Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 66: Awal Dari Semua Masalah



Keadaan di dalam ruangan pertemuan semakin lama semakin menegangkan. Ini diakibatkan oleh dua orang yang saling tatap menatap di tengah-tengah ruangan itu sambil mengeluarkan aura mereka masing-masing.


"Archie apa yang kau lakukan, kau hanya memperkeruh suasana!" Seseorang dengan rambut ungu gelap coba menenangkan seseorang yang bernama Archie.


Orang yang bernama Archie itu terus saja menatap seseorang yang terlihat seperti manusia namun sebenarnya berbeda.


Orang itu memiliki wajah serupa manusia tetapi lebih mulus dan halus walaupun ada sedikit kerutan namun tetap memancarkan keindahan. Telinganya berbeda dari manusia karena berbentuk lancip. Bola matanya seperti batu safir, berwarna biru dan indah sekali. Rambutnya berwarna pirang tetapi rada sedikit berwarna putih karena mungkin faktor usia.


Orang yang serupa manusia itu bernama Elondil. Ia adalah seorang raja dari kerajaan Narannas yang merupakan kerajaan bangsa Elf.


Elondil terus menerus menatap manusia yang ada dihadapannya sekarang ini. Manusia yang bernama Archie itu diyakini sebagai dalang kekacauan yang melanda kota Nilfelin.


Tetapi Elondil mengetahui satu hal dari pemuda itu. Ia yakin bahwa pemuda itu bukan sembarang orang, tidak ada orang yang berani menantangnya seperti itu. Bahkan iya hampir meyakini bahwa Archie hanya bersikap seperti jagoan, tetapi pemikirannya tersebut salah.


"Aku tanya sekali lagi wahai manusia, apa sebenarnya yang kau inginkan dari kerajaan Narannas? Apakah kau punya dendam dengan kerajaan ini?" Tanya Elondil


Archie hanya menggelengkan kepalanya, kemudian ia mengatakan bahwa yang ia inginkan hanya pedang dan temannya.


Elondil lalu mengangguk lalu kembali ke tempat duduknya, karena hal itu Archie sempat bingung yang ditinggal seorang diri di tengah-tengah ruangan tersebut.


Semua petinggi kerajaan menatap Archie dengan tatapan sinis, mereka semua marah dengan sikap Archie yang tak menghormati Raja mereka.


Elondil kemudian buka bicara. "Aku sudah tahu bahwa kau bukanlah orang suruhan dari para manusia itu, tetapi aku ingin tahu bagaimana cerita tentang kejadian di hutan Wallnut"


Archie mengangguk perlahan lalu menjelaskan mulai awal sampai akhir perjalanan mereka. Beberapa petinggi mengangguk-angguk pelan dan mulai mengerti permasalahannya dari mana, dan ada juga beberapa petinggi yang masih memiliki kecurigaan terhadap semua cerita itu, mungkin saja cerita itu hanya bualan saja begitu pikir mereka.


Tetapi semua kecurigaan itu sedikit memudar saat Lusirele memberikan kesaksian juga bahwa yang disampaikan oleh Archie itu benar-benar realitanya, dan juga ia membantah berita tentang Archie yang membunuh 50 orang elf.


"Hamba melihat sendiri bahwa seluruh pasukan itu hanya pingsan dan hanya mengalami luka kecil akibat pertarungan itu" Ucap Lusirele.


Elondil mengangguk pelan sambil memainkan jarinya, kemudian ia menjelaskan kepada Archie bahwa ia juga tak tahu masalah pedang itu.


Wajah Archie langsung berubah setelah mendengar itu, ia begitu murka karena telah dipermainkan oleh para elf itu. Ia hendak menerjang ke arah Elondil, namun untungnya ia langsung dihentikan oleh Lusirele yang melakukan tekel ke arahnya.


"Apa yang kau lakukan kepada ku? Biarkan aku memberikan satu pelajaran kepada orang itu!" Teriak Archie


Lusirele terus menerus memegang Archie sambil berharap agar Archie bisa lebih tenang, ia melakukan hal itu karena ia yakin bahwa Archie mungkin bisa membantu kerajaan mereka dari masalah yang melanda kerajaan Narannas.


"Aku tau kau marah manusia, tetapi ketahuilah bahwa kami sedang ditusuk dari belakang dan kemungkinan pedang mu itu adalah salah satu rencana mereka" jelas Elondil


Archie membuang mukanya dan terlihat sedikit kekesalan di wajahnya, kemudian Elondil memerintahkan kepada penjaga untuk membebaskan dua orang teman dari Archie itu.


Venus langsung bersyukur dan menangis sejadi-jadinya setelah dibebaskan, sedangkan Viola menatap Lusirele dengan sangat intens yang tengah memegang Archie. Perlahan-lahan ia akhirnya melepaskan Archie dan mulai mundur sedikit demi sedikit.


"Bisa kau beritahu kepadaku siapa yang kalian curigai sebagai penikam itu?" Archie bertanya dengan wajah yang tak bisa dijelaskan.


Para petinggi meneguk ludah mereka sendiri melihat Archie yang terlihat dipenuhi oleh kemarahan, sedangkan Elondil dengan santai menyebutkan satu nama yang ia yakini sebagai biang dari masalah mereka.


