Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 130: Keributan Di Dalam Guild



Archie beserta kawan-kawannya berjalan beriringan bersamaan dengan para anggota Nebula Re-Estize Empire, mereka semua seperti sedang ada dalam kawalan Nebula Re-Estize Empire layaknya tamu penting dari Guild itu.


Setelah mereka semua sepakat dengan masalah siapa yang akan maju di pertandingan nanti, mereka pun akhirnya pergi untuk mendaftarkan nama-nama mereka yang akan bertanding nanti.


Tempat pendaftaran atau registrasi ada di ruangan administrasi guild Nebula utama, atau lebih tepatnya mereka semua akan mengunjungi markas pusat dari Guild Nebula.


Begitu mereka sampai di markas besar Guild Nebula, mereka semua tampak tercengang begitu melihat gedung tempat Guild Nebula bermarkas terlihat begitu mewah, elegan dan prestisius.


Gedung itu berwarna ungu gelap dengan hiasan-hiasan berwarna putih yang nampak seperti bintang-bintang kecil, seperti gambaran sebuah nebula.


"Ayo kita masuk ke dalam" ajak Viola


Anggota Nebula Re-Estize Empire melangkah masuk mendahului kawan-kawan Archie, lalu setelahnya mereka mengikuti langkah para anggota Nebula itu.


Tibalah mereka di dalam gedung itu. Sama seperti tampilan luarnya, tampilan dari dalam gedung itu juga sangat terlihat mewah. Hal ini bisa dilihat dari hiasan-hiasan mahal yang memenuhi seisi gedung, dan juga warna interior yang berwarna keemasan itu seakan menandakan kedigdayaan guild Nebula.


Mulut Rick terbuka tertutup melihat pemandangan indah di hadapannya sekarang, Archie yang tak tahan melihat ekspresi temannya itu akhirnya memukul kepala Rick dengan keras coba membuat Rick kembali sadar.


“Awww, untuk apa itu tadi? Kau pikir itu tidak sakit apa!”


“Aku cuma tak suka dengan ekspresi mu itu, itu saja!”


“Hah cuma untuk itu? Dasar kau rambut putih akan ku balas perbuatanmu tadi!”Rick kesal dengan alasan yang dibuat-buat oleh Archie tadi, ia pun langsung bergerak cepat ke belakang Archie dan memiting lehernya seperti gerakan kuncian dalam olahraga gulat.


Gelak tawa pun pecah, mereka semua tertawa melihat tingkah laku Archie dan Rick itu. Namun ekspresi berbeda di tunjukkan oleh Lynch, ia cuma bisa menutup wajahnya dan bertanya kepada dirinya sendiri mengapa dia ditakdirkan bertemu dengan kedua orang absurd itu.


Mereka pun kini sudah berada di ruangan administrasi guild Nebula. Di ruangan ini semua kegiatan administrasi dari guild Nebula dikerjakan. Korespondensi surat menyurat, mengarsip, pendaftaran masuk guild, hingga pengambilan misi untuk para anggota guild.


Dalam ruangan administrasi, banyak sekali player yang hilir mudik terjebak dalam arus yang bernama rutinitas sehari-hari. Pemain yang bertugas untuk melakukan pekerjaan administrasi juga cukup banyak yang membuat Archie sedikit tertarik dengan hal tersebut.


“Sudah seperti kantor di dunia nyata saja, dan juga ada player yang bertugas sebagai petugas administrasi hmmm sungguh menarik sekali”


“Ah kau baru pertama kali melihat ini ya rambut putih? Hal seperti ini sudah cukup lama terjadi, terlebih pada game yang bertemakan seperti simulasi kehidupan nyata”Rick coba menjelaskan situasi itu pada Archie yang masih samar-samar dengan dunia visual reality.


"Apa yang dikatakan oleh Rick tadi memang benar. Tidak seperti game-game generasi dulu yang masih kita lihat dari layar monitor, game masa sekarang memang terlihat seperti kehidupan nyata versi 2.0"


Jika di game terdahulu guild hanyalah tempat untuk perkumpulan beberapa pemain dan melakukan party untuk menaklukkan dungeon atau raid. Sekarang guild sudah lebih dari itu. Guild sekarang bukan hanya tempat berkumpulnya player, tapi sekarang lebih ke sebuah organisasi yang cukup serius dengan beberapa perangkat di dalamnya, kau pasti mengerti dengan maksudku kan?" Viola juga menambahkan.


