Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 134: Assassin vs Fighter



Seth berjalan menuju arena karena sekarang adalah giliran dirinya yang bertanding setelah ketiga orang dari kelompoknya tadi. Dirinya berjalan dengan kepercayaan diri yang tinggi, ia merasa sudah cukup berlatih dan ia hendak membuktikan hasil dari latihannya itu.


Penonton langsung bersorak ramai menyambut kehadiran Seth di arena, Seth yang mengenakan set pakaian berwarna hitam gelap dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya membuat Seth terlihat seperti seorang ninja yang misterius.


Aura misterius dari Seth itu juga dirasakan oleh penonton, mereka merasa Seth adalah orang yang kuat namun ia menutupi itu semua. Beberapa orang bahkan menelan ludah mereka melihat Seth, namun beberapa perempuan yang melihat itu jadi antusias karena menurut mereka Seth itu keren.


"Hahaha aura buaya yang mengerikan!" Archie yang baru saja kembali dari ruang tunggu tiba-tiba tertawa melihat hal itu, ia pun kini ditatap aneh oleh beberapa temannya karena baru datang sudah tertawa keras.


"Darimana saja kau rambut putih?" Rick bertanya pada sahabatnya itu.


"Dari WC" Jawab Archie singkat.


"Kau pikir aku percaya ha? Memangnya ada fitur seperti itu di sini?"


"Haaa? Kau tidak tahu hal itu badan bongsor? Buat apa di stadium ini disediakan WC? Dan fitur itu memang ada di game ini, apa kau tidak membaca perihal update game beberapa hari yang lalu itu?" Archie menatap bingung ke arah Rick yang ternyata tidak mengetahui fitur itu.


Rick yang kebingungan pun kini mulai menatap teman-temannya yang lain, dan ternyata hanya Rick seorang diri yang tidak mengetahui tentang hal tersebut.


Di Cyrus Online terjadi beberapa update signifikan terhadap perkembangan game. Ada beberapa fitur yang ditambahkan ke dalam game, seperti fitur memutar musik kesukaan di dalam game. Fitur itu nantinya akan membuat pemain bisa menambahkan playlist lagu kesukaan mereka untuk bisa di putar dan di dengarkan. Cara kerjanya seperti saat kita sedang mendengarkan lagu kesukaan kita dengan menggunakan headset ataupun headphone. Jadi untuk sekarang Cyrus Online hanya bisa membuat lagu atau musik yang hanya bisa didengarkan oleh satu player saja.


Sedangkan fitur yang lainnya adalah fitur untuk melakukan buang air kecil, namun fitur ini tidak terlalu penting untuk game ini.


"Aku baru tau hal itu? Apa fungsinya fitur itu?"


"Tidak ada fungsinya sama sekali dan tidak mempengaruhi apapun pada player, bila kau ingin buang air kecil ya kau cukup melakukan seperti biasanya kau melakukannya. Bila kau ingat game tentang anak sekolah akademi yang botak itu maka seperti itulah gambaran tentang fitur ini. Aku hanya suka dengan fitur memainkan musik itu, jadi aku bisa berpetualang sambil mendengarkan lagu kesukaanku haha" Archie menjelaskan tentang fitur itu secara panjang lebar pada Rick.


"Sekarang saja aku sedang mendengarkan lagu favoritku Kingslayer dari band Bring Me The Horizon. Aku yakin penulis cerita ini juga sedang menulis sambil mendengarkan lagu ini hahaha" Ucap Archie lagi.


"Ah andai saja ada benda seperti headset jadi kita bisa mendengarkan lagunya dengan bersebelahan, aku juga ingin mendengarkan lagu itu. Hei tunggu sebentar penulis? Apa yang kau maksud penulis dik?" Viola tiba-tiba merasa aneh dengan ucapan Archie barusan. Namun Archie tida menjawab pertanyaan Viola itu, ia cuma tersenyum garing sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tiba-tiba gatal.


