
(Bagian Tengah Kota El-Paso)
Saat ini Caelius tengah berhadapan dengan salah satu sosok penting di Legado Del Fantasma, yaitu Mendoza.
Dengan gagah berani seperti seorang kesatria sejati, Caelius menantang dan menghadang sosok Mendoza setelah sebelumnya Mendoza hendak menghalangi jalan Archie dan Diane untuk ketempat Escobar berada.
Tidak terlihat wajah ketakutan ataupun keraguan pada diri Caelius setelah dengan gagah berani menantang Mendoza. Dirinya bahkan merasa begitu bersemangat untuk mengalahkan Mendoza, karena ia pikir jika ia bisa mengalahkan Mendoza maka Diane akan mengakuinya sebagai kesatria terhebat yang Diane miliki.
Jika Caelius merasa begitu bersemangat, maka sebaliknya dirasakan oleh Mendoza.
Mendoza malah merasa bosan dan aneh saat dirinya memandangi musuh di depannya itu, ia merasa Caelius hanyalah orang bodoh yang hanya menghabiskan waktunya saja jika Mendoza meladeni tingkah laku si Caelius itu.
"Apa aku harus menghadapi orang aneh ini? Tapi…." Ucap Mendoza sembari memandangi Caelius secara keseluruhan.
Lagi-lagi Mendoza membuang nafasnya setelah ia melihat sosok Caelius. Sosok Caelius benar-benar membuat Mendoza menjadi tambah tidak semangat dan tidak bergairah sama sekali.
Akhirnya Mendoza pun mulai menyerah dengan keadaannya, ia pun berpaling arah dan meninggalkan Caelius tanpa memperdulikan wajah dan sikapnya yang sangat kesal seperti orang yang gagal menang lotre setelah ditinggal oleh Mendoza tanpa keluar sepatah katapun.
Caelius langsung menghalangi jalan Mendoza, ia merentangkan tangannya selebar-lebarnya agar Mendoza tidak bisa melangkah maju.
Hal ini semakin membuat Mendoza kebingungan, ia beberapa kali membuang nafas dengan cepat dan menggaruk-garuk rambutnya yang tak gatal.
"Mau kemana kau? Kenapa kau malah menghiraukan ku dan pergi begitu saja ha?" Tanya Caelius dengan wajah yang sedikit merah karena merasa malu itu.
Mendoza semakin kebingungan dengan tingkah si Caelius, menurut Mendoza seharusnya ialah yang menanyakan kepada Caelius mengapa ia menghalangi jalannya. Dan kenapa Caelius ingin sekali bertarung dengannya padahal ia bisa saja lepas tanpa bertarung sekalipun.
Caelius yang merasa masih dihiraukan oleh Mendoza itu, akhirnya ia menyerangnya.
Caelius memberikan sebuah tebasan vertikal ke arah Mendoza, hal itu sukses membuat Mendoza terkejut dan dengan refleks cepat Mendoza menangkis tebasan itu dengan menggunakan tameng besar yang ada di lengan kanannya.
Karena tameng besar yang berbentuk belah ketupat dengan permukaan yang hampir semuanya tertutupi oleh berlian itu, Mendoza terselamatkan dari serangan cepat yang diberikan oleh Caelius.
Mendoza menatap lurus ke arah Caelius, sudut matanya berkedut, kedua alisnya bertemu dan terlihat sedikit urat-urat syaraf di wajahnya. Mendoza mencoba menahan amarahnya dan mencoba mengontrol dirinya, ia tidak menyangka kalau Caelius akan melakukan hal senekat itu.
Namun ekspresi berbeda ditunjukkan oleh Caelius, ia malah tersenyum bahagia dengan tanpa merasa bersalah setelah melakukan hal tadi pada Mendoza. Baginya, ekspresi kemarahan dari Mendoza itulah yang sudah lama ia nanti-nantikan.
Melihat Caelius yang kesenangan itu semakin membuat Mendoza kesal, ia akhirnya membalas serangan dari Caelius tadi. Ia memberikan sebuah tebasan ke arah Caelius, namun tebasan itu dengan mudah ditangkis oleh Caelius dan Caelius mendorong Mendoza dengan pedangnya hingga mereka berjarak cukup jauh.
"Oh jadi kau benar-benar ingin mati di sini orang aneh? Akan ku buat kau menyesali tindakanmu yang berani sekali menantang diriku" Ucap si Mendoza.
