Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 64: D. Archie vs Lusirele



Pertarungan antara dua makhluk hidup yang berbeda ras tidak bisa di halau lagi.


Mereka berdua bertarung dengan sangat intens, dan bahkan menghiraukan beberapa orang yang menyaksikan pertarungan itu.


Sebuah pertarungan antara seorang manusia yang bersenjatakan belati kecil dan tombak yang menggantung di punggungnya, dengan seorang elf yang memiliki paras cantik namun terlihat sangat gagah sekaligus anggun walaupun ia memegang pedang dan panah.


Manusia itu tidak lain dan tidak bukan adalah seorang samurai berambut putih yang agak ceroboh hingga kehilangan pedangnya dan memunculkan masalah baginya sendiri, siapa lagi kalau bukan D. Archie.


Sedangkan lawannya adalah seorang Komandan Pasukan Khusus Elf yang masih muda namun memiliki segenap prestasi, karena itulah ia ditunjuk sebagai Komandan dalam usia yang sangat muda, namanya adalah Lusirele Gysselylth.


Dengan iris yang berwarna kehijauan seperti dedaunan itu, Lusirele memandangi Archie yang sedang mengambil nafasnya setelah melakukan jual beli serangan dengan dirinya.


Di dalam jiwa kesatrianya, Lusirele sangat menghormati Archie yang bisa memberikan pertarungan yang begitu sengit untuk dirinya.


Bukan tanpa alasan ia melakukan hal itu. Hal itu terjadi karena sudah lebih dari 30 menit mereka beradu serangan, saling pukul, saling tebas, saling tatap-menatap dengan sangat intens dan hampir tak ada jeda.


Bahkan para prajurit yang lain tak bisa berhenti berdecak kagum melihat pertarungan yang begitu menegangkan itu.


.............


Itu jika di sisi Lusirele.


Berbeda dengan di sisi Archie. Ia begitu terkejut dengan kekuatan dari Lusirele.


Sebenarnya keterkejutan Archie adalah salah satu kebodohannya. Mengapa demikian karena ia tanpa pikir panjang menerima tantangan duel dari seorang jenderal pasukan khusus. Bahkan orang bodoh pun tahu jika mereka tak bisa menang dengan seorang jendral pasukan khusus.


"Dia kuat sekali. Jika aku tak hati-hati maka aku sudah habis di tebasan kedua" begitu komentarnya.


HAA


HAA


HAA


Archie mencoba membenarkan pernafasannya setelah melakukan duel intens tadi.


Perbedaan level yang begitu jauh juga salah satu faktor yang membuatnya seperti itu, namun Archie beruntung ia masih mampu bertahan melawan Lusirele.


"Sebagai seorang kesatria, aku mengakui kemampuanmu D. Archie! Tetapi aku harus mengalahkanmu disini demi Kerajaan Narannas!" Ucap Lusirele


Lusirele kembali menyerang Archie dengan segenap kemampuannya.


Dengan pedangnya, ia bergerak dengan lincah kesana kemari sambil menebaskan pedangnya ke arah Archie.


Setiap tebasannya sangat dalam sekali, dan sangat tepat mengarah ke titik-titik fatal dari tubuh manusia.


Archie pun hanya bisa menghindari setiap serangan dari Lusirele.


Ia menghindari serangan Lusirele dengan cara berguling-guling kesana kemari dan juga melakukan beberapa aksi akrobatik seperti roll flip, back flip dan handstand, seperti layaknya seekor kera.


Namun nampaknya tidak semua gerakannya berhasil dengan mulus. Saat hendak menghindari tebasan Lusirele yang mengarah ke perutnya, Archie langsung saja melenturkan badannya dan mencoba untuk melakukan suatu aksi yang pernah dilakukan oleh seseorang di film Matrix.


Akan tetapi hal itu gagal karena pijakannya terlalu lemah dan membuatnya tergelincir. Tak butuh waktu lama bagi Lusirele untuk mengambil kesempatan itu.


Ia pun langsung menyerang Archie yang masih tak stabil itu dan kali ini mencoba menebasnya lagi. Tetapi Archie masih mampu mendapatkan pijakannya kembali dan ia langsung berguling ke samping demi menghindari tebasan yang mengarah ke badannya itu.


Beruntung Archie mampu menghindari serangan itu di saat terakhirnya, dan serangan itu hanya membuat luka goresan di wajahnya yang tak terlalu tampan itu.


Lusirele membersihkan pedangnya dari noda darah Archie tadi sambil berkomentar tentang aksinya tadi. " Tidak ku sangka kau mampu menghindarinya di saat terakhir "


"Haha lucu sekali, kau meninggalkan bekas luka yang amat ikonik di wajah ku" balas Archie


"Kau tahu? Jika kau memberikan satu bekas luka lagi yang membuat tanda silang, maka aku mungkin dihujat oleh para pembaca karena sudah menyamai seorang samurai yang memiliki bekas luka di pipinya" ucap Archie lagi


"Para pembaca? Apa maksudmu itu D. Archie! Jangan mengucapkan hal yang aneh! Hyaaa"


Lusirele kembali menyerang Archie. Dan sekali lagi pertarungan kembali terjadi.


