Cyrus Online

Cyrus Online
54. Nebula Menuju Ishavil



Tak perlu waktu lama bagi Guild Nebula Re-Estize Empire untuk menjadi Guild top. Walaupun mereka selalu dikatakan sebagai Guild cabang saja, tapi tetap saja Nebula Re-Estize Empire punya nilai penting untuk guild-guild lain di kawasan Re-Estize Empire.


Bagi guild lain, Nebula Re-Estize Empire seperti acuan mereka untuk bisa bersaing. Apalagi setelah Guild Nebula Re-Estize Empire berhasil menaklukkan dungeon yang membuat nama mereka semakin meroket.


Namun tentu saja tiada keberhasilan yang instan. Para anggota Nebula Re-Estize Empire mati-matian berjuang demi kehormatan guild mereka.


Beberapa kali mereka harus dihancurkan, dileburkan, dibelasah, diobok-obok dungeon itu. Karena hal itu mental dari anggotanya sedikit terbentuk, ditambah juga ketua mereka yang memberikan contoh nyatanya.


Salah satu kunci sukses mereka selain coba dan mencoba, mereka juga selalu mencari bantuan-bantuan dengan guild lain.


Tetapi tak ada satupun yang mau untuk bekerjasama dengan Nebula untuk membasmi dungeon saat itu, hingga akhirnya mereka menemukan sebuah sosok anomali yang bisa membuat mereka melangkah lebih jauh seperti sekarang ini.


Kehebatan dan kematangan kemampuan menganalisis suatu hal dari ketua mereka juga menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka. Viola tanpa pikir panjang memerintahkan para Scout terbaik dari guildnya untuk mencari player Anomali tersebut, ketika semua orang masih bertanya-tanya kepada diri mereka sendiri tentang player tersebut.


'oh jadi kau sedang dalam perjalanan ke Ishavil ya adik kecilku!' batin Viola sesaat setelah ia menerima pesan dari Archie.


"Kapten Viola! Hari ini kita mau berburu dimana?"


"Ya hari ini kita mau kemana kakak?"


Viand dan Lemon mendekati kapten mereka yang sedang duduk santai sambil memandangi kota yang dibelah sungai-sungai kecil.


Dengan senyum yang masih tercetak diwajahnya, Viola lalu menjawab pertanyaan mereka berdua dengan sangat halus yang kemudian menjadi pertanyaan oleh mereka berdua.


"Kita akan ke Ishavil! Dan tolong panggil aku Kapten Viola wahai wakil kapten Viand!"


******


Rombongan guild Nebula Re-Estize Empire saat ini tengah melakukan perjalanan ke Ishavil.


Semua dari rombongan itu agak kebingungan dengan kapten mereka. Hal itu dikarenakan tempat yang mereka tuju adalah sebuah kota, bukannya tempat monster yang selalu menjadi tempat tujuan mereka.


Setelah pertarungan hebat di dungeon kala itu, Viola langsung memerintahkan semua anggotanya untuk berburu dan menaikkan level mereka semua.


Setiap harinya mereka selalu melakukan grinding ke berbagai tempat di kawasan Re-Estize Empire. Memang agak sedikit membosankan jika hanya melakukan grinding terus menerus tanpa ada jeda, tetapi mereka semua tak merasakan hal itu semua.


Mereka menyadari betapa tak berartinya mereka di dungeon saat itu. Mereka begitu malu ketika melihat anggota kelompok Archie yang bahkan lebih rendah levelnya dari mereka semua, karena itulah mereka kerja keras untuk menaikkan level dan skill mereka.


Tetapi kali ini mereka agak kebingungan dengan pilihan tempat oleh ketua mereka itu. Pola pikir mereka yang sudah dipenuhi dengan leveling, jadi kacau sekali.


Mereka mengira bahwa ketua mereka menyuruh mereka untuk membunuh prajurit-prajurit di kota Ishavil untuk lebih cepat naik level.


"Anu kapten! Maaf jika saya lancang tapi bolehkah saya bertanya kenapa kita harus pergi ke kota Ishavil? Bukannya ke Maze plains seperti biasanya?" Tanya Lemon ke Viola


Tanpa berkedip, Viola langsung menjawab pertanyaan dari anak buahnya itu


"Aku hanya berpikir sederhana Lemon, kalian sudah bekerja sangat keras dan sudah selayaknya kalian mendapatkan liburan sementara. Dan kenapa aku pilih Ishavil? Jawabannya adalah di sana terdapat bar yang begitu terkenal di seluruh daratan Re-Estize Empire!"


Teriakan kegembiraan mulai menggema. Mulut mereka seperti otomatis untuk menyalakan bel kemenangan tersebut.


Viola sangat memahami kegembiraan dari anak buahnya itu, ia begitu puas dengan mereka yang sudah sangat loyal terhadapnya. Dan pemikirannya untuk membalas keloyalan mereka sudah sangat benar.


Sebagai seorang pemimpin, Viola selalu memperhatikan para bawahannya. Kadang-kadang ia juga bisa membantu mereka dalam mengatasi masalah mereka semua. Mungkin karena hal itulah mereka menjadi sangat loyal dengan komandannya itu.


