
Keadaan kota Nilfelin saat itu masih damai-damai saja, para warga masih melakukan aktivitas mereka dengan santai dan nyaman sebelum pada akhirnya mereka dikejutkan dengan sebuah berita dari seorang perwira yang berlari ketakutan sambil melolong tak karuan seperti anjing yang kalah berduel.
"Ada orang aneh yang memasuki kota! Dia mengendarai seekor serigala dengan api di tubuhnya!" Teriak perwira itu.
Mendengar teriakan dari perwira itu, para warga kota menjadi hening sekejap sebelum pada akhirnya mereka kembali melanjutkan aktivitas mereka, seolah mereka tidak pernah mendengar teriakan itu tadi.
Si perwira tadi tetap memperingati warga kota namun mereka tetap menghiraukan si perwira itu, si perwira itu pun menjadi kebingungan dan merasa aneh dengan sikap para warga. Lalu ia juga teringat sebelum dirinya berlari ke arah kota, saat itu si perwira tadi sedang berjaga di gerbang masuk kota bersama seorang teman. Saat dirinya melihat sosok aneh yang ia yakini bermaksud jahat itu ia langsung menyuruh temannya itu untuk melaporkan hal ini kepada atasan atau kepada para warga, namun temannya itu malah mengabaikan usulannya tersebut.
Saat si perwira itu berpikir tentang keanehan itu, ia dikejutkan oleh sebuah tangan yang terasa dingin dan lembut menepuk bahunya. Saat si perwira itu berpaling ia langsung terkejut dan langsung memberikan hormat begitu ia tahu siapa yang menepuk bahunya itu.
"Aku mendengar keributan tadi di sini, ada masalah apa hingga kau berteriak-teriak keras seperti itu tadi perwira?" Orang itu bertanya kepada si perwira dengan suara yang terdengar agak anggun namun juga ada ketegasan.
Sebelum menjawab pertanyaannya, si perwira itu tadi membungkuk untuk memohon maaf atas apa yang telah ia lakukan tadi. Alasan kenapa ia melakukan hal itu adalah orang yang berhadapan dengan dirinya saat ini ialah orang yang baru saja dilantik menjadi Jenderal Perang Kerajaan Narannas, yaitu Lusirele Gyyselth.
"Saya memohon maaf atas keributan yang saya buat di hari yang damai ini Komandan! Saat saya sedang berjaga di gerbang masuk kota, saya melihat orang aneh yang mengendarai seekor serigala dengan api yang menyala di tubuhnya yang tengah mengarah ke sini!" Ujar si perwira dengan suara yang mantap.
Wajah Lusirele langsung berubah panik ketika mendengar apa yang disampaikan si perwira tadi, ia kembali buru-buru menanyai si perwira tadi untuk memberikan detil yang lebih jelas dari apa yang ia lihat.
Lalu si perwira menjelaskan lebih rinci dari apa yang ia lihat tadi. Si perwira menyebutkan ciri-ciri dari orang tersebut memiliki rambut berwarna putih perak yang terlihat urakan serta berpenampilan seperti orang yang hidup nomaden.
Semakin panik wajah Lusirele begitu tahu lebih detil tentang orang aneh yang dimaksud oleh si perwira, Lusirele langsung dengan buru-buru menyuruh si perwira untuk membawanya ke gerbang masuk kota. Namun baru beberapa langkah, Lusirele sudah melihat sosok orang yang tadi ia cemaskan kehadirannya itu.
"Aku terlambat" Ucap Lusirele sambil menengok ke arah yang lain.
Sosok aneh yang mereka cemaskan itu sudah ada di hadapan mereka, ia tersenyum seperti seseorang yang tak pernah merasa bersalah selama hidupnya itu walaupun ia baru saja menjarah sebuah toko.
"Hai Lusirele! Apa kau merindukanku? Kau terlihat tidak sabar ingin berjumpa denganku, begitu kan?" Ucap si orang aneh itu yang tidak lain dan tidak bukan ialah Archie.
......................
Setelah memberikan kehebohan saat memasuki kota Nilfelin dengan menunggangi seekor rubah yang memancarkan api dari tubuhnya, kini Archie tengah berduduk santai di ruangan rapat Kerajaan Narannas.
Ada dua orang yang menunjukkan mimik wajah pusing setelah kedatangan Archie ke Kerajaan Narannas, ia adalah Lusirele yang saat ini tengah memijit keningnya, lalu ada Tetua Uungor yang terlihat seperti sedang menahan emosinya begitu melihat sosok Archie, hal itu terlihat jelas dari beberapa urat yang muncul di sekitar dahi Tetua Uungor yang sudah kendur kulitnya itu.
Walaupun begitu, Archie terlihat tidak memperdulikan atmosfir yang ada di ruangan itu. Ia tetap saja bersantai sambil berbincang ringan dengan Crishy yang juga ada di dalam ruangan tersebut.
