Cyrus Online

Cyrus Online
28. Aggresi Red Scorpion II



Akibat kedatangan guild Red Scorpions, suasana di tempat dungeon menjadi sangat ricuh. Banyak player yang dibuat kaget karenanya, termasuk teman – teman Archie yang baru mengetahui permasalahan Archie dengan Red Scorpion.


Wajah Sunny Cloud yang awalnya terlihat gembira, mendadak berubah menjadi ketakutan ketika ia kembali melihat sang mantan bosnya itu. Nampak rasa khawatir di raut wajahnya saat melihat kelompok Red Scorpion mendekat ke arah Archie.


"Aku harap kau belum melupakan ku, rambut putih sialan!" Ucap Marsha dengan nada yang sangat marah.


Archie hanya tertawa menanggapi Marsha sebelum akhirnya ia berucap; "Mana mungkin aku melupakanmu big guy"


Aura kemarahan mulai menguat di badan Marsha. Tentunya ia tak akan pernah melupakan penghinaan Archie tempo hari, dan mungkin ia berpikir sekarang saatnya membalas penghinaan itu.


"Semuanya kepung orang ini!" perintah Marsha


Seluruh anggota Red Scorpion mulai mengepungi Archie. Rick yang melihat temannya dikepung jadi merasa sangat marah. Ia berlari ke arah Archie dengan cepat sambil menghunuskan pedangnya, namun usahanya digagalkan oleh sebuah anak panah yang melesat cepat ke arahnya hingga Rick pun terkena damage dari anak panah itu.


"Jangan pernah mencampuri urusan kami, ini adalah masalah kami dengan si rambut putih itu. Jika kau masih bersikeras maka aku tidak keberatan membunuhmu sekarang ini" Ucap seseorang yang baru muncul dari kerumunan.


Orang itu berpenampilan seperti ras elf dengan mata tajam bewarna biru. Rambut panjang bewarna kuning keemasan serta bersenjatakan panahan semakin membuat ia layaknya elf sungguhan.


"Seperti biasanya tembakan mu itu memang sangat mematikan ya Glyfi" Marsha memuji si pria elf tadi.


"Tidak, si rambut putih itu mampu menangkis semua tembakan ku dan itu sangat membuatku marah. Jika kau tidak keberatan biarkan aku yang menghabisinya sekarang Marsha!"


"Tunggu sebentar!"


...................................


Semua mata tertuju ke arah sumber suara itu. Sunny Cloud yang sedari tadi diam seperti batu akhirnya berbicara. Walaupun dengan rasa takut yang teramat sangat, ia tetap memaksan diri untuk berbicara ke Marsha dan Glyfi.


"Lepaskan Archie, ia tidak ada hubungannya dengan semua ini. Cukup bawa aku saja karena sedari awal ini adalah masalahku sendiri!" Dengan susah payah Sunny Cloud mengatakan itu, walau dengan terbata – bata ia tetap mengucapkannya.


Archie menatap Sunny Cloud dengan tatapan tak percaya. Berbanding terbalik dengan tatapan Marsha yang mulai di penuhi dengan nafsunya.


"Tentu saja aku akan membawamu kembali, namun setelah aku membunuh si rambut putih ini. Rasakan serangan terkuat ku Tiger Fist!"


Tiba – tiba dengan kecepatan sepersekian detik Marsha melesat kearah Archie sambil mengepalkan tinjunya. Tak ada yang bisa dilakukan oleh teman – teman Archie, selain terkejut dengan kecepatan Marsha, tamat sudah riwayat Archie.


"Hentikan!!" teriak Sunny sejadi – jadinya namun semuanya terlambat, Marsha tidak akan pernah mendengar teriakan itu. Bagi Marsha teriakan Sunny Cloud layaknya symphony no.40 karya si jenius musik asal Austria Mozart, begitu membuatnya tambah bersemangat.


"Bukankah sebagai kelas Monk kau ini terlalu lemah, serangan terkuatmu saja hanya mampu mengurangi 20% bar hpku" hardik Archie


Dengan tergagap-gagap Marsha memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Archie. Semua anak buah Marsha mulai menyerang Archie. Archie langsung melompat kebelakang dengan gaya backflip, sesaat setelah mendarat ia langsung melesat kedepan sambil menebas orang-orang yang berada di depannya. Murasame kembali menjadi kehitaman, Sunny Cloud menjadi teringat akan peristiwa di Salika Forest waktu itu, ia seakan melihat orang lain di dalam tubuh Archie.


