Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 180: Menuju White Dragon Empire



Archie masih tak bisa menghentikan rasa terkejutnya saat mengetahui siapa saja yang akan menemani perjalanan diplomasinya ke tempat para Dwarf berada. Ada tiga orang yang ditugaskan Kerajaan Narannas untuk menemani dirinya mencari keberadaan Dwarf, yaitu Alruna yang merupakan adik dari seseorang yang pernah gagal Archie selamatkan, lalu ada Crishy yang merupakan Panglima Harimau dari Nightborne, dan juga ada sesosok orang yang membuat Archie gemetar saat melihatnya, yaitu Panglima Burung suku Nightborne yang merupakan pemimpin dari 5 Panglima.


Archie masih tidak bisa memalingkan wajahnya dari sosok Panglima Burung itu. Bagaimana tidak, sosok itu pernah membunuh Archie dengan hanya sekali langkah saja. Archie sangat mengetahui bagaimana kuatnya para Panglima dari Suku Nightborne itu, dan saat ia melihat sosok Panglima Burung, Archie merasakan hal yang berbeda.


Crishy pun mencoba menenangkan Archie, ia sendiri sudah mendengar hal yang terjadi antara Archie dan Panglima Burung saat pertempuran di Nilfelin. Bahkan ia sendiri saat itu tak bisa berbuat apa-apa, selain melihat kematian salah seorang teman seperjuangan, serta kehilangan Archie walaupun Archie langsung kembali setelah beberapa saat.


"Kau boleh saja membenciku, aku tak peduli sama sekali" Kata Panglima Burung seolah mengetahui apa yang ada dipikiran Archie. "Asal kau tahu saja, aku adalah orang yang akan menyelesaikan tugas walaupun harus mengorbankan nyawa"


Archie sangat memahami pemikiran itu, sosok Panglima Burung adalah orang yang begitu realistis. Ia tak akan peduli tentang hal apapun yang menghalanginya untuk bertugas, baginya kematian adalah hal pasti apalagi jika orang tersebut memiliki jabatan sebagai 5 Panglima, pengorbanan adalah hal yang penting baginya.


"Aku juga tak peduli dengan idealisme mu, kau adalah tipe orang yang selalu maju walaupun kau melihat teman-temanmu mati di hadapanmu. Untuk sekarang mari kita berdamai untuk menyelesaikan tugas ini" Kata Archie.


Panglima Burung diam saja, ia bahkan tak melihat ke arah Archie sama sekali, namun hal itu tak menganggu Archie sama sekali. Bagi Archie yang paling penting saat ini adalah mereka harus bisa menemukan keberadaan bangsa Dwarf, karena hal itu juga ada dalam rencana Archie yang sudah ia siapkan.


Mereka berempat hanya berjalan kaki saja menuju tempat tujuan mereka, hal ini disebabkan Panglima Burung yang tak mau untuk diberikan kuda agar mempermudah perjalanan mereka. Sebab itu, semua orang yang juga ikut dalam perjalanan juga sepakat untuk tidak menggunakan transportasi apapun, bahkan Archie juga ikut berjalan kaki.


Setelah beberapa kilometer dari Kerajaan Narannas, Archie mendapatkan sebuah notifikasi di dalam game. Archie langsung memeriksa apakah yang ia dapat, dan ternyata ia mendapatkan sebuah titel yang bisa membuat stamina miliknya bertambah.


[Start Walking]


[Titel ini bisa membuat pemain menjadi tidak mudah kelelahan walaupun berjalan berkilo-kilo meter]


[Diperoleh dari berjalan kaki di dalam game sejauh 1KM]


'Ternyata berjalan kaki saja bisa mendapatkan titel seperti ini! Bagaimana jika aku sudah menempuh puluhan atau ratusan kilometer?' Ucap Archie dalam hatinya.


Perjalanan mereka menuju White Dragon Empire juga tak selalu mulus seperti berkendara di jalan bebas hambatan. Mereka berempat juga sempat terhenti karena di hadang oleh beberapa monster yang biasa menghadang para pedagang yang melintas.


Walaupun begitu, para monster itu sangat mudah untuk mereka taklukkan dengan cepat. Bahkan Archie pun tidak sempat untuk beraksi, karena Crishy dan Alruna langsung membabat habis semua monster yang berada di hadapan mereka.


Mereka berdua seakan melakukan persaingan siapa yang paling banyak membunuh monster-monster itu, sesekali saat mereka beraksi mereka akan melirik ke arah Archie seakan ingin menunjukkan kemampuan mereka dihadapannya. Hal itu cukup membuat Archie kebingungan, namun di sisi lain Archie juga ikut senang karena mereka berdua terlihat cukup berkembang kemampuannya.


"Kakak rambut putih! Bagaimana aksiku tadi? Aku sudah belajar dengan baik sama Komandan Lusirele loh" Kata Alruna setelah ia berhasil menghabisi 5 monster dengan sangat cepat dan lincah.


Archie pun memuji aksi Alruna dengan mengelus-elus kepalanya dengan pelan, seperti seorang master yang sangat bangga dengan anak muridnya yang berbakat. Alruna begitu bahagia mendengar semua pujian yang diucapkan oleh Archie, namun ia lebih suka saat Archie mengelusi kepalanya. Alruna benar-benar begitu menghormati Archie yang ia anggap sebagai penyelamat hidupnya itu.


