Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 68: Apakah 1 Jaket Lusuh Setara Dengan 2 Pedang?



Ikhsan tak bisa berhenti mengutuk dirinya sendiri setelah mengantarkan Momo-Chan. Sedari tadi Ikhsan terus-menerus mengutuk dirinya sendiri sambil memasang wajah yang tak percaya.


Alasannya hanya satu, yaitu ia lupa mengambil jaket miliknya yang dipakai oleh Momo-Chan. Ikhsan masih tak menyadarinya saat mengantarkan Momo-Chan kembali namun ia kembali teringat setelah ia sampai di depan pintu rumahnya. Seketika juga ia kembali ke tempat Momo-Chan namun sayang, Momo-Chan dan krunya sudah tak ada lagi di tempat.


Jaket miliknya memang hanya jaket biasa yang sering di dapat di toko-toko distro pinggir jalan, namun Ikhsan memiliki sentimen sendiri terhadap barang miliknya, ia merasa punya ikatan batin yang kuat dengan jaket miliknya itu.


"Ahhh jaket kesayanganku!" Ikhsan berteriak seperti orang yang kesetanan.


...


Senyuman Momo-Chan tak hilang-hilang dari wajahnya semenjak mengenal Ikhsan, walaupun ia baru kenal dengannya hanya beberapa jam namun itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Momo-Chan bahagia telah mengenal Ikhsan.


Sebenarnya ia agak sedih saat berpisah dengan Ikhsan tetapi itu semua langsung sirna karena jaket hitam kepunyaan Ikhsan masih melekat di badannya.


Momo-Chan dengan segera melepaskan jaket hitam itu dan melipatnya dengan sangat perlahan dan penuh perhatian, setelah itu ia membenamkan wajahnya ke jaket itu dan Momo-Chan merasa kehangatan mulai memasuki jiwanya.


Melihat Momo-Chan yang begitu bahagia membuat pria berkacamata kotak juga ikut bahagia, ia lantas menanyakan apa yang membuat Momo-Chan jadi seperti itu. Tetapi Momo-Chan hanya tersenyum saja saat pria kacamata kotak menanyainya.


Pria kacamata kotak tak tersinggung dengan sikap Momo-Chan, ia memahaminya bahwa Momo-Chan sekarang menemukan kebahagiaannya. Pria kacamata kotak itupun akhirnya duduk dihadapan Momo-Chan dengan wajah yang juga menunjukkan kebahagiaan.


"Bisa kau ceritakan siapa dan bagaimana kau bertemu dengan pemuda itu?" Tanya si pria kacamata kotak.


Momo-Chan pun akhirnya menceritakan mulai awal hingga akhir tentang pemuda yang dimaksud itu. Momo-Chan dengan berapi-api menceritakan hal tersebut apalagi di bagian saat dirinya dikejar-kejar massa.


Mendengar kisah itu, pria kacamata kotak tanpa sadar meneteskan air matanya. Ia lalu melepaskan kacamatanya dan mulai menyapu air matanya yang berlinang dengan tisu. Pria itu lalu memeluk Momo-Chan dengan rasa kasih yang begitu tulus, Momo-Chan juga membalas pelukan itu sambil menangis sesenggukan.


"Kau sudah besar nak, maafkan kalau ayahmu ini selalu mengambil kebahagiaan milikmu" ucap pria kacamata kotak itu.


"Tidak ayah, ayah tak pernah melakukan hal tersebut"


"Tapi ayah selalu memaksamu melakukan hal ini dan itu tanpa menanyakan terlebih dahulu pendapatmu"


Momo-Chan pelan-pelan melepaskan pelukannya dari pria kacamata kotak itu, ia kemudian tersenyum manis kearahnya sambil berucap. "Ini semuanya keinginan Momo ayah, Momo ingin membuat ayah dan ibu bangga"


Pria kacamata kotak itu lalu melihat Momo-Chan dengan sangat bangga, ia tak pernah berpikir memiliki seorang anak yang mampu membuatnya sebangga ini.


