
Di tengah-tengah perjalanannya menuju Red Dragon Empire, D. Archie bertemu dengan 2 pemain baru Cyrus Online.
Saat itu mereka berdua berlari ketakutan seperti sedang di kejar oleh ribuan Undead, namun sebenarnya mereka berdua hanya di kejar oleh puluhan Slime saja.
Rins dan Teong itulah nickname mereka di dalam game Cyrus Online. Rins mengambil job Uhlan yang bertarung dengan tangan kosong saja namun memiliki tingkat kerusakan yang tinggi, sedangkan Teong mengambil Job Swordman yang sudah sangat umum di dalam game VRMMORPG manapun.
Pertemuan Archie dengan mereka berdua bukanlah pertemuan yang dikehendaki oleh Archie. Setelah mereka menyusahkan dirinya dengan harus menyelesaikan masalah mereka dengan slime, kini mereka malah mengekor dengannya seperti kawanan anak ayam.
Archie padahal sudah menghiraukan mereka berdua saat mereka ingin menjadikannya seorang guru, namun tetap saja mereka tidak menyerah dan terus menerus mengikuti Archie kemanapun dia melangkah.
Sebenarnya Jinx sudah sangat kesal dengan mereka sama layaknya majikannya itu, namun Jinx tidak berani menyerang kedua bocah itu sebelum di perintahkan oleh tuannya.
"Aku sudah tidak tahan!" Archie berbalik menatap kedua bocah yang sedari tadi mengikutinya itu.
Teong dan Rins jadi sedikit ketakutan melihat Archie yang menatap mereka dengan serius itu, mereka merasa nyawa mereka sedang terancam saat ini. Namun jika ditelisik lebih jauh, mereka berdua lah yang menyebabkan nyawa mereka terancam. Jika kalian mengikuti orang yang tidak kalian kenal terus menerus, itu namanya mencari masalah.
Archie menghembuskan nafas berat, lalu menatap ke arah atas seakan ia bertanya kepada langit tentang nasibnya saat ini.
"Sekarang ini aku sedang menjalankan misi penting! Jadi sebenarnya apa mau kalian berdua ha?" Dan kenapa aku harus menjadikan kalian murid ku?"
Ketakutan mereka berdua sedikit mereda karena Archie hanya bertanya kepada mereka, namun mereka juga tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan asal atau tidak kepala mereka akan melayang di saat itu juga.
Lalu dengan langkah yang mantap dan wajah yang serius, Rins maju ke depan dan memberikan hormat seperti pendekar kungfu ke arah Archie.
"Abang! Skill Abang dalam berpedang begitu hebat tidak seperti kebanyakan pemain yang lainnya, walaupun aku tidak suka bertarung menggunakan pedang tapi aku benar-benar suka dan kagum dengan seni berpedang abang!
Di dalam game ini tidak ada pemain senior yang membantu juniornya, tetapi abang saat itu tanpa ragu menolong kami berdua yang sudah menyebabkan masalah kepada abang, jadi tolong ajari kami sesuatu tentang game ini agar kami bisa berjuang dengan tangan kami sendiri dan suatu saat kami bisa membalas kebaikan abang!" Rins mengeluarkan semua yang ingin ia sampaikan kepada penyelamatnya itu.
Archie memandangi mereka berdua yang sedang harap-harap cemas itu, sambil mengelus-elus dagunya ia coba menimbang-nimbang keputusannya.
Kemudian Archie menoleh ke arah Jinx yang seakan menyuruhnya untuk membiarkan mereka menjadi muridnya, lalu akhirnya Archie mengiyakan keinginan kedua bocah itu.
Teong dan Rins langsung melompat kegirangan, mereka saling tos dan berpelukan seperti sudah menyelesaikan misi kelas S yang mengharuskan membunuh Naga Bonar.
"Jadi seperti apa pelatihan pertamanya bang?" Teong sudah tak sabar berlatih untuk meningkatkan skill berpedangnya.
Archie tersenyum jahat melihat mereka yang sudah sangat siap berlatih itu, tiba-tiba ia tertawa lalu kemudian menatap mereka berdua dengan serius.
