Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 160



Seth kembali ke tempat persembunyiannya dengan selamat, namun wajahnya begitu pucat sehingga membuat Emily khawatir dengan kondisi Seth.


Seth buru-buru menepis, ia mengatakan pada Emily bahwa ia baik-baik saja.


Bagaimanapun juga, Seth masih teringat bagaimana kekuatan yang ditunjukkan oleh kedua orang yang ia intai tadi, Raul dan Mendoza.


Menurutnya, kekuatan mereka berdua begitu mengerikan dan Seth masih membayangkan seperti apa sosok bos mereka yaitu Escobar jika mereka berdua saja sudah sekuat itu.


Seth juga masih kepikiran dengan pertarungannya dengan Alberto, saat itu juga ia dengan mudah dipecundangi oleh Alberto dan membuatnya harus jadi orang pelarian seperti ini.


"Sebaiknya kau masuk saja terlebih dahulu, kau harus memenangkan dirimu dan pikiranmu. Bukannya kau esok harus bertarung dengan teman-temanmu?" Emily yang begitu khawatir dengan kondisi Seth, menyuruh Seth untuk segera masuk ke dalam tempat persembunyian.


Seth pun mengangguk setuju, ia masuk ke dalam tempat persembunyian lalu ia pun kemudian log out, menunggu hari esok dimana semuanya akan terjadi begitu saja.


………


Archie serta yang lainnya, saat ini sudah setengah jalan untuk menuju kota Del Comte. Perlu waktu yang cukup lama untuk mereka agar sampai ke Del Comte dari Nilfelin.


Dengan rombongan pasukan elf dari kerajaan Narannas, Archie terus menerus memacu kudanya agar segera sampai ke Del Comte.


Namun perjalanan mereka tidak selalu mulus, mereka semua kadang di hadang oleh kawanan monster di tengah perjalanan mereka. Namun hal itu bukanlah suatu halangan bagi mereka, bahkan pasukan kerajaan Narannas pun bisa dengan cepat membasmi para monster-monster itu.


Setelah beristirahat di suatu tempat pada malam harinya, di pagi harinya mereka kembali melanjutkan perjalanannya setelah semua sudah siap.


Namun baru beberapa saat, Archie tiba-tiba berhenti dan membuat semua orang mengikuti hal yang sama. Diane pun sedikit kebingungan akan hal itu, dan kini ia mulai menebak-nebak apa yang ada dipikiran Archie kali ini, namun tetap saja Archie bukanlah orang yang mudah ditebak karena sikapnya yang terlalu absurd.


"Kenapa berhenti Archie?" Tanya Diane yang sudah tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.


Archie cuma diam, ia memandangi pasukan kerajaan Narannas dan juga Lusirele, Lusirele yang merasa ditatap sangat intens oleh Archie akhirnya memutuskan untuk maju dan bertanya langsung pada Archie.


"Aku akan melakukan sebuah percobaan dan percobaan ini memerlukan beberapa orang anak buahmu" Ucap Archie dengan singkat.


Lusirele nampak masih kebingungan, tetapi ia langsung menjalankan tugas yang tadi diberikan Archie. Lusirele mengumpulkan beberapa anak buahnya lalu ia tunjukkan kepada Archie.


Archie menyuruh mereka untuk menyerang dirinya karena Archie akan menyerangnya juga, Lusirele dan yang lainnya pun terkejut dengan apa yang akan dilakukan oleh Archie itu.


"Ayo serang saja seperti kalian menyerang musuh kalian! Anggap saja aku ini musuh kalian, karena aku akan menyerang kalian walaupun kalian diam saja" Ucap Archie.


"Hei Archie apa yang kau inginkan? Kenapa kau malah ingin menyerang sekutumu sendiri!" Diane langsung membentak Archie yang sudah eror itu menurutnya, namun Archie tidak bergeming dan malah seperti tidak mendengar ucapan Diane itu.


Archie pun langsung menyerang beberapa pasukan kerajaan Narannas tadi, semua orang terkejut dengan tindakan Archie itu bahkan Lusirele juga marah dengan apa yang sudah Archie lakukan itu.


Pasukan kerajaan Narannas yang diserang oleh Archie tadi tidak ada yang mati, mereka hanya luka dan sekarat akibat serangan dari Archie, namun tetap saja tindakan Archie tadi membuat pasukan Elf bertanya-tanya.


Archie masih bungkam walaupun sudah dibentak oleh Lusirele, Diane dan Caelius. Ia cuma diam dan memberikan potion kepada orang-orang Elf yang tadi ia lukai itu.


Beberapa saat kemudian, orang-orsng Elf tadi sudah bisa berdiri kembali bahkan mereka sudah merasa tidak sakit lagi. Mereka bahkan kebingungan mengapa mereka bisa seperti itu tadi, padahal mereka tadi sudah memasuki fase kritis dan diambang kematian.


"Ternyata small potion masih bekerja pada orang-orang seperti kalian kah?" Ucap Archie dengan puas melihat eksperimennya berhasil.


