Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 101: Awal Hari



Malam sehabis acara tahun baru ESSET Corp itu, Ikhsan langsung pulang lebih awal sebelum acara itu benar-benar berakhir.


Ikhsan merasakan kelelahan batin yang luar biasa malam itu, sehingga ia pun mengajak Rossa untuk pulang lebih dahulu.


Rossa yang melihat kelesuan di wajah Ikhsan langsung mengiyakan ajakan Ikhsan. Ia juga merasa khawatir dengan Ikhsan yang tiba-tiba menjadi lesu itu.


Ikhsan terlebih dahulu mengantarkan Rossa ke rumahnya sebelum kembali ke kostan, Rossa sempat menawarkan Ikhsan untuk menginap di rumahnya. Ia begitu khawatir dengan kondisi Ikhsan yang menurutnya tak memungkinkan untuk berkendara, namun Ikhsan menolak dengan halus ajakan itu dan ia langsung segera meluncur ke kostan miliknya.


Setelah sampai di kostan, Ikhsan langsung saja pergi ke kamarnya dan langsung merebahkan dirinya di kasur yang sudah kurang empuk itu.


Rasanya badan Ikhsan seperti baru saja terinjak oleh seekor gajah besar saat dia merebahkan dirinya di kasur itu, tak selang beberapa lama akhirnya ia pun menutup mata dan langsung masuk ke alam mimpinya.


Pagi harinya, Ikhsan di kejutkan dengan suara ketukan pintu di depan. Ikhsan mencoba menghiraukan suara ketukan pintu itu, ia kembali mencoba memejamkan matanya untuk kembali tidur.


Akan tetapi suara ketukan pintu itu semakin keras dan sangat menganggu bagi telinga Ikhsan.


Dengan langkah gontai setengah jiwa, Ikhsan melangkah malas ke arah pintu. Di bukanya pintu itu dan ia melihat sesosok wanita cantik dengan kulit putih bersih tengah tersenyum manis ke arahnya yang masih urak-urakan karena bangun tidur.


"Selamat pagi!" Ucap perempuan itu dengan senyuman manis hingga menampilkan gigi-gigi putihnya yang rapi.


Otak Ikhsan merespon dengan lambat semua kejadian itu, ia seakan mengalami efek petrify saat melihat senyuman manis dari perempuan itu.


Saat ia mendapatkan kembali kesadarannya, Ikhsan kembali menutup pintunya lagi, namun perempuan itu langsung menghentikan Ikhsan dengan menahan pintu itu agar tetap terbuka.


Ikhsan sedikit tertawa karena itu, ia melepaskan pintu dan mempersilahkan perempuan itu untuk masuk ke kostan dia.


Wajah manis perempuan itu langsung berubah masam dengan bibir yang ia manyunkan, ia begitu kesal dengan si Ikhsan yang mengerjai dirinya.


"Tunggu sebentar ya aku mau membasuh wajah dulu, gak enak ketemu kau tapi wajah ku masih urakan seperti ini" ucap Ikhsan dengan santai lalu ia melangkah ke arah kamar mandi


Perempuan itu pun akhirnya menunggu di kamar Ikhsan, ia begitu antusias melihat kamar Ikhsan yang terlihat rapi.


Ia langsung melangkah ke arah buku-buku yang berjejer rapi di rak buku kecil. Ia begitu antusias melihat banyaknya buku yang ada disitu.


Ada berbagai macam buku yang berjejer di sana. Ada buku teori filsafat, buku pelajaran, komik, novel sampai novel ringan. Ada beberapa majalah juga yang terselip di antara buku-buku itu, dan itu membuat penasaran.


Perempuan itu akhirnya mengambil salah satu dari majalah itu, namun ia langsung menaruhnya kembali begitu ia melihat cover majalah tersebut yang memperlihatkan seorang perempuan yang hanya mengenakan bikini.


"Majalah apa itu? Mengerikan!" Komentarnya


Semenjak ia melihat majalah tersebut, ia hanya bisa terdiam duduk di sudut ruangan dengan tatapan kosong.


Ikhsan yang telah selesai membasuh wajahnya, menjadi bingung melihat reaksi perempuan yang ada di kamarnya itu. Menurut Ikhsan perempuan itu seperti baru saja melihat makhluk yang mengerikan di kamarnya.


"Kau tak apa Momo-chan? Wajahmu terlihat pucat seperti itu?" Tanya Ikhsan


Perempuan itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dengan ekspresi kesal di wajahnya, yang membuat Ikhsan masih bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.


"Sudah kubilang panggilan aku Monica jika saat berdua denganmu! Dasar cowok tidak pekaan!"


Ikhsan hanya bisa menggaruk rambutnya yang tak gatal melihat tingkah perempuan yang ada di depannya itu, ia pun kembali ke belakang untuk mengambil minuman.


