
Dentuman keras terdengar dan debu-debu memenuhi udara saat Lo-Kag hampir menginjak Elondil dan beberapa pasukan kerajaan Narannas.
Saat itu Elondil dan beberapa pasukannya sudah pasrah jika mereka harus mati terinjak oleh Lo-Kag. Namun mereka semua dikejutkan oleh seseorang yang memukul Lo-Kag hingga terjatuh sehingga membuat mereka tidak jadi terinjak.
Elondil masih tak percaya dengan keadaan dirinya, ia masih ternganga disitu sehingga ia harus di bawa oleh seseorang untuk menjauh dari sana.
Elondil langsung mengenali orang yang sedang menolongnya itu, rambut putihnya begitu mudah di ingat oleh Elondil.
"Kau D. Archie? Kenapa kau ada disini?"
Archie tak menjawab pertanyaan Elondil, ia terus berlari dengan cepat sambil menggotong Elondil yang hampir tak memiliki kekuatan untuk berdiri lagi.
"Cepat rawat raja kalian, dan jangan biarkan dia kembali ke sana lagi!" Ucap Archie ke seorang prajurit yang bertugas sebagai perawat.
"Baik laksanakan!"
Archie pun kembali ke tempat pertarungan karena merasa ada sesuatu yang belum ia selesaikan disana.
Elondil tidak sempat bertanya kepada Archie tentang motivasi nya membantu kerajaan, Archie sudah menghilang dari hadapan Elondil.
.......
"Archie! Bagaimana keadaan Yang Mulia Elondil?" Tanya Lusirele.
Sambil tersenyum Archie berucap. "Untunglah kita sempat menolongnya, dia akan baik-baik saja sekarang"
Archie pun kembali memandangi makhluk raksasa yang baru saja bangkit kembali setelah jatuh karena sebuah pukulan keras tadi.
Orang yang memukul makhluk itu ialah Azergim sang Panglima Banteng yang begitu gagah, kuat dan perkasa seperti layaknya seekor banteng.
Hal itu bisa dilihat dari postur tubuhnya yang tinggi tegap dan otot-otot yang terbentuk karena latihan berat.
"Kerja bagus Archie jika kita telat sepersekian detik saja, Raja bisa terinjak oleh makhluk itu" Ucap Azergim sambil berjalan mendekat ke arah Archie.
Archie hanya menganggukkan kepalanya, ia lalu memutar pandangannya lagi dan melihat puing-puing bangunan yang berserakan.
Tangannya bergetar hebat, Archie tak bisa menyembunyikan kemarahannya setelah melihat itu. Ia menatap tajam ke arah Lo-Kag dengan tatapan penuh kebencian dengan makhluk itu.
Lalu ia pun berjalan mendekat ke arah makhluk besar itu, Archie mengeluarkan pedangnya yang terhunus dan seketika aura kegelapan menyelimuti pedangnya sehingga membuat pedang itu berwarna hitam pekat.
Saat Archie hendak memberikan sebuah serangan ke arah makhluk itu, serangannya berhasil di tahan oleh seseorang yang berusaha melindungi makhluk itu.
"Tidak akan ku biarkan kau mengganggu rencanaku!"
Archie sedikit mengambil jarak, ia memperhatikan orang yang tadi menahan serangannya tadi, lalu muncul informasi tentang orang itu di hadapannya.
[Riser]
[Level 70]
[Job Flame Warrior]
[Guild Phoenix Flame]
"Level 70? Jangan bercanda! Aku baru saja turun level dan sekarang hanya level 13. Ini akan jadi berat sekali!" Ucap Archie.
Archie hanya bisa menggigit bibirnya setelah mengetahui perbedaan level yang begitu jauh, walaupun Archie punya senjata yang memberikan efek peniadaan jarak level namun itu tetap membuatnya harus berjuang keras untuk bisa mengalahkan Riser.
"Azergim aku butuh bantuanmu, aku tidak bisa menghadapinya seorang diri.... Untuk makhluk besar itu tolong kalian urus"
"Serahkan pada kami Archie!" Ucap Viola lalu ia mengajak yang lainnya untuk menyerang Lo-Kag.
Melihat hal itu Riser pun mencoba untuk menghalangi rencana mereka, tetapi ia langkahnya langsung dihadang oleh Archie yang terlihat seperti tak ingin melepaskan Riser begitu saja.
"Apa kau yakin ingin berhadapan dengan ku? Level mu saja beda jauh dengan milikku dan kau masih ingin menghalangi ku? Aku akan mengalahkan mu dalam 2 langkah saja" Ucap Riser.