Sambil memegang dagunya, Archie terlihat coba memahami keadaan yang di jelaskan oleh Rick dan Viola tadi. Setelah dia cukup mengerti, Archie pun mengangguk kecil dengan senyuman aneh tercetak di wajahnya.


Melihat hal itu, Viola cuma bisa menggelengkan kepalanya dengan ringan sambil tertawa geli karena tingkah adik kecilnya itu yang menurutnya cukup menggemaskan.


"Ada yang bisa Saya bantu ketua cabang Re-Estize Empire?" Seorang pemuda berpenampilan seperti seorang kutu buku lengkap dengan kacamata bulatnya,berjalan mendekati Viola.


"Ah kau kah itu Bucky? Sudah lama sekali aku tak melihat mu semenjak pelatihan tahap awal"


Viola menjabat tangan Bucky, mereka berkelakar sejenak dengan bercerita masa-masa awal mereka di Nebula sebelum akhirnya Viola pun memperkenalkan Bucky pada kelompok Archie.


"Ah jadi kalian kah yang akan mewakilkan kelompok Viola? Aku berharap kalian semua sukses di pertandingan nanti, mari ikuti aku!"


Bucky membawa mereka semua ke tempat registrasi pertandingan itu, Bucky kemudian menyuruh orang-orang yang akan ikut bertanding mengisi kertas registrasi tersebut agar nama-nama mereka akan terdaftar dalam pertandingan nantinya.


Viand yang pertama menuliskan namanya, sambil tersenyum dirinya menuliskan namanya dan memberikan cap jempolnya untuk proses validasinya.


"Ternyata adik ketua cabang juga ikut, berikan yang terbaik untuk kakak mu jangan sampai kau mengecewakannya!"


"Oh ya tentu saja!"


Berikutnya yang maju adalah Seth. Seth yang berpakaian serba hitam dengan masker yang membuatnya terlihat seperti seorang ninja sungguhan.


Begitu Seth selesai melakukan registrasi, Bucky terus-menerus menatapnya dengan selidik. Ia mencoba untuk mencari tahu tentang Seth, begitu ia mendapatkan cukup informasi Bucky terlihat cukup tenang walaupun masih ada perasaan ragu dengan Seth.


"Berikutnya!"


Kali ini yang maju adalah seorang perempuan cantik berambut ungu agak terang dengan iris mata berwarna ungu yang menampilkan kesungguhan, dengan perasaan yang mantap dirinya melangkah maju untuk menuliskan namanya ke kertas itu.


Archie tersenyum penuh arti begitu melihat perempuan itu maju dengan langkah yang mantap, Archie begitu yakin perempuan itu nantinya akan memberikan sebuah kejutan yang menarik pada semua orang.


Sunny Cloud, begitulah dirinya menuliskan namanya ke dalam kertas pendaftaran tersebut. Tak lupa juga, Bucky menatap selidik Sunny Cloud. Sunny Cloud yang ditatap seperti itu hanya bisa memalingkan wajahnya, ia merasa sangat tidak nyaman ditatap serius oleh Bucky, ia merasa begitu malu saat ini.


"Cleric level 30? Apa kau sedang bercanda!" Bucky yang sangat terkejut dengan status Sunny Cloud tak sengaja meninggikan suaranya yang membuat Sunny Cloud jadi gemetar.


"Ah maafkan aku, aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya terkejut dengan dirimu, bukannya aku meragukan dirimu tetapi orang yang akan mewakili Ketua Cabang Poisonox nanti kemungkinan adalah pemain-pemain berlevel tinggi dengan jam terbang yang tinggi pula"


Sunny Cloud semakin gemetar, ia bahkan tidak bisa menjawab perkataan Bucky tadi. Ia cuma bisa diam dalam gemetar, mendengarkan semua yang diucapkan oleh Bucky.


Merasa temannya itu agak terlalu jauh, Viola pun hendak menegur Bucky namun ia dihentikan oleh Archie yang memegangi pundaknya dan menyuruhnya untuk mempercayakan hal itu pada dirinya saja.


