Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 135: Runtuhnya Ace of Spade



Player Cyrus Online dikejutkan dengan berita runtuhnya Guild Ace of Spade yang beberapa saat yang lalu, mereka sempat menjadi guild first-class dengan menumpas kejahatan yang terjadi di wilayah kerajaan Mallorca.


Berita itu menyebar dengan cepat ke semua pemain, bahkan beberapa pemain yang sedang berada di Koloseum ikut terkejut dengan berita itu. Mereka semua tiba-tiba melakukan diskusi terbuka tentang berita itu di sela-sela waktu jeda istirahat pertandingan.


Mereka semua bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Guild Ace of Spade, mereka mulai berspekulasi kalau pihak NPC ada sangkut pautnya dengan hal itu semua. Ada pula yang beranggapan Ace of Spade hancur karena ada perang kepentingan di dalam guild, namun semua itu masih sebatas asumsi dan rumor saja.


Perkembangan sebuah Guild memang menjadi salah satu perbincangan yang hangat di Cyrus Online. Ketika sebuah Guild terus berkembang pesat maka mereka pasti akan semakin dikenal luas oleh pemain dan itu akan membuat Guild mendapatkan keuntungan, salah satu keuntungannya adalah banyak dilirik oleh pemain-pemain.


Namun, jatuhnya sebuah guild juga menjadi hal yang diperhatikan pemain Cyrus Online. Memang pada dasarnya, ekosistem Guild dalam beberapa game juga mengalami pasang dan surut. Semua Guild berlomba-lomba untuk selalu menaikkan nama mereka dan ada nama-nama Guild yang belum pernah terdengar sebelumnya namun perlahan-lahan naik ke permukaan. Begitulah ekosistem Guild tercipta.


Runtuhnya Guild Ace of Spade dari jajaran First-class Guild terkemuka di benua Cirus ternyata membuat guild yang tadinya masih kurang di perhatikan, kini tiba-tiba menjadi sebuah bintang yang bersinar terang. Guild itu bernama Phoenix Flame.


Guild yang diketuai oleh seorang player bernama Riser itu tiba-tiba mendapatkan spotlight yang cukup besar setelah mereka menyerap beberapa anggota kelas 2 Guild Ace of Spade, yang merasa terdiskriminasi di guild itu. Dan juga mereka berhasil menyelesaikan beberapa quest dari Red Dragon Empire yang membuat mereka memiliki pengaruh cukup besar di salah satu wilayah kekaisaran.


Hal itu juga tidak luput dari pengamatan Archie, kini Archie dengan teman-temannya sedang berkumpul di sebuah ruangan pertemuan yang ada di Koloseum itu.


Pertemuan ini terjadi karena Viola yang hendak membahas tentang runtuhnya Ace of Spade yang mana mereka juga punya popularitas di Mallorca, maka dari itulah rasanya cukup penting bagi Viola untuk membahas hal ini.


Ketika Viola menjelaskan rangkaian peristiwa sebelum Ace of Spade runtuh, pikiran Archie seperti melayang mencari suatu jawaban dari semua itu. Menurutnya semua rangkaian itu seperti punya keterkaitan satu dengan yang lainnya, mulai dari pihak bangsawan hingga munculnya nama Phoenix Flame. Itu tidak mungkin terjadi secara kebetulan saja, menurut Archie.


Apalagi ketika Archie mendengar nama Guild World Dominator juga disebut oleh Viola, alisnya langsung terangkat sebelah seolah pertanda ada yang aneh dengan guild itu.


"Ah apa kak Viola ingat dengan Phoenix Flame ini? Rasanya kita pernah bertemu dan bertarung dengan mereka saat kita di Kerajaan Narannas"


"Kau tadi bilang juga kalau ketua mereka adalah Riser kan? Dia lelaki berambut panjang dengan pedang yang mirip seperti parang itu kalau tidak salah" Archie coba mengingat-ingat kejadian sewaktu di Kerajaan Narannas.


Viola langsung terperanjat mendengar ucapan Archie, ia kemudian mengingat peristiwa yang terjadi di Kerajaan Narannas. Saat itu terjadi sebuah rencana kudeta dari seorang bangsawan kerajaan yang bekerja sama dengan Guild Phoenix Flame untuk menggulingkan kekuasaan yang sah. Namun untungnya hal itu mampu digagalkan oleh Archie dan lainnya dengan bantuan suku Nightborne yang sempat di adu domba.


Sejurus kemudian Viola kembali tenang, dirinya terlihat sedang coba memikirkan sesuatu. Viola mencoba mencari keterkaitan antara World Dominator, Phoenix Flame dan juga Ace of Spade. Ada beberapa kemungkinan yang ia simpulkan, namun ia lebih percaya dengan kemungkinan kalau World Dominator punya agenda besar yang sedang mereka siapkan dengan matang dan Ace of Spade mengacaukan itu semua sehingga mereka langsung dimusnahkan oleh World Dominator.