"Pelatihan pertama kalian adalah traktir aku makan, aku belum makan sejak tadi dan aku sudah berjalan cukup jauh. Jadi sekiranya kalian harus mentraktirku makan" ucap Archie disertai seringai jahat.
Teong dan Rins pun hanya bisa memberikan senyuman terpaksa sambil mengeluarkan keringat dingin mereka. Mereka berdua jadi teringat betapa sedikitnya sisa uang yang mereka miliki saat ini.
...---... ...---... ...---... ...---...
Kali ini Archie berada di kota Grandia, sebuah kota yang cukup besar yang berada di dekat Fiores Meadow.
Kota ini adalah kota tempat berkumpulnya player baru, selain di Luzione. Kota ini di kelilingi oleh tembok batu yang besar-besar nan kokoh. Tembok itu mungkin bisa melindungi kota dari serangan monster-monster, namun sepertinya masih tidak cukup kuat untuk menahan serangan dari para titan.
Di kota itu terdapat sebuah kedai yang sering dijadikan para pemain untuk beristirahat setelah puas leveling atau setelah menyelesaikan misi, kedai itu ialah Grandia Shop.
Grandia Shop seperti layaknya cafe-cafe yang ada di dunia nyata, di sini terdapat banyak menu yang bisa di pesan dan dinikmati oleh para pemain, mulai dari aneka minuman sampai makanan.
Dan saat ini di Grandia Shop sedang terjadi peristiwa heboh. Di dalam kedai itu ada seorang player dengan pakaian lusuh serba hitam sedang menyantap menu favorit di kedai itu bersama dengan peliharaannya.
Bukan pemain itu yang membuat heboh penghuni kedai, melainkan sosok seekor rubah yang terlihat seperti monster tengah makan dengan santai di dalam kedai tanpa memperdulikan orang-orang yang memandangnya.
Pemilik kedai beserta anaknya pun ikut ternganga melihat rubah itu makam dengan sangat santai, apalagi dikala para pemain ada yang hendak menyerang rubah itu, mereka langsung di tendang oleh pemain berpenampilan serba hitam itu.
"Maaf tuan apakah rubah itu peliharaan Anda?" Tanya si pemilik kedai namun ia tak mendapatkan jawaban, orang yang ia tanya itu hanya terus memakan daging ayam yang menurutnya enak sekali itu.
Sedangkan di sudut ujung kedai, Rins dan Teong sedang memijit kening mereka berdua setelah mereka berdua mengeluarkan semua uang mereka yang mereka miliki, namun hanya ada 20 keping perunggu yang mereka miliki sedangkan mereka harus membayar makanan yang telah di makan oleh pemain berpenampilan serba hitam itu yang tidak lain adalah Archie.
"Satu porsi Spicy Chicktrice itu 20 bronze, namun abang itu sudah memakan 5 porsi"
"Jangan lupakan rubah peliharaannya itu Rins, dia sudah habis 3 porsi!"
Makin peninglah kepala mereka berdua memikirkan cara bagaimana mereka membayar semua biaya itu, terlebih Archie baru saja menambah jadi 2 porsi lagi.
Teong memiliki sebuah rencana di kepalanya, ia mencoba mendekati si pemilik kedai dan mulai berbisik pelan ke telinganya. Namun si pemilik kedai langsung berteriak lantang ketika mendengar apa yang dibisikkan oleh Teong.
"Tidak aku tidak terima hutang!" Ucap si pemilik kedai.
"Tolonglah paman kami hanya punya 20 keping bronze saja saat ini, kami rela melakukan apa saja untuk membayar sisa dari biaya makan guru kami itu" Teong mencoba bernegosiasi dengan tuan pemilik kedai.
Sebenarnya pemilik kedai enggan menerima negosiasi itu, apalagi melihat Archie yang terus menerus makan bahkan sekarang ini ia menambah satu porsi lagi.
"Ayolah paman, kami benar-benar tidak punya uang saat ini" Kali ini Rins yang mencoba membujuk.
