
"Aku punya 10 Toad Oil, 36 Bull Toad Horn, dan puluhan Water Stone hasil dari berburu Bull Toad tadi"
"Sepertinya Toad Oil ini barang yang cukup langka, karena dari puluhan Bull Toad yang kuhadapi, mereka cuma menurunkan 10 saja"
Archie memperhatikan hasil dari perburuannya itu tadi. Ia saat ini sudah berada di tempat persimpangan yang awal tadi.
Archie memutuskan untuk beristirahat sejenak, karena di Brog Slump tadi ia sudah bertarung setiap kali ia bertemu dengan Bull Toad, bahkan ia harus berhati-hati dengan serangan kejutan dari Brog Snake yang sedikit menyusahkannya itu.
Archie meminum air yang ia beli di Nilfelin, serta ia juga memakan daging Razolore Hare yang ia bakar. Archie juga membagi daging itu pada Jink yang sudah sangat membantu dirinya itu.
Archie sangat terbantu dengan kehadiran Jink itu, ia sangat membantu Archie dalam perburuan di Brog Slump karena kelemahan Bull Toad adalah serangan berelemen api, dan Jink mempunyai hal tersebut.
Archie cuma menyerang Bull Toad hingga setengah darah saja, sisanya ia membiarkan Jink yang menghabisi kodok-kodok jumbo itu menjadi kodok bakar dan kodok geprek.
"Hahaha aku tidak tahu apakah daging Bull Toad juga berharga atau bukan, yang jelas nanti aku akan mencoba untuk memakannya. Kata orang-orang daging kodok itu enak loh Jink" Ucap Archie sambil mengelus-elus kepala Jink.
"Wauf wauf……!" Jink menyahut seakan mengerti dengan apa yang Archie ucapkan.
Archie pun tertawa karena itu, selepas tertawa ia memandangi ke tempat yang nantinya akan ia jelajahi dengan Jink.
Tempat itu cukup berbahaya, berbeda dengan tempat yang tadi Archie jelajahi sebelumnya. Di dalam situ ada monster yang berlevel tinggi, sekitar level 60-70.
Namun Archie tidak takut akan hal itu, karena dalam kondisi bila bertempur seorang diri, Archie memiliki beberapa tambahan poin yang membuatnya memiliki kekuatan setara pemain berlevel 60an.
Tetapi tetap saja hal itu akan cukup merepotkan bagi seorang pemain berlevel 70 sekalipun, terlebih yang akan Archie hadapi nanti adalah seekor monster yang mirip dengan naga, yaitu Wivern dan Wyrm.
Archie merasa dirinya sudah siap kembali untuk menjelajah, ia pun bangkit dan merapikan barang-barangnya tadi. Ia berjalan masuk ke dalam kawasan hutan yang cukup gelap dan mencekam itu, di dalam sana akan banyak sekali rintangan yang menghalanginya untuk mengungkap sebuah misteri yang tadi ia temukan di Brog Slump.
………
Archie sudah memasuki kawasan hutan itu, di sini lebih gelap daripada Brog Slump. Cahaya matahari tidak menembus ke dalam sini sama sekali, bagian hutan ini malah terlihat seperti malam yang mencekam nan gelap.
Sampai saat ini Archie masih aman saja, ia belum menemukan satu monster pun sejak ia memasuki kawasan tersebut.
Rambut putihnya tiba-tiba berkibar karena suatu dorongan angin yang cukup kuat, hingga Archie pun harus melindungi matanya dengan tangannya.
"Wauf wauf ………!"
Jink merasakan hal yang berbahaya, ia melihat ke arah atas mencari keberadaan makhluk yang membuatnya menjadi seperti itu, tubuhnya juga sedikit bergetar karena hal itu.
Archie juga mengikuti apa yang Jink lakukan, Archie mengedarkan seluruh pandangannya ke seluruh tempat.
Archie menyadari ada yang salah dengan semua yang terjadi itu, kini ia mulai merasakan kenaikan hawa yang cukup signifikan. Dari yang awalnya cukup dingin sedikit lembab, sekarang tiba-tiba menjadi panas seperti terik matahari.
"Jangan-jangan!" Seakan menyadari sesuatu Archie langsung melompat untuk menangkap Jink, ia lalu berguling setelah menangkap Jink.
Apa yang Archie khawatirkan tadi memang terjadi, sebuah serangan api yang cukup besar mengarah di tempat Archie sebelumnya tadi. Beruntunglah Archie yang segera melompat dan juga sempat menangkap Jink sehingga Jink juga terhindar dari serangan tersebut.
Muncul sesosok Wivern berukuran sedang di hadapan Archie saat ini. Wivern itu memiliki kulit berwarna merah menyala seperti api yang membara.
[Fire Wivern]
[Level: 70]
[HP: 100/100]
"Kita bersiap untuk menyerang monster itu Jink!"
"Wauf wauf ……!"