Perempuan yang saat ini berada di kostan Ikhsan adalah Monica Viraharja atau yang sering dikenal dengan Momo-chan. Ia memang sangat ingin berjumpa lagi dengan Ikhsan, seorang pria yang ia temui tanpa sengaja saat dia tersesat di kota.


Dia ingin mengembalikan jaket yang terbawa olehnya dan juga sedikit ngobrol dengan orang yang dia anggap teman.


Sebenarnya Monica melihat Ikhsan berada di acara malam tahun baru itu, namun saat itu ia harus kerja jadi ia tak bisa ngobrol banyak dengannya sehingga Monica pun menyuruh manajernya yang sebenarnya ayahnya juga untuk memberitahukan kepada Ikhsan tentang rencananya hari ini.


Sembari menunggu Ikhsan yang masih sibuk membuat air, Monica pun mengambil salah satu novel ringan yang ada di rak buku itu.


Sejatinya ia tak pernah membaca novel ringan, ia hanya pernah membaca novel biasa dan sedikit bermain game karena tuntutan pekerjaan, namun walaupun begitu ia langsung mengerti dengan apa yang ditulis di novel ringan itu bahkan ia langsung suka dengan itu.


Novel ringan itu menceritakan tentang seorang pemuda bernama Argan Dirgantara yang berpindah ke dunia fantasi dengan sebuah sistem di kepalanya, pemuda itu pun lalu menjalankan aktivitasnya yang baru sebagai seorang murid di sebuah akademi.


Monica begitu menyukai buku itu walaupun itu baru pertama kalinya ia melihat dan membacanya. Di baliknya halaman demi halaman dan ia temukan keseruan demi keseruan yang hadir di tiap halaman buku itu, hingga ia melupakan sosok Ikhsan yang sudah berada di depannya.


"Jadi kau membaca buku aneh dan tidak layak ada itu ya?"


Pertanyaan dari Ikhsan membuat Monica memiringkan kepalanya, ia merasa aneh dengan Ikhsan yang menyebut buku itu aneh dan tidak layak, padahal Monica sangat suka dengan apa yang ditulis di buku itu.


Ikhsan menuang teh kedalam cangkirnya terlebih dahulu, ia langsung meneguknya dengan perlahan dan menikmati setiap manis yang menyerang indera pengecap dan tenggorokannya.


"Kau tahu? Ikhsan memulai kisahnya. "Aku pernah bertemu dengan penulis buku itu, nama pena dari penulis itu adalah Ned_Kelly"


"Badannya gempal seperti bola meriam, wajahnya jelek seperti Frankenstein, dia aneh seperti orang sakit jiwa mungkin itu karena terlalu sering menghayal"


"Dia bukanlah orang yang berbakat dalam menulis, tetapi dia tetap saja menulis padahal tulisan atau ulasan yang ia bahas itu selalu salah pemilihan kata, boring, alurnya nya terlalu cepat sehingga aku tak suka dengan buku itu ataupun dengan penulisnya" Ikhsan menjelaskan dengan panjang lebar tentang buku itu.


Monica menutup buku itu dan memandangi Ikhsan dengan tatapan mengintimidasi, ia merasa kesal dengan semua yang dilontarkan oleh Ikhsan tadi. Baginya penulis buku itu tak seburuk dengan apa yang dikatakan oleh Ikhsan.


"Jika kau tidak suka dengan penulisnya atau dengan buku ini, mengapa kau membelinya?" Monica menempelkan buku itu tepat di wajah Ikhsan.


Ikhsan membalas perbuatan Monica tadi. Ia mengambil buku itu dari tangan Monica lalu ia sodorkan ke depan wajahnya Monica hingga wajahnya tertutup oleh buku itu.


"Itu karena aku kasihan dengan penulis buku ini! Ia selalu mengemis kepada ku untuk membeli buku-buku darinya dan ia bahkan rela menjilat sepatuku hanya untuk itu!" Ucap Ikhsan


..............


Semenjak pertemuannya dengan Ikhsan hari itu, Viola lebih sering diam dan termenung di rumahnya.


Viola bahkan kehilangan nafsu makannya walaupun sebenarnya perutnya sudah meronta untuk di beri makan. Viola juga merasa tidak ingin melakukan apapun sekarang ini, hingga ia pun enggan bermain Cyrus Online.


Kondisinya yang seperti itu membuat khawatir sang adik, Andini. Andini begitu mengkhawatirkan kondisi dari kakaknya itu, ia berusaha membujuk kakaknya agar mengisi perutnya yang kosong itu namun kakaknya selalu mengatakan jika ia masih baik-baik saja.


Karena beberapa hari tidak masuk kedalam game, keadaan Guild Nebula di bawah perintah Viola jadi sedikit kacau.


Hal ini terjadi karena Nebula pusat mempertanyakan agenda Viola yang membangun sebuah hubungan dengan kerajaan elf.


