
Setelah bangun dari pingsannya, Momo-chan bersiap untuk melakukan latihan menjadi seorang Summoner.
Dirinya merasa sangat yakin jika ia bisa menunjukkan hal terbaiknya ke bola mata Misphita yang menatapnya dengan serius seperti tatapan pengawas ujian.
Ditatap seperti itu cukup membuat Momo-chan mengeluarkan keringat dinginnya udara, ia juga tak bisa berhenti meneguk air liurnya sendiri karena ekspresi serius dari Misphita itu.
"Apa kau yakin ingin belajar menjadi seorang Summoner? Ku jamin latihan kau nanti akan sangat berat, walaupun kau nangis darah, aku tetap tidak akan peduli dengan mu" Misphita berseringai jahat.
Momo-chan menatap lurus bola mata Misphita dengan mimik wajah yang penuh percaya diri, ia merasa pasti sanggup melakukan hal tersebut dan juga ia merasa bisa bertahan dari semua rintangan yang akan dia hadapi nanti.
Misphita terkekeh melihat ekspresi serius Momo-chan itu, ia pun lantas meninggalkan Momo-chan di sana sendirian sehingga Momo-chan agak kebingungan dengan sikap Misphita itu.
Misphita melemparkan sebuah sapu ke arah Momo-chan. Karena Momo-chan tak fokus, ia akhirnya tak bisa menangkap sapu itu dengan baik dan malah sapu itu mengenai kepalanya.
"Aduduh sakit" Momo-chan mengusap-usap kepalanya.
Momo-chan lantas memandangi sapu itu tadi, ia agak kebingungan dengan Misphita yang malah memberikan dia sapu. Momo-chan melihat wajah Misphita yang sedikit tersenyum itu, lalu ia mengira kalau sebenarnya Misphita akan mengajarkan dirinya untuk terbang menggunakan sapu, sama seperti film tentang penyihir cilik yang sering ia tonton.
"Bukan itu bodoh! aku tidak mengajarimu untuk terbang" Misphita menebak pikiran Momo-chan
"Latihan pertama mu adalah membersihkan rumah ini mulai dari menyapu, mengepel, memotong rumput, merapikan buku-buku dan pekerjaan rumah lainnya hingga batas waktu yang tidak di tentukan. Bagaimana, apa kau masih yakin untuk berlatih dengan ku?"
Anda telah membuka special quest!
[Summoner Way I]
Misphita memintamu untuk mengurus rumahnya sampai dia memintamu untuk berhenti.
Reward: Quest Special II + 1000exp
Limit: ????
Melihat semua informasi itu membuat Momo-chan berteriak di dalam hatinya, jika ia berhasil menyelesaikan misi ini maka jalannya untuk mendapatkan Job Summoner akan semakin dekat.
Tetapi disisi lain, Momo-chan juga cukup khawatir dengan batasan waktu yang tidak ia ketahui itu. Dia hanya punya waktu selama 3 bulan untuk mendapatkan Job Summoner, dan sebelum itu ia harus mendapatkannya.
Tetapi karena hal tersebut tadi membuatnya cukup ragu jika ia tidak bisa menyelesaikan misi ini sebelum waktunya.
"Bagaimana bocah apa kau ragu? Apa kau jadi takut dan tidak yakin dengan dirimu? Jika benar begitu sebaiknya kau pergi ke pintu itu dan jangan pernah kembali ke sini lagi!" Misphita memprovokasi Momo-chan.
Karena provokasi itu, Momo-chan agak tersentil sedikit. Manik matanya terlihat seperti mengeluarkan bara api yang menyala terang seperti semangatnya sekarang ini. Terkekeh dia karena merasa hal seperti itu tidak akan bisa menghalanginya.
"Kau bercanda ya? Hal seperti ini tidak akan bisa menghentikan langkahku!" Ucap Momo-chan penuh semangat.
Misphita pun kembali berseringai lalu ia berbalik dan berjalan menuju ruangan pribadinya. Misphita tak bisa menghentikan seringainya saat melihat semangat dari Momo-chan itu.
"Ini semakin menarik, akan ku nantikan yang terbaik dari dirimu bocah" Misphita bergumam.
...****************...
Rutinitas sehari-hari Momo-chan pun mulai berjalan. Setiap harinya Momo-chan akan mulai menyapu, mengepel, memotong rumput hingga melakukan pekerjaan rumah yang lainnya.
Setiap dia masuk ke dalam game hanya itu saja yang ia lakukan, mungkin seminggu sekali dia akan pergi ke desa untuk membeli bahan-bahan persediaan makanan untuk di rumah Misphita dan untuk memasak makanan Misphita sendirilah yang turun tangan.
Pernah satu kejadian saat Misphita membiarkan Momo-chan memasak, hasilnya sungguh di luar ekspektasi Misphita. Masakan Momo-chan terasa seperti amplas, bahkan mungkin lebih buruk dari itu. Banyak bahan masakan yang terbuang sia-sia hanya untuk beberapa masakan saja, sebut saja waktu dia ingin membuat kentang tumbuk dia menghabiskan lebih satu kilogram kentang hanya untuk membuat 2 sendok kentang tumbuk, maka dari itu Misphita langsung trauma menyuruh Momo-chan untuk memasak.