Kehadiran Archie sedikit membuat Crishy merasa senang, ia sudah sangat lama tidak melihat sosok idolanya tersebut. Saat ia hendak mengikuti perjalanan Archie, Crishy juga tidak bisa ikut, bahkan saat pertempuran di dua kota itu. Maka dari itu ia merasa sangat senang sekali ketika mendengar Archie berkunjung ke Nilfelin, Crishy merasa hari ini adalah hari keberuntungannya, sebab sebelumnya ia merasa enggan ikut Ratu Titania ke Nilfelin karena ia merasa tidak akan menemui Archie di kota itu.
"Jadi, ada gerangan apa yang membuatmu kemari Archie?" Elondil memulai pembicaraan dengan Archie.
Archie mulai menatapi semua orang yang ada di ruangan itu, setelah puas menatap ia lalu menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia memberitahukan alasannya ke Nilfelin.
Alasan Archie adalah untuk menanyakan kepada para Elf tentang keberadaan Dwarf, hal ini sempat disinggung oleh Lusirele setelah ia pulang dari medan pertempuran di Del-Comte dan El-Paso. Mendengar hal itu langsung dari mulut Archie, membuat semua orang terkejut walaupun mereka sudah terkejut dari cerita Lusirele sebelumnya.
Waja Tetua Uungor pun semakin merah dan urat-uratnya semakin terlihat, badannya seperti mengeras namun sedikit bergetar. Rasanya ingin sekali Tetua Uungor memukul wajah pemuda bengal itu, berada di dekat Archie bisa-bisa membuat Tetua Uungor jadi tinggal nama saja karena penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.
"Aku sudah mengetahui hal itu dari laporan Komandan Lusirele setelah ia pulang bertugas, jujur saja aku pernah melihat mereka namun untuk sekarang aku tidak tahu mereka berada di mana" Ucap Elondil sambil menarik nafas dengan pelan.
Semua orang terkejut mendengar hal itu, informasi tentang Dwarf adalah hal yang sangat rahasia dan misteri bagi bangsa Elf. Bahkan mereka sendiri sudah menganggap Dwarf adalah mitos, namun ketika Archie berkata kalau mereka ada di White Dragon Empire itu seperti sebuah bom yang meledak di depan mata mereka semua.
"Kau tahu apa tentang hal itu dasar bocah bengal! Mari kesini kau biar ku pukul kepalamu itu supaya lebih berguna" Ucap Tetua Uungor yang sudah tak bisa menahan rasa kesalnya kepada Archie.
Langsung saja banyak orang yang mencoba menahan Tetua Uungor untuk berbuat yang aneh-aneh, sedangkan Archie hanya bisa menatapi Tetua Uungor dengan tatapan penuh tanda tanya kepada orang tua tersebut.
'Apa yang kau ingin coba lakukan orang tua?' mungkin itulah yang ada di benak Archie.
Setelah situasinya kembali cukup tenang, Archie mulai menjelaskan dengan tenang tentang apa yang ia ketahui soal bangsa Dwarf itu. Dari penuturan Archie, ia hanya tahu bahwa para Dwarf ada di suatu tempat di White Dragon Empire yang bernama Duggarum, namun ia belum tahu lebih jauh apakah memang ada para Dwarf berada di sana atau hanya memang itu hanyalah mitos yang dibuat-buat.
Mendengar hal itu, Elondil juga turut menceritakan soal bangsa Dwarf kepada Archie. Elondil tidak menyangkal keberadaan bangsa Dwarf, ia bahkan menceritakan kepada Archie dan semua orang tentang masa lalu bangsa Elf dan Dwarf sehingga terjadi napak tilas dalam beberapa menit di ruangan tersebut.
Adapun alasan mengapa bangsa Dwarf menghilang dari hadapan bangsa Elf bagaikan tak pernah saling bertemu adalah dikarenakan sebuah masalah sepele. Bangsa Elf cukup terganggu dengan perilaku bangsa Dwarf yang menurut bangsa Elf terlihat bar-bar dan seperti orang yang tak berpendidikan.
Bangsa Dwarf begitu suka minum arak, berkata kasar, hingga terlalu berisik. Perilaku seperti ini sangat berbanding terbalik dengan perilaku bangsa Elf yang cenderung menonjolkan sisi keindahan, seperti tenang, terpelajar dan menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan.
Di masa lalu, mereka sempat bersitegang karena perbedaan sikap itu. Bahkan lebih parah lagi mereka pernah saling bertengkar hingga menjadi lebih parah. Kedua bangsa itu bagaikan api dan air yang tak bisa bersatu, selalu ada keributan ketika mereka bersama baik itu keributan kecil hingga keributan yang cukup besar.
Dari sini Archie sudah mengerti mengapa bangsa Dwarf tiba-tiba menghilang, dan bahkan seolah ingin dilupakan oleh bangsa Elf keberadaannya.