Tling


Tlung


Tlang


Pedang Lusirele beradu dengan tombak milik Archie dengan sangat intens.


Jika ada seorang komposer musik yang handal, mungkin ia mampu membuat sebuah mahakarya dengan hanya mendengar suara pedang dan tombak yang sedang beradu itu.


Suara itu begitu menakutkan bagi orang awam, namun sangat indah bagi seorang kesatria dan pendekar ulung.


Ketika saling beradu senjata itu, Lusirele memandang wajah Archie. Ia melihat sebuah senyuman di wajahnya dan itu membuatnya bingung dalam sesaat hingga akhirnya ia juga ikut tersenyum akibatnya.


"Benar-benar seorang kesatria sejati" ucap Lusirele dalam hatinya.


Setelah itu Lusirele pun mengambil langkah mundur beberapa jengkal dari Archie. Lalu setelahnya ia pun berkonsentrasi penuh sambil mensejajarkan tubuhnya dan menaruh pedangnya di hadapannya.


Insting Archie bereaksi melihat hal itu, ia bisa merasakan hal yang berbahaya dengan sikap yang diambil oleh Lusirele itu namun masih terlalu abu-abu untuk mengetahuinya.


"Kau benar-benar kesatria yang kuat, namun sampai disini saja pertarungan kita. Rasakan serangan terakhir ku, Goddess Sleep Slash!"


Setelah itu Lusirele dengan cepat bergerak ke arah Archie yang juga tengah bersiap dengan kuda-kudanya.


Lalu sebuah tebasan langsung mengarah tepat ke arah badan dari Archie, tetapi tebasan itu mampu Archie blok dengan menggunakan ujung tombak miliknya.


Tetapi ujung tombak itu langsung patah dan belah dua ketika mengenai tebasan itu.


Lusirele sempat kaget dengan reaksi cepat Archie, tetapi ia tak ingin menyia-nyiakan peluangnya untuk mengalahkan Archie.


Ia kembali menebas Archie dengan skill [Goddess Sleep Slash] dan lagi, Archie mampu kembali menangkis tebasan itu. Kali ini ia berhasil menangkisnya dengan belati kecil berian seorang prajurit yang ia temui di hutan Wallnut.


"Apa bagaimana mungkin?" Kali ini Lusirele benar-benar terkejut karena itu.


Akibat dari shock yang terulang-ulang, Lusirele pun jadi tak bisa mengendalikan dirinya dan ia kehilangan pijakannya.


Archie melihat kesempatan ini. Dengan sigap Archie langsung memberikan sebuah tendangan keras yang berhasil mengenai Lusirele dengan sangat telak. Bahkan tendangan itu mampu membuat Lusirele terpelanting hingga beberapa meter dari tempat sebelumnya.


Archie tak ingin memberikan kesempatan untuk Lusirele. Ia segera mendekati Lusirele yang masih tersungkur di tanah, dengan belatinya Archie mengarahkannya ke leher Lusirele dan menyuruhnya untuk mengalah.


Prajurit yang menyaksikan pertandingan ini tak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka semua dibawa oleh ketegangan yang maksimal hingga akhirnya plot twist yang mereka terima sebagai anti klimaks.


"Oi oi oi yang benar saja! Komandan Lusirele adalah komandan terkuat di kerajaan Narannas kan?"


"Apakah kita kalah? Apakah kerajaan kita akan dijajah oleh para manusia itu?"


"Hei kalian semua! Ini kesempatan kita, serang manusia itu!"


"Bodoh! jika kita menyerangnya, yang ada Komandan Lusirele yang akan tewas dan ia mampu melarikan diri!"


Terjadi perdebatan diantara para prajurit itu, mereka semua ragu-ragu ingin menyerang Archie yang sedang dalam kondisi menyandera Lusirele.


Dengan tawa yang agak dipaksakan, Lusirele menyuruh Archie untuk membunuhnya.


Tetapi hal mengejutkan terjadi. Archie menolak hal tersebut, ia bahkan kebingungan dengan Lusirele yang dengan mudahnya menyerahkan nyawanya kepada dirinya.


"Bukannya kau ingin menghancurkan kerajaan ini? Kenapa kau tidak membunuhku? Aku adalah komandan pasukan khusus tentara kerajaan Narannas, jika kau membunuhku maka itu sangat menguntungkan bagi mu" ucap Lusirele dengan nada keheranan.


Archie pun memiringkan kepalanya sambil menatap Lusirele. Ia masih kebingungan dengan Lusirele dan itu membuat kepalanya sakit.


"Kenapa kau ingin sekali ku bunuh? Aku hanya ingin pedang milikku kembali, bukankah tak perlu hal tersebut?" Tanya Archie dengan penuh keheranan


"Bukankah kau ingin menghancurkan negeri ini? Bukankah itu yang kau rencanakan?"


"Apa-apaan kau ini? Aku sama sekali tak ada niatan untuk menyerang kalian! Kalianlah yang membuat masalah terlebih dahulu, kalian menculik dua temanku dan juga mengambil dua pedang milikku" Archie coba menerangkan maksud kedatangannya ke kota.


