Cyrus Online

Cyrus Online
56. Ronin Yang Absurd vs Koboi Kebon Belakang



Suasana di depan bar Corde, semakin ramai saja. Banyak orang yang mampir kesana dengan latar belakang yang berbeda-beda.


Ada yang kesana untuk bertaruh, ada yang kesana untuk menonton saja, ada yang kesana untuk memberikan spekulasi dan prediksi bagaimana pertandingannya nanti, ada yang datang karena diundang menjadi seorang komentator, ada juga yang kesana untuk berjualan, dan ada juga yang kesana hanya untuk dilihat keren. Dan untuk yang terakhir itu nampaknya ia tak punya kerjaan lain.


"Menurut mu bagaimana nantinya pertandingan ini"


"Menurut ku, jika Cid menggunakan skill theorema phytaggoras maka kemungkinan sin cos dan tan akan ditemukan dengan mudah!"


"Wadoh apaan tuh theorema phytaggoras!


"Menurut ku mungkin One Piece itu adalah harta karun Mak Erot yang ketinggalan!"


"Woy ada bola naga gak disini? Kalau gak ada kitab suci saja gak papa! Aku penat harus berjalan ke barat lagi! Ya kan Pat?"


"Benar sekali kakak pertama!"


"Stik ikan! Ada yang mau stik ikan!"


"Siapa kamu keparat?"


"Hanya penjual stik ikan yang tak sengaja lewat, ingat itu!"


Begitulah kira-kira gambaran tentang ramainya tempat tersebut.


******


"Wah disana ramai sekali! Ada apa ya sebenarnya?" Ucap Archie keheranan dengan ramainya orang-orang.


"Mereka semua kesini karena taruhan. Pertandingan kita ini dijadikan judi oleh mereka tch!" Jawab Cid sambil meludah.


"Eeh judi kah? Bukannya judi itu meracuni kehidupan ujar bang haji? Ah masa bodohlah kalau aku menang kan lumayan uangnya hahaha!' Ucap Archie dalam hati.


Hitungan mundurnya kini menunjukkan angka 10, jadi mereka memiliki 10 detik lagi untuk memulai pertarungan mereka.


Di sisa waktu tersebut, Cid masih saja menanyakan ke Archie apakah ia sudah siap. Dan terus-terusan juga Archie menjawabnya dengan santai.


Archie kemudian memilih pedang Otenta-Mitsuyo untuk menemaninya saat bertarung nanti.


Pedang dengan warna sarung putih bersih tersebut, begitu indah bentuknya. Setelah dicabut dari sarungnya, pedang itu masih menunjukkan kilauan yang sangat indah, seperti ditakdirkan untuk menjadi indah.


"Aku akan terus menjaga pedang ini Audrey!"


Hitungan mundur semakin mendekati final. Para penonton lalu mulai menghitung mundur bersama ketika hitungan mundur sudah mencapai angka kelima.


5


4


3


2


1


"Goooo!"


Setelah hitungan berakhir, Archie dengan cepat menuju kehadapan Cid.


Archie mengetahui bahwa job yang dimiliki oleh Cid sangat tak menguntungkannya dalam permainan jarak jauh, sehingga membuatnya harus mendekati Cid.


Dan juga bagi Cid, serangan jarak dekat sangat membahayakan dirinya, sehingga saat Archie mencoba mendekatinya Cid juga menembakkan pelurunya ke arah Archie agar Archie mundur.


Tetapi Archie bisa dengan mudah menghindari tembakan dari Cid. Namun ada juga tembakan-tembakan yang begitu sulit untuk ia hindari, sehingga mau tidak mau ia harus menangkisnya dengan pedangnya.


"hmm lumayan juga kau! Walaupun kau berlevel 12 tapi aku tak akan main-main!" Ucap Cid.


Lalu Cid mengeluarkan senjata laras panjangnya yang sedari tadi menggantung di badannya.


"Ambil ini Bullet Rain!"


Seketika Cid menembakkan pelurunya ke langit, dan tiba-tiba ratusan peluru jatuh dengan sangat cepat menuju ke arah Archie.


Saking cepatnya, Archie bahkan tak bisa menghindari semua peluru tersebut. Beberapa kali ia harus terkena damage saat peluru nyasar itu mengenainya.