Archie bergerak maju ke depan dengan sangat cepat, diikuti oleh Jink dibelakangnya.
Fire Wivern yang melihat Archie hendak menyerangnya itu pun langsung memberikan serangan-serangan untuk menghalau Archie, Archie pun menghindari serangan-serangan itu dan membuatnya harus mengambil jarak terlebih dahulu.
"Cukup sulit untuk mendekatinya, kadal itu bisa menyemburkan api yang jika kena bisa mengantarkan kalian pada Tuhan!" Ucap Archie sambil memandangi Fire Wivern itu.
"Baiklah mari kita coba serangan itu"
Archie membentuk sikap untuk menyerang Fire Wivern. Ia memusatkan kekuatannya pada pedang miliknya, dan seketika ia langsung menebas Fire Wivern dari jarak yang cukup jauh.
"Judgement Cut!" Teriak Archie.
Setelah itu Fire Wivern tadi tertebas di beberapa bagian, bahkan satu sayapnya putus akibat Judgement Cut yang dikeluarkan oleh Archie.
Jink juga ikut memberikan serangan pada Fire Wivern yang sudah terluka cukup serius itu, Jink memberikan sebuah serangan berbentuk bola api berukuran sedang dan mengenai Fire Wivern dengan telak walaupun serangan itu kurang berpengaruh bagi Fire Wivern.
Melihat Fire Wivern yang sudah tumbang itu, Archie pun mendekatinya dengan cukup berhati-hati, Fire Wivern masih tidak mau mengalah begitu saja, ia masih bisa mengeluarkan nafas api walaupun sudah cukup lemah.
Archie tidak membiarkan Fire Wivern itu berlama-lama untuk hidup, Archie langsung memenggal kepalanya dan membuat monster yang terlihat mirip seperti naga itu langsung mati.
[Anda Naik Level!]
[Anda Naik Level!]
[Anda Naik Level!]
"Hmmm sekarang aku sudah level 50 kah? Tak kusangka membunuh Wivern bisa membuatku naik tiga level!"
[Anda Mendapatkan]
[Wivern Ring X2]
[Wivern Bone X4]
"Hmmm sepertinya aku harus berburu banyak Wivern sambil mencari di mana letak tempat yang ditunjukkan batu itu" ucap Archie lalu ia kembali melanjutkan penjelajahannya.
Archie terus melanjutkan langkahnya hingga ke bagian terdalam hutan itu, sudah beberapa Wivern yang ia lawan dan ada juga beberapa Wyrm juga sempat ia lawan.
Wyrm cukup merepotkan bagi Archie, Wyrm yang memiliki kaki belakang bisa terus memaksa Archie dan menyudutkannya.
Wivern memiliki kaki di bagian depannya dan juga memiliki sepasang sayap yang membuatnya bisa terbang namun tidak bisa untuk berjalan di darat karena kaki yang berada di bagian depan.
Wyrm sendiri memiliki sepasang kaki di bagian belakang yang bisa membuatnya untuk berjalan di tanah, namun mereka tidak mempunyai sayap seperti Wivern.
Dalam beberapa kesempatan, Archie juga sempat melawan seekor Wyrm yang semua tubuhnya sudah menjadi tulang belulang saja, nama monster itu Skull Wyrm.
Archie tidak mengerti kenapa ada monster yang seperti itu ada di sana, dan itu juga satu-satunya monster yang unik Archie temui di situ.
Sepanjang perjalanannya ke dalam hutan, ia tidak lagi menemukan Skull Wyrm lagi, dan Archie mulai berpikir kalau ia tadi sudah mengalahkan rare monster yang kemungkinan spawn rate-nya cukup rendah, bahkan sangat rendah.
Karena sudah cukup sering membunuh Wivern dan Wyrm yang levelnya cukup jauh berbeda dari level Archie, Archie pun terus menerus naik level dan hingga sekarang dia pun sudah naik level menjadi level 60 dalam waktu yang cukup singkat.
Sampai di mana ia membunuh satu Fire Wivern dengan sangat mudah, hanya perlu tiga kali tebasan saja untuk membunuhnya. Namun kali ini paramater exp-nya bergerak melambat tidak seperti sebelumnya, Archie menyadari kalau dirinya sudah memasuki tahap puncak. Maksudnya, Archie sudah tidak lagi mendapatkan exp yang berlimpah seperti sebelumnya, dikarenakan level Archie yang sudah hampir setara dengan monster yang ia hadapi itu.
Jika Archie ingin naik level dengan cepat lagi, ia harus membunuh monster yang berlevel dua kali diatasnya, atau ia membunuh boss monster yang bila dapat membunuhnya maka bisa memberikan exp yang cukup besar, apalagi jika membunuhnya hanya seorang diri saja, itupun jika sanggup.
Archie menambahkan poin yang ia dapat setelah naik level itu ke beberapa status, yaitu STR, AGI dan VIT.
