sana tidak mengetahui keberadaannya.


Saat Seth sampai di tengah-tengah, Seth melemparkan sebuah bom asap ke arah luar, orang-orang yang melihat hal itu langsung pergi ke tempat bom asap itu karena mereka mengira ada penyusup yang berani menyusup ke tempat persembunyian mereka.


Seth pun terkekeh melihat hal itu. "Ternyata mereka semua orang yang bodoh"


Baru saja Seth membuka pintu itu dengan perlahan, ia sudah di sambut dengan sebuah pukulan yang sangat telak mengenai wajah Seth. Pandangan Seth jadi sedikit kabur, ia tidak bisa melihat dengan jelas orang yang ada di hadapannya sekarang ini.


"Mereka semua bodoh bukan? Tetapi sepertinya kau juga bodoh ya" Orang itu kembali memukul Seth di wajahnya dan membuat Seth terhuyung-huyung, ia segera menangkap Seth dan melemparkannya ke dalam ruangannya, setelah itu ia mengunci ruangan tersebut dan menyisakan hanya dirinya dan Seth yang berada di dalam sana.


"Siapa kau?" Tanya Seth sambil berusaha bangkit walaupun masih terhuyung.


"Haha siapa aku? Bukankah itu pertanyaan yang harus ku lontarkan kepadamu yang sudah menyusup ke tempat ku?"


Orang itu kembali maju, ia memberikan sebuah pukulan keras yang masih mampu untuk ditangkis oleh Seth. Namun pukulannya hanyalah sebuah pengecoh, serangannya yang sebenarnya adalah sebuah hantaman lutut yang keras tepat mengenai perut Seth dan membuat Seth terkejut hingga memuntahkan air liurnya.


"Uhuk, sakit sekali!"


"Hmmm begitu kah? Sekarang bolehkah aku bertanya padamu apa tujuanmu menyusup kemari?" Orang itu kembali bertanya pada Seth.


Namun Seth tidak dapat menjawabnya, Seth masih merasakan sakit di bagian perutnya dan itu membuatnya kesulitan untuk berbicara.


Melihat Seth yang seperti itu membuat orang itu mengangkat Seth dengan tinggi dan terus membuat Seth untuk bicara, namun Seth tetap tidak dapat bicara dan itu membuat orang itu kesal.


Orang itu langsung membanting Seth dengan sangat keras di atas sebuah meja dan hal itu membuat Seth berteriak cukup keras.


"Masih tidak mau bicara?"


"Tutup mulutmu Alberto! Ayo kita bertarung!" Ucap Seth dengan lantang.


Orang yang bernama Alberto itu pun tersenyum melihat itu namun senyumannya bukan karena senang, melainkan ia geram sekaligus ingin memberikan rasa sakit yang lebih pada Seth.


Alberto kembali maju dan menyerang Seth dengan kekuatan penuhnya, Seth yang mampu melihat jalur lintasan serangan dari Alberto itu langsung bergerak ke samping untuk menghindarinya, ia menyerang paha dari Alberto dan membuat Alberto tersungkur.


Seth melanjutkan serangannya dengan memberikan beberapa tusukan di punggung Alberto, namun Alberto masih mampu bertahan dan memberikan sebuah tendangan keras ke arah Seth yang membuat Seth terlempar hingga membentur dinding.


"Aku tahu kau diperintahkan oleh seseorang untuk mengintai kami, tetapi asal kau tahu, kau sudah memilih musuh yang salah"


"Kau tahu, kami bekerja di bawah siapa? 7Deadly yang ku kelola ini hanyalah pengalihan. Ada orang-orang kuat di atas kami semua dan mereka itulah yang seharusnya kau targetkan!" Ujar Alberto.


"Hanya pengalihan kau bilang? Jadi maksud kau ada orang yang menyuruh kalian untuk menculik perempuan-perempuan itu?" Seth bertanya dengan wajah kepanikan.


