
Ikhsan terbangun di kamarnya saat langit malam sudah menyelimuti kota tempat ia tinggal. Ia tersenyum, teringat apa yang sudah terjadi dengan dirinya. "Tak ku sangka, aku bertemu lagi dengannya" Ikhsan bergumam.
Ikhsan mencoba untuk masuk kembali ke dalam game, namun ternyata ia masih belum bisa masuk kedalam game karena pinalti yang ia terima. Ikhsan baru bisa masuk ke dalam game setelah menghabiskan waktu 4 jam masa pinaltinya.
Ikhsan menggelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan, tak ada yang bisa ia lakukan untuk menghabiskan waktu selain tidur saja. Namun sebelum Ikhsan tidur, ia terlebih dahulu memasak makanan karena perutnya sudah mulai keroncongan.
Ikhsan memasak nasi goreng malam itu, ia menikmati nasi gorengnya sambil mendengarkan musik kesukaannya, namun kali ini ia lebih memilih musik yang sedikit mellow dari biasa yang ia dengar.
Sambil menikmati makanannya, Ikhsan jadi sedikit teringat dengan kenangan masa lalunya dengan teman-teman di Ayo Minum Kopi. Setelah pertemuannya dengan Yuki, ia jadi kembali teringat momen-momen paling bahagia di hidupnya itu.
Ia teringat dengan Zhao yang pemarah, Carmen yang suka sekali menggoda, atau Page yang suka sekali berteriak keras di dekat telinganya. Seakan-akan Ikhsan, kembali bisa mendengar semua itu dan melihat mereka semua di depannya, namun ia lekas sadar dari lamunannya itu.
Ikhsan menyudahi acara makan malam muramnya, dan bersiap untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah berjuang begitu keras selama ini. Sebelum ia memejamkan matanya untuk sejenak, Ikhsan mengambil handphonenya dan mengirim pesan singkat untuk seseorang, lalu ia pun menutup matanya sambil menunggu esok hari yang akan datang.
Keesokan harinya di Cyrus Online....
Background putih yang menyilaukan mata menyambut Archie saat dirinya kembali masuk ke dalam game. Ia mencoba menerka-nerka dimanakah dirinya saat ini, namun ia juga sudah menemukan jawaban dari pertanyaannya itu, sebuah tempat ketika seorang pemain terbunuh di dalam game, Katedral.
Namun ia tidak mengingat ada katedral yang memiliki ornamen-ornamen dedaunan dan ada patung seorang dewi, biasanya ia bisa melihat lukisan-lukisan indah saat matanya terbangun dari tidur sejenak.
Saat Archie memperhatikan lebih jauh lagi, ia akhirnya menyadari dan tersadar bahwa ia pernah bangun dari tempat ini sebelumnya, tempat itu merupakan kuil yang ada di Nilfelin.
Begitu ia tahu kalau ia sudah ada di Nilfelin, ia jadi teringat dengan para Dwarf yang dibawa oleh Arien. Archie buru-buru membangunkan tubuhnya, ia begitu terkejut saat melihat ada sesosok wanita cantik yang sedang menatapnya saat ini.
"Bangun juga kau akhirnya dasar tukang tidur!" ujar Arien setelah ia melihat Archie yang sudah terbangun dari tidurnya.
Archie pun sedikit kebingungan, namun ia bisa mengendalikan dirinya. Archie lalu bertanya apa saja yang sudah ia lewatkan, karena ia yakin sudah banyak kejadian yang terjadi di saat ia masih tertidur.
"Tidak banyak yang terjadi. Berkat keputusanmu saat itu, kami semua benar-benar sampai di Nilfelin dengan selamat"
"Bagaimana para Dwarf? Apa mereka dalam keadaan baik-baik saja?"
"Ya, setelah pihak istana melihat bangsa Dwarf, mereka semua langsung memberikan perawatan bagi yang terluka"
Archie merasa sangat lega, helaan nafas panjangnya menggambarkan kelegaan hatinya saat ini. Rasanya, beban yang ada di punggungnya kini sudah tercabut dan menimbulkan rasa yang sangat luar biasa nikmatnya.
"Oh iya satu hal lagi" Arien teringat sesuatu yang harus disampaikan pada Archie. "Dua orang penting di kerajaan ini ingin bertemu denganmu. Lebih baik kau segera bangun dan pergi ke istana"
"Siapa orang penting di kerajaan ini, Elondil kah?" Archie bertanya-tanya namun Arien tidak menjawabnya, ia meninggalkan Archie seorang diri di kuil.
Melihat Arien yang meninggalkan dirinya seorang diri, Archie pun bergegas mengejarnya dan ia terus menanyakan pertanyaan yang sama pada Arien, sampai akhirnya mereka tiba di depan istana kerajaan.
