Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 127: Pesta Sebelum Pertandingan



Valldemossa, Mallorca Kingdom.....


Kelompok Nebula yang di pimpin oleh Viola tengah menikmati waktu bersantai mereka di salah satu kedai di kota Valldemossa.


Tidak hanya bersantai, mereka juga berkumpul untuk membahas rencana mereka dalam pertandingan yang akan di selenggarakan sebentar lagi.


Pertandingan itu adalah pertandingan yang mempertemukan, kelompok Viola dengan kelompok Poisonox.


Walaupun mereka semua terlihat tengah bersantai atau tengah menikmati waktu mereka, namun wajah mereka nampak serius dan juga berat karena memang pertandingan itu akan menjadi penentu nasib dari salah satu kelompok yang bertanding.


"Pokoknya aku ingin ikut dalam pertandingan itu kakak! Akan ku pastikan kali ini aku akan melemparkan debu ke wajah Poisonox itu, lihat saja nanti!" Ucap Viand dengan menggebu-gebu.


"Tidak! Dengan segala hormat, kali ini aku menentang tindakan Wakil Ketua!. Biar aku saja yang ikut dalam pertandingan itu, demi nama baik Ketua dan Nebula Re-Estize!" Kali ini Lemon yang berkata.


"Hei hei hei! Kalian berdua seenak jidat saja. Yang paling pantas melakukan hal itu adalah aku, karena aku adalah Kesatria terhebat di dalam Nebula Re-Estize Empire!" Inject juga ikut-ikutan panas.


Mereka bertiga saling beradu mulut tentang siapa yang paling hebat dan yang paling pantas untuk ikut pertandingan itu, karena memang peraturan pertandingan itu hanya membolehkan satu dari kelompok mereka untuk berpartisipasi dalam pertandingan tersebut.


Melihat Viand, Lemon dan Inject yang saling bersitegang, membuat Venus ketakutan. Ia pun langsung mendekati Viola dan bersembunyi di balik badan Viola karena saking takutnya.


Viola semakin di buat sakit kepala karena tingkah anak buahnya, ia pun memijit keningnya dan membuang nafas panjang berkali-kali.


Di tengah kegalauannya itu, Viola dikejutkan dengan notifikasi pesan masuk. Begitu ia melihat siapa yang mengirimkannya pesan itu, wajah gelapnya seperti hilang seketika berganti dengan wajah penuh kebahagiaan.


Tentu saja hal itu membuat mereka bertiga yang saling ribut tadi keheranan dengan ketua mereka, mereka bertiga saling tatap satu sama lain.


"Apa yang terjadi kak? Sepertinya wajahmu terlihat begitu cerah?" Viand bertanya


"Mereka di sini!" Jawab Viola singkat.


Viand juga ikut senang, bahkan dia sampai meloncat-loncat kegirangan sehingga dirinya jadi tontonan orang-orang yang sedang bersantai di sana, namun ia tak peduli dengan hal tersebut.


Inject, Lemon dan yang lainnya jadi keheranan. Mereka pun menanyakan hal serupa ke Viand dan Viand pun menceritakan tentang hal itu dari awal hingga akhir, sehingga pada akhirnya mereka semua larut dalam kebahagiaan dan mereka merayakan hal itu seperti mereka merayakan kemenangan mereka.


Perubahan suasana yang sangat drastis itu membuat orang-orang di sana keheranan sekaligus kebingungan dengan anggota Nebula Re-Estize Empire. Mereka semua pun mencoba menghiraukan saja tingkah para anggota Nebula Re-Estize Empire, namun tingkah para anggota semakin barbar saja sehingga membuat mereka tidak betah berlama-lama di kedai itu.


Jadilah kedai itu hanya di tempati oleh para anggota Nebula Re-Estize Empire, mereka semua berpesta, menyanyi, hingga bertingkah konyol sebelum mereka akan memasuki mode serius di pertandingan nanti.


"Setidaknya hal ini akan membuat mereka semua rileks nantinya, aku harapkan seperti itu" batin Viola.


.............


Di tengah-tengah pesta mereka itu, muncul seseorang yang berpenampilan seperti seorang Kesatria Kegelapan.


Hal itu di karenakan baju zirah yang ia kenakan berwarna hitam gelap, namun dirinya tersenyum ramah ke arah anggota Nebula Re-Estize Empire sehingga membuat mereka kebingungan.


"Hei apa kalian semua lupa atau apa? Ini aku Rick!" Ucap orang itu.


Inject dan Lemon langsung mendekati Rick dengan tatapan tak percaya, mereka semua tak henti-hentinya memuji Rick begitu mereka menyadari kalau itu memang Rick yang mereka kenal.


"Maafkan kelancangan kami berdua guru!" Lemon dan Inject langsung bersujud di hadapan Rick.


Rick merasa seperti seorang dewa, ia tertawa renyah melihat Lemon dan Inject yang sujud di depannya. Rick begitu menikmati momen itu sebelum akhirnya ia di pukul oleh seorang perempuan dari arah belakang, sehingga membuatnya tersungkur.


"Dasar tukang pamer!" Perempuan itu mengejek Rick.


"Tidak bisakah kau melihat situasinya Lynch! Aku baru saja menikmati kehidupan ku yang lebih baik" Rick protes dengan sikap temannya itu.