"Eeeh? Jadi kau tak ingin menjajah atau menghancurkan negeri ini?" Lusirele kembali menanyakan hal yang sudah jelas.


Archie menahan amarahnya dengan sangat - sangat keras. Terlihat dari urat yang menjalar - jalar di dahinya.


Lalu dengan perlahan ia menjelaskan ke Lusirele kesalahpahaman antara mereka berdua.


"Begini Nona Lusirele yang manis! Aku tak ada maksud untuk menjajah atau menghancurkan negeri ini, aku hanya ingin kedua temanku dan kedua pedangku kembali, mengerti?"


Lusirele pun mengangguk pelan seperti seorang anak kecil yang baru diberi pengetahuan oleh orang tuanya.


Archie pun juga tak bisa menahan dirinya untuk menepuk jidatnya sendiri. Melihat kejadian tersebut lah yang membuatnya seperti itu.


"Ada apa dengan orang-orang di sini, mereka seperti orang yang memiliki akal pendek saja!" Archie berkomentar setelah menyelesaikan kesalah pahamannya dengan Lusirele.


..............


Pada sore hari yang begitu cerah, terlihat seorang perempuan tengah berada di ambang pintu rumah seseorang.


Pintu rumah itu terlihat sudah sangat usang, dengan cat yang juga sudah terkikis dimakan zaman.


Perempuan itu terlihat ragu-ragu untuk mengetuk pintu rumah itu. Lalu perempuan itupun mencoba untuk memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu rumah tersebut.


"Kenapa harus takut!" Ucap perempuan itu dengan mantap.


Tok


Tok


Tok


Pintu itu ia ketuk beberapa kali. Tak ada balasan dari si pemilik rumah.


Sebelum mengetuknya kembali, perempuan itu mencoba menunggu. Barangkali si pemilik rumah masih melakukan aktivitasnya dan agak terlambat membukakan pintu, begitu pikirnya.


Tetapi beberapa menit berlalu pun masih tak ada tanda-tanda bahwa pintu itu segera terbuka untuknya.


Perempuan itu kembali mencoba mengetuk pintu itu lagi untuk kedua kalinya.


Tok


Tok


Tok


Lagi-lagi tak ada respon dari si pemilik rumah tersebut.


Karena merasa sangat curiga, perempuan itu pun akhirnya mencoba memutar engsel pintu itu. Dan seketika pintu itupun terbuka dengan sangat mudah, seperti halnya menghitung 1+1.


"Tidak dikunci? Ia benar-benar teledor!" Ucap perempuan itu.


"Aku masuk!" Teriaknya


Perempuan itu memeriksa rumah tersebut. Ia mencoba mencari ke dapur, namun tak ada tanda-tanda ada orang di situ.


Selepas dari dapur, ia pun langsung menuju ke satu-satunya ruangan yang ada di rumah itu. Ruangan itu tidak lain adalah kamar dari si pemilik rumah.


Kembali, perempuan itu mengetuk pintu kamar tersebut dengan sangat beretika. Salah satu sifat dari seorang yang mempunyai harta berlebih.


Tak ada respon apapun yang ia terima, ia pun jadi heran dan kembali mencoba memutar engsel pintu yang sudah berkarat itu.


Ceklek


Pintu itu kembali tak terkunci sama sekali dan langsung memberikan visual yang agak gelap untuk perempuan itu.


Tak ada penerangan di kamar itu, cahaya matahari sore pun hanya menembus tirai saja dan menciptakan efek gelap di kamar itu.


Perempuan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat seseorang yang sedang terbaring sambil mengenakan sebuah alat yang mirip kacamata.


Sebelum mendekati orang yang berbaring itu, perempuan itu menyalakan lampu terlebih dahulu dan akhirnya kamar itupun jadi lebih terang daripada awalnya.


Perempuan itu sedikit takjub dengan isi kamar dari orang itu yang begitu rapi. Beberapa poster band bernuansa kelam dan revolusioner menghiasi dinding kamar, dan juga ada beberapa poster tentang game. Salah satunya ada yang bertuliskan Calcalas Online.


Di lain sisi, terlihat beberapa buku yang mengisi rak yang juga sudah terlihat usang. Perempuan itu mencoba melihat-lihat buku yang ada di rak, ada beberapa buku teori-teori filsafat, ilmu praktis, komik, walk-through game, light novel, novel-novel terkenal dan juga beberapa majalah kesukaan para pria.


Karena penasaran, perempuan itu akhirnya mencoba mengambil salah satu majalah itu. Iangsung terkejut saat awal melihat cover majalah itu.


Ia lalu coba membuka beberapa halaman majalah itu, dan baru beberapa halaman ia menutupnya dan mengembalikannya ke tempat asal.


"Jadi dia suka yang C ya?" Ucapnya dengan wajah yang memerah.


Seketika juga perempuan itu memandangi dirinya sendiri lalu tersenyum sendiri entah kenapa.


"Baiklah sekarang saatnya membangunkan si rambut putih pemalas ini!" Ucapnya sambil menunjukkan senyuman khas seorang penjahat.