Sambil bergaya seperti seorang pendekar flamboyan dan sedikit membenarkan rambutnya, Caelius membalas ucapan Mendoza. "Ini yang sedari tadi ku tunggu, ayo majulah biar aku beritahukan padamu kekuatan seorang kesatria pilihan!"
...****************...
Suara gesekan pedang, benturan logam keras, langkahan kaki, mulai beradu dan menyatu menjadi sebuah harmoni indah yang menghiasi pertarungan antara Mendoza dan Caelius.
Caelius terus menyerang Mendoza tanpa ampun dan membuat Mendoza sedikit kerepotan dengan hal itu, namun bagi Mendoza hal itu masih belum bisa menembus pertahanannya yang begitu kuat itu.
Mendoza hanya berpura-pura mengikuti gaya permainan dari Caelius, ia menipu Caelius seolah-olah dirinya kesusahan dalam menghadapi gempuran serangannya.
Caelius yang terlalu asyik menyerang itu tidak mengetahui hal tersebut, ia terus saja menyerang Mendoza hingga suatu momen ia dapatkan. Ketika Caelius terus menyerang bagian tengah Mendoza dengan sangat kuat, Mendoza berpura-pura membuka celahnya, lalu Caelius pun memberikan sebuah tusukan yang sangat tajam ke arah bahu kanan Mendoza.
"Warrior Thrust!" Pekik Caelius dan dengan sangat cepat Caelius memberikan sebuah serangan tusukan ke arah bahu dari Mendoza yang terbuka lebar.
Mendoza yang terkena serangan itu pun mundur beberapa langkah walaupun serangan itu tadi sebenarnya tidak berpengaruh besar bagi dirinya, namun ia melakukan akting agar dirinya terlihat benar-benar kesakitan karena skill berpedang dari Caelius tadi.
Dan benar saja, setelah memberikan serangan itu ke Mendoza. Wajah Caelius langsung sumringah dengan senyuman lebar menghiasinya, ia benar-benar merasa sudah memberikan damage yang cukup besar kepada Mendoza dan ia percaya tinggal sedikit lagi ia akan mampu mengalahkan Mendoza.
Padahal ia melupakan satu hal penting dari seorang Mendoza, yaitu Mendoza adalah seorang Tanker yang memiliki daya tahan yang begitu tinggi, bahkan untuk seorang Caelius saja hal itu akan membuat dirinya sedikit kesusahan.
"Rasakan kekuatan dari kesatria pilihan Putri Diane!" Caelius tiba-tiba berteriak lantang.
Melihat kondisi dari Mendoza, pasukan aliansi yang dipimpin oleh Caelius pun hendak bermaksud untuk menolong Caelius agar segera menghabisi Mendoza. Namun hal itu langsung dihalangi oleh Caelius, ia tidak ingin duelnya diganggu oleh siapapun karena menurutnya ini adalah panggung yang sudah ia siapkan sejak lama.
Pasukan aliansi cuma bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah pemimpin mereka itu, mereka tak habis pikir kenapa mereka bisa memiliki seorang pemimpin seperti seorang Caelius ini.
Bahkan Mendoza pun ikut tertawa karena tingkah laku si Caelius, ia tidak mampu untuk menahan tawanya dan itu sedikit membuat kesal Caelius.
"Kau masih bisa tertawa rupanya penjahat! Biar aku bebaskan belenggu yang sudah membebanimu itu!" Ucap Caelius lalu ia mengumpulkan tenaga untuk memberikan serangan kuat pada Mendoza.
Setelah kekuatannya cukup terkumpul, Caelius pun lalu melompat dengan tinggi dan menukik cepat ke arah Mendoza sambil mengarahkan pedangnya ke tempat Mendoza berada.
Mendoza yang melihat itupun tidak berdiam diri saja, ia juga mempersiapkan dirinya untuk melakukan serangan counter pada Caelius dan Mendoza hanya menunggu saat Caelius mulai memasuki radius serangannya.
"Heavy wave!!"
"Kau terlalu naif!" Mendoza mengejek Caelius yang tengah memberikan serangan kuat.
Caelius mulai menyadari ada satu hal yang janggal namun semua itu sudah sangat terlambat. Setelah dirinya mendarat dengan sebuah tebasan yang sangat berat hingga menimbulkan kepulan debu yang berterbangan di udara, Caelius langsung mencari keberadaan Mendoza karena serangannya tadi tidak mengenainya.