...


Hutan Razolore.


Hutan Razolore merupakan hutan keramat yang berada di kawasan kerajaan Narannas. Hutan ini dijadikan hutan keramat oleh para elf karena menurut cerita legenda, ada sebuah harta peninggalan bangsa Adrayviel yang merupakan leluhur dari kerajaan Narannas.


Di kedalaman hutan itu ada beberapa manusia yang sedang bersantai dan berbincang. Mereka semua mengenakan pakaian berwarna merah darah yang memiliki lambang burung Phoenix.


Lalu tiba-tiba muncul seorang Elf yang memiliki rambut hitam panjang yang tengah membawa sebuah kotak berwarna hitam.


Elf itu hampir saja diserang oleh orang-orang itu jika saja tidak langsung dihentikan oleh seseorang yang memiliki rambut yang senada dengan baju yang ia kenakan.


"Ahh hampir saja aku mati konyol jika kau tak menghentikan mereka Riser" ucap elf itu


Orang yang bernama Riser itu hanya tersenyum lalu mengangguk pelan, kemudian ia menanyakan maksud dari kedatangan Elf itu.


"Hahaha aku berhasil membuat suasana gaduh di kerajaan dengan memanfaatkan ini" ucap elf itu sambil menunjukkan kotak yang ia bawa.


Riser kembali mengangguk pelan lalu ia menatap ke kotak itu yang ia yakini bukan sembarang kotak.


"Lalu apakah kau sudah menemukan harta itu Riser? Tanpa itu kita tidak bisa melanjutkan ke rencana kedua kita" tanya elf itu lagi


Riser lalu berbalik sambil memandangi langit gelap, ia melipat tangannya lalu berkata. "Tahan sebentar lagi, aku pasti menemukan benda itu sebentar lagi"


Riser lalu memerintahkan semua orang untuk kembali mencari benda yang dimaksud, sedangkan elf itu kembali menuju ke kota dengan senyuman yang tak luntur-luntur.


"Sebentar lagi aku akan menguasai Narannas hehahahaha" ucap elf itu.


...


Rosa terus menerus mencoba untuk membangunkan Ikhsan yang masih mengenakan helm yang mampu membuat pemakainya menuju alam mimpi.


Sudah setengah jam lamanya ia mencoba, namun tetap saja Ikhsan tak kunjung bangun dari mimpinya itu.


Rosa jadi kesal sendiri karenanya, kemudian ia mencoba cara terakhir untuk membangunkan Ikhsan. Ia mendekat ke arah Ikhsan lalu mencoba untuk memberikan sebuah salam khas dari Perancis.


Tetapi sebelum salam itu terjadi, ia dikejutkan dengan Ikhsan yang tiba-tiba membuka matanya dan langsung bangkit. Tentu saja hal itu akan menjadi momen yang memalukan bagi seorang wanita selama ia mengingat kejadian itu.


Ikhsan tak memberikan komentar setelah ia hampir mengalami peristiwa yang serius, ia hanya diam lalu mencoba untuk mengalihkan suasana yang menurutnya tak menyenangkan.


Ia coba menanyakan tentang kedatangan Rosa ke kontrakan kecilnya, Rosa akhirnya menjelaskan tentang ujian akhir yang sudah dekat dan masalah absen miliknya. Rosa tentu merasa cemas dengan temannya itu, ia mengira temannya itu sedang mengalami hal yang berat yang akhirnya membuatnya jarang masuk kelas tetapi sepertinya kekhawatirannya itu berlebihan.


Ikhsan akhirnya menjelaskan bahwa saat ini ia sedang mengalami masalah di Cyrus Online dan itu baginya adalah masalah berat, lalu ia juga berjanji untuk mendapatkan hasil yang bagus di ujian akhir nanti sebagai bayaran terhadap absennya. Tentu saja ia mengatakan itu dengan senyuman khasnya.


Rosa sedikit lega mendengar hal itu, tetapi ia tetap memarahi Ikhsan yang seenaknya tak masuk kelas hanya karena game. Tetapi kemudian ia sadar bahwa ia tak pantas untuk menceramahi Ikhsan tentang hal itu.


"Hahaha tenang saja, aku akan baik-baik saja terimakasih sudah memperhatikan diriku" ucap Ikhsan


Tanpa Rosa sadari wajahnya tiba-tiba memerah dengan sendirinya lalu ia mencoba untuk memalingkan wajahnya untuk menghindari Ikhsan dari wajah merahnya.


Ikhsan tak peduli dengan sikap Rosa itu, ia langsung saja menuju ke arah dapur dan mencoba membuat sesuatu untuk dimasak.


"Kau belum makan kan Rosa?"


Rosa hanya menjawab dengan gelengan halus, ia masih tak sanggup untuk memalingkan wajahnya ke arah Ikhsan.


Ikhsan tak ambil pusing dengan hal itu, ia langsung saja membuat nasi goreng yang ia campur dengan mie di dalamnya dan menjadikannya dua porsi.


Mereka berdua menghabiskan malam dengan menyantap nasi goreng tanpa ada lagi satu kata yang terucap dari mulut mereka berdua.


...