
Sebuah kejadian di depan bar Corde begitu banyak mengundang orang-orang untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
Sangat cepat ruang kosong itu dipenuhi oleh orang-orang, mereka berbondong-bondong untuk melihat kejadian tersebut.
Di tengah-tengah gerombolan orang-orang random tersebut, terlihat dua sosok pria yang saling hadap-menghadap.
Salah satu pria itu berpakaian menyerupai seorang koboi, akan tetapi lebih terlihat seperti seorang detektif abad 19 yang sangat terkenal, namun juga ia lebih mirip seperti tukang serabutan yang sering terlihat di pasar-pasar tradisional. Begitu ambigu penampilannya.
Sedangkan yang satunya berpakaian biasa saja. Dengan warna yang didominasi oleh warna hitam, dan rambut putihnya begitu berlawanan dengan penampilannya.
Pria itu juga membawa dua buah pedang khas Jepang era Feodal.
Dua pedangnya itu memiliki warna sarung yang berbeda, satunya berwarna hitam pekat dan satunya lagi berwarna putih bersih, seperti ada konflik diantara pedang itu.
"Jadi apakah kau sudah siap?" Ucap pria koboi mengawali obrolan
Pria samurai membalasnya dengan senyuman saja, tak ada omongan apapun dari mulutnya yang keluar.
Lalu setelahnya, sebuah pemberitahuan muncul di hadapan pria samurai itu.
[Cid menantangmu untuk berduel 1vs1]
[Terima/tidak?]
Tanpa ragu, pria samurai berambut putih menekan tombol terima sambil tetap menahan senyumnya.
[Tantangan diterima! Let's Duel!]
Seketika muncul sebuah pembatas tranparan yang membatasi antara mereka dengan orang-orang di luar.
Terlihat juga visual hitungan mundur di atas mereka berdua. Hitungan mundur itu mungkin berfungsi untuk memberikan waktu persiapan kepada para player yang melakukan 1v1.
"Argh kenapa jadi begini? Bukannya kau ingin makan sesuatu Archie!" Teriak seorang perempuan yang menggendong rubah kecil di dadanya.
Teriakan kencang itu hanya seperti sebuah bisikan oleh si pria samurai yang tidak lain adalah Archie.
Kalian semua tahu, bahwa Archie tak akan memperdulikan sekitarnya ketika bertarung ataupun mendapatkan lawan yang dianggap tangguh olehnya. Bisa dibilang dia adalah maniak pertarungan.
"Siapa orang yang berduel dengan Cid itu? Apa dia orang baru di kota ini?"
"Benar juga aku belum pernah melihatnya berkeliaran di kota ini"
"Nampaknya orang itu akan pulang cepat"
Para penonton mulai melakukan spekulasi-spekulasi tentang pertarungan itu. Banyak yang mendukung Cid untuk menang, dan hanya sedikit orang yang berpikiran bahwa Archie akan selamat.
Karena situasi itulah, muncul orang yang berhasil membaca situasi dengan sangat tepat.
Di tengah-tengah spekulasi tersebut, muncul seorang player yang memiliki job Gambler yang sangat ahli dalam bermain keberuntungan.
Dengan dimodali skill Gambler dan juga keahlian membaca situasi, player itu membuka sebuah tempat untuk melakukan bet atau taruhan untuk pertarungan tersebut.
"Ayo-ayo buruan bertaruh! Cobalah mungkin saja hari ini adalah hari keberuntungan kalian!" Ucap sang Gambler layaknya sales mlm yang memasarkan produknya ke orang awam.
Awalnya banyak yang ragu untuk melakukan hal tersebut, namun lama-kelamaan akhirnya banyak yang mulai bertaruh untuk pertarungan antara Cid dan Archie.
Hampir semua yang berada di situ ikut taruhan tersebut, tak hanya dari player saja tetapi ada juga beberapa NPC yang ikut taruhan, oh bisnis judi rupanya sangat menjanjikan.
"Kau bercanda aku akan berikan 10 gold untuk Cid!"
"Dasar miskin! Aku akan bertaruh 1 bronze untuk si samurai!"
"Oi lu mau gue pukul!"
Berbagai macam respon diberikan terhadap pertarungan tersebut. Kebanyakan dari mereka bertaruh untuk Cid dan sedikit untuk Archie.
"Jadi 90 banding 10 untuk taruhan kali ini! 90 untuk Cid dan 10 untuk si samurai! Baik semuanya mari kita saksikan pertarungan nya!"
"Ooooohhhhh!"
Semuanya lalu bersorak-sorai tak sabar menantikan pertarungan itu, mungkin lebih tepatnya tak sabar menunggu uang dari hasil taruhan tersebut.
******
"Boleh aku ikut bertaruh?" Suara dari seorang perempuan membuat sorakan mereka terhenti.
Mereka semua lalu memandangi dengan sangat lama ke arah perempuan yang bertanya tadi.
Hawa dingin mulai menyebar saat perempuan itu datang ke tengah-tengah mereka, lalu dengan penuh arti perempuan tadi berjalan menuju konter tempat pemasangan taruhan.
Sang Gambler juga tak bisa berkata-kata sesaat perempuan itu datang menghampirinya. Ia seperti orang linglung yang bahkan tak tahu apa ia hidup atau mati.
"Aku akan bertaruh 100 Gold untuk si samurai itu!" Ucap si perempuan itu
"Se..ser..seratus gold!" Ucap mereka semua bersamaan.
Setelah keadaan mereka kembali normal, akhirnya ada player yang mengenali si perempuan itu.
Perempuan dengan rambut ungu gelap, memiliki tatapan tajam, serta dingin layaknya es. Lalu tiba-tiba ada yang meneriakkan nama dari perempuan tersebut.
"Viola! Dia Viola dari Nebula!"
"Viola? Nebula? Maksudmu guild yang berhasil menaklukkan dungeon itu?"
"Apa Viola ada di kota ini? Apa ada sesuatu yang spesial di sini?"
Fokus orang-orang jadi terganti dengan kedatangan Viola ke situ. Mereka seakan lupa dengan taruhan mereka beberapa saat yang lalu.
Sang Gambler juga dari tadi hanya bisa bengong seperti orang yang habis melihat sesuatu yang menyeramkan, seperti melihat waria mungkin.
"Bolehkan aku ikut bertaruh?" Ucap Viola lagi, namun kali ini dengan senyuman yang manis.
"Ah..ah bisa..bisa semua biris!" Ucap si Gambler terbata-bata.
Lalu setelahnya Viola meninggalkan tempat itu dan berjalan lebih ke depan untuk bisa melihat pertandingan itu dengan jelas.
Viola bingung bagaimana harus bersikap, ia bingung apakah ia harus tertawa atau menangis ketika ia dengan penuh semangat untuk bertemu dengan Archie, tetapi ia malah menemukannya dengan situasi yang tak ia harapkan.
Di dalam hatinya ia berucap:
'Kau itu terlalu bodoh kah? Atau memang sangat bodoh? Setelah kau keluar dari situ, kau pasti akan ku berikan hukuman!'