"Oh Tuan Archie!" ucap salah satu penjaga ketika ia melihat Archie masuk kedalam istana.
Namun Archie tak mendengar sapaan itu, ia masih sibuk dengan Arien yang terus-menerus mengabaikan pertanyaannya. Penjaga itu sedikit kebingungan dengan sosok Archie dan Arien yang beradu mulut sampai masuk ke dalam istana, ia hanya bisa menggelengkan kepala sebelum akhirnya ia kembali ke pos dimana ia berjaga.
Sampai akhirnya mereka berdua di ruangan singgasana raja, orang-orang di sana yang sedang asik berbincang sambil memakan hidangan yang di sajikan jadi sedikit terkejut dengan kedatangan Archie dan Arien. Mereka semua menatap kedua orang yang terus-menerus beradu mulut itu, sampai akhirnya mereka berdua pun diam seperti patung dan tidak berani menatap mata orang-orang itu.
Di ruangan itu banyak sekali wajah-wajah familiar seperti Tetua Uungor yang masih saja tua bangka, atau Lusirele yang baru saja memenangi pertempuran dengan Bloodelf dan membuat mereka patuh dengan kerajaan Narannas. Bahkan ada sosok Vonarlug Hammersonic dan Radamir Scareye di sana, sebagai perwakilan dari rakyat Dwarf yang dibawa oleh Archie.
Namun ada dua orang yang tidak pernah Archie lihat sebelumnya, mereka berdua duduk di samping kiri dan kanan Raja Elondil. Mereka berdua cukup mirip dengan Elondil, bahkan laki-laki yang duduk di samping kanan Elondil memiliki aura yang bahkan melebihi Elondil. Sedangkan gadis yang duduk di samping kiri Elondil memiliki wajah yang bisa menenangkan hati yang memandanginya, tatapan mata secantik emerald terasa begitu dingin namun terpancar kehangatan yang samar.
Archie mulai berpikir, kalau kedua orang itulah yang dimaksudkan oleh Arien.
"Ini dia bintang utama kita malam ini, D. Archie!" ujar Elondil sambil mengangkat gelas yang terbuat dari emas berkilau.
Semua orang yang ada di sana lalu bersorak dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Elondil, membuat Archie agak bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Arien lalu meninggalkan Archie yang kebingungan itu, ia kembali pada Ratunya, Titania dan duduk di sampingnya. Archie sendiri masih berdiri dengan kebingungan yang memenuhi kepalanya, lalu seorang pengawal kerajaan mendekati Archie dan mempersilakan dirinya untuk duduk di kursi yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Archie duduk saat Elondil memberikan isyarat padanya, sambil terus mencerna apa yang sedang terjadi, Archie mencoba untuk meminum anggur yang disediakan.
"D. Archie. Berapa kali kau menyelamatkan kerajaan ini? Dulu kau menyelamatkan kami dari amukan Lo-Kag, dan sekarang kau berhasil menemukan bangsa Dwarf yang sudah banyak dari kami menganggapnya mitos!" ujar Elondil, memulai pembicaraannya.
"Keberhasilan Jenderal Lusirele menaklukkan Allmshara juga menjadi catatan brilian, namun menemukan keberadaan bangsa Dwarf dan membawanya adalah hal yang lain! Tidak ada ucapan terimakasih yang bisa melukiskan perasaanku saat ini" Elondil memberikan pujian setinggi-tingginya pada sosok Archie.
Archie hanya mengangguk sejenak mendengar semua pujian itu, semua orang lalu memberikan tepuk tangan yang sangat meriah atas keberhasilan Archie. Namun ada satu orang yang tidak senang dengan semua ini, yaitu laki-laki yang terus menatap Archie dengan tatapan kebencian walaupun ia baru saja bertemu dengan Archie. Sosok itu adalah Athriel yang duduk di samping kanan ayahnya, Elondil.
Archie bingung mengapa sosok itu terus menatapnya seperti itu, padahal mereka baru saja bertemu. Athriel pun lalu bangkit sambil memukul meja dengan cukup keras, perhatian semua orang menjadi tertuju ke arahnya kali ini.
"Apa yang kau lakukan Athriel?"
"Oh maafkan aku ayah, aku hanya ingin pergi dari perkumpulan aneh ini. Tidak bisa ku percaya, saat ini aku melihat High Elf berbagi ruangan dengan Dark Elf, Dwarf dan juga manusia. Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh dewan High Elf jika mereka tahu apa yang terjadi di sini"
Perkataan dari Athriel itu membuat orang-orang tercengang, dari pihak kerajaan merasa terkejut dengan apa yang diucapkan olehnya, namun dari pihak luar seperti Dark Elf dan Dwarf menjadi sedikit tersinggung.