"Ahh ini semua memang salah kami" Elondil menghela nafas cukup panjang, seolah ia mencoba menyesali apa yang telah para pendahulunya lakukan. "Aku berniat untuk membuka jalan damai untuk bangsa Elf dan Dwarf agar kita kembali bersatu, karena sebenarnya kami sedari awal adalah bangsa yang saling membutuhkan satu sama lain" Ujar Elondil lagi.
Elondil begitu frustasi menghadapi situasi ini, ia sangat ingin menyudahi permusuhan yang dialami oleh bangsa Elf dan bangsa Dwarf, ia ingin sekali kedua bangsa itu dapat bersatu kembali seperti dulu kala. Namun kenyataan tidak berpihak kepada Elondil, dan malah terasa menjauh darinya.
Rasa frustasi Elondil itu dimanfaatkan oleh Archie dengan begitu mudah, ia tersenyum lebar karena di dalam kepalanya saat ini terdapat rencana yang begitu matang yang juga membuat Archie merasa ngeri sendiri karena ide brilian yang datang mendadak itu.
Archie mengajukan untuk menjadi sukarelawan diplomasi Kerajaan Narannas yang mewakili bangsa Elf untuk bertemu dan membahas masa depan dengan bangsa Dwarf di White Dragon Empire itu. Hal ini mengejutkan banyak pihak, beberapa orang juga menganggap apa yang dilakukan oleh Archie saat ini cukup kelewatan.
Namun usulan Archie itu bukanlah sebuah hal yang buruk, Archie memberikan usulan itu karena kondisi Archie dan Kerajaan Narannas yang saat ini berada dalam suatu koalisi yang cukup kompleks, sehingga memungkinkan saja hal-hal seperti ini bisa ditugaskan kepada Archie sebagai perwakilan dari bangsa Elf dan juga Manusia.
Elondil juga sependapat dengan hal tersebut, ia sangat menginginkan perdamaian itu terjadi sehingga ia tak mau lagi membuang-buang kesempatan yang ada. Elondil juga sangat yakin dengan kemampuan dan reputasi yang dimiliki Archie. Selama ini operasi yang diberikan oleh Elondil kepada Archie dan kawan-kawannya cukup membuahkan hasil yang berjasa besar bagi Kerajaan Narannas, seperti salah satunya adalah mempersatukan kembali Kerajaan Narannas dengan Suku Nightborne.
"Jika Yang Mulia Raja Elondil menyetujui hal ini, izinkanlah kami dari Suku Nightborne yang akan menemani Archie untuk mencari keberadaan bangsa Dwarf. Karena kami masih memiliki ikatan yang cukup kuat dengan mereka sebelum mereka pergi ke tempat yang jauh" Ujar Titania yang begitu senang mendengar usulan ini dan ia berniat untuk segera merealisasikan hal baik ini.
Elondil terlihat senang dengan hal ini, ia langsung melihat ke semua orang dan mulai menanyakan pendapat mereka tentang rencana perdamaian ini. Semua orang juga tak mau banyak protes akan hal ini, Tetua Uungor pun juga nampak baik-baik saja walaupun ia masih rada kesal dengan Archie.
Begitu semua sudah setuju dengan hal tersebut, Ratu Titania pun memberitahukan kepada Archie teman perjalanan Archie saat mencari keberadaan Dwarf di White Dragon Empire nanti.
Yang pertama Ratu Titania tunjuk adalah Crishy. Mendengar namanya ditunjuk sebagai teman perjalanan Archie ia begitu senang dan sangat antusias, mungkin bagi Crishy hal ini adalah hal yang sangat mengasyikkan nantinya karena kali ini ia akan kembali berpetualang ke tempat yang jauh namun kali ini dirinya bersama dengan seseorang yang menurutnya spesial di matanya.
Sedangkan orang kedua yang akan menemani Archie tidak berada di ruangan tersebut, namun saat Ratu Titania memanggilnya, ia langsung masuk kedalam ruangan dan bersujud di hadapan Ratu Titania dengan sangat patuh. Sosok itu berdiri tegap seperti sebuah tombak yang tajam, dengan memakai jubah berwarna hitam seperti seorang pencabut nyawa, namun ia mengenakan topeng yang bermotif kepala elang yang begitu gagah dan kuat.
Ketika Archie melihat sosok itu, Archie merasakan sesak memenuhi dadanya. Ia seakan hendak berteriak keras namun suaranya terasa tersendat dan tak ingin keluar, tubuhnya bergemetaran hebat hingga membuat telapak tangannya menjadi sedikit basah. Archie sangat mengingat siapa sosok itu, sosok yang pernah membunuhnya dengan sangat mudah.
Sosok itu seperti malaikat pencabut nyawa yang ada di imajinasi Archie.