
Pagi sekali Ikhsan sudah bangun dari tidur singkatnya. Mungkin dia tidur hanya beberapa jam sebelum akhirnya sinar mentari menyapa tubuh malasnya itu untuk segera memulai aktivitas lagi.
Dengan rasa malas yang masih membelenggu kebebasan dirinya Ikhsan membangunkan tubuhnya dan berjalan menuju jendela untuk membuka tirai yang menutupi sinar mentari itu.
Ikhsan langsung menghalangi pandangannya karena merasa silau dengan cahaya terang itu.
Ikhsan melangkahkan kakinya ke kamar mandi, ia membasuh wajahnya dengan air dingin dari keran untuk membuat wajahnya sedikit lebih cerah dan lebih segar.
Ikhsan memandangi refleksi dirinya yang di pantulkan oleh cermin. Wajahnya berubah berat seperti sedang memikirkan sesuatu, ia menggelengkan kepalanya sambil beberapa kali mengumpat.
Dalam benaknya muncul wajah seorang perempuan cantik yang sempat ia temui beberapa hari yang lalu di sebuah taman. Sore kala itu menjadi sangat suram bagi Ikhsan maupun perempuan itu.
"Apa yang telah ku lakukan? Apa aku harus melakukan itu?" Ikhsan bertanya dengan dirinya sendiri.
Ikhsan kembali menggelengkan kepalanya dan mencoba melupakan semua pikirannya tadi.
Ia mengambil jaket hitamnya dan mengenakan sepatu khusus untuk olahraga, tak lupa juga ia menutupi telinganya dengan sebuah benda kecil yang bisa mengeluarkan sebuah alunan musik.
Ia memulai pagi beratnya itu dengan berlari.
Berlari dirinya entah beberapa mil sudah ia tempuhi, keringat sudah mulai memenuhi tubuhnya dan juga wajahnya namun tidak ada tanda-tanda ia hendak berhenti.
Langkahnya sudah semakin melemah, nafasnya sudah tak beraturan, kepalanya sudah mulai pusing akibat kekurangan oksigen tetapi ia tetap berlari hingga sampai di sebuah taman.
Ikhsan menunduk dan menyeka keringatnya yang sudah begitu banyak itu, lalu ia berjalan ke arah sebuah vending mesin dan mengambil 2 botol minuman berenergi.
Hanya butuh beberapa menit saja kedua botol minuman berenergi itu langsung habis tak bersisa sedikit pun.
Ikhsan menengadah menatap ke arah langit cerah hari itu, cukup singkat karena sinar matahari begitu terik dan menyilaukan matanya. Lalu setelah itu dia baru menyadari hanya ada beberapa orang saja di taman itu.
"Aku lupa hari ini bukan hari libur" ucapnya sambil terkekeh.
Iringan suara deru motor dan mobil menyatu dengan suara-suara orang yang hilir mudik ke berbagai arah, di tambah juga beberapa burung-burung kecil ikut berkicau menyambut pagi yang membosankan untuk kesekian kalinya.
Ikhsan coba meresapi semua suara alam itu, ia mencoba mencari ketenangan dari semua kebisingan tersebut. Tetapi ketenangannya di buyarkan oleh sebuah tangan yang mendorong tubuhnya hingga dia terjatuh.
"Sudah kuduga kau disini rambut putih"
"Rama kau kah itu?" Ikhsan sedikit kebingungan
Rama mengulurkan tangannya tetapi saat Ikhsan mengambil uluran tangan itu Rama langsung memutar tubuh Ikhsan dan memiting Ikhsan seperti seorang pegulat profesional.
"Kemana saja kau bodoh! Kau bahkan tidak pernah hadir di kelas!"
Rama terus mengunci leher Ikhsan sehingga membuat Ikhsan agak kesusahan untuk melepaskan kuncian itu.
"Kau ingin aku bicara tapi kau mengunci leher ku hingga hampir tak bisa bernafas, kau memang gila! Rama"
Rama akhirnya melepaskan Ikhsan yang hampir tak bisa bernafas tadi. Ikhsan pun langsung terbatuk-batuk dan wajahnya menjadi merah sekali karena suplai oksigen ke arah otak sempat di hentikan oleh Rama.
"Kau mau membunuhku kah ha?"
"Tidak aku hanya ingin mencoba teknik terbaru ku yaitu Anaconda Vise!"