Elondil pun marah dengan sikap anaknya itu, ia bangkit dan menatap mata permata biru anaknya itu. Tetua Uungor dan yang lainnya bergegas untuk menghalangi raja mereka itu untuk berbuat yang tidak-tidak.
"Itu sajakah yang ingin kau sampaikan pada ku Elondil? Kalau itu saja maka izinkan aku untuk kembali ke Lembah Ingatan bersama orang-orang Dwarf itu, aku tidak ada waktu untuk melihat sandiwara klasik keluarga kerajaan"
Apa yang dikatakan oleh Archie membuat orang-orang Dwarf dan Dark Elf suku Nightborne tertawa terbahak-bahak sejadi-jadinya, mereka tidak mengira mendengar lelucon yang seperti itu keluar dari mulut Archie. Bahkan Ashiya yang duduk di samping Elondil, hampir saja tertawa karenanya.
Dan benar saja, Athriel tidak tahan melihat Archie yang seperti itu. Athriel marah, ia lalu menghampiri meja Archie dan menatapnya yang tengah memakan apel sambil menikmati anggur dengan cara seperti orang barbar.
"Itulah mengapa kalian selalu menjadi makhluk yang rendah, tata krama saat menyantap makanan saja kau tidak mengetahuinya" Athriel mengomentari cara Archie yang menikmati segelas anggur dan apel.
Archie pun menjawabnya. "Oh seperti itu kah Tuan Tinggi? Aku bertanya-tanya, apakah kau juga menjaga tata krama saat buang air. Misalnya berdiri saat buang air besar karena pemikiran kalian dengan tinggi dan rendah?"
Orang-orang kembali tertawa, bahkan lebih keras dari sebelumnya. Radamir Scareye dan Vonarlug Hammersonic saja sampai beberapa kali memukul meja karena lawakan Archie, dan lagi-lagi Ashiya hampir memuntahkan anggur manis miliknya saat mendengarnya.
Athriel melihat ke sekelilingnya, semua orang menertawakan dirinya, ia kembali menatap Archie yang masih nampak santai menikmati anggur. Athriel benar-benar tidak tahan berada di situ, ia pun mengajak Ashiya untuk pergi keluar dari tempat itu segera.
Athriel keluar lebih dahulu, lalu Ashiya mengikuti setelah ia menghabiskan anggur manisnya. Sebelum keluar dari ruangan, Ashiya sempat melirik ke arah Archie, lalu ia membisikkan sesuatu ke telinga Archie yang membuat Archie terkejut karena itu.
Saat Athriel sudah pergi, suasana di dalam ruangan itu semakin pecah. Walaupun mereka semua tahu Athriel adalah anak dari Elondil, namun mereka tetap tidak peduli dan mereka tetap menertawakan Athriel yang kalah dalam permainan kata-kata dengan Archie.
Elondil sendiri seperti tidak peduli dengan hal itu, ia bahkan memberikan Archie pujian karena sudah berhasil membuat harga diri anak itu sedikit tersakiti, walaupun sebenarnya Archie juga tidak bermaksud untuk melakukan hal itu sebelumnya.
*******
Orang-orang Dwarf dari Eventyr sekarang sudah berada di Lembah Ingatan. Sesuai dengan perjanjian yang sebelumnya sudah mereka sepakati, Zero Fear akan memberikan tempat tinggal untuk orang-orang Dwarf di Lembah Ingatan dan mereka akan diberikan kebebasan.
Setelah sampai di Lembah Ingatan, orang-orang Dwarf langsung memulai hidup baru mereka. Ada yang menambang di kaki gunung, ada yang menjadi tukang besi dan ada juga yang menjadi pembuat arak dan anggur.
Roda kehidupan kembali berjalan dengan normal, penduduk Lembah Ingatan pun juga langsung berbaur dengan orang-orang Dwarf. Mereka semua menerima dengan tangan terbuka kedatangan bangsa yang memiliki tubuh lebih rendah dari mereka semua itu.
Bahkan, ada beberapa manusia yang bekerja dengan Dwarf. Kerjasama mereka terbangun dengan sendirinya.
Melihat pemandangan itu, membuat Diane tersenyum puas. Ia tidak pernah menyangka Lembah Ingatan akan berkembang seperti sekarang ini, ia lalu menatap sosok orang yang paling berjasa atas semua ini, sosok itu tengah fokus memperhatikan sesuatu di ruangan santai, sosok itu adalah D. Archie.
Berkat pertemuannya dengan Archie, Lembah Ingatan jadi lebih hidup dari sebelumnya. Dulu tidak ada pabrik senjata, ataupun pabrik minuman keras seperti sekarang, dan sekarang mereka bahkan mulai melakukan pertambangan di lereng gunung.
