
Dengan kecepatan tinggi, Archie berlari sekuat tenaganya untuk bisa sampai dengan cepat ke Nilfelin.
Bukan tanpa alasan dia melakukan itu, Archie melakukan hal itu karena dua sebab.
Pertama Viola dan Venus sedang dibawa oleh pasukan Elf. Dan yang kedua adalah pedang miliknya yang telah mengakibatkan sesuatu yang buruk.
Walaupun Archie sudah berlari dengan sangat kencang, bukan berarti jalannya mulus. Ia juga harus berjibaku dengan beberapa pasukan Elf yang menghadangnya.
Bermodalkan sebuah belati yang diberikan oleh seorang Elf yang ia temui di hutan Wallnut, Archie dengan sigap mencoba menghalau pasukan Elf yang mencoba menghalangi jalannya.
"Penyusup! Tangkap penyusup itu!" Ucap seorang tentara Elf
Dengan sangat cepat para tentara itu mulai mengepung Archie.
Archie mencoba untuk mundur selangkah, tetapi ternyata ia juga di hadang oleh beberapa tentara di belakangnya.
Keadaan Archie sangat terdesak, ia dikepung oleh tentara Elf di depan, belakang, kanan, kiri dan semua penjuru mata angin.
Tentara yang menghadangnya di arah depan dan belakang menggunakan senjata belati dan tombak besar yang merupakan senjata jarak dekat dan menengah.
Sedangkan untuk diarah sampingnya merupakan tentara yang menggunakan sihir untuk menyerang musuhnya.
Dan ada juga beberapa tentara yang berada di pepohonan dan sudah bersiap untuk menembakkan anak panah ke arah Archie.
Situasi ini sangat tak menguntungkan untuk Archie, tak ada lagi jalan keluar baginya. This is no way out!
"Menyerah saja, tak ada gunanya kau melawan kami!"
"Cukup letakan belatimu dan angkat tangan mu ke atas"
"Dan biarkan kami membawa mu ke hadapan Raja Elondil"
Archie hanya bisa terdiam di tempat melihat situasi tersebut. Pasukan Elf pun maju sedikit demi sedikit untuk menangkap Archie yang sedang terdiam di tempat.
Archie tetap tak bergerak dari tempatnya, ia seperti pasrah dengan keadaannya yang tak menguntungkan dirinya itu.
Namun secara refleks, Archie menunjukkan senyuman khasnya kepada para pasukan Elf itu dan langsung membuat mereka waspada seketika.
"Kalian bercanda! Ini baru saja akan lebih menarik" ucap Archie
*********
Diamnya Archie tadi, bukan berarti ia sudah pasrah dan menyerah dengan keadaannya tadi.
Saat itu Archie melihat status dari pasukan Elf itu dan juga menimbang-nimbang seperti apa nantinya jika ia melawan mereka semua.
[Elf Guard]
[Level: 20]
[Elf Mage]
[Level: 20]
[Elf Ranger]
[Level: 25]
"Ooh lawan yang seimbang" komentar Archie saat mengetahui status dari pasukan Elf.
Setelah mengetahui status dari lawannya, Archie membuat kuda-kuda untuk menyerang. Ia bersiap untuk menyerang para pasukan Elf itu walaupun dengan menggunakan belati kecil saja.
Para pasukan Elf pun juga menjaga jarak dari Archie. Mereka semua merasakan hal yang tak bagus ketika Archie bersiap menyerang.
"Serang!"
Dengan cepat pasukan Elf itu menyerang Archie dari berbagai arah.
Para Elf itu pun mengira semua serangan itu berhasil membuat Archie tumbang.
Akan tetapi Archie masih belum tumbang dan berdiri dengan tegap walaupun harus menerima damage yang juga tak kalah sakit.
"Gila ini game, efek rasa sakitnya terlalu real sampai-sampai aku tak bisa membedakan apakah ini game atau nyata" Komentar Archie setelah diserang oleh pasukan Elf.
Pasukan Elf itu terkejut bukan main melihat Archie. Mereka kembali ingin menyerang Archie dengan rencana yang pertama tadi, akan tetapi cara yang sama tak bisa dipakai berulang-ulang.
Archie menyerang mereka terlebih dahulu sebelum ia diserang oleh para pasukan itu.
Archie memprioritaskan serangannya ke arah para Mage Elf karena merekalah penghasil damage terbesar disitu.
Dengan menggunakan belati kecilnya, Archie menyerang para Mage itu. Mereka hanya bisa berlari ketika melihat Archie mendatangi mereka semua.
"Rasakan ini hyat!"
[Anda menyerang Elf, -5 Elf Faith]
Muncul sebuah pemberitahuan saat Archie menyerang beberapa Mage Elf itu. Intinya adalah para bangsa Elf akan mengurangi rasa hormatnya kepada Archie yang telah melukai salah satu orang mereka.
"Bodo amatlah! Aku tak perduli dengan kepercayaan mereka" Archie berkomentar atas pemberitahuan itu.
Setelah menyerang Mage, Archie kemudian memokuskan serangannya ke arah pemegang tombak.
Namun kali ini agak lebih susah untuk di tangani olehnya. Sebab pengguna tombak itu sangat merugikan Archie yang harus mendekat dulu kearah mereka, sedangkan tombak adalah senjata yang bertipe mid-range yang sangat pas untuk bertarung di jarak menengah.
