
“Aku baru saja mendapatkan kabar dari Sunny Cloud, dia
bilang saat dia hendak pergi ke arena, ia bertemu seseorang bertudung yang
tiba-tiba saja menusuknya dengan tombak. Setelah itu Sunny Cloud langsung
terbangun di katedral” Ucap Lynch yang menjelaskan situasi yang dialami oleh
Sunny Cloud.
Wajah Archie langsung berubah begitu mendengar
penjelasan dari Lynch, ia sudah menduga akan hal tersebut memang terjadi namun
ia masih belum mau percaya sebelum mendengar penjelasan dari Sunny Cloud sendiri.
“Dengan ini terjawab sudah pertanyaan kita di awal
tadi, sekarang apa rencanamu nak Archie? Persian bertanya pada Archie yang saat
ini terlihat seperti memiliki bermacam masalah yang rumit.
Memang saat ini Archie memiliki sebuah masalah yang
cukup serius, dirinya sudah membuka kartu as miliknya pada Joker. Sedangkan
Archie sendiri sampai sekarang masih belum mengetahui seberapa jauh
perbandingan kekuatan dirinya dengan Joker, sebab saat pertandingan melawan
Seth tadi nampaknya Joker masih belum mengeluarkan kemampuannya yang
sesungguhnya. Dan hal itu membuat Archie sedikit terganggu.
Archie sama sekali tidak punya gambaran jelas tentang
Joker, yang dirinya tahu cuma masalah yang remeh temeh seperti Joker yang di
duga ketua dari Ace of Spade, Joker adalah salah satu top ranker, dan Joker
mempunyai zodiak Pisces. Semua informasi itu tidak terlalu penting bagi Archie,
apalagi informasi yang terakhir.
Viola menangkap keresahan Archie itu, ia lalu
mendekati Archie dan tersenyum ke arahnya seraya berkata. “Kau tidak usah
terlalu memikirkan kemenangan, kau datang saja aku sudah sangat bahagia saat
ini. Kalaupun kau kalah, aku masih bisa membuat langkah yang baru entah bersama
guildmu atau aku membuat guild baru. Jadi lepaskan saja semua keraguanmu itu
adik ku yang manis!”
Mendengar perkataan dari Viola membuat Archie tertawa
renyah dengan senyuman tipis mengambang di bibirnya. Semakin lama tertawanya
semakin mengencang sampai-sampai Archie menutup wajahnya, dan hal itu membuat
yang lain merasa keheranan dengan Archie bahkan Rick pun langsung memukul
kepala Archie karena merasa Archie sudah tidak waras lagi.
Begtu dipukul oleh Rick tadi, Archie tidak marah
sedikitpun. Archie hanya berdiri beberapa saat tanpa bersuara sama sekali dan
juga tanpa menatap mata mereka semua hingga pada akhirnya Archie pun melangkah
pergi meninggalkan mereka semua dengan penuh kebingungan.
“Satu hal yang akan ku sampaikan padamu kak, aku tidak
pernah berpikir untuk kalah dari orang itu. Dan juga aku tidak ingin kau ada di
guildku nanti karena jika ada kau, aku tidak akan bisa bebas melakukan apa yang
kusuka” Ucap Archie lalu ia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti
tadi.
………
Di sisi lain, Cobalt, Marsha dan Joker sedang terlihat
berkumpul satu sama lain di sebuah ruangan yang ada di koloseum. Namun bukan
berarti mereka bertiga adalah teman akrab yang sedang berkumpul, justru
sebaliknya. Marsha dan Cobalt merasa sangat kesal dengan keberadaan Joker di
situ, jika saja Joker itu memiliki kekuatan yang setara dengan mereka berdua
pasti mereka akan menghajar Joker habis-habisan.
Namun perbedaan kekuatan yang begitu jauh dan telak,
membuat mereka cuma bisa menahan amarah mereka berdua. Hal itu terlihat dari
kepalan tangan mereka berdua yang bergetar hebat dan juga gigi mereka yang
saling bertemu satu sama lain.
