Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 86



Kemunculan orang-orang itu cukup membuat terkejut pasukan kerajaan. Saat mereka ingin menghabisi Lo-Kag, mereka malah dihalangi oleh beberapa orang yang menamakan diri mereka Phoenix Flame.


"Sebenarnya apa mau kalian? Mengapa kalian semua melakukan ini?" Tanya Elondil.


Pria berambut panjang tiba-tiba menarik pedangnya yang berbentuk seperti parang namun memiliki lengkungan di ujungnya.


Pria itu mengacungkan pedangnya ke arah Elondil. "Mudah saja kami, Phoenix Flame ingin menguasai kerajaan ini dan....


Aku ingin mengetahui rahasia yang ada di hutan itu! Aku tau ada sesuatu di sana dan kemungkinan petunjuknya ada di kerajaan ini iya kan?"


Wajah Elondil langsung berubah, dia tak menyangka ada orang selain dari bangsa elf mengetahui rahasia di hutan Razolore. Elondil juga menyadari alasan kenapa Lo-Kag bisa lepas kendali dan menyerang kota.


Elondil pun akhirnya langsung menerjang pria itu dengan sangat cepat, ia mencoba menebas dengan Rose Gold Adamantian Sword namun pria itu mampu menangkis serangan Elondil dan karena hal itu, tercipta sebuah dentuman keras yang menggetarkan jiwa.


Elondil cukup terkejut karena pria itu mampu menangkis serangan darinya, karena itu Elondil melakukan serangan lagi yang lebih cepat ke arah pria itu. Tetapi pria itu mampu menangkisnya lagi namun ia harus terlempar beberapa meter akibat serangan itu.


"Serangannya begitu hebat, jika aku tidak menangkisnya bisa-bisa aku langsung mati...


Boleh juga kau! Sebutkan siapa namamu" ucap pria itu.


"Namaku Elondil Hlaenddare! Aku adalah Raja yang dipercaya oleh rakyatku dan aku akan memenuhi kepercayaan rakyatku dengan mengalahkan kau disini" sambil mengangkat pedangnya dengan tinggi.


Langit tiba-tiba bergetar seperti mau runtuh, tubuh Elondil bersinar terang akibat pantulan sinar dari Rose Gold Adamantian Sword. Sungguh perkenalan diri yang begitu megah.


"Elondil kah? Yosh! Mari kita lanjutkan duel kita... Aku Riser telah menganggapmu sebagai lawan yang pantas!"


Riser lalu maju bersama dengan pasukannya, diikuti dengan Elondil yang juga melakukan hal yang sama.


Kedua belah pasukan pun akhirnya bentrok, mereka saling menyerang satu sama lain.


Jika dilihat dari jarak yang jauh, mereka semua terlihat seperti anak-anak STM yang sedang tawuran di Blok M.


Mereka semua silih berganti melakukan serangan, tak ada yang mau mengalah, ketika satu tumbang maka akan ada yang menggantikannya.


"Ambil ini!"


"Terima ini!"


"Woy! Gear nya mana woy!"


"Rasakan ini serangan kunci Inggris!"


Ketika para pasukan itu bertarung seperti anak-anak STM, lain lagi dengan jendral perang mereka.


Elondil dan Riser bertarung habis-habisan menggunakan seluruh kekuatan yang mereka miliki. Mereka saling bertukar jurus dan skill, namun tak ada satupun dari mereka yang akan tumbang dalam waktu dekat.


Bagi Riser, Elondil merupakan karakter yang begitu kuat. Dengan level 95 Elondil bukanlah lawan yang sembarangan bagi Riser.


Tetapi Riser yang memiliki level 70, mampu mengimbangi serangan Elondil. Itu karena dia memiliki equipment yang bagus dan juga pedang parangnya itu yang memiliki sebuah efek untuk menyerap beberapa kekuatan musuhnya, pedang itu bernama Ancient Sword.


"Jika saja aku tak memiliki pedang ini, aku pasti sudah kalah sejak tadi" ucap Riser.


Sedangkan kondisi Elondil sedikit kurang baik, dirinya mengalami sedikit luka dan nafasnya sedikit tak beraturan. Mungkin karena pertukaran serangan dengan Riser yang begitu intens membuat nafasnya sedikit tak beraturan.


Riser tak memberikan kesempatan ke Elondil untuk mengambil nafas, dia kembali menyerang Elondil dengan permainan pedang kelas tingginya.


Tentu saja karena hal itu Elondil harus berjuang sekuat tenaganya untuk menangkis semua serangan dari Riser. Namun sayang, beberapa tebasan milik Riser berhasil mendarat telak dan harus membuat Elondil mengambil jarak terlebih dahulu.


"Rasakan ini Force Thrust!"


Riser tiba-tiba bergerak maju dengan cepat, kemudian dengan gerakan cepat Riser menusuk Elondil yang tak bisa menghindari serangan itu, karena serangan itu Elondil harus mengalami luka yang lumayan parah dan dia kehilangan kekuatannya untuk berdiri lagi.


"Yang Mulia! Yang Mulia!"