Crishy yang melihat hal itu langsung terbakar api cemburu, ia sangat cemburu melihat Alruna yang begitu dekat dengan Archie. Crishy hanya berpikir kalau Archie adalah miliknya sendiri dan dirinya yang berhak diperhatikan oleh Archie.


Karena hal tersebut Crishy langsung menerjang beberapa monster yang menghadang mereka, Crishy membabat habis semua monster itu dengan sangat brutal, ia melampiaskan kekesalannya kepada para monster itu.


Panglima Burung pun langsung melenggang dengan cepat meninggalkan mereka bertiga tanpa berkata apapun lagi. Archie yang melihat hal itu langsung menyuruh Alruna dan Crishy untuk segera mengikuti langkah si Panglima Burung, Archie tahu kalau saat ini mood dari si panglima sedang buruk, jadi dia tak mau memperkeruh keadaan menjadi lebih buruk lagi.


......................


Di dalam sebuah ruangan yang cukup gelap, ada beberapa orang sedang berkumpul membentuk sebuah pola setengah lingkaran. Mereka semua duduk di kursi yang terlihat begitu mewah dan nyaman, banyak permata berharga terukir di tangan kursi itu. Bantalan pada kursi itu juga begitu empuk, sangat memanjakan orang-orang yang duduk di atasnya. Ini bahkan lebih dari standard kerajaan.


Di antara orang-orang itu terlihat sesosok laki-laki yang berparas tampan. Wajahnya begitu tegas seperti seekor singa jantan, tubuhnya tinggi berisi seperti seekor beruang, matanya yang berwarna coklat terang terlihat begitu tajam bagaikan elang. Nama laki-laki itu adalah Riser.


Riser adalah pemimpin sebuah Guild yang bernama Phoenix Flame yang merupakan sebuah guild Second-class yang sedang naik daun akhir-akhir ini.


Saat ini, Riser tanpa hentinya memandang sesosok laki-laki yang duduk tepat di seberangnya saat ini.


Laki-laki itu memiliki telinga yang runcing seperti batu yang tajam, berambut khas seperti orang-orang kaukasia, serta memiliki bola mata indah seperti permata azure. Laki-laki itu adalah Glyfi, seorang pemain yang mengambil ras High Elf yang begitu mahir dalam urusan mengintai dan melakukan misi pembunuhan dengan cepat.


Sedangkan disebelah Glyfi, ada sesosok laki-laki yang memiliki gaya rambut spiky, wajahnya terlihat seperti bocah nakal, dan memiliki sikap sombong, bocah spiky itu bernama Cobalt.


Lalu ada seseorang yang menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan sinis nan dingin. Ia memiliki rambut berwarna hijau gelap, berwajah agak tegas namun terkesan angkuh dan memiliki harga diri yang tinggi. Orang itu bernama Poisonox.


"Jadi kalian semua sudah berkumpul" Terlihat seseorang yang lain memasuki ruangan tersebut.


Orang itu menampilkan kesan sebagai seorang pemimpin, aura kepemimpinannya begitu kuat. Ia memiliki badan yang tinggi dan tegap bagaikan tombak, mata yang indah seperti batu permata, serta memiliki visi yang jelas tentang tujuan yang akan ia capai dalam waktu dekat ini.


Semua orang langsung memberikan salam hormat kepada sosok itu, sosok itu merupakan Ketua dari Guild World Dominator yaitu Gaahl.


Gaahl sendiri mengumpulkan mereka semua yaitu ingin membahas langkah selanjutnya yang akan ia ambil untuk mewujudkan mimpinya. Setelah banyak dari rencananya yang gagal karena salah perhitungan dan tak memperhatikan kejadian yang tak terduga, kali ini ia tak ingin lagi hal seperti itu terulang lagi.


Rencana Gaahl kali ini adalah untuk mendapatkan sebuah relik yang menurut sumbernya, relik itu adalah Arcana yang sangat berharga dan penting untuk kemajuan World Dominator dan juga untuk mewujudkan impiannya. Maka dari sebab itulah ia tak ingin hal sepenting ini kembali gagal, terlebih ia baru saja gagal untuk menghancurkan Nebula yang merupakan pesaing terberatnya untuk saat ini.


"Aku ingin Riser dan Poisonox yang pergi ke White Dragon Empire untuk mendapatkan benda itu, aku tak mau ada kata kegagalan dalam operasi kali ini" Kata Gaahl. "Lalu untuk Cobalt dan Glyfi, aku ingin kalian pergi ke Paradise City untuk membicarakan tentang kelanjutan negosiasi kita dengan Kaisar Muda"


"Baik laksanakan!" Ucap mereka semua bersaaman seperti seorang tentara.


"Aku tak mau peduli jika kalian mendapatkan ujian yang berat saat melakukan operasi ini. Hancurkan saja semua yang menghalangi langkah kalian!" Kata Gaahl lagi dengan suara yang begitu garang.


Selepas berkata seperti itu, semua orang langsung pergi untuk melakukan misi yang sudah diberikan tadi. Di dalam kepala mereka kini hanya memikirkan bagaimana caranya untuk menyelesaikan tugas itu tanpa kendala sama sekali.