Archie terus menerus menghindari peluru itu, dan Cid juga terus-menerus menembakkan pelurunya yang sepertinya tak akan habis-habis itu.


Butuh waktu setengah menit untuk menghabiskan peluru tersebut. Para penonton pun mulai bersorak melihat serangan Cid barusan yang memberikan cukup damage ke arah Archie.


Banyak serangan yang mengenai dirinya, sehingga HP Archie menunjukkan angka 62% lagi. Sebuah awal yang bagus untuk Cid.


Archie kemudian bangkit dan kembali berdiri tegap setelah menerima serangan dari Cid.


Sambil membersihkan dirinya dari debu-debu yang menempel, ia berujar.


"Tidak buruk, aku semakin bersemangat sekarang!"


Lalu Archie kembali menerjang Cid dengan sangat cepat, namun Cid juga memiliki kelincahan yang lumayan sehingga agak susah bagi Archie untuk mendekatinya.


Sambil tetap berusaha untuk menjaga jarak dari Archie, Cid juga memberikan satu-dua tembakan ke arah Archie.


Tembakan dari Cid itu hanya seperti pengalihan saja bagi Archie, ia dengan mudah menghindari bahkan ia mampu membelah peluru tersebut walaupun peluru itu juga masih terlihat cepat.


Cid tiba-tiba mengambil jarak yang jauh sambil mengeluarkan dua buah pistol berwarna emas dan putih dengan gaya yang sangat heboh.


Ia memutar-mutar pistolnya tersebut beberapa kali hingga akhirnya ia bersiap untuk kembali menyerang Archie.


"Sampai disini saja Samurai!" Teriak Cid


Lalu Cid menembak Archie tanpa henti dengan menggunakan dua pistol tadi.


Peluru yang datang kali ini lebih cepat daripada serangan yang sebelumnya, Archie kembali kewalahan menghadapi serbuan peluru itu.


Namun sebuah kejutan terjadi, Archie bergerak kesana kemari sambil menghindari peluru-peluru tersebut seperti sedang menari dengan latar hujan meteor, sampai-sampai membuat Cid terkejut.


'mustahil! Ia hanya level 12 mustahil ia memiliki kelincahan seperti itu!' ucapnya dalam hati


Merasa dirinya terancam, Cid lalu menggunakan [back dash] kebelakang dan mengambil sniper rifle di punggungnya.


Dengan cepat ia membidik ke arah Archie dan ia mulai tersenyum saat menarik pelatuk.


"Berakhir sudah deathly shoot!" Teriak Cid dengan sangat keras


Pwushhh


Suara dari tembakan Cid bercampur dengan angin kencang akibat tembakan tersebut mengakibatkan debu tebal yang menutupi tempat itu.


Sorak sorai penonton mulai menggema setelah melihat itu. Mereka yakin sekali Cid mengalahkan pria samurai itu.


Ada yang mengkhawatirkan pria samurai, sebab jika pria samurai kalah maka mereka akan kehilangan uang.


Namun tidak bagi ketua Guild Nebula Re-Estize Empire, Viola. Di wajahnya terlihat sekali keyakinan yang begitu mantap bahwa Archie akan menang.


Begitu pula untuk para pengikutnya seperti Inject, Lemon, Viand atau bahkan Venus yang pernah melihat secara langsung bagaimana Archie bertarung.


*********


Setelah debu tebal mulai reda, terlihatlah suatu kejadian yang mengejutkan mereka semua.


Di mata mereka terlihat seorang samurai yang menghunuskan pedangnya ke arah leher seorang koboi.


Samurai yang mereka kira akan kalah, rupanya masih berdiri dengan tegap dihadapan mereka semua, dan koboi yang mereka jagokan tertunduk lemas seperti sudah tak punya tujuan hidup lagi.


"Bagaimana masih mau lanjut?"


"Aku.. aku menyerah!"


[D. Archie Win]


Bagaikan dijatuhi sarang lebah ke atas kepala, semua yang menaruhkan uang mereka untuk kemenangan Cid hanya bisa teriak-teriak tak jelas sampai berguling-guling.


Mereka sama sekali tak mempercayai apa yang barusan terjadi, mereka ingin protes tentang pertarungan tersebut namun tiba-tiba sebuah video muncul di hadapan mereka semua.


Bagaikan sedang melihat pengumuman di mading sekolah, mereka semua dengan seksama melihat replay dari pertandingan tersebut.