"Tetapi ada yang kurang dari kesimpulanmu tadi kak, Phoenix Flame dan World Dominator sepertinya punya keterkaitan yang cukup dalam. Serta juga beberapa bangsawan atau petinggi kerajaan di Benua Cirus mungkin ada kaitannya juga dengan World Dominator. Saat aku membunuh Walikota Thousand River City, sebelum dia mati dia juga sempat berucap tentang World Dominator dengan Iblis! Sampai sekarang itu yang ku cari tahu" Papar Archie.


"Apa mungkin World Dominator punya hubungan dengan bangsa iblis? Atau mereka sudah bersekutu dengan bangsa iblis?" Diane tiba-tiba berpendapat dengan mimik wajah yang cukup tegang.


Mendengar semua penjelasan yang sudah di utarakan oleh masing-masing orang, semakin membuat mereka tegang. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana kuatnya World Dominator jika benar apa yang mereka asumsikan ini benar terjadi.


Viola juga terlihat begitu pusing menghadapi masalah itu, ia memijit pelan keningnya karena pembahasan itu membuatnya sakit kepala. Namun di sisi lain, Viola juga tidak ingin membiarkan World Dominator mendominasi kekuatan seperti itu. Jika hal itu di diamkan maka World Dominator akan menjadi guild paling ditakuti dan memiliki kekuatan tempur yang tak bisa di perkirakan lagi.


Dalam Cyrus Online, memang terdapat bangsa iblis sebagai NPC dan juga bisa dipilih oleh pemain untuk karakter mereka nantinya di Cyrus Online.


Namun untuk playable karakter, Cyrus Online hanya memiliki beberapa ras turunan bangsa iblis seperti demon atau devil. Sedangkan bangsa iblis yang ada di Cyrus Online sebagai NPC adalah ras iblis berdarah murni. Tentunya dalam segi kekuatan pun sudah jauh berbeda bagaikan langit dan bumi.


"Jangan berpikiran untuk menyinggung mereka, kita saja masih kekurangan kekuatan untuk berurusan dengan semua itu. Walaupun aku membantu guild Nebula demi menghentikan perkembangan World Dominator yang berbahaya itu, yang ada hanya kehancuran yang menanti kita semua!" Ucap Archie sambil menatap lurus ke dalam mata Viola.


Perkataan Archie itu membuat Viola lesu, namun ia juga menyetujui apa yang Archie ucap tadi. Memang menurutnya kekuatan Nebula pun masih belum sebanding dengan World Dominator, walaupun seluruh isi guild dikerahkan untuk mengalahkan pihak World Dominator. Mereka semua nantinya akan menerima sebuah nasib yang lebih mengerikan, contohnya apa yang dialami oleh Ace of Spade.


"Sudahlah sebaiknya kita semua tidak usah terlalu memikirkan World Dominator atau apalah itu, pertama-tama kita harus fokus pada pertandingan tahap kedua ini dan memenangkan pertandingan ini, setelah itu barulah kita bisa menentukan langkah kita kedepannya lagi!"


Wajah mereka semua kembali terangkat lagi dan cerah kembali, kini perhatian mereka semua teralihkan pada pertandingan tahap kedua nantinya. Mereka semua pun meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju ke arena pertandingan.


Di tengah perjalanan menuju ke arena itu, Archie bertemu dengan seseorang yang memakai tudung berwarna hitam. Dirinya begitu misterius sehingga Archie pun menatapnya dengan sangat intens.


Orang itu juga menatap Archie. Terdapat rasa kebencian yang mendalam pada tatapan orang itu, Archie mengetahui hal tersebut walaupun sebenarnya Archie sama sekali tak melakukan kontak mata dengan orang itu.


"Orang itu berbahaya, dia terlihat seperti seseorang yang sudah kehilangan perasaannya" Archie bergumam pelan.


"Ada apa dik wajahmu jadi pucat seperti itu?" Viola langsung cemas melihat adiknya yang tiba-tiba pucat itu.


Archie hanya menggeleng pelan ia merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun Viola yang bersifat protektif pada adik-adiknya itu tidak mempercayai Archie, ia terus memeriksa keadaan Archie walau sebenarnya tidak ada yang terjadi pada Archie.


……………


Di arena, pembawa acara pertandingan itu sudah bersiap untuk menyambut para penonton yang ada di sana. Dengan bergaya seperti seseorang penyanyi ikonik dari Inggris, ia mulai beraksi di depan para petualang dan NPC yang menonton pertandingan itu.


"Pada penonton sekalian apa kalian sudah siap untuk pertandingan tahap kedua?"