Satu bulan telah berlalu dan Momo-chan tetap saja melakukan hal yang sama. Bahkan ia hampir merasa jenuh dengan rutinitasnya itu, dia hanya log out untuk meminum smoothies dan kembali untuk melakukan tugasnya di rumah Misphita.
Setiap saat juga Misphita memantau Momo-chan diam-diam. Kali ini ia mengetahui ada rasa jenuh yang menyerang Momo-chan, Misphita pun mengeluarkan senyuman jahatnya dan mendekati Momo-chan yang sedang mengepel.
"Apa kau sudah bosan? jenuh? suntuk?"
"Apa kau ingin berhenti? Apa kau sudah ingin menyerah? Apa kau sudah ingin pergi dari sini?"
Momo-chan menepuk pipinya dengan keras hingga berwarna merah, lalu wajahnya kembali cerah dengan tatapan yang juga tak kalah cerah. Ia hampir saja menyerah setelah mengalami rutinitas monoton, dan dirinya sedikit menyadari mengapa Misphita menyuruhnya melakukan aktivitas monoton seperti itu.
"Akan ku buktikan kalau aku memang pantas belajar dengan mu!" Ucap Momo-chan dengan rasa percaya diri yang telah kembali.
Momo-chan kembali melanjutkan acara ngepelnya setelah mendapatkan semangat dan percaya dirinya kembali. Sedangkan Misphita kembali duduk di sofa sambil membaca sebuah buku yang berisikan mantra-mantra sihir kuno.
...****************...
Setelah lewat bulan ke dua dan baru memasuki awal bulan ke tiga, sebuah notifikasi muncul di saat dia mengangkat 4 buah kotak yang berisi bahan-bahan persediaan makanan, karena hal itu membuat Momo-chan sedikit terheran-heran ia pun menaruh kotak-kotak besar itu lalu mengecek notifikasi itu.
Ketika ia mengetahui isi pesan notifikasi itu, ia langsung melompat kaget dengan nafas yang agak berantakan.
Ia mengambil nafas terlebih dahulu dan juga mempersiapkan kondisi hatinya, lalu sekali lagi ia coba melihat isi pesan tersebut.
[Kamu melatih otot-otot mu dengan baik! Kamu mendapatkan tambahan poin STR + 8 dan VIT +8]
[Kamu selalu melatih tubuhmu secara manual, kamu berhak mendapatkan titel!]
[Trained Player]
Efek: Pasif skill menambahkan kekuatan tangan sebanyak 5% dan menambahkan serangan fisik sebanyak 10%
[Kamu juga adalah seorang Mage yang mempelajari latihan seperti seorang Warrior, kamu berhak mendapatkan titel lagi]
[Strength Magician]
Efek: Menambahkan 1 poin plus untuk STR, VIT dan INT.
Yang tadi ia lihat memang benar kenyataan bahkan Momo-chan sudah memukul wajahnya sendiri untuk memastikan dirinya tidak berada di dalam mimpi, buru-buru ia membuka status dan melihat statusnya sekarang ini.
[Status Pemain]
Nama: Momo-chan
Job: Mage
Level: 4
[Status Atribut]
STR: 10
VIT: 10
INT:6
AGI: 1
Momo-chan hanya bisa menutup mulutnya ketika melihat statusnya tersebut, ia tidak menyangka dengan hanya melakukan rutinitas yang sangat membosankan dirinya bisa mendapatkan peningkatan seperti itu.
Status Momo-chan tersebut sudah melebihi player yang selevel dengan dirinya, hanya perlu 2 hit untuk menumbangkan musuh yang memiliki level yang sama dengan dirinya.
Misphita menghampiri Momo-chan yang masih terdiam di tengah-tengah ruangan, dengan senyum penuh hangat Misphita memandangi Momo-chan dan ia juga mengelus-elus rambut Momo-chan secara perlahan.
"Kerja bagus bocah, misi mu sudah selesai! Sekarang kau lebih kuat dari yang sebelumnya karena untuk ikut pelatihan dari ku yang pertama kau harus kuat baik fisik maupun pikiran mu!"
Setelah menyelesaikan misi itu level Momo-chan kembali naik sekali dan kini ia merasa sangat siap untuk pelatihan yang selanjutnya.
Dengan seringai khasnya, Misphita kembali memandangi Momo-chan namun tetap dengan seringai ngerinya itu pasti akan membuat Momo-chan sedikit berhati-hati.
"Baiklah kita akan masuk ke pelatihan menjadi Summoner yang sebenarnya. Aku harap kau akan sanggup hingga akhir karena pelatihan ini tidak akan berjalan mudah seperti yang sebelumnya hahaha" Ucap Misphita di barengi oleh ketawa jahatnya.