"Jadi kau menggunakan mereka hanya untuk mengetahui apakah potion bisa bekerja pada NPC? Apa tindakan kau ini tidak berlebihan Archie, jika tidak berhasil dan mereka mati bagaimana!"


Diane membentak Archie yang menurutnya sudah keterlaluan itu, ia tidak bisa memaafkan cara Archie untuk menguji potion pada NPC tadi, walaupun sebenarnya orang-orang yang Archie serang tadi tidak terlalu memikirkan hal tersebut.


Archie pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan melihat tingkah Diane itu, ia mendengus pelan sebelum akhirnya ia menjelaskan kepada Diane mengapa ia melakukan hal tersebut.


"Aku hanya mencoba hal itu tadi, karena jika kita sudah berperang nanti maka semuanya sudah terlambat. Jadi aku ingin memastikannya terlebih dahulu, jika potion tidak berguna bagi NPC setidaknya serangan ku tadi masih bisa disembuhkan oleh para healer"


Apa yang dikatakan oleh Archie tadi ada benarnya, jika ia mencoba potion pada saat perang dimulai maka ketika potion itu tidak berguna bagi NPC itu akan memperlambat mereka semua karena para healer akan dituntut bekerja ekstra.


Itulah mengapa Archie menyerang beberapa orang elf tadi dengan daya kerusakan yang sudah diperhitungkan oleh Archie, jika pun potion tidak bekerja pada NPC setidaknya para healer masih bisa mengatasinya dan dengan begitu Archie bisa menghemat waktunya dan juga bisa lebih berfokus untuk mempersiapkan hal lain.


Walaupun sudah dijelaskan begitu oleh Archie, tetapi tetap saja Diane masih kesal dengan ulah Archie tadi. Menurutnya masih ada cara selain hal itu, tetapi Archie tidak menyukai hal-hal yang rumit dan kompleks sehingga hanya itulah jalan tercepat menurutnya.


"Baiklah sekarang aku tahu potion ini bisa kalian gunakan juga jadi hal ini akan meringankan beban para healer nantinya, tapi tetap saja para healer tetap bekerja ya!" Ucap Archie dengan senyuman khasnya.


"Lalu, ditengah perjalanan kita nanti kita akan bertemu dengan salah satu temanku yang membawa suplai potion ini. Jumlahnya ada ratusan jadi nanti pembagiannya aku serahkan saja pada Lusirele!"


Archie pun tersenyum melihat hal itu, kemudian ia kembali memimpin jalan untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju Del Comte.


……


Kini rombongan mereka berada di sebuah desa kecil, mereka memutuskan untuk bersantai di sini karena mereka sudah dekat dengan Del Comte dan juga mereka sedang menunggu suplai yang datang dari Appleford.


Ketika Archie dan rombongannya memasuki desa ini, semua warga desa langsung berlarian ke arah rombongan Archie dan mereka langsung bersujud memohon pengambilan pada mereka semua.


Archie melihat sebuah peluang, ia pun langsung berlagak seperti seorang penakluk dan warga desa semakin takut hingga pada akhirnya mereka menyerahkan desa mereka saking takutnya dengan Archie.


Tetapi malah suatu keanehan terjadi, para warga desa yang mengira hidup mereka akan terjajah dan kesusahan akibat pasukan-pasukan yang dipimpin oleh Archie tadi. Kini mereka malah sedang memakan masakan yang dibuat oleh Archie, dan juga Archie memberikan beberapa gold pada kepala desa untuk dikelola demi desa ini.


Selagi menunggu kedatangan suplai dari Appleford, Archie memutuskan untuk memasak untuk semua orang yang ada di sana. Archie berpikir perjalanan panjang mereka dari Nilfelin pastinya sudah cukup berat, sehingga ia ingin meringankan beban yang ada pada mereka semua. Terlebih lagi warga desa yang terlihat sangat miskin dan kurus-kurus itu, Archie menduga kalau mereka semua memiliki pendapatan yang sangat rendah sehingga mereka tidak bisa memenuhi asupan gizi mereka.


Archie meminjam dapur milik seorang warga desa, ia memasak daging Razolore Hare dan Wallnut Hare yang ia dapatkan secara melimpah di saat dirinya menjelajah Razolore Forest.


Archie juga dibantu oleh seorang gadis desa yang juga sangat suka memasak, ia memberitahukan Archie sebuah resep peninggalan neneknya dan Archie langsung memasak resep itu.


Kebetulan sekali resep yang ia dapati itu adalah resep memasak daging, namun daging itu dimasak dengan sebuah bumbu masak yang bercerita rasa pedas dan pastinya menggugah selera.


Diane dan Lusirele yang melihat kedekatan Archie dengan salah satu gadis di desa itu hanya bisa bergumam tidak jelas sambil membuat gestur seolah ingin mematahkan tulang-tulang yang dimiliki oleh Archie.