"Anaconda Vise kepala mu! Mari sini kau aku perlihatkan bagaimana Anaconda Vise yang sebenarnya!" Ikhsan mulai mengambil ancang-ancang untuk menyergap Rama
Rama langsung berlari sekuat tenaganya menghindari Ikhsan, hingga pada akhirnya mereka berdua terbaring lelah di rerumputan taman sambil tertawa seperti orang gila.
"San ada yang harus ku katakan pada mu"
"Apakah itu Rama? Apa ini tentang kau yang sudah punya pacar haha"
Rama menggelengkan kepalanya dan wajahnya berubah serius, Ikhsan pun menghentikan tertawanya melihat itu.
"Ini tentang Viola dan guildnya Nebula"
"Hoi ada apa dengan mereka? Kenapa kau selalu bercerita sepenggal-sepenggal!"
Ikhsan mencengkeram kerah baju Rama, ia begitu kesal dengan temannya itu yang seperti menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
"Sesuatu yang buruk akan terjadi di Nebula dan kemungkinan besar akan membuat Viola dalam lingkaran bahaya!" Ucap Rama sambil melepaskan tangan Ikhsan dari kerah bajunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Archie kembali masuk ke dalam Cyrus Online selepas dirinya berolahraga tadi.
Langit cerah langsung ada di visualnya, ia jadi bingung karena langit itu seperti bergerak menggulung-gulung. Archie pun bangkit dan ternyata ia sudah berada di atas kereta kuda milik T-Bold.
"Sudah kembali kau ternyata, maaf kalau aku tancap gas tanpa menunggumu masuk kembali karena disitu tadi aku merasakan sesuatu yang tidak beres Kupo" Ucap T-Bold dengan wajah yang menghawatirkan sesuatu.
"Tidak perlu menghawatirkan hal itu, sekarang kita ada di mana?"
"Kita sudah masuk wilayah dari Red Dragon Empire Kupo. Tepatnya kita berada di Tail Teritory. Di Red Dragon Empire, terdapat 4 bagian Teritory; Left Wing, Right Wing, Tail, dan Head. Ibukota kekaisaran ini berada di Head Teritory, Paradise City begitulah mereka menyebutnya Kupo"
Sambil mengamati peta pemberian Rutland. Archie mendengarkan semua penjelasan T-Bold mengenai wilayah geografis dari Red Dragon Empire.
Ia tersenyum puas, ia menutup kembali peta itu dan menaruhnya kembali ke dalam tas inventorinya.
"Bawa aku ke Left Wing Teritory, tepatnya ke Ogir River" ucap Archie santai.
"Memangnya ada apa di sana Kupo? Aku kira kau hendak pergi ke ibu kota Kupo" T-Bold sedikit penasaran dengan apa yang ada di benak Archie.
"Aku cuma minta kau untuk mengantarkan ku ke sana, tetapi jika kau ingin ikut aku berpetualang, aku juga tidak akan menolaknya"
T-Bold tersenyum mendengar hal itu, ia pun langsung memacu kereta kuda miliknya agar bergerak lebih cepat lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka berdua memasuki Left Wing Teritory, tinggal sedikit lagi untuk sampai ke Ogir River yang menjadi tempat tujuan mereka berdua.
Namun suatu hal menanti mereka berdua.
Perjalanan mereka di hentikan oleh sekelompok orang yang berjumlah 5 pemain yang terang-terangan menghentikan laju dari kereta kuda milik T-Bold.
Mereka berlima terlihat seperti pemain yang sudah cukup berpengalaman dan sudah mendapatkan banyak korban dari aksi begal mereka itu.
Kelompok mereka berisi 3 orang pemain yang memiliki job Swordman dengan variasi pedang satu tangan, pedang satu tangan dan perisai, serta pedang besar segede bakpao.
Lalu 2 lagi memiliki job Thief yang memiliki kecepatan dan kelincahan hampir setara dengan Assassin, dengan senjata belati, serta seorang Support yang memiliki job Healer. Satu kelompok yang cukup solid dan cukup ideal untuk melakukan aksi begal.
"Hei hei hei turun kalian dan serahkan semua item kalian!" seorang pemain dengan pedang besar segede bakpao mengoceh.
"Bagaimana ini Archie? Aku hanya seorang Merchant dan aku tidak punya skill bertahan hidup kecuali skill Negosiation. Apa aku harus turun dan bernegosiasi dengan mereka Kupo?"
Archie tertawa mendengar perkataan T-Bold sehingga membuat T-Bold cukup keheranan.
Ketika Archie turun dari kereta kuda, 5 pemain tadi terkekeh dan tertawa melihat Archie yang menurut mereka hanya pemain biasa. Belum lagi dari semua equipment yang di pakai Archie terlihat seperti pakaian lusuh.
