Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 143: Duel Penentuan



“Aku baru saja mendapatkan kabar dari Sunny Cloud, dia


bilang saat dia hendak pergi ke arena, ia bertemu seseorang bertudung yang


tiba-tiba saja menusuknya dengan tombak. Setelah itu Sunny Cloud langsung


terbangun di katedral” Ucap Lynch yang menjelaskan situasi yang dialami oleh


Sunny Cloud.


Wajah Archie langsung berubah begitu mendengar


penjelasan dari Lynch, ia sudah menduga akan hal tersebut memang terjadi namun


ia masih belum mau percaya sebelum mendengar penjelasan dari Sunny Cloud sendiri.


“Dengan ini terjawab sudah pertanyaan kita di awal


tadi, sekarang apa rencanamu nak Archie? Persian bertanya pada Archie yang saat


ini terlihat seperti memiliki bermacam masalah yang rumit.


Memang saat ini Archie memiliki sebuah masalah yang


cukup serius, dirinya sudah membuka kartu as miliknya pada Joker. Sedangkan


Archie sendiri sampai sekarang masih belum mengetahui seberapa jauh


perbandingan kekuatan dirinya dengan Joker, sebab saat pertandingan melawan


Seth tadi nampaknya Joker masih belum mengeluarkan kemampuannya yang


sesungguhnya. Dan hal itu membuat Archie sedikit terganggu.


Archie sama sekali tidak punya gambaran jelas tentang


Joker, yang dirinya tahu cuma masalah yang remeh temeh seperti Joker yang di


duga ketua dari Ace of Spade, Joker adalah salah satu top ranker, dan Joker


mempunyai zodiak Pisces. Semua informasi itu tidak terlalu penting bagi Archie,


apalagi informasi yang terakhir.


Viola menangkap keresahan Archie itu, ia lalu


mendekati Archie dan tersenyum ke arahnya seraya berkata. “Kau tidak usah


terlalu memikirkan kemenangan, kau datang saja aku sudah sangat bahagia saat


ini. Kalaupun kau kalah, aku masih bisa membuat langkah yang baru entah bersama


guildmu atau aku membuat guild baru. Jadi lepaskan saja semua keraguanmu itu


adik ku yang manis!”


Mendengar perkataan dari Viola membuat Archie tertawa


renyah dengan senyuman tipis mengambang di bibirnya. Semakin lama tertawanya


semakin mengencang sampai-sampai Archie menutup wajahnya, dan hal itu membuat


yang lain merasa keheranan dengan Archie bahkan Rick pun langsung memukul


kepala Archie karena merasa Archie sudah tidak waras lagi.


Begtu dipukul oleh Rick tadi, Archie tidak marah


sedikitpun. Archie hanya berdiri beberapa saat tanpa bersuara sama sekali dan


juga tanpa menatap mata mereka semua hingga pada akhirnya Archie pun melangkah


pergi meninggalkan mereka semua dengan penuh kebingungan.


“Satu hal yang akan ku sampaikan padamu kak, aku tidak


pernah berpikir untuk kalah dari orang itu. Dan juga aku tidak ingin kau ada di


guildku nanti karena jika ada kau, aku tidak akan bisa bebas melakukan apa yang


kusuka” Ucap Archie lalu ia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti


tadi.


………


Di sisi lain, Cobalt, Marsha dan Joker sedang terlihat


berkumpul satu sama lain di sebuah ruangan yang ada di koloseum. Namun bukan


berarti mereka bertiga adalah teman akrab yang sedang berkumpul, justru


sebaliknya. Marsha dan Cobalt merasa sangat kesal dengan keberadaan Joker di


situ, jika saja Joker itu memiliki kekuatan yang setara dengan mereka berdua


pasti mereka akan menghajar Joker habis-habisan.


Namun perbedaan kekuatan yang begitu jauh dan telak,


membuat mereka cuma bisa menahan amarah mereka berdua. Hal itu terlihat dari


kepalan tangan mereka berdua yang bergetar hebat dan juga gigi mereka yang


saling bertemu satu sama lain.


