Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 119: Menuju Ke Wilayah Diane



Selepas pencarian mereka di Sungai Ogir. Archie serta yang lainnya kini melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Sebenarnya Archie hendak segera kembali ke Ishavil dan melaporkan misinya pada Rutland, namun tanpa diundang sebelumnya Diane langsung naik ke kereta kuda milik T-Bold.


Lantas karena itu, Archie dan T-Bold sempat kebingungan dengan Diane.


"Apa kau tak punya hati? Tega sekali kau ingin meninggalkan seorang perempuan lemah seperti ku!" Diane memelototi Archie karena ia menganggap Archie berniat meninggalkan dirinya seorang diri.


Archie cuma bisa menaikkan alisnya, dia baru saja hendak berkata namun setiap Archie ingin berbicara, Diane langsung saja memotongnya dengan omelan-omelan khas seorang perempuan pada laki-laki.


Intinya Diane menyalahkan Archie, sedangkan T-Bold berusaha untuk tidak ikut campur masalah itu. Ia sudah takut terlebih dahulu hanya karena mimik wajahnya Diane.


"Argh sudahlah aku tidak peduli" ucap Archie lalu ia duduk kembali setelah sempat bersitegang dengan Diane.


Diane tersenyum simpul, ia pun mengarahkan T-Bold untuk pergi ke sebuah hutan yang terdapat di bagian Utara sungai Ogir ini.


Sebelum memacu kudanya untuk pergi, T-Bold memandangi Archie yang tengah duduk bersandar dengan nyaman.


T-Bold seakan meminta izin atau lebih tepatnya menanyakan pendapat Archie, apakah mereka harus kesana atau tidak.


Archie hanya memberikan gestur seperti menyuruh T-Bold untuk menjalankan kudanya.


Setelah mendapatkan kode itu lah T-Bold langsung memacu kudanya pergi ke tempat tujuan mereka selanjutnya.


Tak selang beberapa menit setelah mereka pergi lembah Sungai Ogir, mereka kini sampai di sebuah hutan yang cukup lebat dan rindang.


Tillbury Forest, itulah nama hutan yang kini di hadapan mereka bertiga.


Menurut tuturan Diane, kerajaan atau wilayah miliknya ada di balik hutan ini atau bahasa lainnya setelah mereka melewati Tillbury Forest maka mereka akan memasuki wilayah yang dimiliki oleh Diane.


Mereka pun mulai memasuki kawasan hutan, ada beberapa cabang jalan di dalam hutan itu. Diane menjadi penunjuk arah, karena memang dia yang tahu tempat ini.


"Ambil jalur kanan T-Bold" Perintah Diane


T-Bold pun membelokkan kereta kudanya ke arah yang tadi di tunjukkan oleh Diane.


Diane kembali duduk, kini ia memandangi Archie yang sedang menutup matanya sambil bersandar.


Ia masih tidak percaya dengan cursor berwarna merah darah yang ada di atas kepala Archie, ia merasa Archie bukanlah pemain yang suka melakukan PK.


Namun ia tetap penasaran dengan hal itu, ia kembali mencoba skill Seeker of the Truth. Namun ia dikejutkan oleh Archie yang tiba-tiba membuka matanya.


"Aku bisa jelaskan Archie"


"Sebegitu penasarannya kah kau? Baiklah aku akan menjawab semua pertanyaan mu itu"


Kini Diane malah jadi merasa tak enak dengan Archie. Ia merasa perbuatannya tadi sudah terlalu jauh, namun ia juga ingin sekali mendengarnya langsung dari Archie.


"Baiklah aku akan bertanya saja daripada aku mati penasaran" Diane bergumam.


"Apa kau penasaran mengapa kursor ku berwana merah seperti layaknya darah?" Archie langsung menebak apa yang ada di pikiran Diane.


"Kau...kau. Kau pasti seorang cenayang mesum ya? Jangan seenaknya membaca pikiranku!" Reina ketakutan sampai ia memegang kepalanya.


Alis Archie naik setengah derajat, ia merasa sedikit sakit ketika dibilang cenayang mesum oleh Diane. Padahal Archie hanya menyimpulkan secara sederhana saja, dari tingkah laku Diane itu.


"Ah sudahlah jadi sebenarnya aku banyak membunuh orang-orang makanya punya hal seperti ini, namun aku tidak melakukan PK yang murni karena ingin membunuh, tetapi aku melakukannya untuk bertahan hidup misalnya seperti aku membunuh Nightmare tadi"


"Lalu apakah kau nyaman dengan hal itu, maksudku NPC pasti akan merasa terancam jika melihatmu ataupun player lain yang mengira kau adalah seorang PK?"


Archie membuang mukanya ke arah luar, ia mencoba menarik udara segar yang ada di situ. Karena hal itu, Diane memiringkan kepalanya.


"Aku tidak pernah peduli dengan hal itu semua" ucap Archie.