Pria kacamata kotak lalu meninggalkan Momo-Chan dan berjalan menuju balkon hotel, ia memandangi langit malam yang penuh bintang sambil teringat dengan seseorang.


"Kau juga pasti bangga kan melihat putrimu sekarang walaupun kau di alam sana?" Gumam pria kacamata kotak.


...


Archie kembali memasuki dunia Cirus setelah 2 hari tak memasukinya. Archie melakukannya karena ia mengalami suatu masalah di dunia asli, yaitu ujian akhir semester.


Archie memasuki dunia Cirus dengan perasaan yang campur aduk, ia merasa pusing sekaligus sedih karena mengalami dua hal yang mengganggunya.


Melihat Archie yang yang sepertinya punya masalah membuat Viola mendekat dan mencoba bertanya kepada Archie, barangkali ia bisa membantu Archie dan membuat hubungannya jadi lebih dekat begitu pikirnya.


"Aih, rupanya kau mengalami hal sulit beberapa hari ini" Viola langsung memeluk Archie dengan hangat saat mendengar keluh kesahnya Archie.


Archie tentu terkejut dengan perubahan sikap Viola, tetapi ia tak memikirkannya dan mulai merasakan kehangatan di dalam jiwanya, ia merasa pernah mendapatkan kehangatan seperti itu di masa dulunya.


Viola, Venus dan Archie saat ini berada di kediaman raja Elondil. Mereka bertiga diminta untuk membantu kerajaan Narannas dari masalah yang mereka hadapi. Archie juga hanya bisa mengiyakan terlebih lagi pedang miliknya masih berada di salah satu petinggi kerajaan yang dicurigai sebagai pengkhianat.


Mereka bertiga tidak bisa disambut oleh pihak kerajaan dengan meriah dikarenakan wabah yang sedang terjadi, tetapi Archie, Venus dan Viola tak mempedulikan hal tersebut dan bersyukur setidaknya mereka masih diberi makan dan tempat tinggal.


"Jadi apa yang terjadi selama 2 hari ini?" Tanya Archie setelah membenarkan situasi yang ada.


Viola lalu menjawabnya dengan gelengan kepala yang membuat Archie paham bahwa tidak ada yang berubah semenjak ia tak ada.


"Tetapi aku dengar dari pasukan pengintai bahwa di utara sedang terjadi pergerakan, kemungkinan besar itu suku Nightborne yang diucapkan oleh komandan itu" Viola menambahkan.


Archie sejenak berpikir setelah mendapatkan laporan dari Viola, kemudian ia tersenyum namun senyumannya kali ini terlihat mengerikan Dimata Viola. Viola merasa Archie memiliki sebuah siasat buruk ada di kepalanya.


"Ayo kita temui Raja, aku punya beberapa rencana yang sayang jika di biarkan saja" ucap Archie.


Archie berjalan menuju ruangan pertemuan bersama dengan Viola. Archie menanyakan tentang keberadaan Venus, Viola menjelaskan kepada Archie bahwa Venus mungkin tak akan kembali dalam waktu dekat karena ia juga memiliki urusan.


Archie lalu mengangguk tanpa bertanya lebih jauh, Archie berpikir mungkin Venus masih mengalami shock setelah mengalami peristiwa itu. Jika dipikir dari perilaku Venus bukan tidak mungkin ia memang mengalami shock hingga ke tubuh aslinya.


Archie tiba di ruangan pertemuan yang ternyata sudah banyak orang di dalam sana, Archie tersenyum melihat itu karena ia tak perlu repot-repot berbicara kepada Raja untuk mengumpulkan semua orang di sini.


"Ah ternyata kau yang datang" Elondil langsung menegur Archie setelah melihatnya.


"Raja Elondil, aku dengar para suku Nightborne sudah mulai bergerak apa benar?"


Elondil tak menjawab pertanyaan Archie, ia hanya menampilkan ekspresi yang mudah ditebak. Melihat hal tersebut Archie tak membahasnya lagi dan ingin membicarakan langkah berikutnya kepada orang-orang disitu.