[D. Archie]
[Level 60]
[Job: Avenger Warrior]
[HP: 88/100]
[MP: 33/100]
Status Poin
[STR: 55+10]
[VIT: 40+10]
[INT: 80+10]
[AGI: 65+10]
Tambahan:
[Titel +10]
[Dark Aura]
[Devil Trigger]
[More Job: Forgers, Chef]
"Statusku sepertinya terlalu berlebihan kali ini haha" Archie tertawa garing begitu ia melihat status miliknya yang sudah sangat lama tidak ia lihat.
Di sana ia juga melihat ada satu tambahan, yaitu Devil Trigger. Archie mulai mengingat di mana ia sempat menggunakan kekuatan itu saat ia bertarung dengan Joker di Koloseum.
Saat itu Archie berubah menjadi makhluk yang cukup mengerikan, seperti iblis bertanduk yang kulitnya begitu pucat.
"Aku hanya akan menggunakan hal itu jika dalam keadaan sulit saja" Ucapnya lalu ia kembali melanjutkan langkahnya.
Archie kembali melangkahkan kakinya, hingga ia akhirnya sampai di ujung dari hutan itu.
Ia kembali menemukan sebuah bangunan yang sama persis ia temukan di ujung Brog Slump. Dengan cepat Archie mendekat ke arah bangunan itu dan benar saja, ia lagi-lagi melihat sebuah batu yang terukir sebuah tulisan kuno.
Archie kembali membaca tulisan itu untuk mencari tahu apa yang tertulis di sana.
"Susunlah batu-batu itu untuk membuat pesan di atas pasir"
"Aku tidak pernah melepaskannya"
"Itu tertulis di atas pasir"
Archie sedikit kebingungan dengan kalimat itu, kali ini ia merasa teka-teki ini cukup rumit dari yang awal ia temui.
Archie memandangi sekitarnya, ia melihat sebuah tumpukan bebatuan yang menarik perhatiannya. Ia lalu berpikir kembali tentang tulisan itu, ada semacam cahaya yang ia dapat setelah ia melihat tumpukan bebatuan itu.
Archie pun menaiki tumpukan bebatuan itu hingga sampailah ia di puncaknya. Ia lalu melihat kebawah, ada semacam pesan tersembunyi yang tertulis di atas pasir itu, bukan berbentuk tulisan namun berbentuk seperti sebuah simbol yang tercipta karena bayangan tumpukan bebatuan itu.
"Dengan kata lain, di bagian fondasi batu ini ada lagi sebuah tulisan kuno!" Ucap Archie lalu ia turun kembali dan mencari batu yang ada tulisan kuno.
Cukup jeli Archie mencarinya hingga ia menemukan sebuah batu yang benar-benar ada tulisan kuno yang terukir di sana, Archie kembali membaca tulisan kuno itu dengan sangat antusias, tak sabar akan menemukan hal apa lagi dirinya nanti.
"Di depanku terdapat kesempatan. Ada untuk mengambil pada saat ini. Saat yang tepat ini, aku harus bersiap-siap. Menghadapi monster yang hanya aku yang bisa mengalahkannya. Melepaskan kekuatan yang diberkahkan kepadaku"
Setelah membaca tulisan itu, Archie berjalan ke arah berlawanan dari batu itu. Di sana ia melihat sebuah bangunan yang juga cukup kuno, ia melihat sebuah patung berkepala singa yang berada di depan bangunan itu, seperti singa itu sedang menjaga tempat itu.
Melihat kepala singa itu, Archie teringat akan pesan pertama yang ia temukan. Archie pun mendekati kepala singa itu dan mencoba apakah ia bisa memutar kepala singa itu.
Dan ternyata benar dugaan Archie soal itu, ia bisa memutar kepala Singa itu hingga ke bawah dan tiba-tiba saja pintu tempat itu terbuka lebar setelah Archie melakukan hal tersebut.
"Hahaha ternyata menundukkan singa begitu mudah!" Archie berkomentar setelah berhasil memecahkan pesan-pesan itu.
Kini Archie berdiri tepat di ruang masuk ruangan yang baru saja ia temukan itu. Archie tersenyum karena tidak sabar akan melihat hal apa yang ia akan temukan di dalam sana.
Archie berpikir jika di dalam sana ada sebuah harta karun peninggalan kerajaan kuno atau semacamnya, melihat dari pesan-pesan yang ia baca tadi. Setidaknya ia pasti menemukan hal yang berharga nantinya, Archie pun memasuki ruangan tersebut diiringi oleh Jink dibelakangnya yang menerangi jalan Archie dengan kobaran api di ekornya itu.
"Mungkin saja di dalam sana ada harta karun, atau juga Arcana? Hahaha sepertinya penjelajahan ku kali ini benar-benar sukses besar, kan Jink?" Ucap Archie yang begitu bahagia dengan penjelajahannya hari ini.
"Wauf wauf…!" Jink pun menyahut karena merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh tuannya itu.