………………


Di tengah arena sudah ada Seth yang bersiap untuk bertanding. Di hadapannya sekarang ini juga sudah ada seseorang yang berpenampilan seperti seorang Fighter.


Ia menggunakan Gauntlets bergerigi tajam, ia tak mengenakan baju atau pelindung dada ia cuma telanjang dada dan coba memamerkan bentuk tubuhnya yang cukup berisi. Ia mengenakan ikat kepala berwarna merah dengan lambang naga hitam di tengahnya, dan sedari tadi ia melompat rendah kekanan dan kekiri, ia sama sekali tak bisa diam untuk sejenak.


Nama Fighter itu adalah Kang Liu, ia merupakan seorang pemain yang berasal dari Guild Black Dragon. Guild Black Dragon sendiri adalah guild yang berisi orang-orang dengan job Fighter atau sejenisnya. Mereka tidak akan menerima seorang player yang menggunakan job selain job bela diri.


"Wuoo watata wooo!" Kang Liu mengoceh tak jelas sambil memandangi Seth.


Seth hanya bisa terdiam dan merasa heran dengan Kang Liu, ia sama sekali tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Kang Liu.


"Aku harus fokus!" Ucap Seth lalu ia menutup matanya coba mengambil sikap tenang, lalu ia langsung menarik belati miliknya dan bersiap-siap.


3


2


1


Mulai!!!


Begitu hitung mundur usai, mereka berdua langsung maju dengan cepat untuk saling serang. Belati Seth pun langsung bertabrakan dengan Gauntlet bergerigi milik Kang Liu itu, Seth cukup terkejut dengan kecepatan Kang Liu yang bisa menahan serangan cepatnya itu.


Seth memutar tubuhnya lalu ia coba menyerang Kang Liu dari arah belakang, namun Kang Liu berhasil menghalau itu. Kang Liu melakukan handstand dan menghalau serangan Seth dengan kakinya, setelah itu Kang Liu menendang Seth yang sedikit terkejut dengan kejadian barusan.


Seth pun harus mundur terlebih dahulu, ia terbatuk pelan akibat tendangan akrobatik dari Kang Liu itu. Jika tadi Seth mengira kecepatan Kang Liu sama dengan dirinya, kini ia merasa kecepatan Kang Liu di atas satu tingkat dari dirinya. Selain kecepatan Kang Liu juga memiliki kelenturan tubuh yang luar biasa dan Seth pikir Kang Liu benar-benar seorang praktisi bela diri di kehidupan nyatanya.


Asumsi itu ia ambil dari betapa naturalnya gerakan Kang Liu, berbeda sekali dengan gerakan-gerakannya yang masih terasa kakunya karena memang Seth atau bahkan pemain lain yang tidak memiliki kemampuan bela diri lebih bergantung pada mekanisme sistem.


"Sepertinya Seth sudah menyadari cara main game ini, sepertinya aku tak perlu repot-repot memberitahunya. Adikmu hebat sekali Willy!"


"Hmmm aku tidak mengerti maksud kak Archie tapi ya sudahlah" ucap Willy kebingungan.


Seth masih menjaga jaraknya dari Kang Liu, begitu pula sebaliknya. Kang Liu tidak mau ambil risiko, ia merasa Seth cukup berbahaya jadi Kang Liu ingin mengukur kekuatan musuhnya itu.


Kang Liu berlari kencang ke arah Seth, ia menerjang Seth dengan menggunakan tendangan keras melayang. Karena cepatnya tendangan melayang itu Seth hanya bisa bereaksi menyilangkan tangannya untuk menahan tendangan itu namun tendangan itu membuatnya terlempar cukup jauh.


Melihat Seth yang terhempas jauh itu membuat Kang Liu tidak berdiam diri, ia tetap mengejar Seth dan memberikan beberapa pukulan tambahan pada Seth.


"Flying Dragon Kick!! Wuatchaaa!!"


Bukkkkkkk


Penonton langsung bersorak ramai melihat hal itu, tendangan super dari Kang Liu tadi membuat para penonton berdecak kagum.