Banyak tetua guild yang tak menyukai rencana Viola itu, mereka menganggap apa yang dilakukan oleh Viola itu sudah terlalu kelewat batas. Menurut mereka, guild cabang tidak boleh terlalu mempunyai pengaruh besar yang bisa merusak pengaruh guild utama.


Tentu saja itu merupakan perbuatan oleh beberapa anggota guild yang tak menyukai keberhasilan Viola beberapa waktu belakangan ini. Mereka merasa Viola sedikit berbahaya buat mereka, akhirnya mereka memainkan sebuah drama yang bisa menjatuhkan reputasi dari Viola.


Mereka menuding, menuduh, memfitnah Viola kalau sebenarnya Viola ingin menguasai guild Nebula seutuhnya sehingga ia bisa menyingkirkan beberapa orang yang tidak ia sukai.


Viand harus menggantikan peran Viola sebagai ketua cabang, namun karena hal itu para tetua semakin geram dengannya. Hal ini semakin dimanfaatkan oleh mereka yang tak suka dengan Viola, mereka semakin menghasut para tetua dengan semakin mendramatisir cerita.


"Anda lihat sendiri kan tetua, mereka dari Re-Estize Empire benar-benar ingin melakukan kudeta dan ingin mendominasi guild ini! Apa kalian ingin hal itu terjadi?"


"Tutup mulutmu Poisonox! Ketua kami bukan orang yang seperti itu" Viand emosi mendengar kakaknya di tuduh seperti itu.


Kemarahan Viand itu merupakan sebuah kemenangan bagi Poisonox, ia memang sengaja memancing Viand agar tersulut emosinya sehingga rencananya untuk menghancurkan Viola semakin mudah.


Poisonox tersenyum jahat lalu berkata. "Kalau memang ketua kalian seperti itu, mengapa dia tidak pernah menyanggupi panggilan dari tetua dan malah menyuruh mu? Oh ataukah ketua kalian itu hanya seseorang pengecut yang berlindung di belakang anak buahnya?"


Karena tempramennya Viand pun langsung hendak menyerang Poisonox, dan semua pemain yang berada di ruangan tersebut langsung mengepung Viand.


Viand langsung tersadar jika dirinya sudah terjebak dalam permainan Poisonox, ia begitu geram melihat orang itu yang saat ini tengah tersenyum manis ke arahnya.


Viand hanya bisa mengutuk Poisonox dalam batinnya. Ia sudah berjanji untuk tidak menimbulkan kekacauan, namun malah ia terjebak dalam permainan Poisonox.


"Sudah hentikan semua kehebohan ini!" Seseorang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut.


Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut nampak terkejut dengan kedatangan sosok itu, bahkan Viand pun sampai harus memberikan hormatnya kepada sosok itu.


"Kenapa kalian mempermasalahkan hal yang tidak penting? Kalian semua hanya membuang-buang waktu kalian saja!


Kau juga Poisonox! Mengapa kau selalu iri dengan Nebula Re-Estize Empire? Bukannya tempatmu lebih bagus dan lebih baik ketimbang mereka? Prestasi mu juga banyak tetapi kenapa kau sudah kebakaran jenggot dengan keberhasilan Re-Estize Empire yang baru beberapa saja?"


Sosok itu langsung memberikan sebuah ceramah singkat yang menohok bagi mereka semua yang ada di sana. Bahkan Poisonox yang sedari tadi pandai mengoceh, sekarang hanya bisa diam seribu kata karena kehadiran sosok itu.


Sosok itu adalah orang yang paling dihormati di seluruh Guild Nebula. Dia adalah pemilik saham Guild Nebula sekaligus ketua Guild Nebula.  Emperor, itulah namanya di dalam Cyrus Online.


Emperor merupakan player yang paling disegani di seluruh jagad Cyrus Online. Tidak ada yang tak mengenali Emperor di Cyrus Online, ia merupakan seorang player yang berada di nomor 2 top player Cyrus Online.


Dengan nama yang sebesar itu, tentu saja membuat orang-orang akan segan dan hormat kepadanya. Sosok juga berwibawa dan memiliki aura seorang pemimpin yang kental sekali sehingga membuat orang-orang akan mudah jadi pengikutnya.


"Tapi ketua ini masalahnya berat, jika dibiarkan bisa-bisa nama besar ketua akan tertutupi oleh Viola yang belakangan tengah naik daun" Poisonox kembali memutar otaknya untuk mendapatkan simpati


"Jika kalian masih bersikeras, aku akan membuat sebuah pertandingan untuk kedua kubu kalian dan yang kalah harus keluar dari Guild ini bagaimana?"


Selepas berkata seperti itu, Emperor pun berlalu meninggalkan mereka semua yang masih terstun karena ucapannya itu.


Tercetak sebuah senyuman di wajah Emperor, ia seakan-akan menunggu hal ini akan terjadi dan ia tak sabar seperti apa nantinya pertandingan itu.