"Kakak yang di sana itu kenapa ya, sepertinya mereka kesal dengan Anda!" Ucap gadis itu dengan sangat polos.


Sambil memotong-motong daging kelinci, Archie melirik ke arah Lusirele dan Diane yang saat ini sedang melihat ke atas sambil bersiul-siul walaupun tidak ada bunyi yang keluar dari mulut mereka. "Biarkan saja mereka itu, mereka contoh orang yang terinfeksi penyakit gila nomor 2"


"Penyakit gila nomor 2, aku baru tau hal itu padahal aku sering membaca buku soal penyakit, seperti apa penyakit itu Tuan Archie?"


"Hahaha kau gadis pandai rupanya, penyakit gila nomor 2 itu adalah gangguan mental yang disebabkan rasa iri tetapi keirian mereka ini tidak jelas makanya disebut sebagai penyakit gila nomor 2. Dan ibuku bilang, penyakit gila ini ada 10 jenis, semakin besar angkanya maka semakin berbahaya!" Archie menjelaskan bualannya itu sambil tertawa cekikikan.


Gadis polos itu hanya mengangguk saja bahkan mempercayai apa yang dikatakan oleh Archie tadi, semakin tertawalah Archie karena ada orang yang langsung percaya begitu saja dengan bualannya itu.


Selain memasak untuk warga desa, Archie juga menjadi Forgers untuk equipment yang digunakan oleh para pasukan kerajaan Narannas.


Di sebuah rumah warga desa yang lain, ia melakukan pekerjaannya itu dengan senang hati karena ia sudah tidak menempa sehingga ia begitu kangen dengan hal tersebut.


Semua equipment pasukan kerajaan Narannas kini kembali terasah tajam, dan bertambah daya tahannya. Mereka begitu puas dengan hal itu, mereka bahkan ingin membayar jasa Archie itu tetapi Archie menolaknya dan menyuruh mereka untuk menyimpan kembali uang mereka itu, Archie melakukan itu karena ingin saja.


Archie juga sedikit melakukan perbaikan pada pedang yang dimiliki oleh Diane dan Lusirele, hasilnya kini pedang mereka kembali seperti di awal mereka membelinya. Apalagi pedang milik Diane yang cukup berharga itu, dengan bantuan Archie kini pedangnya kembali seperti keadaan awalnya seperti baru saja ia dapatkan.


Tak terasa malam pun menjemput, suplai dari Appleford juga baru saja sampai di desa itu. T-Bold yang membawa suplai itu langsung melaporkan pada Archie.


T-Bold datang bersama Persian yang memang Archie tugaskan untuk membantunya pada misi kali ini, ketika semuanya sudah berkumpul Archie pun mulai menjelaskan pada mereka semua rencana penyerangan nantinya.


"Aku baru saja menerima pesan dari Seth yang mengintai 7Deadly. Menurutnya 7Deadly memiliki sebuah atasan yang dikenal sebagai Escobar, dan Escobar memiliki dua orang pengawal yang sangat kuat bernama Raul dan Mendoza"


"Raul adalah seorang pemain yang mengambil ras minotaurus dan ia sepertinya memiliki kekuatan yang sama kuatnya dengan minotaurus itu sendiri, ya anggap saja ialah jelmaan minotaurus itu"


"Sedangkan Mendoza sendiri adalah seorang tanker yang menurut Seth juga memiliki kekuatan tidak kalah dengan Raul, sehingga bisa kita pastikan kekuatan mereka berdua sebanding"


Mendengar penjelasan Archie itu, semua orang langsung menelan ludah, kini mereka membayangkan bagaimana kekuatan kedua orang yang dijelaskan oleh Archie tadi.


Archie pun memahami apa yang dirasakan oleh setiap orang itu, ia pun tidak bisa memprotes hal tersebut. Archie kembali melanjutkan penjelajahannya.


"Tetapi 7Deadly sendiri memiliki pemimpin yang juga kuat bahkan Seth tidak mampu mengalahkannya, yaitu Alberto"


"Rencana ku nantinya adalah pertama kita hanya fokus untuk menduduki kota Del Comte dan menyerang 7Deadly karena mereka pasti kalah jumlah dan tidak siap perang, jadi besok kita akan bergerak setelah Seth melaporkan situasinya apakah Raul dan Mendoza sudah pergi dari kota atau tidak"


"Lalu jika ternyata Raul dan Mendoza tidak pergi dari kota, apa yang akan kita lakukan Archie?" Lusirele memotong penjelasan Archie dengan bertanya


Archie tidak keberatan akan hal itu, ia bahkan menghargai Lusirele yang sudah menanyakan hal yang cukup penting itu.


Sambil memasang senyuman khasnya yang cukup mengerikan itu, Archie pun menjawab pertanyaan Lusirele dengan mantap. "Kita akan tetap menyerang mereka apapun yang terjadi, apa kalian berpikir hanya ada dua orang monster itu kita akan berhenti dan berpaling arah?"