“Berapa lama lagi aku harus melihat bedebah ini! Aku
sudah muak dengan wajahnya itu”
“Kau benar Marsha aku juga sudah muak berada di sini,
di mana orang yang bernama Poisonox itu aku ingin cepat-cepat meminta
bayaran ku”
Tak lama setelah Cobalt berkata seperti itu, tiba
seorang laki-laki tampan berambut berwarna hijau gelap dengan wajahnya yang
selalu menunjukkan senyuman walaupun sebenarnya senyuman itu adalah senyuman
palsu. Orang itu bernama Poisonox.
Muncul rasa ketidaksukaan dan kebencian di wajah Joker
ketika ia melihat wajah Poisonox itu, baginya Poisonox adalah penipu dan
pendusta yang sangat mahir. Entah sudah berapa orang yang Poisonox kelabui,
namun nampaknya jumlahnya tidak sedikit.
“Kau mencari ku Cobalt, Marsha?” Poisonox bertanya
dengan ekspresinya yang tak berubah sama sekali dari tadi.
“Hei Poisonox cepat berikan imbalan yang kau janjikan
pada kami, kau bilang kau akan memberi kami beberapa equipment kelas tinggi dan
sejumlah gold. Aku dan Marsha sudah tidak tahan berada di dekat orang itu” Ucap
Cobalt sambil matanya melirik ke arah Joker yang sedang bersandar di dinding.
Poisonox terus-menerus di tekan oleh Cobalt sehingga
membuat Poisonox tidak bisa berbuat banyak. Namun walaupun Poisonox ditekan
oleh Cobalt, Poisonox tetap menunjukkan wajah penuh senyumannya itu dan tidak
terlihat sama sekali rasa ketakutan di wajahnya.
Cobalt merasa marah pada Poisonox yang tidak juga
dengan segera memberikan imbalan pada dirinya dan Marsha, akhirnya Cobalt pun
memukul Poisonox tepat di wajahnya dan membuat Poisonox jatuh tersungkur
Joker yang melihat Cobalt memukul Poisonox itu hanya
bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan, lalu ia mengenakan tudungnya dan
berpura-pura tidak melihat apa yang sedang terjadi di hadapannya saat ini.
“Berhati-berhatilah dengan apa yang kau harapkan” ucap Joker.
“Heh rupanya hanya segini saja kah kemampuanmu? Berani
sekali kau memerintahku dengan kemampuanmu yang lemah itu!” Ucap Cobalt lalu ia
menginjak-injak tubuh Poisonox yang masih terbaring lemah di bawah itu.
Namun hal aneh terjadi pada Cobalt, Cobalt tiba-tiba
saat saja berhenti menginjak Poisonox lalu ia berjalan sempoyongan seperti
orang mabuk sambil memegangi bagian dadanya yang terasa begitu sakit dan nyeri.
Beberapa saat kemudian tubuh Cobalt ambruk dan ia semakin merasa kesakitan di
bagian dadanya, bahkan sekarang ia kesusahan dalam bicara.
Melihat kondisi Cobalt itu membuat Marsha heran, ia
langsung menatap Poisonox dengan tatapan penuh selidik.
“Kau apakan Cobalt hingga jadi seperti ini? Aku tahu
kau pasti melakukan sesuatu padanya, cepat katakan atau kau kubunuh saat ini
juga!” Ucap Marsha dengan nada penuh ancaman untuk Poisonox.
Poisonox pun tertawa garing melihat itu, senyuman di
wajahnya tidak luntur-luntur walaupun tadi ia sempat di injak-injak oleh
Cobalt. Namun sekarang ekspresinya sedikit berubah jadi menikmati apa yang
terjadi dengan Cobalt.
“Hoi cepat jawab pertanyaanku tadi!”
“Hehehe aku tidak melakukan apapun padanya, aku hanya
memberikannya bagaimana sensasi saat hendak bertemu dengan Tuhan! Apa ada yang
salah dengan itu semua?” Jawab Poisonox sambil mengangkat tangannya ke atas
seperti seseorang yang tengah berdoa.