"Ah sebelum itu aku akan perkenalkan kau dengan beberapa petinggi kerajaan Narannas..


Archie memberikan hormat kepada tetua Uungor, Archie bisa melihat senyuman tetua Uungor dengan jelas walaupun tertutupi oleh janggut lebat berwarna putih miliknya.


Tetua Uungor mungkin adalah yang paling senior dari semua yang ada di ruangan itu, terlihat dari keriput yang ada dimana-mana dan matanya yang tertutup.


Setelah mengenalkan tetua Uungor, Elondil lalu mengenalkan seorang Elf yang menjabat sebagai menteri urusan diplomatik mereka.


Elf itu bernama Curufin. Curufin memiliki rambut yang masih berwarna pirang khas elf namun sedikit beruban yang menunjukkan bahwa ia juga sudah hidup dengan lama.


Wajahnya selalu datar dan jarang sekali berbicara, entah mengapa ia bisa ditunjuk sebagai menteri diplomatik masih menjadi sebuah tanda tanya besar di kepalanya, tetapi Archie menyadari bahwa Lirim memang orang yang paling tepat di bidangnya.


Setelah itu tanpa diperkenalkan oleh Elondil ada seorang Elf yang langsung memperkenalkan dirinya.


Badan elf itu terlihat yang paling bulat dari yang lain akan tetapi ada aura besar yang menyelimuti dirinya sehingga banyak orang yang segan dengannya.


"Namaku Mevelis, aku adalah pemilik dari penginapan Silver Bow yang paling terkenal di kerajaan Narannas dan juga seorang menteri keuangan" ucapnya sambil memainkan kumis.


Archie hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mencoba tersenyum seramah mungkin kepada Mevelis.


"Perempuan disana itu adalah pemimpin suku wood oak elf dari ras Wood Elf. Namanya Angeniel" ucap raja Elondil lagi sambil memandang ke arah seorang wanita yang terlihat begitu cantik.


Angeniel merupakan pimpinan suku wood oak elf yang memiliki hubungan dengan kerajaan Narannas.


Angeniel memiliki paras yang selalu di idamkan oleh banyak wanita, kulit putih bersihnya, rambut panjang terurai yang begitu terawat, dan wajah yang masih terlihat muda walaupun sebenarnya ia sudah hidup selama 460 tahun lamanya.


Archie tak bisa mengetahui apakah 460 tahun itu adalah umur yang masih muda di kalangan bangsa elf, karena Archie tahu salah satu kelebihan ras elf adalah mereka memiliki umur yang begitu panjang.


Selain itu suku wood elf juga memiliki kelebihan dibandingkan elf pada umumnya. Walaupun Elf biasa bisa hidup sampai ratusan tahun, tetapi suku wood elf bahkan bisa hidup 2 kali lebih lama dari elf biasa.


Itu dikarenakan mereka tinggal di pohon keramat dan mendapatkan begitu banyak berkah dari hutan, itulah mengapa mereka disebut Wood elf karena memang hidup di dalam hutan dan tinggal di pohon yang dianggap keramat oleh bangsa elf.


"Dan yang terakhir kau pasti sudah mengenalnya" Raja Elondil bermaksud mengenalkan orang yang dimaksud, tetapi orang itu terlebih dahulu berdiri sambil memberikan hormat khas kesatria ke Archie.


Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Lusirele. Prestasinya sebagai seorang komandan sangat di hargai oleh kerajaan, Lusirele beberapa kali berhasil membuat kestabilan wilayah dari kerajaan Narannas.


"Jangan panggil aku komandan, panggil saja aku Lusirele" tegurnya saat Archie menyapanya


Lalu Archie melihat ada sebuah kursi kosong yang berada di ruangan tersebut, Archie langsung sadar orang yang sedang mendesain itu semua berasal dari petinggi kerajaan juga. Elondil pun hanya bisa menghela nafasnya saat Archie menyadari hal itu, ia juga sudah pasrah dengan apa yang terjadi dengan orang tersebut.