Archie hanya tersenyum mendengar ucapan Riser, ia sama sekali tak merasa akan menang melawan Riser di kondisinya yang sekarang ini. Namun ia tetap tidak mau menyerah untuk membiarkan Riser berbuat semaunya di kerajaan Narannas, entah apa motivasinya Archie pun tak mengetahuinya.
Melihat Archie yang hanya diam saja membuat Riser sedikit kesal dan langsung memberikan serangan ke arahnya, namun serangannya mampu di blok dengan sempurna oleh Archie.
Setelah memblokir serangan Riser, Archie pun melakukan serangan dengan menggunakan pedang yang satunya lagi dan itu membuat Riser terkejut sampai ia harus mengambil jarak dari Archie.
"Pengguna dua pedang kah? Menarik sekali aku melihat seorang player yang menggunakan dua pedang katana" Ucap Riser
Namun Riser sedikit merasa aneh dengan sikap Archie yang tiba-tiba tersenyum sendiri, ia pun langsung menoleh ke arah belakangnya dan tiba-tiba ia dihantam oleh seseorang dengan sangat keras dari arah belakang.
"Maaf jika aku harus membuatmu tak terlihat seperti seorang kesatria Azergim" Ucap Archie
"Tidak, aku tidak peduli dengan hal seperti itu" Balas Azergim.
Archie pun tertawa dan ia lalu mengambil sebuah botol yang berisi sebuah cairan untuk mengembalikan mana miliknya, Archie langsung meneguk habis dan kembali bersiap untuk berhadapan dengan Riser.
"Siapa orang ini? Mengapa dia begitu kuat bahkan aku tidak bisa melihat levelnya" ucap Riser saat melihat status dari Azergim.
Karena perhatiannya teralihkan, Archie pun mengambil kesempatan itu dengan menggunakan skill [Void Step] dan langsung memberikan sebuah tebasan telak ke arah Riser.
Riser pun harus mundur terlebih dahulu, ia sedikit kaget dengan damage yang diberikan Archie kepadanya. Ia tak menyangka serangan Archie masih berdampak besar terhadapnya walaupun mereka memiliki perbedaan level yang sangat jauh.
"Apa dia memiliki item yang mampu meniadakan efek perbedaan level? Jika benar begitu dia adalah lawan yang menyulitkan" Ucapnya
Riser kembali maju namun kali ini matanya terlihat begitu serius dan ekspresinya begitu dingin. Ia memberikan sebuah serangan beruntun ke arah Archie yang membuat Archie sedikit kewalahan menghadapinya, Archie pun tak bisa menahan semua serangan itu dan harus menerima damage yang besar karena hal itu.
"Archie!" Azergim langsung khawatir dengan kondisi Archie.
Tetapi ia tak sempat mendatangi Archie, langkahnya langsung dihentikan oleh Riser yang menyerangnya.
Sama seperti serangan ke Archie, kali ini Riser juga memberikan sebuah serangan beruntun ke Azergim. Azergim pun mau tak mau harus fokus ke serangan Riser karena setiap serangan yang dilancarkan oleh Riser begitu tajam dan dalam sampai membuat lengan Azergim terluka karena itu.
Lalu Riser memberikan sebuah serangan penghabisan, ia memutar tubuh dan memberikan sebuah tebasan yang tepat mengenai dada Azergim dengan sangat telak.
"Bagaimana rasanya Phoenix Sword Dance milikku pasti sakit bukan?" Wajah puas terlukis di wajah Riser saat melihat sebuah luka besar yang menganga di dada Azergim.
Darah segar mulai menetes dari dada Azergim, ia langsung terduduk lemas karena luka yang sangat dalam itu. Tangan Azergim pun penuh dengan darah dan luka karena ia harus menangkis semua serangan dari Riser tadi.
Azergim mencoba bangkit namun luka di dadanya membuat dirinya merasakan yang teramat sakit sehingga ia harus terduduk kembali.
Dengan wajah sinis Riser berucap. "Sudahlah sebaiknya kau duduk manis saja menanti ajalmu itu, biarkan aku memberikan orang itu suatu pelajaran khusus untuknya"
Riser pun berjalan mendekat ke arah Archie yang masih tersungkur karena serangan beruntun olehnya tadi. Riser memandangi Archie dengan tatapan penuh iba kepadanya, ia begitu sedih jika harus membunuh sesama player apalagi Archie yang ia anggap masih seorang pemula.
Namun tatapan Archie berbeda, ia memandangi Riser dengan tatapan penuh kebencian terhadapnya. Archie begitu ingin memukul Riser yang sedang menatapnya itu namun tubuhnya terasa tidak bisa digerakkan lagi.