"Kau pemain baru ya? Hehahaha malang sekali nasib mu, baru main tapi sudah bertemu dengan kami Hantu Gurun"
"Kami bisa saja membiarkan kau selamat, tetapi kau harus berikan semua item yang kau punya kepada kami!"
Archie hanya bisa tersenyum namun senyumannya seperti senyum seorang pemain poker yang memiliki kartu yang benar-benar membuatnya akan memenangkan pertaruhan.
"Hei teman-teman, maukah kalian bermain sesuatu dengan ku?" Ajak Archie mencoba mengalihkan perhatian mereka.
"Jangan main-main kau dengan kami! Atau aku akan penggal kepalamu itu, sudah cepat serahkan semua barang yang kau punya!" Si pedang besar kembali mengoceh.
"Hei hei tenang bung chill bro, aku akan berikan semua apa yang ku punya jika kalian berhasil menang dalam permainan ini. Permainannya gampang dan simpel, siapa yang berkedip dan terkejut, dia yang kalah. Bagaimana?
"Hei apa yang kau mak...." Belum sempat pemain yang memiliki pedang besar menyelesaikan dialognya, dirinya sudah dikejutkan dengan sesuatu yang begitu cepat seperti angin.
Dia menengok kebelakang mengikuti angin yang membuatnya terkejut tadi, dan dirinya semakin terkejut melihat Archie yang sudah ada berada di sana dengan mudah memenggal 2 pemain yang ada di belakang, yaitu pemain dengan job Support dan Swordman dengan pedang satu tangan.
"Apa yang terjadi?" Terkejut ia melihat hal tersebut.
Archie kembali tersenyum namun sekarang senyumannya seperti seseorang yang menemukan uang seratus ribu waktu jalan di taman atau di tempat ramai.
"Sudah ku bilang jangan terkejut" Archie kembali melesat dan kali ini targetnya adalah pemain yang menggunakan pedang besar itu.
Namun hal itu mampu di baca oleh pemain yang menggunakan perisai, ia langsung memblokir serangan Archie.
"Serang dia! Dia hanya seorang diri, jadi jangan takut"
Thief langsung menyerang Archie dari arah belakang, memanfaatkan [Silent Step] yang dimiliki oleh job Thief, ia langsung melancarkan sebuah tusukan yang mengenai belakang Archie dan seketika membuat Archie mengambil jarak terlebih dahulu.
[Anda terkena efek poison, HP anda akan berangsur-angsur menurun hingga 0 jika tidak di beri Vaccine segera]
"Hoooh ternyata Thief itu punya senjata racun"
Archie mencoba menyusun rencana, ia kembali menyerang dan sekarang targetnya adalah Thief yang sudah memberikan efek poison tadi kepadanya.
Thief mampu menangkis serangan itu dengan belatinya, lalu si perisai mencoba memberikan serangan juga dengan perisainya tetapi Archie mampu menghindari hal itu.
"Jangan kau lupakan aku!" Si pengguna pedang besar juga ikut menyerang. Dia menyerang Archie yang sedang di bawah, pedang besarnya ia ayunkan kebawah seperti hendak membelah tanah itu namun untungnya Archie masih bisa berguling ke samping sehingga ia selamat dari itu.
Dari awal situasi Archie sudah sangat tidak menguntungkan karena ia harus melawan 5 orang pemain walaupun dia sudah mengalahkan dua orang.
"Tidak ada pilihan lain" Archie mengambil sebotol MP Potion dan langsung meneguknya hingga habis.
Lalu Archie mengambil satu pedang lagi dari Inventorinya. Sebuah Pedang Katana panjang dan terlihat ringan, namun setiap tebasannya begitu berat dan tajam.
"Nah mari kita mulai lagi pestanya!" Ucap Archie dengan seringai tajam.
Archie langsung berlari dengan cepat ke arah Thief, ia langsung menebas Thief itu secara horizontal namun masih bisa di tangkis walaupun si Thief itu harus kesusahan karena itu.
Pemegang perisai coba membackup Thief tetapi hal itu sudah diprediksikan oleh Archie, dia langsung menebasnya menggunakan pedang yang satunya sehingga membuat si pemegang perisai tidak sempat bereaksi.
Serangan Archie tadi berhasil memberikan damage yang lumayan besar terhadap pemegang perisai itu.
Archie tak membiarkan hal itu berhenti, ia memberikan tendangan pada Thief lalu ia kembali menyerang pemegang perisai itu.