Pasukan Kerajaan Narannas langsung bergerak dengan cepat menuju tempat Elondil berada, namun mereka harus dihadang oleh Pasukan Phoenix Flame sehingga membuat mereka tak bisa mencapai tempatnya.


"Dengan ini berakhir sudah"


Elondil hanya bisa tertawa saat mengetahui ajalnya sudah dekat, sebab itu Riser yang hendak menusuk Elondil sedikit kebingungan dan menaikkan alisnya.


"Kenapa kau tertawa di saat terakhir hidupmu?"


"Kau bilang ini akhir? Ini bukanlah akhir...ini malah awal dari semuanya. Walaupun kau membunuhku semangat rakyatku tak akan pernah hilang!


Daun yang gugur akan digantikan dengan daun yang baru, aku percaya akan hal itu!" Ucap Elondil dengan lantang walaupun kondisinya yang terluka.


Riser sedikit bergetar mendengar ucapan Elondil, karena mendengar ucapan itu dia merasa seperti terkena sebuah sihir yang begitu kuat.


Riser mencoba kembali menenangkan dirinya, menarik nafas dalam-dalam dan dengan cepat membuangnya kembali.


Setelah itu Riser kembali mencoba menusuk Elondil yang sudah pasrah dengan keadaannya. Baru saja ia mengambil ancang-ancang, Riser dikejutkan dengan Lo-Kag yang kembali mengamuk dan hampir mengenainya.


Riser pun teralihkan pandangannya akibat Lo-Kag tadi, Riser lebih memilih menghindari amukan Lo-Kag ketimbang melanjutkan aksinya untuk membunuh Elondil.


Dengan instingnya, Lo-Kag merasa Riser adalah orang yang telah menyakiti dirinya sehingga Lo-Kag mengejar Riser dan berusaha membunuhnya.


Namun kecepatan Riser sangat berbeda jauh dari Lo-Kag yang mempunyai badan besar. Semua serangannya begitu lambat di mata Riser sehingga Riser dengan mudah menghindari semua serangannya.


Akibatnya banyak anggota Phoenix Flame dan Pasukan Kerajaan yang terluka, ada juga beberapa yang mati akibat terinjak dan terlempar karena amukan Lo-Kag.


Melihat situasi yang Sekacau itu, beberapa pasukan kerajaan langsung dengan cepat menyelamatkan raja mereka yang sudah tak bisa bergerak lagi setelah bertarung dengan Riser.


Mereka terlihat cukup sedih saat melihat kondisi raja mereka yang penuh luka dan darah segar di mana-mana, terlebih lagi di bagian dadanya yang terkena tusukan mematikan Riser.


"Hapus wajah sedih kalian itu, aku hanya sedikit terluka saja" Ucap Elondil dengan santai.


Walaupun sudah ditegur oleh Elondil, mereka tetap tidak bisa menghilangkan kesedihan mereka. Mereka merasa telah gagal menjadi seorang perwira saat melihat komandan tertinggi mereka terluka parah seperti itu.


Riser melihat hal itu. "Kalian ingin membawanya kembali ke base kalian ya? Hmm tak akan ku biarkan"


Riser pun mencoba mengarahkan Lo-Kag untuk mendekati pasukan kerajaan yang sedang membopong Elondil itu. Riser dengan sengaja mendekat ke arah mereka agar mereka semua akan terinjak atau terlempar oleh Lo-Kag yang mengejar dirinya.


"Sialan dia mengarahkan Lo-Kag kesini!"


"Hei kalian lepaskan aku! Cepatlah kalian lari. Ingatlah orang-orang yang sedang menunggu kalian kembali dengan selamat!" Elondil berusaha melepaskan dirinya.


"Tidak akan! Kami akan mati bersama dengan Anda Yang Mulia Elondil!"


"Kami pasukan kerajaan Narannas, kami tak pernah takut mati!"


"Jangan bodoh! Turuti perintah ku saja, cepat pergi tinggalkan aku!"


5 orang pasukan kerajaan itu tetap berusaha melindungi raja mereka walaupun sudah tahu ajal mereka akan menjemput sebentar lagi. Mereka tak ingin meninggalkan raja mereka sendiri, mereka ingin mati dengan prinsip seorang kesatria sejati.


Elondil tak bisa lagi berbuat apa-apa, dia hanya bisa menggigit bibirnya dan memandangi Lo-Kag yang tengah menuju ke arah mereka semua.


"Ini kah akhir hidupku? Setidaknya saat aku tiada nanti, negeri ini akan jadi lebih baik lagi dari yang sekarang" Batin Elondil.


"Sungguh keloyalan yang manis! Namun sayang kalian semua berakhir disini" Riser tiba-tiba bergerak ke samping.


Lo-Kag yang tidak bisa mengimbangi kecepatan Riser akhirnya hanya berjalan lurus dan menuju ke arah Elondil dan 5 orang pasukan kerajaan itu.


Mereka semua hanya bisa berpasrah diri karena sebentar lagi mereka akan terinjak oleh Lo-Kag yang sangat besar itu.


Booooommmmmm ............