Marsha pun menjadi marah dengan Poisonox, ia langsung
melompat ke arah Poisonox dan bersiap menyerangnya. Namun dengan cepat Joker
menghadang Marsha dan memberikan sebuah serangan tombak beruntun pada Marsha
yang membuat Marsha menjadi pecahan partikel dalam hitungan detik saja.
“Hehehe kau menyalamatkan Joker? Aku jadi sangat
tersentuh dengan sikapmu itu. Andaikan saja aku seorang perempuan, aku pasti
sudah jatuh cinta padamu Joker!”
Joker tak memperdulikan ucapan Poisonox itu, ia
membunuh Marsha bukan untuk melindungi Poisonox, melainkan itu semua adalah kehendaknya
sendiri. Bagi Joker, Marsha sudah menghalangi jalannya untuk ke arena karena
sekarang ini sudah waktunya untuk dirinya bertanding, akhirnya ia bunuhlah
Marsha itu.
“Hei Joker kau tahu kan perjanjiannya seperti apa? Aku
bukanlah orang yang suka mengulangi apa yang sudah ku ucapkan, jadi kuharap kau
masih mengingatnya kan? Atau kau lebih suka melihat teman perempuanmu itu
menderita sama seperti yang dialami oleh Cobalt ini?” Ucap Poisonox dengan
senyuman yang masih saja tercetak di wajahnya itu.
Merasa Joker tak memperdulikan ucapannya tadi membuat
Poisonox hanya tertawa kecil, lalu ia berjalan kembali ke arena meninggalkan
Cobalt yang masih kesakitan sebelum akhirnya tak lama setelah itu Cobalt pun
menjadi pecahan partikel.
……….
Seluruh arena kembali bergemuruh ketika pertandingan
final yang mereka nantikan sebentar lagi akan dimulai kembali setelah jeda
rehat sejenak. Semua orang tak sabar melihat jalannya pertandingan nantinya,
apalagi saat mereka semua mengetahui keikutsertaan salah satu top ranker Cyrus
Online yang membuat mereka semakin tak sabar melihat pertandingan antara top
ranker dengan salah satu rookie.
Emperor pun juga sama tak sabarnya dengan penonton
yang lain, ia sedari tadi selalu memperhatikan kelompok yang mewakili Viola
itu. Kemampuan mereka semua menarik perhatian dari Emperor, apalagi Archie yang
menjadi highlight utamanya.
“Itukah D.Archie yang sempat menolong regu Viola saat
penaklukan dungeon itu? Dia mempunyai kemampuan yang hebat tetapi mengapa aku
merasa dia terlihat menahan kekuatannya?” Ucap Emperor sambil memandangi langit
sore di Cyrus Online yang cukup menawan.
“Emperor!” Seseorang datang dan langsung menghadap ke
arah Emperor.
“Ada apa Seraph, sepertinya ada hal yang ingin kau
sampaikan kepadaku kan?”Tanya Emperor pada Seraph yang baru saja datang itu.
Seraph tak langsung menjawab pertanyaan itu, ia melirik
kekiri dan kekanan memastikan keadaanya aman dan tidak ada yang memperhatikan
dirinya dan Emperor. Setelah memastikan keadaanya aman, Seraph pun mendekatkan
dirinya lebih dekat lagi dengan Emperor dan membisikkan sesuatu ke telinga
Emperor.
“Aku berhasil menghentikan operasi diam-diam yang
dilakukan oleh Poisonox, anak buahnya dan beberapa orang dari guild Phoneix
Flame sudah teratasi dan mereka sedang menjadi tahanan” Bisik Seraph pada Emperor.
“Hmmm bagus Seraph aku suka kerja cepat dan tanggapmu
itu. Hasil akhir dari pertandingan kedua orang itu mungkin akan mempengaruhi
keputusan Poisonox” Ucap Emperor sambil melihat ke tengah arena yang sudah ada
Archie dan Joker yang saling hadap menghadap satu sama lain.