Dikala para anggota yang lain tengah merayakan kegembiraan mereka. Viand malah mulai berpikir karenanya.


Ia merasa seperti ada yang tengah ditutupi dan tak mau diungkapkan oleh Viola kepada mereka.


'sebenarnya apa yang kakak rencanakan?' ucap Viand dalam hati.


*******


Tentunya perjalanan mereka untuk sampai ke Ishavil tak semulus jalan tol.


Kadangkala, ada beberapa monster yang datang dan menghalangi jalan mereka menuju Ishavil.


Beberapa kali mereka harus berhenti dan membersihkan jalanan dari monster-monster yang menghalangi perjalanan mereka.


Berbagai macam monster yang mereka basmi, mulai dari yang lemah seperti Goblin hingga yang sedikit lebih kuat seperti Orc.


"Hell Raiser!"


"Taunt!"


"Cooled Dance!"


Satu persatu dari mereka menyerang monster-monster itu dengan menggunakan skill terkuat mereka.


Ketika duet tanker mereka menggunakan [Taunt] untuk memancing para monster, sisanya para damage dealer seperti Viand dan Viola akan memberikan sebuah serangan terakhir.


Selain Viola dan Viand yang memberikan damage, ada juga seorang elf perempuan yang menyerang menggunakan panah.


Elf itu memiliki penampilan seperti kebanyakan ras elf lainnya. Dengan mata biru cerah seperti langit, rambut pirang panjang khasnya Mediterania, tubuh langsing nan elastis bagaikan seorang model, dan tentu saja jangan lupakan telinga lancipnya.


"Nice shoot Venus!" Inject dan Lemon memberikan pujian kepada elf itu.


Venus langsung menutupi wajahnya ketika dipuji oleh duo tank itu.


Inject dan Lemon saling memandang satu sama lain, mereka berdua merasa melakukan hal yang salah terhadap Venus.


Tetapi Viola hanya bisa tersenyum melihat kejadian itu, Viola lalu mendekati Venus dan mulai menenangkannya.


"Sudah sudah mereka tak bermaksud untuk menyalahkan mu Venus, mereka benar-benar memuji aksi mu tadi!" Ucap Viola sambil memeluk Venus.


Venus yang berada dipelukan Viola akhirnya jadi sedikit tenang. Ia merasa pelukan dari ketuanya itu memiliki efek penenang yang bahkan lebih dari obat penenang.


Melihat kejadian itu, anggota laki-laki yang lainnya merasa iri kepada Venus, mereka semua ingin sekali berada di posisi Venus sekarang ini.


"Ah aku ingin juga dipeluk sama ketua dan merasakan yang empuk-empuk!" teriak salah satu laki-laki.


*******


Setelah lama berkutat dengan monster-monster yang menghalangi perjalanan mereka. Akhirnya mereka semua telah sampai ke kota Ishavil.


Tanpa harus berlama-lama lagi, mereka semua langsung saja mencari sebuah bar bernama Corde yang katanya adalah bar paling terkenal di seluruh Re-Estize Empire.


Tidak susah untuk mencari bar tersebut di sana, akan tetapi ada satu hal yang membuat Viola dan lainnya keheranan.


Di depan bar itu, tepatnya di tengah-tengah jalanan kota terlihat banyak sekali orang-orang yang sedang mengerumuni sesuatu.


'apa ada orang yang berjualan di tengah jalan?' pikir Viola.


Tetapi sekali lagi, ia membuang pemikirannya jauh-jauh. Ia mencoba memikirkan hal lain namun tak satupun yang dapat ia bayangkan selain orang yang berjualan di tengah jalan.


'apa jangan-jangan duel di tengah-tengah jalan? ' batinnya lagi, dan setelahnya Viola langsung berlari ke arah kerumunan orang itu.


"Kakak mau kemana!"


"Ketua!"


Anggotanya juga ikut berlari menyusul ketua mereka itu.


Dengan susah payah Viola menembus kerumunan orang-orang itu. Gocek kanan, gocek kiri Viola mulai menunjukkan keahliannya bermain bola basket.


Dan seketika, mulutnya ternganga lebar melihat orang yang berada di tengah jalan itu.


Ada dua orang yang saling hadap-menghadap, satunya ia kenal sekali siapa dia sedangkan satunya lagi tak ia kenali bahkan di kehidupan sebelumnya.


"Sniff sniff (menghisap rokok) ingat perjanjian kita, jika kau kalah maka kau harus bebaskan budak perempuan milikmu itu!" Ucap seorang pria dengan pakaian koboi.


"Baiklah! Aku terima dengan senang hati tantangan mu!"


"Ah bodohnya dia! Apa benar aku punya seorang murid seperti dia"


Viola masih tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang ini. Ia hendak memungkiri apa yang barusan ia lihat, tetapi ia tak sanggup melakukannya.


Ia hanya bisa tersenyum kecut, sambil terus memaksakan wajahnya tetap manis walaupun ia sudah sangat begitu marah.


"Sebenarnya apa yang ia perbuat disini!" Ucap Viola sambil tetap tersenyum.