Sesaat sebelum Cid menembakkan snipernya dengan skill mematikannya tadi, Archie mengaktifkan skill [Void Steps] yang ia sendiri belum tahu apa efeknya.


Dan ketika peluru itu melesat sangat cepat, tiba-tiba saja Archie merasa sangat ringan dan ia mampu menghindari peluru tersebut dengan melakukan flip roll ke arah depan.


Setelah melihat cuplikan tadi, mereka semua lalu memberikan tepuk tangan yang meriah kepada para petarung tadi.


Archie jadi bingung dengan semua peristiwa tadi, ia coba bertanya dengan Cid yang masih terduduk namun jawaban Cid juga tak menjawab pertanyaannya.


"Pertandingan yang bagus kalian berdua!"


"Aku merasa tak rugi sama sekali ketika melihat pertandingan kalian berdua"


"Good game!"


Semua orang mulai memuji mereka berdua, Archie memberikan senyuman penuh arti menanggapi pujian-pujian dari orang-orang tadi.


Lalu Archie didatangi oleh seseorang yang berpakaian seperti Gambler. Ia mengatakan kepada Archie bahwa pertandingan tadi begitu meriah dan banyak sekali yang melakukan taruhan karena itu.


Lalu gambler tadi memberikan sekantong penuh berisi uang kepada Archie, dan gambler itu juga mengambil sebagian karena ia juga memiliki jasa untuk memasarkan pertarungan itu ucapnya.


"Kalau begitu aku permisi" gambler tadi lalu menjauh setelah mengambil beberapa uang dari hasil taruhan tadi.


Hijau mata Archie saat melihat karung uang yang ia pegang sedari tadi.


Di saat Archie masih dilanda suka cita terhadap uang yang ia peroleh, tiba-tiba ada seorang perempuan yang memukul kepalanya dengan sangat keras hingga wajahnya menyentuh tanah.


"Dasar otak duit! Kenapa kau malah berkelahi sembarangan ha?"


"Maafkan aku guru aku menyesal!" Ucap Archie sambil memegangi belakang kepalanya yang benjol akibat pukulan tadi.


Cid yang melihat kejadian tersebut wajahnya langsung berubah pucat pasi. Ia tak bisa membayangkan jadi apa dia jika ia terus-menerus menggoda perempuan yang Archie panggil guru tadi. Ia lalu menyadari niatan baik dari Archie saat menantangnya duel.


"Maaf mengganggu waktu kalian berdua" ucap seorang perempuan.


Archie lalu menoleh ke arah suara tersebut dan seketika ia terkejut ketika mendapati Viola ada dikota itu juga.


"Viola dan Nebula? Kalian disini juga?"


"Yap begitulah" ucap Lemon


"Kami melihat pertandingan tadi, kau begitu hebat bolehkah aku berguru dengan mu?" Kali ini Inject


"Hmpp aku rasa kau hebat juga, walaupun masih lebih hebat aku" Viand ikut menimpali.


Viola lalu tersenyum ke arah Alicia si gurunya Archie, Viola kemudian mendekati Alicia dan meminta izin ke Alicia untuk meminjam sebentar anak muridnya yang absurd itu.


Dengan senyuman manis, Alicia mengizinkan Viola untuk meminjam Archie.


Kemudian Viola mendekati Archie sambil memberikan senyuman terindah yang mungkin baru kali ini ia berikan.


Archie menjadi bingung dengan Viola karena tingkahnya itu, sekilas muncul pikiran random di benaknya namun cepat-cepat ia hapus pikiran itu.


'tidak mungkin tidak mungkin' ucap Archie dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Semakin dekat Viola, semakin manis pula senyuman itu. Hingga akhirnya ia sampai dihadapan Archie dan Viola mendekatkan wajahnya ke wajah Archie.


Archie begitu gugup dan tak bisa lagi berpikir dengan jernih, lalu tiba-tiba sebuah cengkraman kuat mulai menerjang wajahnya.


Cengkraman itu begitu kuat sehingga Archie tak mudah lepas dari cengkeraman tersebut.


"Apa maksudnya ini Viola! Lepaskan aku Viola sakit ini" teriak Archie


Viola masih saja mencengkram wajah Archie sambil tetap tersenyum manis, lalu ia berkata.


"Selamat atas kemenangan mu ya!"