Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 80: Kisah Masa Lalu



Tetua Uungor tak mampu lagi mengucapkan satu kata saja. Saat dia melihat sosok yang menjadi Ratu Suku Nightborne, Tetua Uungor sudah mulai menduga-duga siapa sebenarnya sosok sang Ratu itu.


Tetapi seberapa kerasnya Tetua Uungor berusaha untuk tidak terkejut, tetap saja Tetua Uungor terkejut bahkan merasakan kebingungan setelah mengetahui sosok Ratu Suku Nightborne.


"Tidak mungkin itu kau Titania!" Tetua Uungor menggeleng pelan


Semua orang yang ada di ruangan itu kecuali Tetua Uungor, mulai kebingungan karena kejadian Tetua Uungor dan Ratu Suku Nightborne yang bernama Titania. Bahkan Azergim juga ikut tercengang seperti yang lainnya karena yang dia ketahui, ratu mereka tak pernah pergi ke luar pulau selama ratusan tahun.


"Uungor kau jahat! Kau bahkan tak mengenali diriku setelah ratusan tahun tak bertemu, aku kesal huuh!" Titania menghentakan kaki ny dua kali lalu ia memalingkan muka sambil memayunkan bibirnya.


Wajah Archie, Viola serta Venus langsung berubah 180 derajat, mereka tidak menyangka seorang Ratu bisa bersikap seperti seorang gadis muda yang sedang menikmati masa percintaannya.


"Bukankah itu sudah terlalu tua untuknya? Maksudku jika dia memang kenal Tetua Uungor bukankah umurnya juga setua Tetua Uungor? Tetapi mengapa dia masih terlihat seperti seorang gadis berumur 17 tahun!" Archie mengomentari keanehan dari Titania.


Viola, Venus, Curufin bahkan Azergim juga mulai memikirkan apa yang dipikirkan oleh Archie tadi, mereka sangat kompak membuat sebuah pertanyaan tentang Ratu Titania.


"Huushh! Sembarangan saja kalian mengira aku setua itu! Aku ini baru berumur 500 tahun... Aku tidak setua si Uungor tua bangka itu!"


"Kau juga Azergim! Kenapa malah ikut-ikutan berpikir yang tidak-tidak!"


Azergim langsung bersujud memohon ampun ke Ratu Titania, ia bahkan bersujud lebih rendah daripada yang biasanya.


"Ah... Sudahlah"


"Mohon ampun Yang Mulia Ratu!" Azergim berdiri kembali lalu memberi hormat kepada Titania. "Maafkan jika hamba lancang, tetapi hamba sangat kebingungan saat ini. Sejak kapan Yang Mulia Ratu mengenali sosok Tetua yang satu itu!"


Semua orang juga mulai menunjukkan wajah yang bertanya-tanya ke arah Ratu Titania, terlebih setelah Azergim memberanikan dirinya bertanya ke Ratu Titania.


Melihat semua orang yang ada di sana menunjukkan wajah yang penuh harapan, akhirnya Ratu Titania menceritakan semuanya kepada mereka sebuah kisah yang tak pernah ia ceritakan kepada siapapun.


"Aaaah.....itu sudah lama sekali" Ratu Titania menarik nafas sejenak lalu kembali melanjutkan ceritanya yang terhenti.


Ratusan tahun yang lalu.........


Terjadi pertempuran hebat antara bangsa manusia dengan bangsa manusia bertelinga lancip atau yang sering disebut Elf.


Perseteruan itu bermula dari ketidaksukaan bangsa Elf dengan bangsa manusia yang selalu merusak lingkungan demi kepentingan mereka sendiri atas nama kepentingan bersama.


Bangsa manusia yang melakukan sebuah terobosan-terobosan penting, membuat mereka semakin maju setiap tahunnya. Mereka membuat jalan, membuat istana-istana nan megah, membuat kota dari sebuah kekosongan hingga membuat teknologi yang sebelumnya tidak ada.


Tetapi, pembangunan itu tidak selalu berdampak baik bagi umat manusia ataupun bangsa yang lainnya. Kadang ada beberapa manusia yang semena-mena membuka jalan tanpa memperdulikan dampak negatif yang akan ditimbulkan.


Contohnya saat manusia membuat jalan penghubung antar kota, memang niat awal mereka hanya membuat jalan saja tetapi seiring berjalannya waktu pembangunan jalan itu beralih fungsi menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan salah satu pihak saja.


Mereka semua merusak alam, menggunduli hutan atau bahkan membuat pulau buatan di atas laut untuk kepentingan mereka sendiri.


Ketika semua itu sudah berjalan lama, kaum manusia mulai mengalami dampak negatif dari semua kerakusan itu, mereka semua dilanda kekeringan yang berkepanjangan. Mereka semua kelaparan, kekurangan air bersih, hingga banyak diserang oleh para monster-monster yang sebenarnya berhabitat di hutan yang mereka rusak.


Saat masa kelam itulah ada salah satu manusia yang ditolong oleh kaum Elf dan dibawa ketempat tinggal para bangsa Elf. Manusia itu merasa sedang berada di surga karena di tempat itu begitu banyak sumber daya yang berhamburan dimana-mana.


Ketika manusia itu sudah mendapatkan kenikmatan yang berlimpah, rasa iri dan serakah yang ada di dalam tubuh manusia mulai memancar ke permukaan.


Di dalam pikirannya, dia ingin sekali menguasai sumber daya itu bagaimanapun caranya. Hingga pada akhirnya saat dia meninggalkan tempat bangsa Elf, dia langsung melaporkan apa yang ia lihat ke seorang raja di kerajaan manusia.