Belum lagi para Archer yang menganggu sekali, Archie harus mundur beberapa langkah terlebih dahulu dan mencoba memikirkan suatu rencana yang lain.
"Ya, biarkan kami mempermudah urusan kami"
Archie tak menggubris perkataan mereka semua. Ia masih sibuk untuk memvisualisasikan sebuah simulasi penyerangan untuk ia gunakan sekarang ini.
Sambil melihat-lihat status miliknya, ia tetap memikirkan rencana yang benar-benar bisa menyelamatkannya di situasi sekarang ini.
Disaat melihat status miliknya, matanya tertuju oleh sebuah skill yang menurutnya bisa menyelamatkannya sekarang ini.
'Tidak ada waktu untuk berpikir ulang! Take it or leave it' batin Archie
Archie pun menggunakan sebuah skill yang selama ini belum pernah ia gunakan sama sekali semenjak ia berganti Job.
Skill itu bernama [Void Steps].
Saat Archie mengaktifkan skill itu, status Speed miliknya bertambah hingga 150%.
Dan juga ada tambahan 15 poin untuk AGI selama 2 menit.
"2 menit saja sudah cukup bagiku, Void Steps!"
Tiba-tiba Archie bergerak sangat cepat, bahkan kecepatannya tak bisa diimbangi oleh para pasukan Elf itu.
Dengan melompat dan sedikit berjalan di atas udara saja, ia mampu berada di hadapan para Archer dengan sekejap mata layaknya warp.
Pemanah pasukan Elf langsung panik saat Archie ada dihadapan mereka dengan tiba-tiba, namun gerakan mereka lebih lamban daripada Archie.
Archie langsung saja menyerang mereka hingga kritis namun tak sampai membunuh mereka.
"Apa-apaan itu? Cepat sekali" komentar salah satu pasukan Elf melihat kecepatan gerakan Archie.
Ketika pasukan pemanah telah kalah, Archie mengambil panah mereka beserta anak panahnya.
Lalu tanpa aba-aba ia menembakkan panah itu ke arah prajurit yang dibawah.
Tembakannya begitu asal dan tak beraturan, namun itu cukup mampu membuat para pasukan yang dibawah agak panik setelah melihat Archie bisa menggunakan panah.
Karena terdistraksi dengan serangan tipuan Archie, mereka semua pun akhirnya bisa dikalahkan Archie dengan begitu mudahnya.
Dengan sekejap kelima pasukan itu telah Archie robohkan dengan hanya menggunakan belati kecil.
"Sulit rasanya menggunakan senjata yang tak dikuasai" ucapnya
Setelah berkata demikian, Archie langsung terduduk lemas seketika.
Ia tak bisa berdiri untuk sementara waktu dikarenakan efek dari [Void Steps].
Memang benar [Void Steps] mampu membuat penggunanya bergerak dengan sangat cepat bagaikan kecepatan cahaya, akan tetapi penggunaan mananya begitu boros.
Sekali menggunakan skill itu, mana yang diperlukan sebanyak 500 MP. Sedangkan untuk Archie, ia hanya memiliki 1250 MP saja.
"Haah... Haah skill yang mengerikan" komentarnya
Selain penggunaan MP yang besar, skill itu juga memiliki colldown yang juga lama.
Perlu waktu 7 menit untuk bisa kembali menggunakan skill itu.
"Baiklah aku harus bergegas ke sana sebelum hal yang lebih buruk terjadi!"
Archie pun berdiri kembali dan melanjutkan perjalanannya. Sebelum itu, ia tak lupa untuk mengambil sebuah tombak milik pasukan tadi untuk berjaga-jaga jika ada hal seperti tadi, setidaknya ia memiliki senjata yang bagus.
"Viola tunggu aku!" Ucap Archie dengan mantap.
*******
Dengan status AGI yang cukup tinggi, Archie bisa berlari dengan sangat cepat namun tak secepat para Asassin yang mengutamakan kecepatan mereka di atas segalanya.
Saat masih dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba sebuah anak panah sangat cepat mengarah ke Archie.
Beruntungnya Archie berhasil menghindari anak panah itu dengan berguling ke samping.
"Cukup sampai disitu!"
Lalu tiba-tiba saja muncul seorang Elf yang terlihat gagah.
Memakai rompi kebanggaan bangsanya, berwarna hijau seperti warna daun Souropus androgynus yang dihiasi beberapa ornamen kecil di bahunya.
Rompi itu terlihat begitu cocok jika dipadukan dengan rambut pirangnya yang ia kuncir kuda, menunjukkan ia adalah seorang Elf asli.
Archie pun akhirnya mau tak mau berhenti karenanya, ia menunggu-nunggu apa yang akan dilakukan oleh Elf yang terlihat seperti seorang komandan pasukan itu.
"D. Archie, atas nama roh agung aku akan menghentikanmu disini!"
Elf itu mengeluarkan sebilah pedang yang terlihat begitu tajam dan indah sekali. Pedang itu sepertinya dibuat dengan menggunakan beberapa item langka.
Archie pun juga tak bisa berhenti tersenyum melihat sebuah tantangan tak langsung tersebut.
Ia pun mengeluarkan sebuah tombak yang ia ambil dari pasukan yang ia lawan tadi.
"Bersiaplah kau Archie! Aku Lusirele Gysselylth akan mengalahkanmu disini"
"Hahaha bersiaplah kau juga! Aku tak akan segan-segan meskipun kau seorang wanita, let's party!" Ucap Archie sambil melompat dan menyerang Lusirele