Anak pemilik kedai itu lalu menepuk pundak ayahnya dan menyuruh untuk memberikan mereka keringanan. Hal itu bukan tanpa alasan, Rins dan Teong merupakan salah satu pelanggan tetap di kedai itu dan mereka bahkan tak pernah berhutang dengan mereka dan juga mereka berdua sudah banyak membantu kedai itu.
"Arghh baiklah tapi kau harus menyelesaikan misi dariku" pemilik kedai pun akhirnya menyerah.
"Kalian harus membantuku untuk mendapatkan daging Chicktrice sebanyak 100 potong, bagaimana apa kalian mampu?"
Mendengar harus mendapatkan 100 potong daging Chicktrice membuat mereka berdua terperanjat sejenak, hal itu bukanlah perkara mudah bagi pemain awal seperti mereka berdua dan itu membuat mereka ragu.
[Misi pemilik kedai: Bawakan aku 100 potong daging Chicktrice]
Tingkat: C
Reward: 145exp & Owner Trust up
Jika gagal maka kepercayaan pemilik kedai akan menurun.
Object: 0/100
"Bagaimana ini Rins? Apa kita harus ambil misi ini, ini memang beresiko namun ini satu-satunya cara"
Pertanyaan Teong membuat Rins semakin bimbang, jika saja ia memiliki uang lebih hal ini pasti tidak akan terjadi. Yang mereka takutkan adalah jika mereka mati berkali-kali saat menyelesaikan misi ini, mereka akan semakin tertinggal oleh para pemain lain.
Dikala mereka masih bimbang, mereka berdua dikejutkan oleh sebuah tangan yang menyentuh pundak mereka berdua.
Saat mereka menoleh, ternyata Archie lah yang tengah menyentuh pundak mereka sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
"Ah iya paman, tadi aku nambah 2 porsi lagi! Jadi total aku makan 7 porsi dan peliharaan ku makan 3! Tagihannya ada di mereka berdua" ucap Archie lalu ia keluar kedai sambil tertawa jahat.
...---... ...---... ...---... ...---...
Kali ini, mereka bertiga kembali ke Fiores Meadow. Mereka kesini untuk berburu Chicktrice karena si Teong dan Rins mendapatkan sebuah misi dari si pemilik kedai.
Misi mereka adalah harus mendapatkan 100 potong daging Chicktrice untuk membayar tagihan makan si Archie di kedai tadi.
Dengan wajah yang lesu, mereka berdua berjalan ke arah habitatnya Chicktrice. Di depan mereka saat ini ada sekitar 10 Chicktrice yang asik berguling-guling dan mencari makan.
[Chicktrice]
HP: 500/500
Level: 8
Weak: Fire Elements
"Jadi apa lagi yang kalian tunggu? Bukannya ini lawan yang mudah untuk kalian?" Ucap Archie dengan santainya saat ia telah mengetahui status dari Chicktrice itu.
Mendengar omongan Archie, Rins dan Teong pun jadi semakin murung dan seakan tak bersemangat. Karena hal itulah Archie pun mencoba melihat Status dari mereka berdua.
[Rins]
HP: 100%
MP: 100%
Level: 8
Job: Uhlan
[Teong]
HP: 100%
MP: 100%
Level: 8
Job: Swordman
"Hmmm pantas saja mereka ragu" Archie mengangguk pelan.
Archie tiba-tiba duduk di dekat sebuah pohon rindang lalu ia mengambil sebuah buku di dalam inventorinya. Hal itu membuat Rins dan Teong jadi kebingungan.
Archie terus saja menulis tanpa memperdulikan dua bocah yang pelanga pelongo di depannya itu, ia bahkan merasa saat ini dia hanya sendirian di pohon rindang itu.
"Stats yang sering kalian tingkatkan waktu naik level apa?"
Bola mata Rins langsung ke arah atas dan saat ini di dalam kepalanya sedang ada sebuah rapat meeting ketika di tanya Archie seperti itu.
"Terakhir aku menaikkan STR bang! Dari 8 atribut, aku lebih sering meningkatkan STR dengan 5 poin STR" jawab Teong singkat dan jelas.
Archie mengangguk lalu ia kembali menulis, sedangkan Rins masih saja ternganga.