"Mengapa kau sangat membenciku bukannya ini baru pertama kalinya kita bertemu?" Tanya Riser ke Archie.
Archie pun mencoba untuk berdiri dengan tegap, ia menatap Riser dengan perasaan yang sangat marah kepadanya.
"Kau....kau tidak mengerti dengan apa yang kau perbuat. Mereka juga sama seperti kita!"
Riser tak bisa memahami dengan apa yang diucapkan oleh Archie, lalu ia pun menutup matanya sebelum memberikan sebuah tusukan tepat mengarah jantung Archie.
Archie tak bisa bergerak lagi, ia pun memasrahkan dirinya untuk dibunuh oleh Riser, tetapi sebelum hal itu terjadi Azergim langsung bergerak cepat dan memasang badannya untuk mengalihkan tusukan itu agar mengenainya.
Riser dan Archie sama-sama terkejut dengan tindakan Azergim itu, Archie bahkan tak bisa berkata apa-apa lagi karena begitu terkejutnya ia melihat Azergim yang membiarkan dirinya untuk tertusuk oleh pedang milik Riser.
Begitu pula Riser, ia sampai lupa untuk mencabut pedangnya itu. Karena hal itu Azergim pun menarik pedang milik Riser sehingga Riser tertarik ke arah Azergim.
Lalu Azergim memberikan sebuah pukulan keras ke perut Riser dan membuatnya harus terlempar jauh, setelah itu Azergim memberikan tendangan beruntun yang membuat Riser langsung sekarat karena serangan itu.
"*******! Dia monster aku harus pergi dari sini!" Ucap Riser yang begitu ketakutan dengan sosok Azergim.
Melihat Riser yang hendak melarikan diri, Azergim pun tak memberikan kesempatan kepadanya. Azergim langsung bergerak cepat ke arah Riser walaupun ia kesakitan karena luka yang ia terima.
Saat berada di dekat Riser, ia langsung memberikan sebuah pukulan terakhirnya yang membuat Riser menjadi butiran partikel kecil yang melayang di udara.
Setelah memberikan pukulan terakhirnya, Azergim pun kembali tersungkur lemas karena lukanya terbuka sangat lebar, jika saja ia tak memaksakan tubuhnya mungkin lukanya tak akan separah itu.
Melihat hal itu Archie pun bergegas untuk menolong Azergim, ia mencoba untuk membawa Azergim untuk diberikan perawatan namun Azergim menolak hal itu.
"Bodoh apa yang kau lakukan? Aku akan membawamu untuk dirawat kenapa kau malah menghalangi ku untuk melakukan itu Azergim!"
"Hehehe maaf kan aku Archie, tetapi rasanya hidupku akan berakhir dengan cepat.... Aku senang dapat bertemu denganmu Archie dan juga aku begitu senang saat kita melakukan latih tanding kala itu"
"Bodoh! Jangan bilang seolah ini adalah akhir! Ayo kita latih tanding lagi nanti dan kau harus bangkit jika kau ingin latih tanding lagi" ucap Archie dengan perasaan yang tak karuan.
Azergim hanya memandangi Archie sambil tersenyum dengan tulus, lalu tak ada lagi suara yang terucap dari mulut Azergim.
Tubuhnya juga tiba-tiba dingin dan matanya tertutup rapat dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya.
Kini emosi di dalam diri Archie sedang naik turun seperti rollercoaster, ia begitu marah dengan dirinya yang sangat lemah sehingga membuatnya harus kehilangan seseorang yang sangat berharga.
Tubuhnya bergetar hebat dan ia tak bisa tersenyum seperti biasanya kali ini. Ia pun mengangkat tubuh Azergim yang sudah tak bernyawa itu untuk di rawat oleh pasukan medis.
Team medis yang melihat ekspresi kosong Archie pun hanya bisa menarik nafas mereka, sehebat apapun mereka, mereka tak mungkin bisa menghidupkan orang yang sudah mati.
Archie pun mengerti dengan keadaan itu, ia lalu berbalik meninggalkan mereka. Kali ini Archie memandangi Lo-Kag dan beberapa anggota Phoenix Flame yang masih tersisa dengan penuh kebencian mendalam.
Tubuhnya pun kini diselimuti oleh aura gelap yang sangat hitam, matanya menatap kosong ke arah mereka semua lalu ia tersenyum sinis sambil mengacungkan pedangnya kepada mereka semua.
"Akan ku bunuh kalian semua, dasar sampah!" Ucapnya