"Oh jadi kau sudah tahu sampai situ kah? Jadi sekarang aku punya alasan kuat untuk segera membunuhmu!"


Alberto hendak memberikan serangan penghabisan pada Seth, namun sebelum itu Seth terlebih dahulu melempar bom asap dan bergegas keluar dari ruangan tersebut lewat atas.


Mengetahui Seth sudah tidak berada di sana membuat Alberto cukup marah namun masih ia bisa kendalikan emosinya itu, ia memanggil semua anak buahnya dan menyuruh mereka semua untuk mencari Seth dan membunuhnya.


Para anak buah Alberto pun langsung bergerak cepat mencari keberadaan Seth. Mereka semua mencari keseluruh sudut tempat tersebut, namun mereka masih belum bisa menemukan Seth.


"Hei itu dia!!" Teriak seseorang yang melihat Seth berlari meninggalkan tempat itu.


"Ah sial! Aku kurang beruntung hari" ucap Seth setelah menyadari dirinya di kejar puluhan orang.


Puluhan orang yang mengejar Seth tadi kini mulai mengerumuni Seth. Seth terpaksa berhenti berlari, ia mulai menatap ke sekeliling arah, ia melihat ke semua orang yang mengerumuni dirinya tadi.


"Serang dia!!" Perintah seseorang.


Mereka semua langsung mengepung Seth dan mencoba menyerangnya, Seth pun tidak tinggal diam, ia langsung menyerang orang-orang yang menyerang dirinya itu terlebih dahulu.


Orang-orang yang menghadang Seth tadi pun mampu ia kalahkan, namun beberapa orang muncul lagi dari arah belakangnya.


Merasa dirinya tidak mampu untuk melawan mereka semua, akhirnya Seth pun berlari cepat berharap hilang dari penglihatan mereka semua.


Seth langsung bergerak cepat ketika ia melihat sebuah celah di gang sempit, ia coba bersembunyi di situ sambil mengambil nafas.


Seth sadar jika dirinya pasti akan ditemukan oleh mereka cepat atau lambat, hingga pada akhirnya Seth memutuskan untuk bertarung apapun yang terjadi hingga dirinya dikalahkan.


Namun tiba-tiba Seth dikejutkan dengan sebuah lengan yang menyentuh dirinya, Seth yang terkejut itu langsung saja menebas karena refleks tubuhnya, tetapi ia langsung berhenti ketika melihat sesosok perempuan dengan wajah murung begitu ketakutan saat hendak di tebas oleh Seth tadi.


"Hei apa yang kau lakukan di sini? Aku hampir saja membunuhmu karena terkejut tadi" Seth membentak perempuan itu tadi.


Perempuan itu hanya bisa semakin ketakutan ketika dibentak oleh Seth, Seth yang menyadari kesalahannya langsung meminta maaf kepada perempuan itu.


Perempuan itu pun melihat perubahan sikap Seth, dengan wajah yang masih murung, ia seperti menunjukkan Seth sebuah jalan untuk menghindari anak buah Alberto.


Seth hanya diam saja mengikuti kemana perempuan itu membawanya, rupanya perempuan itu membawa Seth kesebuah tempat bawah tanah.


Seth awalnya ragu untuk masuk ke dalam sana, namun perempuan itu terus menariknya seperti menginginkan Seth untuk pergi ke sana juga. Akhirnya Seth pun mengikuti saja keinginan dari perempuan itu.


Seth pun masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu, di sana begitu gelap sekali sebelum perempuan itu menyalakan sebuah penerangan untuk mereka berdua.


Begitu Seth masuk lebih dalam, ia dikejutkan dengan pemandangan puluhan perempuan yang terlihat murung seperti tidak punya harapan lagi.


Tubuh mereka dipenuhi oleh luka dan memar, leher mereka terdapat sebuah belenggu yang membuat mereka seperti seorang budak tak punya harga diri.


"Apa-apaan ini semua!" Ucap Seth yang terkejut dengan semua yang ia lihat sekarang ini.