Dengan mudahnya ia menghabisi satu-persatu anak buah Marsha. Anak buah Marsha yang lain mulai ketakutan melihat Archie yang menjadi gila sesaat, mereka kalut, kabur bahkan mengkhinati tuan mereka sendiri demi tetap hidup. Namun sayang Archie tidak sebaik yang mereka pikirkan, melihat keadaan yang seperti itu Archie melesat kembali dan menghabisi puluhan anak buah Red Scorpion tanpa terkecuali. Tempat dungeon yang awalnya tenang kini mendadak menjadi tempat pembantaian.


"Oi oi oi baru saja aku bersenang-senang kenapa pestanya malah usai?" ucap Archie dengan santainya setelah mengeliminasi semua anak buah Marsha.


"Kau...kau membunuh semua pengikut ku! Keparat kau! Akan ku bunuh kau huraaa!"


"Jangan...jangan lakukan itu Marsha jangan bertindak gegabah" ucap Glyfi mengingatkan namun peringatannya dihiraukan oleh Marsha yang sudah sangat kalut.


Dengan brutal Marsha mencoba menyerang Archie, tetapi dengan mudahnya Archie menghindari semua serangan Marsha. Archie sedikit kewalahan menghadapi gempuran brutal oleh Marsha, namun nampaknya ia menikmati pertarungan itu.


Marsha melancarkan pukulan lurus ke arah Archie tetapi dengan mudah Archie berhasil menghindari pukulan lurus itu dengan berputar ke arah kiri. Kemudian dengan cepat Archie menebas tangan kiri Marsha yang menjadi tangan terkuatnya, kemudian tangan kiri Marsha jatuh ke tanah dan menjadi partikel partikel kecil yang melayang di udara.


Kemudian terdengarlah suara pilu yang menyakitkan dari pita suara Marsha. Semua orang yang melihat kejadian ini juga merasakan ngilu walau ini di dunia game namun bagi mereka terasa sangat nyata. "Ini untuk menyakiti teman - temanku" ucapnya dengan santai. Melihat keadaan musuhnya yang melemah, Archie dengan baik memanfaatkan kesempatan itu. Dengan cepatnya ia melesat ke arah Marsha, dan sekali lagi ia menebas tangan kanan Marsha hingga putus. Marsha tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia hanya meringis kesakitan dan berharap bar hpnya agar berkurang dengan cepat.


Archie tidak ingin membuang kesempatannya untuk membunuh Marsha, ia dengan cepat ingin menghabisi Marsha, namun serangannya berhasil digagalkan oleh Glyfi. Melihat Archie yang teralihkan, dengan cepat Glyfi membawa kabur Marsha dari sana. Archie hendak mengejar mereka berdua, namun niatnya dihentikan oleh Rick.


"Sudahlah sudah cukup kau terlalu berlebihan. Lain kali jangan paksakan dirimu seorang diri, gunakanlah kami, kami pasti membantumu Archie" ucap Rick.


Kesadaran Archie sedikit demi sedikit mulai berkurang hingga akhirnya ia jatuh pingsan. Rick serta yang lainnya bergegas menghampiri Archie yang tengah ambruk, Sunny Cloud kembali bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengan Archie namun para temannya pun baru kali ini ia melihat Archie seperti ini. Dengan tatapan sedih Sunny Cloud memanggil nama Archie namun pria beramput putih itu tidak merespon sama sekali.


.........................


Akibat keributan yang dibuat oleh kelompok Archie, banyak orang – orang yang memperhatikan kelompok itu. Guild Nebula yang berada di sana juga secara tidak sengaja melihat kelompok Archie, mereka semua berpikir kelompok Archie hanya kumpulan – kumpulan newbie yang cari perhatian, namun tidak dimata ketua mereka yang sedari tadi memerhatikan kelompok itu khususnya Arhcie.


"Apakah ia si D. Archie yang berhasil mengalahkan boss tingkat vice-captain?" ucap seorang perempuan dengan rambut ungu terang se terang cahaya bulan.


"Entahlah namanya memang sama dengan si penakluk boss itu, namun kita masih belum tahu apa benar ia orangnya" jawab perempuan disebelahnya.


Perempuan berambut ungu itu bangkit dari tempat duduknya dan bola matanya menatap lurus ke arah kelompok Archie. "entah kenapa insting ku mengatakan ialah orangnya.... Viand mari kita lihat kelompok itu"