Tak hanya itu, dulu penduduk Lembah Ingatan hanya beberapa orang saja. Kini kurang lebih ada ratusan penduduk dari berbagai macam ras. Mulai dari manusia, elf dan dwarf.
Caelius yang baru saja dilantik sebagai Menteri Strategi Tata Kelola Lembah Ingatan, jadi sedikit kewalahan dengan pekerjaan barunya itu. Karena banyaknya orang-orang baru yang masuk ke Lembah Ingatan, ia harus memikirkan perencanaan struktur kota dan pembangunan pemukiman penduduk yang baru.
Saat ini, ia juga sedang bersantai di ruangan rekreasi atau lebih tepatnya ia sedang memijit kepalanya yang tengah pening akibat terlalu banyak berpikir.
"Jadi seperti inikah sulitnya membangun sebuah peradaban"
"Hahaha, untuk seorang Menteri, kerjamu bagus juga Caelius"
"Diam kau Archie! Di saat kau bersenang-senang dengan pertualanganmu, aku disini menderita karena harus memikirkan rencana-rencana pembangunan Lembah Ingatan"
"Sudahlah kalian berdua. Kita semua memiliki perannya masing-masing, jadi jangan saling menyalahkan" Diane masuk ke tengah-tengah medan pertempuran dua orang yang memiliki rambut putih perak itu.
Mereka berdua kembali tenang setelah Diane masuk ke dalam pertempuran mereka. Caelius kembali fokus untuk memikirkan perencanaan kota, sedangkan Archie kembali fokus memperhatikan sesuatu yang membuat Diane bertanya-tanya.
Namun belum sempat Diane bertanya pada Archie, beberapa orang lagi mulai masuk ke dalam ruangan rekreasi. Mereka semua adalah anggota Cero Miedo atau Zero Fear yang baru saja kembali dari tugas mereka. Rick, Persian, Lynch, Seth, Willy, Sunny Cloud, dan Izzy kembali dari tugas mereka masing-masing.
Selain mereka semua, ada orang-orang dari Nebula seperti Viola dan Viand, serta ada orang-orang utusan dari Narannas seperti Lusirele, Alruna, Crishy dan Arien alias Panglima Burung, yang juga datang ke Lembah Ingatan.
Namun selain mereka semua, ada sesosok orang misterius yang dibawa oleh Seth. Saat mereka semua sudah berkumpul, termasuk orang misterius itu, Archie pun menunjukkan senyuman khasnya sambil mengucapkan satu kalimat yang membuat semua orang jadi bersemangat.
"Saatnya kita memulai rapat rencana penyatuan seluruh Cirus!"
...Cyrus Online is done...
...End of the line...
...----------------...
Pojok Penulis:
*Hai teman-teman semua, Ned Kelly kembali menyapa kalian semua..
Dengan chapter ini, Ned resmi menutup buku untuk cerita Cyrus Online yang sudah ane kerjakan bertahun-tahun lamanya haha. Ketahuan deh malesnya ane.
Ned benar-benar bangga bisa menulis cerita seperti Cyrus Online yang ane rasa masih banyak yang kurangnya ini, namun Ned selalu mencoba untuk memperbaiki setiap kekurangan di buku ini. Ned juga tidak menyangka buku ini pernah juara lomba walau cuma juara 2, karena Ned merasa kapasitas ane sebagai seorang penulis masih jauh dari penulis-penulis hebat di sini.
Ned benar-benar berterimakasih dengan orang-orang yang selalu mendukung Ned, orang-orang yang selalu memberikan vote, like dan komen walaupun ada yang bad comment it's not problem wkk.
Ned tidak tahu apakah Ned bakalan melanjutkan Cyrus Online ke book 2, atau tidak. Karena ada beberapa alasan, namun Ned bisa yakinkan kalau Ned akan tetap terus menulis karena seperti yang Ned pernah bilang, kalau Ned menulis bukan karena hobi atau ingin dapat uang dan terkenal, namun karena masalah mental.
Kalau Ned ingin melanjutkan Cyrus Online ke book 2, Ned bisa saja karena sudah ada gambaran dan plotnya. Tetapi kemungkinan juga Ned tidak melanjutkannya dan membuat proyek baru dengan konsep yang sama dengan Cyrus Online. Untuk sekarang kalian bisa menikmati Dragon Fist saja terlebih dahulu, itupun kalau kalian pingin wkk.
Ya segitu saja dari Ned, sekali lagi terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga kalian semua sehat selalu dan apa yang kalian inginkan tercapai.
Salam....
Ned_Kelly*