Berbeda reaksi dengan yang lainnya, kelompok Archie harap-harap cemas melihat keadaan Seth yang seperti itu. Perbedaan kekuatan yang cukup besar membuat mereka merasa pesimis kalau Seth bisa mengalahkan Kang Liu atau setidaknya mengimbanginya.


Tetapi tidak menurut Archie, menurut Archie, Seth memang memiliki kecepatan di bawah Kang Liu namun sebenarnya Seth sudah bisa mengimbangi kecepatan dari Kang Liu dan dalam segi kekuatan Seth bisa melebihi Kang Liu.


"Kalian akan mengerti jika melihat itu" Archie menyuruh mereka untuk mengamati dengan jelas pertandingan Seth dan Kang Liu. Sekilas tidak ada yang terasa aneh atau janggal namun mereka semua dikejutkan dengan Kang Liu yang tiba-tiba tertunduk dengan satu kaki.


Hal itu membuat penonton kebingungan, bahkan Kang Liu pun ikut keheranan dengan dirinya sendiri. Seketika ia menyadari suatu hal yang membuatnya seperti itu, ia teringat di saat-saat sebelum tendangannya mengenai Seth, Seth terlihat seperti sengaja menerima tendangan itu dengan menyilangkan tangannya dan kaki dari Kang Liu yang ia gunakan untuk menendang Seth sedikit tergores oleh belati milik Seth.


Menyadari hal itu Kang Liu pun langsung memandang Seth dengan tatapan kemarahan, ia coba berdiri namun kakinya yang terkena goresan belati itu tidak bisa digerakkan sama sekali.


"Apa yang kau lakukan padaku? Kau pasti melakukan suatu trik pada ku kan?" Kang Liu berteriak keras pada Seth yang mencoba bangkit.


Seth tersenyum tipis melihat itu, ia merasa senang karena strateginya berjalan dengan sempurna.


"Hei jawab aku! Mengapa aku tidak bisa menggerakkan kaki sebelah kananku?"


"Hmpph apa kau pikir hanya kaki mu saja yang tak bisa digerakkan? Coba kau gerakan tangan kananmu dan juga coba kau cek di sudut kanan layarmu maka kau tau apa yang terjadi"


Kang Liu mengikuti arahan dari Seth, betapa terkejutnya dirinya saat menyadari tangan kanannya pun juga tak bisa ia gerakan. Lalu Kang Liu coba memeriksa di sudut kanan layarnya, ia kembali terkejut karena saat ini ia terkena efek paralyze


"Bagaimana bisa hal ini terjadi?" Kang Liu masih tidak percaya dengan apa yang ia alami saat ini. Ia sangat shock dengan kejadian yang terlalu cepat berbalik arah ini, beberapa saat yang lalu ia merasa mendominasi pertandingan namun saat ini dirinyalah yang di dominasi.


"Aku beritahu satu hal sebagai rasa kasihanku, mengapa dirimu jadi kaku seperti batu adalah karena kau terkena bisa dari Stone Spider yang bisa membuat player lumpuh dalam 60 detik!"


Kang Liu kaget bukan main mendengar penjelasan Seth, ia mencari tahu darimana datangnya racun itu lalu matanya melotot tajam ke arah belati milik Seth. Kang Liu pun kini menyadari darimana asalnya racun itu.


"Sepertinya aku tidak perlu menjelaskannya lagi padamu, dan juga terimakasih sudah memberikan perlawanan yang menarik!" Seth berlari cepat ke arah Kang Liu yang sudah tidak bisa bergerak itu.


Melihat Seth yang berlari kearahnya, Kang Liu hanya bisa mengumpat kesal pada Seth. Ia merasa harga dirinya sebagai seorang petarung merasa direndahkan, namun ia lupa dengan siapa dirinya berhadapan. Seth yang merupakan seorang Assassin tidak pernah memperdulikan apa yang namanya harga diri, bagi seorang Assassin hasil akhir adalah segalanya dan hasil akhir dari seorang Assassin adalah kematian targetnya.


