Cyrus Online

Cyrus Online
59. Ini Bukan Perpisahan Kan?



Di suatu ruangan yang minim pencahayaan, terlihat seseorang pria yang tengah bersantai sambil menonton TV yang berada di hadapannya.


Baru-baru ini ditemukan suatu virus berasal dari Tiongkok.


Virus ini begitu mematikan dan memiliki penyebaran yang sangat cepat, virus ini bernama T-Virus.


Banyak orang yang menduga bahwa virus ini diciptakan oleh perusahaan farmasi terkenal di seluruh dunia, Umbrella Corp.


"Apaan nih? Berita sampah!" Ucap orang itu dan ia mulai memindah channel TV nya karena merasa ia menonton hal yang tak penting.


Udin! Idin! Mari sini kau!


Adit! Bang Jarwo makin dekat!


Jleep* tiba-tiba TV itu mati dan menyisakan seorang yang tengah kesal entah kenapa.


"Apa tidak ada acara TV yang bermanfaat lagi? Argh sudahlah semua kekacauan ini membuatku lapar"


Pria itu lalu beranjak dari tempatnya dan menuju ke arah dapur.


Sesampainya ia di dapur, ia segera membuka kulkas dan melihat kedalamnya untuk mencari sesuatu yang dapat ia makan.


Setelah lama menimbang-nimbang, ia akhirnya bergerak dan mulai menyiapkan makanannya.


Ia mengambil beberapa potong daging, dua butir telur, beberapa siung bawang merah dan putih dan juga beberapa cabai yang terlihat begitu menarik.


Bawang dan cabai itu menjadi bumbu yang halus di tangan pria itu, lalu dengan cepat ia memasukkan bumbu itu ke penggorengan yang masih terlihat panas.


Terciumlah wangi yang begitu menggoda, jika ia memiliki tetangga mungkin tetangganya itu akan mampir kerumahnya dan meminta barang satu piring dari masakannya.


Setelah 15 menit lebih akhirnya masakannya jadi. Rupanya pria itu membuat nasi goreng spesial ditambah dengan beberapa potongan daging dan telur.


Selepas itu ia kembali ke tempat yang minim cahaya tadi yang tidak lain dan tidak bukan adalah kamarnya.


Kali ini ia tak menyalakan TVnya, namun ia membuka smartphone miliknya dan mulai mencari beberapa informasi tentang Razolore dan Nilfelin.


Sambil menyuap nasi gorengnya, ia terus menggulirkan layarnya ke bawah sambil memahami informasi yang ada di layarnya itu.


"Jadi banyak player yang sudah menjelajahi hutan Razolore namun mereka tak menemukan apapun selain monster-monster yang berbahaya?"


"Dan ada rumor bahwa beberapa player pernah bertemu dengan raja hutan Razolore, Lo-Kag"


"Menarik! Aku jadi tambah antusias untuk menjelajahi bukit kembar, eh maksudku hutan Razolore itu! Apa sih yang ada dipikiran mu Ikhsan!"


Ia menampar wajahnya sendiri setelah itu. Lalu saat ia meringis kesakitan karena pukulannya sendiri, ia melihat kembali ke arah smartphone miliknya.


Smartphone miliknya itu sudah begitu usang dan ketinggian zaman jauh sekali.


Ia ingat saat pertama kali ia membeli itu dengan harga yang terbilang mahal dan itu terjadi 6 tahun yang lalu.


"Apa aku harus mengganti mu sobat?" Ucap Ikhsan sambil terus memandangi smartphonenya.


***********


Besoknya Archie, Viola dan Venus sudah bersiap untuk berangkat ke kota Nilfelin.


Mereka semua berkumpul di depan penginapan yang disewa oleh guild Nebula untuk rekreasi mereka.


"Apakah ketua benar-benar tak ingin minta pengawalan?"


"Ya ketua kami begitu mengkhawatirkan Anda, Saya sebagai anggota Nebula yang setia sangat tak percaya dengan si rambut putih itu!"


"Ya benar sekali ketua, wajahnya terlihat seperti orang mesum dan bisa saja ketua ditipu oleh rayuan mautnya dan sesuatu hal besar akan terjadi!"


"Tenanglah kalian semua, aku dan Venus akan baik-baik saja percayalah!" Ucap Viola menjawab semua keraguan dari bawahannya.


"Yap benar sekali, ketua pasti akan baik-baik saja dan juga percayakanlah pada Archie, walaupun begitu ia adalah player yang hebat bahkan kalian mungkin tak sebanding dengannya" kali ini Inject yang menimpali.


Beberapa player dari Nebula masih tak terima dengan Archie. Mereka semua memandangi Archie dengan tatapan yang mengancam, jijik, dan hina. Mereka seperti melihat seorang penjahat perempuan yang digelandang oleh aparat keamanan.


"Awas saja kau berulah dengan kapten kami!"


"Kau tak akan pernah dimaafkan oleh persatuan pecinta ketua Viola!"


Archie hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah para pengikut Viola itu. Ia sampai tak habis pikir darimana Viola menemukan player yang tak berguna seperti itu.


"Baik kakak!"


"Panggil aku ketua!"


Archie semakin tak mengerti dengan kondisi itu, lalu ditengah kebingungan Archie itu ia dikagetkan dengan sebuah tangan yang begitu halus mulai menyentuh wajahnya.