“Berapa lama lagi aku harus melihat bedebah ini! Aku


sudah muak dengan wajahnya itu”


“Kau benar Marsha aku juga sudah muak berada di sini,


di mana orang yang bernama Poisonox itu aku ingin cepat-cepat meminta


bayaran ku”


Tak lama setelah Cobalt berkata seperti itu, tiba


seorang laki-laki tampan berambut berwarna hijau gelap dengan wajahnya yang


selalu menunjukkan senyuman walaupun sebenarnya senyuman itu adalah senyuman


palsu. Orang itu bernama Poisonox.


Muncul rasa ketidaksukaan dan kebencian di wajah Joker


ketika ia melihat wajah Poisonox itu, baginya Poisonox adalah penipu dan


pendusta yang sangat mahir. Entah sudah berapa orang yang Poisonox kelabui,


namun nampaknya jumlahnya tidak sedikit.


“Kau mencari ku Cobalt, Marsha?” Poisonox bertanya


dengan ekspresinya yang tak berubah sama sekali dari tadi.


“Hei Poisonox cepat berikan imbalan yang kau janjikan


pada kami, kau bilang kau akan memberi kami beberapa equipment kelas tinggi dan


sejumlah gold. Aku dan Marsha sudah tidak tahan berada di dekat orang itu” Ucap


Cobalt sambil matanya melirik ke arah Joker yang sedang bersandar di dinding.


Poisonox terus-menerus di tekan oleh Cobalt sehingga


membuat Poisonox tidak bisa berbuat banyak. Namun walaupun Poisonox ditekan


oleh Cobalt, Poisonox tetap menunjukkan wajah penuh senyumannya itu dan tidak


terlihat sama sekali rasa ketakutan di wajahnya.


Cobalt merasa marah pada Poisonox yang tidak juga


dengan segera memberikan imbalan pada dirinya dan Marsha, akhirnya Cobalt pun


memukul Poisonox tepat di wajahnya dan membuat Poisonox jatuh tersungkur


Joker yang melihat Cobalt memukul Poisonox itu hanya


bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan, lalu ia mengenakan tudungnya dan


berpura-pura tidak melihat apa yang sedang terjadi di hadapannya saat ini.


“Berhati-berhatilah dengan apa yang kau harapkan” ucap Joker.


“Heh rupanya hanya segini saja kah kemampuanmu? Berani


sekali kau memerintahku dengan kemampuanmu yang lemah itu!” Ucap Cobalt lalu ia


menginjak-injak tubuh Poisonox yang masih terbaring lemah di bawah itu.


Namun hal aneh terjadi pada Cobalt, Cobalt tiba-tiba


saat saja berhenti menginjak Poisonox lalu ia berjalan sempoyongan seperti


orang mabuk sambil memegangi bagian dadanya yang terasa begitu sakit dan nyeri.


Beberapa saat kemudian tubuh Cobalt ambruk dan ia semakin merasa kesakitan di


bagian dadanya, bahkan sekarang ia kesusahan dalam bicara.


Melihat kondisi Cobalt itu membuat Marsha heran, ia


langsung menatap Poisonox dengan tatapan penuh selidik.


“Kau apakan Cobalt hingga jadi seperti ini? Aku tahu


kau pasti melakukan sesuatu padanya, cepat katakan atau kau kubunuh saat ini


juga!” Ucap Marsha dengan nada penuh ancaman untuk Poisonox.


Poisonox pun tertawa garing melihat itu, senyuman di


wajahnya tidak luntur-luntur walaupun tadi ia sempat di injak-injak oleh


Cobalt. Namun sekarang ekspresinya sedikit berubah jadi menikmati apa yang


terjadi dengan Cobalt.


“Hoi cepat jawab pertanyaanku tadi!”


“Hehehe aku tidak melakukan apapun padanya, aku hanya


memberikannya bagaimana sensasi saat hendak bertemu dengan Tuhan! Apa ada yang


salah dengan itu semua?” Jawab Poisonox sambil mengangkat tangannya ke atas


seperti seseorang yang tengah berdoa.