"Siap!!!"


"Siap!!!!" Sorak-sorai, tepuk tangan dan siul-siulan juga memadati udara di Koloseum.


"Saya akan memberitahu pada kalian semua tentang perubahan format pertandingan untuk tahap kedua ini"


"Jika di tahap pertama tadi adalah pertandingan antar pemain dari masing-masing tim. Di tahap kedua ini pertandingannya akan berformat single match"


"Jadi di format sekarang team dari Poisonox dengan team dari Viola atau Cero Miedo akan berkemungkinan bertemu teman mereka sendiri di pertandingan nantinya"


"Jadi tanpa berbasa-basi lagi, kita lihat saja bagan pertandingan nanti!"


Ucapan dari si pembawa acara tadi membuat para penonton sangat tertarik, mereka semua menatap ke layar besar yang ada di sudut arena.


Setelah beberapa saat mengacak, akhirnya bagan pun sudah tersusun dengan beberapa nama yang tertulis di sana.


Seth vs Raphael


Archie vs Viand


Cobalt vs Marsha


Sunny Cloud vs Joker


Penonton kembali bersorak karena melihat itu, mereka semua sudah tidak sabar ingin segera melihat aksi dari pertandingan pertama antara Seth dan Raphael.


Hal itu juga diketahui oleh si pembawa acara, dia tersenyum puas melihat reaksi penonton itu sebelum akhirnya ia kembali berbicara pada mereka semua.


"Baiklah nampaknya kalian sudah tidak sabar menunggu pertandingan yang pertama. Jadi tanpa basa-basi lagi inilah pertandingan pertama kalian antara Seth versus Raphael"


"Di sudut sebelah kanan, ada seorang Assassin yang misterius dan pada pertandingan terakhir tadi menyuguhkan kita semua aksi yang memukau"


"Kita sambut Seth si Black Assassin!!"


Seth berjalan ke arena dengan sambutan yang sangat meriah dari penonton-penonton. Bahkan banyak penonton perempuan yang secara terang-terangan mendukungnya serta membuat sebuah poster bergambar dirinya, melihat hal itu Seth hanya bisa menatap ngeri pada mereka semua.


"Mengapa mereka terlihat sangat mengerikan ya?" Seth bergumam pelan sambil terus melangkahkan kakinya.


Jika Seth merasa ngeri dengan apa yang dilakukan oleh kebanyakan penonton perempuan yang mendukung Seth, lain lagi ekspresi yang ditunjukkan oleh Archie dan Rick. Mereka berdua nampak bahagia sekali dengan tawa mereka yang begitu puas, mereka sangat senang melihat Seth yang sebentar lagi akan kehilangan kehidupannya yang damai dan tenang. Karena hal itu Archie dan Rick pun kini ditatap aneh oleh para perempuan di kelompok mereka, bahkan Viola dan Lynch harus mesti memukul kepala mereka berdua untuk sadar kembali.


Pembawa acara itu menunggu Seth tiba di tengah-tengah arena, begitu Seth tiba wajahnya tersenyum lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Lalu di sebelah kiri kita ada pemain yang dikatakan banyak orang adalah pemain terkuat di Re-Estize Empire"


"Kita sambut Pendekar Berambut Merah. Raphael!!!"


Sambutan penonton untuk Raphael juga tak kalah meriah dari sambutan Seth tadi, hal ini memang pada dasarnya Raphael sempat menjadi player dengan level tertinggi di kawasan Re-Estize Empire. Tidak ada satu player pun yang tak mengenali sosok Warrior dengan rambut merah itu.Kehadiran Raphael di pertandingan itu pun membuat semua penonton terkejut.


Kini Seth dan Raphael pun sudah berada di arena pertandingan, mereka berdua saling menatap satu sama lainnya coba mengukur kekuatan masing-masing.


Mungkin jika Seth masih berlevel 15 seperti pertama kali dirinya bertemu dengan Archie, dirinya mungkin akan gemetar menatap lurus ke arah Raphael. Terlebih Raphael juga adalah salah satu player yang membuat Seth ingin melampauinya, dan hari ini akan ia buktikan kalau dia bisa melampauinya.


"Aku akan menang, harus!" Seth bergumam pelan dengan wajah yang penuh dengan keyakinan.


Raphael tersenyum melihat ekspresi dari Seth, ia mengharap sebuah pertunjukan yang menarik akan diberikan oleh Seth pada dirinya.


Si pembawa acara juga ikut tersenyum melihat kedua kontestan yang sudah saling menatap satu sama lain itu, ia kembali mengambil alih perhatian penonton dengan kata-katanya.


"Baiklah tanpa berlama-lama lagi kita mulai hitung mundurnya!!"


3


2


1!


"Mulai!!!"