Archie secara refleks langsung menjauhkan tangan itu namun ia langsung kaget ketika ia mengetahui bahwa tangan yang hendak menyentuh wajahnya itu ialah tangan Alicia.


"Maafkan aku guru aku tak bermaksud demikian, aku hanya terkejut itu saja" Archie buru-buru meminta maaf kepada gurunya.


Alicia hanya tersenyum mendengar permintaan maaf dari muridnya itu. Ia juga menyadari bahwa ia telah mengejutkan Archie dengan sikapnya yang seperti itu.


Lalu dengan senyuman yang begitu tulus dan hangat, Alicia berkata.


"Aku hanya mengkhawatirkan dirimu, walaupun kau seorang player yang datang dari dunia lain dan dapat hidup lagi, tapi entah mengapa aku masih saja khawatir"


Senyuman tulus dan hangat itu tiba-tiba memudar setelah kata itu terucap. Archie juga merasa tak tega dengan gurunya itu, ia buru-buru mendekati Alicia dan memberikan senyuman khasnya sambil mengingatkan sesuatu untuk gurunya itu.


"Guru tenang saja aku pasti akan kembali dan membawa benda itu, dan selama aku tak disini guru harus hati-hati dengan paman mesum itu ya?"


Alicia langsung tertawa terbahak-bahak mendengar itu. Wajah kerisauannya tadi perlahan-lahan mulai berganti dengan wajah kegembiraan.


Viola yang tak tahan dengan sikap dua insan itu akhirnya mendekatinya sambil memberikan perkataan yang sedikit menyentil mereka berdua.


"Mau berapa lama lagi kalian bermesraan? Kalian membuatku merasa iri bercampur cemburu saja" Ucap Viola.


Lalu tiba-tiba Archie berbalik dan menjauhi Alicia setelah mendengar perkataan Viola tadi. Archie segera pergi dari situ dan langsung keluar penginapan dengan perasaan gembira karena akan berpetualang lagi.


Viola dan Venus juga akhirnya menyusul Archie yang sudah mendahului mereka. Kepergian mereka diwarnai dengan lambaian tangan dari semua orang, dan bahkan ada juga yang menangis sesenggukan karena itu.


"Ketua Viola! Kembalilah dengan keadaan masih perawan!" Ucap beberapa laki-laki dari Nebula.


"Argh mereka ini, menjijikkan!" Balas beberapa anggota Nebula yang perempuan.


Alicia juga melambaikan tangannya sambil memikirkan ucapan Viola barusan.


"Kenapa ia iri dan cemburu ya? Argh jangan-jangan?" Ucapnya dengan wajah yang tiba-tiba memerah dengan sendirinya.


***********


Di sebuah ruangan yang sangat besar, terdapat beberapa orang dengan telinga lancip tengah berkumpul.


Mereka semua terlihat sangat serius dan tegang, sepertinya pembahasan mereka begitu serius sampai-sampai membuatnya seperti itu.


"Kita harus menyerang balik para manusia itu tuanku! Karena mereka hutan kita jadi rusak dan hancur!"


"Tenang dulu Amrod kita tak bisa asal bertindak seperti itu!"


"Jadi apakah kau lebih memilih untuk membiarkan para manusia itu meraja rela? Mana harga dirimu sebagai bangsa elf Curufin?"


"Aku tak bermaksud begitu! Tapi banyak hal yang harus kita pertimbangkan, jika kita menyerang balik manusia maka pertahanan kita akan terbuka dan kemungkinan besar para Nightborne akan menyerang kita! Apa kau lupa ha!" Curufin begitu murka hingga akhirnya ia memukul meja yang tak berdosa.


"Itu benar sekali Nimrod, para suku Nightborne telah melakukan pergerakan di utara dan kita tak bisa asal ambil keputusan"


"Apa? Yang benar saja? Kau juga jadi pengecut begini Lusirele? Aku tak percaya bahwa sang panglima hebat juga berkata demikian"


Perdebatan mereka semua semakin tak terkendali. Banyak juga bangsawan elf yang menghadiri konferensi itu yang sependapat dengan Nimrod untuk menyerang balik manusia.


"Semuanya harap tenang!"


Suara kegaduhan tadi tiba-tiba senyap. Hanya bermodalkan satu kalimat, sang pemimpin mereka sudah bisa menenangkan kegaduhan itu.


"Maafkan kami semua yang mulia Elondil"


"Sudahlah, kita lihat saja perkembangan lebih lanjutnya dan jika para manusia itu semakin rakus maka aku akan bersumpah untuk menghabisi mereka semua!" Ucap Elondil dengan kemarahan yang meluap-luap.


"Bagaimana dengan masalah suku Nightborne di Utara Yang Mulia Elondil?" Tanya Lusirele dengan sangat sopan.


"Untuk masalah itu aku sudah persiapkan skenario terburuk jadi tidak ada lagi yang harus di khawatirkan"


Setelah berucap itu, Elondil sang pemimpin mereka lalu beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke arah jendela istana sambil memandangi kota.


"Aku tak akan membiarkan manusia itu bertindak melampaui batas!" Ucap Elondil sambil mengepalkan tangannya ke atas.