"Vital Strike!!" Seth berteriak lalu ia menyerang organ vital dari Kang Liu. Kang Liu berteriak kesakitan karena serangan yang tepat mengarah ke organ vitalnya, health poin miliknya juga turun secara drastis akibat itu.


Seth terus menyerang Kang Liu secara beruntun dan membuat health poin Kang Liu turun dengan sangat cepat.


Seth mengakhiri serangannya dengan skill Whisper in the Wind. Skill itu membuat Seth melompat ke arah belakang Kang Liu dan menyerang tepat area belakang lehernya, seketika juga badan Kang Liu roboh karena health poin miliknya sudah mencapai angka 0.


"Pemenangnya Seth!"


Seth tersenyum puas, ia merasa dirinya juga sudah cukup berkembang seperti yang lainnya. Ia menatap ke arah Archie, tatapannya seakan mengatakan pada Archie kalau dirinya juga sudah menjadi lebih kuat. Archie ikut senang melihat hal itu.


………


Di sebuah ruangan gelap terlihat beberapa orang yang sedang melakukan percakapan. Dari nada mereka bicara seperti ada suatu kebencian yang mendalam dari beberapa orang itu.


"Kali ini aku pasti akan menghancurkan mereka semua, lihat saja nanti" ucap seseorang berbadan besar dan berwajah sangar seperti seorang beruang.


Orang yang di sebelahnya mendengus kesal mendengarnya. "Aku harap kau tidak mengulangi kejadian di dungeon kala itu Marsha!"


"Kau tadi bilang apa Cobalt? Jika saja kau tidak mengacau pada saat itu aku pasti bisa membunuh rambut putih sialan itu!" Marsha membenturkan tangannya ke meja dan seketika meja itu langsung belah menjadi dua bagian karena benturan Marsha tadi.


"Mengapa aku harus bertemu dengan kalian berdua di sini, dan lagi pula di mana orang yang bernama Poisonox itu? Aku harus bicara dengan dirinya sekali lagi!" Ucap seseorang dengan rambut berwarna merah.


"Bukannya kita sudah sepakat Raphael? Apa lagi yang kau ingin bicarakan?" Terlihat seseorang berwajah dingin dengan senyuman tipis masuk kedalam ruangan, semua orang yang melihat senyuman tipis itu tahu kalau itu bukanlah senyuman.


"Aku ingin minta bayaran lebih, aku tidak tahu kau mengundang amatiran untuk melakukan hal ini Poisonox!"


"Sudah, sudahlah masalah itu bisa kita selesaikan nanti. Sekarang kalian semua harus bersiap-siap karena sebentar lagi acara utamanya akan di mulai"


Raphael merasa tak cukup puas mendengar jawaban dari Poisonox itu, ia pun keluar ruangan dengan perasaan penuh kesal. Dirinya diiringi oleh Marsha dan Cobalt yang menertawakan tingkah Raphael itu.


Lalu ketika sosok orang yang mengenakan jubah hitam yang menutupi identitasnya hendak ikut keluar juga, Poisonox terlebih dahulu menghentikan langkahnya.


"Ingat kesepakatan kita, aku hanya akan menolongmu jika kau menang. Jika kau kalah maka aku tidak akan menolongmu dan mungkin aku akan memburu dirimu dan juga orang kesayanganmu yang kini sedang menjalani rehabilitasi pasca trauma itu! Tentunya kau tidak ingin hal itu terjadi kan?" Ucap Poisonox dengan senyuman tipisnya.


Sosok itu diam saja, ia memandangi Poisonox dengan tatapan matanya yang agak meredup, tidak ada kesan tertarik sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Poisonox. Ia pun berjalan pergi meninggalkan Poisonox di sana.


"Kalau semua tidak berjalan sesuai rencana, aku akan melakukan hal itu sebelum diketahui oleh Emperor" ucap Poisonox sambil terkekeh pelan.