"Raja Elondil sebaiknya kita menekan beberapa bangsawan di kerajaan ini, aku yakin ada beberapa kelompok yang juga mendukung orang ini" ucap Archie dengan senyuman mengerikan.


Viola lalu tersenyum pahit sambil menggelengkan kepalanya, ia tak menduga sifat absurdnya Archie berasal darimana. Sedangkan beberapa bangsawan yang berada di ruangan itu mulai berkeringat dingin karena memikirkan apa yang akan terjadi pada mereka semua.


...


Wajah Nimrod benar-benar bersinar beberapa hari ini, ia baru saja mendapatkan berita bagus tentang rencana besarnya. Ia mulai memiliki gambaran tentang bagaimana hidupnya nanti jika sudah menjadi seorang raja di kerajaan Narannas.


"Tak sia-sia meminta bantuan dengan para manusia itu, jika aku sudah punya kuasa aku akan menghancurkan mereka nantinya" Nimrod terkekeh sambil memandangi kotak hitam yang sedang ia pegang.


Yang paling mengejutkan Nimrod adalah isi dari kotak hitam itu, ia tak menyangka bahwa 2 pedang saja mampu membuat kacau seluruh kota Nilfelin hingga membuat rajanya sakit kepala. Selain itu ia juga berhasil menghasut beberapa pemimpin suku Nightborne yang di utara untuk menyerang Nilfelin.


"Andai saja aku bisa menggunakannya" Nimrod terus menerus menatap kotak yang ia pegang itu. Nimrod pun akhirnya membawa kotak itu untuk di simpan di istana karena ia merasa tak memerlukannya lagi.


Sesampainya ia di istana, ia dikejutkan oleh beberapa penjaga kerajaan yang memandangnya dengan heran, tetapi Nimrod tak memperdulikannya dan terus saja masuk kedalam istana.


Di saat ia hendak menaruh kotak itu di dalam ruangan penyimpanan harta, ia dikejutkan dengan seorang perempuan elf yang membawa panah di punggungnya dan menatapnya dengan rasa takut.


Nimrod mengenali perempuan itu adalah salah satu orang yang ia tahan, Nimrod pun langsung bergerak cepat untuk menangkap perempuan itu.


Merasa dirinya dalam bahaya, perempuan elf itu langsung berlari dengan kencang meninggalkan Nimrod. Ia berlari sambil menangis dalam hatinya karena saat kembali kesini ia langsung dikejar tanpa tahu apa salahnya.


Perempuan itu terus berlari hingga akhirnya ia sampai keruangan pertemuan.


"Ketua tolong aku.. ketua!" Ucap perempuan itu dengan wajah yang ketakutan.


"Apa yang terjadi Venus? Mengapa kau terlihat takut seperti itu?"


Belum sempat perempuan yang bernama Venus itu menjawab, Nimrod juga sampai keruangan pertemuan dengan nafas yang tersengal-sengal.


Ia lalu melihat kesekitarnya, ia melihat satu orang lagi tahanan yang ada disitu dan satu orang yang tak ia kenali, Nimrod langsung saja menyuruh penjaga untuk menangkap kedua perempuan itu.


Nimrod bingung dengan reaksi orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut, bukannya menangkap ketiga manusia itu malahan Nimrod ditatap dengan penuh keheranan oleh orang-orang disitu.


"Tunggu apalagi tangkap manusia itu! Mereka pelaku wabah itu dan yang mengacau di hutan" Suara Nimrod kali ini meninggi, tetapi ia tetap heran karena tidak seorangpun yang menanggapi perintahnya.


Nimrod merasakan ada sesuatu yang tak beres disitu, ia menatap Raja Elondil namun ia melihat ada ekspresi marah, kecewa dan sedih yang menjadi satu di wajah Raja Elondil. Nimrod hendak pergi dari ruangan tersebut namun semuanya telah terlambat sebelum ia menyadarinya.


"Eeeh ada capung yang terkena getah ya? Nampaknya kehilangan satu jaket lusuh setara dengan dua pedang ya" Ucap Archie dengan senyuman yang mengerikan.