Marsha pun menjadi marah dengan Poisonox, ia langsung


melompat ke arah Poisonox dan bersiap menyerangnya. Namun dengan cepat Joker


menghadang Marsha dan memberikan sebuah serangan tombak beruntun pada Marsha


yang membuat Marsha menjadi pecahan partikel dalam hitungan detik saja.


“Hehehe kau menyalamatkan Joker? Aku jadi sangat


tersentuh dengan sikapmu itu. Andaikan saja aku seorang perempuan, aku pasti


sudah jatuh cinta padamu Joker!”


Joker tak memperdulikan ucapan Poisonox itu, ia


membunuh Marsha bukan untuk melindungi Poisonox,  melainkan itu semua adalah kehendaknya


sendiri. Bagi Joker, Marsha sudah menghalangi jalannya untuk ke arena karena


sekarang ini sudah waktunya untuk dirinya bertanding, akhirnya ia bunuhlah


Marsha itu.


“Hei Joker kau tahu kan perjanjiannya seperti apa? Aku


bukanlah orang yang suka mengulangi apa yang sudah ku ucapkan, jadi kuharap kau


masih mengingatnya kan? Atau kau lebih suka melihat teman perempuanmu itu


menderita sama seperti yang dialami oleh Cobalt ini?” Ucap Poisonox dengan


senyuman yang masih saja tercetak di wajahnya itu.


Merasa Joker tak memperdulikan ucapannya tadi membuat


Poisonox hanya tertawa kecil, lalu ia berjalan kembali ke arena meninggalkan


Cobalt yang masih kesakitan sebelum akhirnya tak lama setelah itu Cobalt pun


menjadi pecahan partikel.


……….


Seluruh arena kembali bergemuruh ketika pertandingan


final yang mereka nantikan sebentar lagi akan dimulai kembali setelah jeda


rehat sejenak. Semua orang tak sabar melihat jalannya pertandingan nantinya,


apalagi saat mereka semua mengetahui keikutsertaan salah satu top ranker Cyrus


Online yang membuat mereka semakin tak sabar melihat pertandingan antara top


ranker dengan salah satu rookie.


Emperor pun juga sama tak sabarnya dengan penonton


yang lain, ia sedari tadi selalu memperhatikan kelompok yang mewakili Viola


itu. Kemampuan mereka semua menarik perhatian dari Emperor, apalagi Archie yang


menjadi highlight utamanya.


“Itukah D.Archie yang sempat menolong regu Viola saat


penaklukan dungeon itu? Dia mempunyai kemampuan yang hebat tetapi mengapa aku


merasa dia terlihat menahan kekuatannya?” Ucap Emperor sambil memandangi langit


sore di Cyrus Online yang cukup menawan.


“Emperor!” Seseorang datang dan langsung menghadap ke


arah Emperor.


“Ada apa Seraph, sepertinya ada hal yang ingin kau


sampaikan kepadaku kan?”Tanya Emperor pada Seraph yang baru saja datang itu.


Seraph tak langsung menjawab pertanyaan itu, ia melirik


kekiri dan kekanan memastikan keadaanya aman dan tidak ada yang memperhatikan


dirinya dan Emperor. Setelah memastikan keadaanya aman, Seraph pun mendekatkan


dirinya lebih dekat lagi dengan Emperor dan membisikkan sesuatu ke telinga


Emperor.


“Aku berhasil menghentikan operasi diam-diam yang


dilakukan oleh Poisonox, anak buahnya dan beberapa orang dari guild Phoneix


Flame sudah teratasi dan mereka sedang menjadi tahanan” Bisik Seraph pada Emperor.


“Hmmm bagus Seraph aku suka kerja cepat dan tanggapmu


itu. Hasil akhir dari pertandingan kedua orang itu mungkin akan mempengaruhi


keputusan Poisonox” Ucap Emperor sambil melihat ke tengah arena yang sudah ada


Archie dan Joker yang saling hadap menghadap satu sama lain.