"Kalo aku bang...."
Baru saja Rins hendak mengucapkan sepatah kata, Archie sudah menghentikan dirinya agar tidak bicara lebih jauh. Ia menunjuk Rins dengan tatapan yang sangat intens.
"Aku tau kau menaikkan atribut apa, kau pasti menghabiskan semua poin mu untuk STR. Karena hal itulah temanmu ini jadi agak sulit untuk mengcover dirimu saat sedang di kepung oleh musuh"
"Uhlan memang job yang mengeluarkan damage lebih besar ketimbang Monk atau bahkan Swordman, namun Uhlan memiliki kelemahan di daya tahannya. Mereka memiliki tubuh yang lembek seperti kerupuk basah! Dan ketika kau menaikkan semua poinmu hanya untuk STR, itu namanya penghinaan bagi Job Uhlan sendiri"
Bagai di sambar petir di tengah hari, Rins langsung terdiam dan mematung di tempatnya. Saat ini ia merasa telah melakukan kesalahan yang begitu fatal dan membuatnya menjadi kepikiran akan hal itu.
"Tidak ada Job yang benar-benar hebat atau bahkan yang tidak berguna, semua job itu memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Jadi jika kau merasa superior dengan Job yang kau punya, sungguh itu hanya kesombongan seorang bocah amatir"
Kali ini Teong dan Rins jadi merasa tersentil dengan apa yang diucapkan oleh Archie barusan. Mereka menyadari jika mereka telah melakukan kesalahan yang tak perlu bahkan tak penting sama sekali.
Di saat mereka merenungi kesalahan, mereka dikejutkan dengan sebuah pedang berwarna hitam pekat meluncur deras melewati mereka berdua.
Mereka berdua pun lalu menoleh ke belakang mereka dan mereka terkejut ketika melihat pedang hitam pekat tadi, saat ini tertancap tepat di leher Chicktrice dan langsung membuatnya mati di tempat tanpa bergerak lagi.
Archie berjalan mengambil pedang itu, lalu ia tersenyum ke arah dua pemula tadi dengan hangat dan melemparkan sepotong daging Chicktrice ke arah mereka.
[Anda mendapatkan]
Daging Chicktrice!
"Ayo selesaikan misi itu, aku yakin dengan kekuatan kalian berdua, kalian pasti bisa mengatasi hal tersebut" ucap Archie.
Mendengar hal itu, Rins dan Teong pun kembali bersemangat dan memberanikan diri mereka untuk maju melawan kawanan Chicktrice itu.
Teong berperan sebagai seorang Defender dan kadang ia juga ikut memberikan serangan yang juga sakit. Sedangkan Rins berperan sebagai seorang yang memberikan damage utama ke Chicktrice itu.
Archie pun kembali duduk di pohon rindang dan mengamati bagaimana cara bertarung kedua pemula itu.
Archie cukup suka dengan gaya bertarung mereka berdua yang saling melengkapi dan memiliki chemistry yang kuat. Namun kadang juga mereka kembali saling debat di kala pertarungan saat berlangsung, sehingga membuat Archie jadi garuk-garuk kepala karenanya.
Setelah 2 jam hunting Chicktrice, akhirnya misi mereka selesai. Mereka berdua berhasil mendapatkan 100 potong daging Chicktrice walaupun dengan perjuangan yang tidak kalah susah.
Selain menyelesaikan misi, mereka berdua juga kini naik level jadi level 9 setelah 2 jam hunting Chicktrice itu. Tentu saja itu membuat mereka kegirangan dan mereka berdua saling tos merayakan keberhasilan mereka.
Archie juga ikut merasa senang dengan pencapaian mereka, ia tersenyum sejenak lalu pada akhirnya ia berdiri dan menyuruh mereka untuk kembali ke kota.
Teong dan Rins saling pandang sejenak lalu akhirnya mereka mengikuti langkah seorang pemain yang mereka anggap guru itu walaupun dirinya tidak mengajarkan apapun.
"Nampaknya game ini akan semakin menarik ke depannya" ucap Archie melirik ke arah Rins dan Teong yang saling bercanda satu sama lain.