Caelius dikejutkan dengan sebuah tebasan melingkar yang mengenai dirinya entah sejak kapan, karena hal itu Caelius pun mundur beberapa langkah dengan luka yang cukup serius.
Pasukan aliansi yang menyaksikan hal tersebut pun ikut khawatir dengan keadaan komandan mereka itu, namun Caelius langsung berteriak kepada mereka semua kalau dirinya baik-baik saja.
"Ooh berpura-pura tangguh rupanya" Sosok Mendoza tiba-tiba muncul dari balik kepulan debu yang diciptakan oleh Caelius itu.
Caelius menatap kesal ke arah Mendoza, ia kali ini benar-benar dibuat kesal oleh Mendoza yang sudah membuatnya seperti orang bodoh.
Dengan perasaan kesal yang meluap-luap bagaikan api, Caelius meminum beberapa botol HP Potion dan juga beberapa MP Potion. Ia bermaksud untuk segera menyelesaikan pertarungan ini.
Mendoza pun cukup keheranan dengan perubahan sikap dari Caelius, ia pun bersiap-siap mencoba menahan apa yang akan dilakukan oleh Caelius nanti.
"Kau sudah mempermainkanku, kau sudah membuatku seperti orang bodoh, kau tahu apa hukumannya bila meremehkan seorang kesatria sejati? Yaitu hukuman mati!"
Selepas berkata seperti itu, Caelius pun menutup matanya dan tiba-tiba dirinya meraung dengan sangat keras. Bersamaan dengan raungan keras itu, muncul seberkas cahaya berwarna kebiruan yang kini mulai membungkus tubuh Caelius.
Itu adalah Knight Aura. Sebuah skill yang dimiliki oleh seorang pendekar pedang yang sudah sangat lihai dalam memainkan pedangnya, dan juga hanya pendekar pedang berlevel tinggi saja yang bisa memiliki aura tersebut.
Namun Knight Aura tidak otomatis didapatkan oleh semua player yang memiliki Job sebagai Pendekar Pedang. Hanya segelintir orang saja yang bisa mengeluarkan skill Knight Aura, dengan beberapa ujian yang tidak diketahui oleh player itu sendiri. Jika seorang player dengan job pendekar pedang itu memang dirasa pantas, maka skill itu akan muncul dengan sendirinya.
Hal itulah yang membuat Mendoza cukup terkejut, ia tahu akan skill itu dan ia juga sempat bertemu orang yang juga memiliki skill tersebut. Namun ia tidak menduga kalau Caelius yang tadi ia remehkan, juga memiliki skill istimewa tersebut.
Efek dari Knight Aura adalah memberikan buff yang cukup besar kepada player, seperti tambahan damage sebesar 25%, attack speed 15%, resistan dengan serangan bertipe elemen, tambahan defense sebesar 30% dan beberapa buff penting lainnya.
"Sial seorang kesatria bodoh seperti dirinya memiliki Knight Aura? Keanehan macam apa ini!"
"Walaupun dia memiliki skill itu, tetapi dia masih tidak akan bisa menembus pertahanan milikku. Aku percaya dengan ketahanan tubuh yang ku miliki!" Ucap Mendoza dengan rasa bangga.
"Dengan ini akan ku akhiri.... Knight of the Queen!" Caelius kembali meneriakkan nama skillnya dan tiba-tiba tubuhnya bersinar terang.
Lalu Caelius pun bergerak maju menyerang Mendoza. Mendoza yang merasa percaya diri dengan ketahanan yang ia miliki akhirnya mencoba untuk bertahan saja dengan menggunakan perisai berlian miliknya.
Dan benar saja, tebasan yang diberikan oleh Caelius tidak berpengaruh banyak terhadap pertahanan Mendoza. Mendoza pun tertawa terbahak-bahak melihat hal tersebut. Ia merasa begitu girang melihat usaha yang dilakukan oleh Caelius itu hanyalah perbuatan sia-sia.
Namun Caelius tidak memperdulikan Mendoza, ia terus menyerang Mendoza tanpa henti. Caelius menebaskan pedangnya dimanapun entah itu mengenai perisai milik Mendoza, atau hanya mengincar bagian betisnya saja ia tidak peduli.