Archie pun maju dan menepuk pundak Sunny Cloud sehingga membuatnya menoleh menatap Archie yang tersenyum manis, selepas itu tatapan Archie kini beralih ke Bucky yang juga tengah menatapnya dengan tajam.


"Kau bilang tadi tak ingin meragukan temanku ini, namun kau malah selalu mempertanyakan dirinya. Bukankah sifat mu ini berlawanan dengan apa yang kau ucapkan di awal tadi?" Kata Archie dengan sangat menonok.


Bucky seperti tiba-tiba gagap, ia tak bisa menyelesaikan satu kalimatnya sehingga ia pun dihiraukan saja oleh Archie yang saat ini tengah asik melihat isi dari kertas registrasi tersebut.


Di kertas itu terlihat semua hal dari teman-temannya tadi, seperti level, job, skill yang sering digunakan hingga equipment terkuat yang ada.


Awalnya Archie merasa biasa saja, namun alisnya naik setengah derajat begitu melihat bagian dari kelompok Poisonox yang masih kosong melompong. Archie sempat berpikir jika mungkin mereka akan mendaftar lebih telat, namun hal itu langsung dibantah oleh Archie karena ia merasa ada hal yang mengganjal dirinya dengan pemikiran tersebut namun ia masih tak mengetahuinya.


Archie pun memandangi Bucky dengan perasaan penuh curiga, perasaan mengganjal itu begitu kuat namun Archie coba untuk tetap terlihat kalem.


Archie pun kini menuliskan namanya, sesaat kemudian beberapa informasi tentang dirinya mulai terpampang di kertas tadi.


Wajah Bucky semakin buruk, ia lebih terkejut melihat status dari Archie ketimbang saat dirinya mengetahui status milik Sunny Cloud tadi.


'bagus, ekspresi yang bagus!' ucap Archie dalam hati.


"Kau! Apa kau bercanda haa? Level 30 dan kau ingin ikut pertandingan itu?"


Viola merasa teman lamanya itu sudah terlalu jauh, ia menatap Bucky dengan perasaan amarah yang masih ia tahan. Walaupun sudah ia tahan perasaan itu, tetap saja hawa mengerikan seperti menyelimuti Viola dan itu membuat Bucky bergidik ngeri ketika melihat hal itu.


"Bukankah kau sudah keterlaluan Bucky! Kau terlalu meremehkan mereka, asal kau tahu saja mereka ini lah yang membantuku untuk menaklukkan dungeon waktu itu, dan beginikah sikapmu kepada mereka semua? Mau ditaruh kemana wajahku ini dihadapan mereka semua!"


Separuh jiwa Bucky seakan telah meninggalkan raganya begitu mendengar ucapan Viola tadi, ia masih hendak menyangkal hal tersebut, terlebih saat dirinya melihat wajah tengil Archie yang saat ini sedang menatapnya.


Namun ia mengurungkan niatnya itu, semua anggota Nebula Re-Estize Empire juga menatapnya dengan serius yang akhirnya membuat Bucky terpaksa harus mempercayai hal itu.


"Maafkan atas kelancangan Saya, perbuatan Saya tadi sudah sangat kelewatan. Harap ketua memberikan hukuman yang pantas pada Saya, atau Saya akan hidup dalam rasa bersalah!" Bucky membungkukkan badannya dan menyesali sikapnya tadi.


Sebenarnya Viola benar-benar marah sekaligus kesal dengan sikap Bucky tadi, beruntung bagi Bucky yang dirinya diselamatkan oleh Archie. Archie tak mau meributkan masalah sepele seperti itu tadi, Archie dan yang lainnya tak mau ambil pusing dengan hal tersebut.


Begitu mereka telah selesai dengan urusan mereka itu, mereka pun meninggalkan ruangan tersebut.


Lega rasanya perasaan Bucky begitu mereka semua meninggalkan ruangan, apalagi saat Archie bilang dia tak memikirkan hal tersebut. Dia sudah bersiap mendapatkan hukuman berat dari Viola, namun ia masih punya satu kesempatan yang tak akan ia sia-siakan lagi.


"Mereka semua menakutkan!" Ucap Bucky sambil menyeka keringat di dahinya.


Sedangkan di arah menuju ke luar gedung, Archie coba mendekat ke arah Viola. Viola menangkap gelagat Archie yang cukup aneh itu, Archie terlihat memperhatikan kesekelilingnya seperti memastikan tidak ada yang mengawasi atau mendengarkan percakapan mereka.