Dia menghasut raja negeri itu untuk menyerang dan menguasai kerajaan bangsa Elf yang begitu kaya akan sumber daya alam, karena mendengar hal itu akhirnya raja pun memerintahkan penyerangan ke kerajaan Elf. Dan dari sanalah, perang abadi antara manusia dengan elf terjadi.


Dan saat perang yang sedang berkecamuk hingga ratusan tahun itulah, ada seorang kesatria tangguh dari bangsa elf yang dikisahkan mampu mengalahkan 1000 orang hanya seorang diri, kesatria itu dikenal dengan nama Uungor si Jubah Merah.


Julukan itu ia dapatkan saat jubah putih yang selalu ia kenakan berubah menjadi berwarna merah karena darah-darah dari musuhnya yang ia kalahkan. Semua orang yang berada di medan perang akan ketakutan walau hanya mendengar namanya karena julukan itu.


Dan pada saat pertempuran di sebuah tempat yang bernama Araundel. Uungor kembali membuat lawan-lawannya lari kocar-kacir.


Dia menggabisi lebih dari 1000 orang dan membuat tubuhnya penuh dengan darah. Walaupun begitu, Uungor tetap terluka begitu parah. Ada beberapa luka yang menganga di seluruh bagian lengannya dan ada bekas luka sayatan yang berbentuk silang di dadanya.


Karena luka yang begitu parah ia hampir saja tumbang setelah pasukan manusia telah mundur, tetapi sebelum dirinya jatuh ke tanah dirinya langsung disambut oleh sebuah tangan yang begitu halus dan lembut.


Uungor merasakan kehangatan masuk kedalam tubuhnya karena tangan itu, ia pun memutar bola matanya mencari sosok sang empunya tangan nan begitu halus itu.


Sosok seorang gadis muda dengan kulit eksotis tengah menitikkan air matanya memandangi dirinya. Uungor tak mengerti kenapa gadis itu menangis, ia sebenarnya memiliki waktu untuk memikirkan kenapa gadis itu menangis tetapi ia terlupakan dengan rasa hangat yang ia rasakan tengah menembus raganya.


Semenjak hari itulah, Uungor selalu didampingi oleh gadis yang menyelamatkannya itu. Mereka berdua maju ke garis depan dengan begitu gagah dan perkasa untuk memberikan contoh semangat juang kepada para prajurit yang lainnya.


Hingga pada akhirnya situasi sudah mulai mereda, tidak ada lagi agenda berperang dengan bangsa manusia. Namun bangsa elf tak pernah mengkendorkan kewaspadaan mereka terhadap bangsa manusia.


Tiba juga akhirnya Uungor harus berpisah dengan gadis yang menyelamatkannya waktu itu, sebenarnya ada perasaan untuk menolak perpisahan itu akan tetapi Uungor lebih memilih untuk menjadi seorang kesatria sejati dan menerima semua itu dengan lapang dada.


"Untuk yang terakhir kalinya... Aku mohon beritahu aku namamu agar aku tidak hidup dalam rasa penyesalan selama ribuan tahun!" Ucap Uungor dengan wajah yang sulit dijelaskan.


"Namaku Titania" Balas gadis itu sambil tersenyum. "Aku harap kita bisa bertemu lagi di masa depan!"


Lalu Titania pun perlahan-lahan pergi meninggalkan Uungor yang masih terdiam di gerbang perbatasan.


"Titania kah? Akan selalu ku kenang namamu di dalam hatiku!" Batin Uungor


Uungor pun hanya memandangi langit biru sambil memikirkan bagaimana nasib kerajaan di masa yang akan datang.


"Gila! Cerita epic macam apa itu? Bahkan cerita serial Assasin Creed saja kalah epic dari cerita Legenda si Tetua Uungor bangka" Archie langsung berkomentar setelah Titania selesai bercerita.


Tetua Uungor naik pitam, dia pun langsung memiting leher Archie dengan jurus Rear ***** Choked yang begitu mematikan. "Sembarangan! Kau panggil aku apa tadi ha!"


"Ampun Tetua Uungor! Aku menyerah... I give up!" Archie menepuk-nepuk pundak Tetua Uungor.


Tetapi Tetua Uungor tidak melepaskan kunciannya, ia bahkan semakin membuat kunciannya menjadi lebih kuat dan membuat wajah Archie langsung berubah biru karenanya.


Ada sedikit pertanyaan masih mengganjal di pikiran mereka semua, mereka masih tidak mempercayai penampilan Titania yang masih seperti masa mudanya padahal cerita itu sudah ada ratusan tahun yang lalu.


"Oh ayolah masa aku harus menjelaskan hal itu juga kepada kalian?" Titania nampak kesal dengan mereka semua.


"Tidak, bukan seperti itu Titania.... Aku hanya bingung kenapa kau masih terlihat sangat muda setelah pertemuan terakhir kita?


Sebenarnya berapa umurmu saat itu?"


Semua orang lalu memandangi Titania dengan tatapan yang menunjukkan mereka juga ingin tahu tentang hal itu, Titania pun kembali mendesah lalu dengan nada lemas ia pun menjawab pertanyaan itu.


"Saat itu aku masih berumur 12 tahun... Tetapi entah kenapa tubuhku sudah tumbuh seperti seorang perempuan umur 20an"


Wajah mereka langsung berubah, mulut mereka juga langsung ternganga lebar setelah mendengar jawaban dari Titania. Terlebih lagi Tetua Uungor yang bahkan tak bisa mengontrol dirinya lagi.


"Jadi dulu aku jatuh cinta dengan seorang loli! Oh roh Agung kenapa kau mempermainkan asmara milikku sampai segitunya?" Tetua Uungor berteriak seperti tak menerima nasib yang telah ia jalani.