Archie menebas dua kali si pemegang perisai namun masih bisa di blok, akan tetapi itu hanya pancingan saja. Archie kemudian menggunakan [Void Step] dan ia langsung berada di belakang si pemegang perisai.
Ia tusuk pemegang perisai itu hingga menembus dadanya, lalu ia langsung tarik kembali pedangnya sambil memberikan sebuah tebasan di kepala yang membuat kepala dari si pemegang perisai itu lepas dan ia menjadi partikel kecil.
Thief yang melihat temannya di bunuh dengan mudah akhirnya mencoba untuk lari dari situ. Namun Archie tak membiarkannya.
Walau sudah menggunakan [Silent Step] Thief tetap tidak bisa kabur dari penglihatan Archie.
"Tidak tidak tidak!" Thief berteriak kesetanan melihat Archie yang mengejar dirinya.
Tanpa pikir panjang lagi Archie menebas punggung Thief itu beberapa kali, lalu Archie memberikan sebuah serangan terakhir dengan menusuk tepat di jantung si Thief dan membuatnya harus menjadi partikel kecil dan menghilang.
"Pheww 2 tumbang sisa satu lagi" Archie berlagak seperti mengelap keringat sambil melirik ke arah pemain yang memegang pedang besar di punggungnya.
Dirinya merasakan tekanan yang teramat besar dengan hanya memandang Archie, dia merasa Archie bukanlah pemain biasa dan malah terlihat seperti seorang iblis bahkan mungkin lebih kejam dari iblis.
Dia sudah merasa tak berdaya, kakinya selalu gemetaran, nyalinya juga sudah menciut melihat semua teman-temannya satu persatu di bantai oleh Archie dengan cukup mudah.
Bukan hanya dirinya yang merasa begitu, T-Bold pun juga sedikit ngeri dan ketakutan karena ia baru pertama kali melihat Archie seperti itu.
Melihat musuhnya yang bersimpuh itu, Archie jadi kembali menyarungkan pedangnya. Karena itu membuat pemegang pedang besar tadi keheranan sebab Archie bukannya membunuh dirinya, melainkan kembali menyarungkan pedangnya.
"Berdiri! lawan aku dengan permainan tangan kosong!"
"Hah?"
"Aku bilang berdiri dan lawan aku dengan tangan kosong, apa kau itu punya gangguan pendengaran?" Ucap Archie sedikit kesal
Tidak ada pilihan lain baginya selain mengikuti apa yang Archie inginkan. Ia bangkit dan menaruh pedang besar itu di punggungnya.
Dengan sedikit tersenyum ia merasa Archie bisa ia kalahkan dalam pertarungan tangan kosong itu, pikiran itu terlintas karena ia bisa mengangkat pedang besar dan mampu mengayunkan pedang itu, jadi ia merasa percaya diri sekarang ini.
Tanpa pikir panjang Ia coba menerjang Archie, tetapi dengan mudah Archie memblokir serangan itu dengan memberikan pukulan ke arah perut lalu diikuti dengan sebuah jab combo yang diakhiri sebuah pukulan keras yang membuat musuhnya terlempar.
"Itu saja kah yang kau mampu?" Archie memprovokasi musuhnya.
Dan benar saja musuhnya tadi terprovokasi dengan sikap Archie. Ia kembali berdiri dan berlari menerjang Archie sekali lagi.
Namun entah apa yang merasuki Archie ia tiba-tiba berseringai jahat sewaktu musuhnya berlari ke arahnya.
"Kena kau" ucap Archie
Saat musuhnya sudah berjarak cuma beberapa meter saja darinya, Archie kembali mengeluarkan pedangnya yang membuat wajah dari musuhnya berubah geram.
"Sialan dia menjebakku!"
Lalu Archie menggunakan [Void Step] dan memberikan 10 tebasan beruntun ke arah musuhnya itu hingga akhirnya menjadi sebuah partikel kecil.
Archie mengambil sebuah item yang di jatuhkan oleh musuh terakhirnya tadi dan ia sangat beruntung karena ia mendapatkan sebuah book skill yang dimiliki oleh musuhnya tadi.
Lalu Archie kembali ke T-Bold dengan senyuman aneh di wajahnya. T-Bold memandangi Archie dengan kesal karena semua aksinya tadi.
"Haruskah kau melakukan itu semua kupo? Apa tidak ada jalan lain yang lebih santai dan membuat aku tidak jantungan kupo?"
Mendengar protes T-Bold itu, Archie hanya bisa tersenyum canggung sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.