"Sepertinya kakak harus menyudutkan si kutu buku tadi, dia terlihat menyembunyikan sesuatu dari kakak dan juga aku merasa ada keanehan yang terjadi" dengan pelan Archie mengucapkan itu, berharap hanya Viola yang mendengar perkataannya tadi.


Viola memandangi Archie dengan satu alis terangkat, ia tak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Archie tadi. Namun ia merasa adiknya itu tak akan membohongi dirinya, Viola pun mengangguk tanda mengerti.


****


Beberapa jam sebelumnya…


Di dalam ruangan rapat yang memiliki atmosfer begitu gelap dan berat, Emperor merasa kepalanya begitu sakit saat mendengar apa yang diucapkan oleh tetua-tetua Guild Nebula yang berisikan orang-orang penyuntik dana untuk Guild Nebula.


Bagaimana Emperor tidak merasa pusing, tetua guild tiba-tiba saja merubah sistem dari pertandingan itu. Tidak hanya sistem, peraturan pun juga mereka ubah tiba-tiba tanpa sepengetahuan dari Emperor.


Sambil memijit keningnya, Emperor menyuruh Seraph untuk menyampaikan apa yang dipikirkan oleh Emperor. Namun para tetua tetap tidak memperdulikan hal tersebut, bahkan mereka lebih menekankan peraturan baru itu agar segera di sahkan.


"Apa kau tahu siapa yang menyusun hal ini Seraph? Siapa orang yang sudah berani membuatku sakit kepala seperti ini?" Dengan menyembunyikan rasa geramnya, ia coba bertanya pada Seraph.


Tidak ada jawaban yang bisa Seraph berikan untuk menjawab pertanyaan Emperor tadi, namun ia tidak putus asa. Seraph memperhatikan semua orang yang hadir di dalam pertemuan itu dan yang tidak terlihat hanyalah ketua cabang Re-Estize Empire.


Terbesit di pikiran Seraph jika cabang Re-Estize Empire lah yang melakukan hal tersebut, namun Emperor mengetahui pikiran dari temannya itu. Ia langsung memotong pemikiran Seraph dan menyuruh Seraph agar kembali memikirkannya dengan menyeluruh.


"Tidak mungkin mereka yang melakukan itu Seraph, aku tahu betul sifat keras dari Viola itu dan dia pasti tak akan melakukan hal tersebut walaupun dirinya tau dia tak akan menang!"


"Mohon maafkan kelancangan ku Emperor. Aku langsung mengambil kesimpulan tanpa pikir panjang!"


Setelah meminta maaf pada Emperor karena kesimpulan cepatnya tadi, Seraph kembali memperhatikan orang-orang yang berada dalam ruangan rapat.


Matanya berhenti di wajah Poisonox. Seraph memicingkan matanya melihat ekspresi Poisonox yang tersenyum penuh makna, ia merasa curiga dengan Poisonox dan begitu ia memberitahukan hal itu pada Emperor, wajah Emperor pun juga ikut gelap karena hanya Poisonox yang tersisa untuk dijadikan tersangka.


"Kalau memang benar apa yang kau pikirkan itu, dia sudah menggenggam setengah dari guild ini. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi Seraph! Aku tau betul seperti apa Poisonox itu" ungkap Emperor.


****


Viola begitu terkejut mendengar kesaksian dari teman lamanya. Begitu Archie menyuruhnya untuk membuat Bucky agar mau bicara, Viola pun langsung membuat siasat agar rencananya berjalan lancar.


Viola sengaja menunggu Bucky untuk keluar dari gedung markas, lalu ia mulai mendekatinya dan menjalankan misinya tadi.


Dengan sedikit paksaan, Bucky pun ketakutan dan mulai menceritakan semua yang dia tahu apa yang terjadi di dalam Guild. Semua itu berlandaskan karena Bucky mengenal Viola dengan baik dan ia juga merasa tak enak dengan Viola.