Diane sedikit tercengang mendengar perkataan Archie, apalagi semua kata-katanya tadi merupakan sebuah kebenaran karena Skill Seeker of the Truth tidak bereaksi apapun.


Ini pertama kalinya bagi Diane menemui kejadian seperti ini, dia sudah sering menggunakan skill itu namun ia pasti menemukan beberapa kebohongan dari ucapan orang lain.


Bahkan NPC saja masih ada yang berbohong, namun Archie sama sekali belum mengatakan kebohongan padanya.


Diane malah merasa Archie sepertinya sedang mengungkapkan keluh kesahnya selama bermain Cyrus Online. Diane yakin, Archie sudah mengalami banyak hal sehingga ia bisa seperti itu.


Tiada angin tiada hujan, tiba-tiba saja kereta kuda T-Bold mendadak berhenti begitu saja.


Karena hal itu Archie jadi protes pada T-Bold yang mendadak berhenti begitu saja. Namun ketika Archie melihat ke depan, ia jadi mengetahui penyebab hal itu terjadi.


Ada beberapa goblin yang menunggu mereka di depan sana. Goblin-goblin itu sepertinya sudah sering melakukan hal tersebut kepada orang-orang yang melewati rute ini.


"Biarkan aku yang mengurusnya" Archie langsung turun dari kereta dan berjalan menuju kumpulan kawanan goblin itu.


Melihat Archie yang mendekat ke arah mereka, para goblin itu jadi bersiap menyerang. Bahkan ada yang terlebih dahulu maju menyerang Archie secara membabi-buta.


Namun hal itu bukanlah hal yang sulit untuk Archie. Archie melompat lalu menebas goblin tadi yang membuatnya terbelah vertikal menjadi 2.


Melihat hal temen mereka terbunuh dengan mudahnya, insting goblin-goblin itu seakan memberi sinyal bahaya bagi mereka. Mereka langsung lari kocar-kacir, bahkan sampai terinjak-injak oleh sesama mereka sendiri.


Archie mengambil item yang dijatuhkan oleh goblin yang barusan ia bunuh tadi terlebih dahulu, sebelum akhirnya ia mengejar goblin-goblin yang lari tadi.


Archie mengejar goblin-goblin itu seperti layaknya dewa kematian yang sedang mengejar targetnya.


Terlebih dahulu Archie membunuh goblin yang jatuh tersandung. Archie langsung menusukkan pedangnya ke arah jantung goblin itu dan Archie mendapatkan critical hit yang membuat goblin itu langsung mati seketika.


"2 tumbang, 5 lagi" ucap Archie.


Archie kembali mengejar sisa-sisa kawanan goblin tadi.


Begitu Archie dekat dengan mereka, Archie langsung saja menebas kepala-kepala mereka. Ada yang cukup satu tebasan, namun ada juga yang perlu beberapa tebasan tetapi mereka semua tidak ada yang memberikan perlawanan balik pada Archie.


Archie menang tanpa perlawanan atas para kawanan goblin tadi.


Ketika T-Bold dan Diane menyusul Archie, mereka semua terkejut dengan semua mayat goblin itu.


Hampir semua kepala goblin tadi terpisah dari tubuhnya dan tergeletak agak jauh dari tubuhnya.


T-Bold merasa mual melihat itu. Diane hanya tercengang dan merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat itu.


Namun reaksi berbeda ditunjukkan oleh Archie. Ia merasa kebingungan karena para goblin tadi tidak langsung berubah menjadi butiran-butiran partikel seperti biasanya jika monster atau player kehilangan nyawa mereka.


"Apa ada yang aneh Archie?" Diane menyadari raut wajah Archie yang penuh akan pertanyaan.


"Apa kalian tidak melihat itu? Bukankah seharusnya setiap ada yang kehilangan nyawa di dalam game ini, maka mereka akan berubah menjadi partikel kecil. Jika monster akan respawn kembali dalam jangka waktu yang berkala. Dan untuk pemain, mereka akan respawn di katedral terdekat"


"Kau benar juga ya Archie, ini memang aneh kupo!"


"Mungkin saja ini semacam bug atau glitch kan? Ayolah kalian semua hanya terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak" ucap Diane sambil tertawa garing.


Archie jadi merasa aneh dengan ucapan Diane barusan. Tidak mungkin sebuah game yang telah lama dikembangkan dan sudah sematang Cyrus Online masih memiliki sebuah bug atau glitch yang lumayan parah.


Menurut Archie ini bukanlah bug atau glitch biasa, ada sesuatu yang salah dengan ini semua namun masih abu-abu dan abstrak untuk sekarang ini.


Archie juga jadi sedikit penasaran dan bertanya-tanya tentang Diane. Karena menurut Archie, Diane punya sesuatu yang ia tutupi dari dirinya.


Ia ingin mengetahui kebenaran itu dari mulut Diane sendiri, tetapi tidak untuk sekarang. Archie akan menunggu momen yang tepat untuk hal itu, sekarang ini ia hanya akan mengikuti alur saja.