Dan hal itulah yang membuat Mendoza tiba-tiba menelan ludahnya sendiri, ketika ia asik tertawa melihat aksi sia-sia dari Caelius. Ia dikejutkan dengan meteran bar HP miliknya yang kini mulai kritis dengan angka 40%.
Ia sangat yakin kalau pertahanannya sangatlah kuat dan serangan yang dilancarkan oleh Caelius pun tidak tidak berarti apa-apa terhadap pertahanannya, namun ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah setelah melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Caelius. Mendoza pun mulai panik dan ia menanyakan apa yang telah dilakukan oleh Caelius kepada dirinya.
"Jawabannya sederhana saja. Skill Knight of the Queen milikku memiliki efek yang akan terus meningkatkan daya serangan yang ku miliki setiap aku berhasil menyerang musuhku. Dan skill itu juga akan mengurangi defense musuhku setiap kali aku menyerangnya"
Wajah Mendoza langsung kaku mendengar perkataan Caelius, ia seakan tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Caelius tadi.
Kini semuanya sudah sangat terlambat bagi Mendoza untuk menyelamatkan diri, ia mengutuk dirinya sendiri yang sudah tertipu dengan tingkah bodoh dari Caelius itu.
Dengan menggunakan kombinasi skill Knight Aura dengan Knight of the Queen, Caelius pun tak membiarkan Mendoza selamat begitu saja. Matanya kini sudah mengunci Mendoza untuk ia jadikan targetnya.
Caelius kembali menyerang Mendoza, walaupun Mendoza berhasil menangkis atau menahan serangan Caelius tetapi tetap saja hal itu akan membuat Mendoza mengalami kerugian yang cukup besar.
Mendoza pun berniat untuk mundur dan meminum beberapa potion, namun Caelius tidak membiarkan hal itu terjadi.
Caelius memberikan sebuah serangan tusukan ke arah bahu Mendoza dan itu memberikan damage yang besar.
Melihat celah yang terbuka lebar, Caelius tidak ingin menyia-nyiakan peluang itu. Ia memutar tubuhnya dan mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat hingga akhirnya berhasil menebas Mendoza yang sudah di ambang batasnya itu.
"Rotation!" Teriak Caelius
"Sialan....arggg"
Serangan itu tadi menjadi serangan penutup untuk duel antara Mendoza dan Caelius. Caelius berhasil memenangkan duelnya tersebut, ia berpose dengan mengangkat tinggi pedangnya sambil berteriak cukup keras.
Pasukan aliansi juga membalas teriakan kemenangan dari Caelius, mereka juga berteriak sama kerasnya dengan Caelius lalu mereka kembali maju dan menyerang pasukan musuh yang mulai kocar-kacir setelah Mendoza telah dikalahkan oleh Caelius.
Caelius menancapkan pedangnya di atas tanah, lalu ia pun duduk sambil mengambil nafasnya. Duel itu tadi cukup menguras stamina yang ia miliki.
Sambil memandang ke arah langit yang cukup cerah itu ia tersenyum, ia tersenyum karena ia telah menyelesaikan tugasnya dengan baik sebagai seorang pendekar pedang.
"Sisanya aku serahkan padamu D. Archie!" Ujarnya.
...****************...
Pojok Penulis:
Hai-hai semuanya apa kabar nih, maaf ya kalau baru bisa update lagi.
Gimana nih puasanya? Apa ada yang puasa? Atau ada yang coba-coba puasa? Atau ada yang gak puasa tapi gangguin orang puasa hehe canda :v.
Semoga kalian sehat-sehat aja ya, kali ini ane cuma mau bilang dan ngasih tau kalau ane punya rencana buat transfer cerita ane yang di platform lain ke sini.
...(Yang ini ni yang mau ane transfer kemari)...
Genre novelnya tetap sama yaitu Fantasi, tapi bedanya yang ini bukan game tetapi Fantasi kek Magic itu. Kalau mau dibilang issekai juga bisa sih.
Kalo di platform lain, ini cerita sebenarnya temanya Sistem tapi pake sistem Kamen Rider wkk. Nah kalo di jadi di transfer ke sini, kemungkinan ane bakalan rombak sikit ceritanya biar lebih gampang soal urusan hak ciptanya.
Tapi gak tau juga ini bakalan resmi atau kagak, tapi yang jelas ane cuma mau ngasih tau itu doang.
Terimakasih sudah membaca dan selalu menunggu update-an dari ane ya... terima kasih.
Ned_Kelly