"Tetua guild menginginkan kau kalah, dengan begitu mereka bisa punya alasan kuat untuk mengusirmu dari guild walaupun sebenarnya kau adalah orang yang cukup punya nama di dalam guild"


"Mungkin ini juga pengaruh dari Poisonox dan para tetua melihat ada potensi dirimu yang akan kalah, mereka pun menyetujui rencana Poisonox untuk menantang 4 orang dari kubu kalian melawan orang-orang pilihan dari Poisonox"


"Aku tidak tahu berapa jumlah mereka yang di pilih oleh Poisonox, namun aku yakin mereka tidak akan melakukan pertarungan 4vs4! Itulah mengapa aku merasa khawatir saat melihat perwakilan dari team mu. Aku merasa pesimis begitu tau orang-orang mu, tetapi saat aku melihat tatapan mata mu yang serius, aku jadi berharap akan ada sebuah keajaiban nantinya" Bucky menjelaskan semua hal yang ia ketahui pada Viola.


Wajah Viola perlahan-lahan memburuk, bukan karena ia tak yakin bisa menang dari kubu Poisonox namun dirinya lebih terkejut dengan kehendak para tetua yang ingin mengusirnya dari guild. Selama ini ia sudah sangat berbakti pada guild dan selalu mengangkat nama guild, namun balasan dari para tetua adalah mengusirnya dari guild. Tentu saja itu membuat shock Viola.


"Oh jadi seperti itukah ceritanya!" Suara seorang laki-laki mengejutkan Bucky dan Viola.


Viola kebingungan ketika mengetahui suara tadi adalah suara Archie. Memang Archie menyuruh Viola untuk membuat Bucky agar menceritakan semua yang terjadi, tetapi rupanya Archie juga ikut mendengarkan semua percakapan tadi tanpa di ketahui oleh Viola atau Bucky.


"Gawat juga ya posisi mu Kakak Viola, aku tau rasanya ketika kau yang sudah berjuang mati-matian demi tempat mu bernaung. Namun mereka malah membuangmu bahkan melupakan semua yang telah kau lakukan pada mereka, layaknya seperti sebuah sampah tak berguna!"


Perkataan Archie membuat sakit Viola. Bucky begitu marah ke Archie yang tidak bisa melihat situasi. Bucky memarahi Archie yang tidak bisa lebih memilih kata-katanya, namun Archie hanya diam saja menatap Viola yang berdiri mematung.


"Sudahlah Bucky aku baik-baik saja, apa yang dikatakan oleh adik ku tadi ada benarnya juga. Buat apa aku larut dalam kesedihan, yang jelas aku harus tetap melangkah maju walaupun sekiranya nanti aku kalah dan aku tidak di guild ini lagi. Aku masih bisa berkarya dalam hal yang lain atau mungkin aku masuk dalam guild lain"


Viola tersenyum manis, wajahnya pun kembali jadi lebih cerah. Ia menatap Archie penuh arti.


"Rupanya adik kecil ku ini sudah sangat dewasa, ah aku iri dengan perempuan yang nanti akan memiliki mu!" Viola menggoda Archie.


Wajah Archie memerah karena malu, ia pun segera menutupinya dengan berlagak kalem dan membelakangi Viola.


Melihat hal itu Viola semakin menjadi-jadi menggoda Archie, sudah lama sekali rasanya dirinya tak sebahagia itu hanya karena asik menggodai adik kecilnya itu.


"Sudahlah nenek tua! Aku sama sekali tak senang mendengar pujian mu itu!"


"Apa kau bilang nenek tua?" Wajah Viola jadi gelap seketika.


Archie merasakan hal yang buruk, ia segera menutupi mulutnya dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya.


Viola tetap tak bergeming, bahkan wajahnya semakin gelap dengan senyuman manis yang terasa mengerikan bagi Archie. Setelah itu Viola mengambil sebuah pedang kayu dari dalam inventorinya. Pedang kayu itu merupakan pedang pertama yang dimiliki oleh para player yang memilih job Warior.


Melihat hal itu Archie pun meneguk air liurnya, ia membuat sebuah simbol dan mempasrahkan dirinya. Archie menatap Bucky dengan ekspresi penuh makna, seperti tatapan seorang penyelamat yang menginginkan pengikutnya agar selamat.


Viola pun memberikan sebuah pukulan pada kepala, badan hingga pantat Archie. Ia begitu menikmati saat-saat seperti itu, hingga membuat Bucky ikut merasa ngeri melihat sisi lain dari Viola itu.