Kedatangan Rick dan Lynch membuat Viola begitu bahagia, ia langsung menyambut mereka berdua dengan hangat dan mempersilahkan mereka untuk ikut dalam pesta dadakan mereka itu.


"Hahaha santai saja Viola, kami sebenarnya sudah cukup lama berada di sini, karena kami berada di perbatasan Mallorca beberapa waktu terakhir ini, iya kan Rick!"


"Iya Lynch benar, yang lain juga mungkin sebentar lagi akan sampai ke sini"


Viola tersenyum bahagia, ia pun menyuruh Rick dan Lynch agar memesan makanan dan mereka pun kembali berpesta dalam waktu singkat.


Beberapa saat kemudian, wajah-wajah tak asing mulai berdatangan ke tempat itu.


Di mulai dari kedatangan Toyger, Willy dan Seth. Mereka datang bersamaan ke Mallorca setelah Toyger menemukan Willy dan Seth dalam perjalanannya.


Setelah kedatangan Toyger, Willy dan Seth. Sunny Cloud, Izzy dan juga Audrey Hepburn pun datang. Begitu mereka semua datang, mereka kembali berpesta dengan meriah.


Namun Viola merasakan kekurangan di dalam benaknya, walaupun semua orang yang membantu dirinya menaklukkan dungeon dulu sudah tiba, Viola masih merasa belum lengkap kalau tidak ada kehadiran sosok pemimpin dari kelompok antah berantah itu.


Sosok seorang pria muda, berambut putih dengan senjata khas dari zaman kekaisaran Jepang. Sosok itu lah yang memimpin kelompok antah berantah itu, sosok itulah yang menjadikan kelompok itu lengkap, sosok itu yang merupakan orang yang diharapkan oleh Viola untuk menolongnya dalam situasi seperti ini.


Rick bisa mengerti arti perubahan wajah Viola yang seketika itu, ia yakin sekali Viola ingin bertemu dengan sosok tersebut.


"Tenang saja ia pasti datang, aku percaya itu" Rick mencoba menghibur Viola yang terlihat murung.


"Oh iya apa Kak Rick tahu di mana Kak Archie? Willy ingin sekali bertemu dengannya, sudah lama sekali rasanya Willy tak bertemu dengannya, Willy tak sabar ingin menunjukkan hasil latihan Willy!"


"Dia takkan datang ke sini Willy, mungkin ia juga tak akan pernah menemui ku lagi" Ucap Viola lirih.


Tentu saja ucapan Viola tadi membuat Willy kebingungan, Willy meminta Viola untuk menjelaskan hal tersebut kepada dirinya namun Viola hanya menggelengkan kepalanya sehingga Willy semakin di buat kebingungan.


Selain Willy, banyak juga yang kebingungan dengan itu. Rick pun mulai membuang nafasnya dengan berat, ia sudah menduga sebelumnya jika hal ini akan terjadi dalam waktu dekat.


Rick pun terpaksa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka semua. Rick menceritakan mulai awal hingga akhir sehingga membuat Willy dan yang lainnya terkejut bukan main mendengar cerita itu.


"Jadi, Ketua dan Wakil Ketua adalah kakak tiri dari si rambut putih itu?"


"Aku baru tau Archie punya seorang kakak, mengapa kau tidak pernah menceritakan tentang ini kepadaku Rick!"


Rick pun mulai merasakan sakit kepala akibat tekanan dari teman-temannya, ia merasa sangat terpaksa harus menceritakan hal tersebut kepada teman-temannya sehingga membuat ketegangan.


"Sudahlah ini semua salahku, sebaiknya kita harus mulai memikirkan rencana kita selanjutnya saja, lagi pula dirinya juga pasti tak akan pernah datang ke sini" ucap Viola.


Suasana menjadi begitu tegang dan suram, teman-teman Archie merasa begitu enggan dan tak bersemangat setelah mengetahui apa yang sedang terjadi.


Begitu pula sebaliknya, para anggota Nebula juga begitu berat untuk membahas rencana mereka, mereka menyadari kesalahan mereka kepada kelompok Archie sehingga mereka merasa tidak nyaman dengan hal itu.


Suasana yang begitu tegang itu semakin menjadi-jadi, mereka semua diam tanpa ada satupun dari mereka yang bicara. Mereka sama-sama canggung kali ini.


Melihat situasi yang seperti itu, sesosok orang yang baru saja tiba di situ hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dirinya juga merasa tidak tahan dengan situasi tersebut, mungkin dirinya bisa mati jika lama-lama berada dalam situasi tersebut pikirnya.


"Hoi hoi, apa ini? Kenapa kedatangan ku di sambut dengan situasi tegang seperti hendak pergi ke medan perang saja" ucap orang itu.


Mereka semua menoleh ke sumber suara itu, begitu mereka melihat siapa yang datang, wajah mereka kembali bersinar dan senyum mereka tiba-tiba kembali.


Setelah melihat siapa yang datang, Viola langsung bergegas mendekati sosok itu dan ia pun mendekap erat sosok tersebut dengan begitu hangat.


Dekapannya begitu hangat, seperti dekapan seorang malaikat yang memenangkan hati. Beberapa kali Viola memukul-mukul lembut sosok tadi, karena sosok itulah dirinya dilanda kegalauan yang berat.


"Bodoh! Dasar bodoh! Aku tak bahagia karena kedatangan mu, dasar rambut putih bodoh!" Ucap Viola yang masih mendekap sosok berambut putih itu.