
2 hari sebelum pertandingan……
Di sebuah kamar rumah sakit, terlihat sesosok laki-laki berambut coklat brownis yang tengah menggenggam tangan seorang wanita yang terbaring di kasur. Laki-laki itu menggenggam tangan wanita itu dengan begitu erat, diwajahnya juga terlukis rasa kekhawatiran mendalam pada wanita itu.
Berbeda dari laki-laki itu, wanita itu justru menunjukkan wajah yang hangat pada laki-laki dihadapannya itu. Senyumannya begitu tulus dan membuat sejuk hati setiap orang yang melihatnya. Tatapan matanya juga lurus tajam ke arah lelaki di depannya itu, seolah-olah mengatakan kalau dia baik-baik saja meski sekarang ini dirinya sedang terbaring lemah di kasur rumah sakit.
Perempuan itu terlihat begitu menarik dan cantik walaupun dirinya sedang dalam kondisi sakit. Wajahnya tak diriasi oleh make-up apapun namun tetap memancarkan aura kecantikannya. Rambutnya yang berwarna hitam berkilau sangat indah dilihat walau masih acak-acakan. Kulitnya yang putih bersih, wajahnya yang tirus tajam dengan bola mata indah berwarna biru lautan semakin menegaskan dirinya adalah wanita yang cantik. Nama perempuan cantik itu adalah Lee Yeon-hee.
“Terima kasih sudah menjengukku setiap hari Park. Kau pasti kerepotan kalau setiap hari kesini kan?” Ucap wanita itu dengan begitu lembut.
“Tidak, tidak sama sekali. Aku tidak terganggu akan hal itu”
“Kalau kau merasa begitu aku benar-benar berterima kasih padamu dari lubuk hatiku yang terdalam. Namun aku juga tetap tidak enak denganmu, kau mesti meninggalkan leveling dan guild hanya untuk diriku ini”
Mendengar ucapan dari perempuan itu, laki-laki yang bernama Park tadi langsung memalingkan wajahnya. Hal itu membuat perempuan tadi bingung dengan sikap Park, ia coba menanyakan apa yang terjadi namun Park tetap
diam dan terus memalingkan wajahnya yang terlihat menahan suatu emosi.
Setelah dibujuk beberapa kali oleh perempuan itu, Park pun kembali mau memalingkan wajahnya. Namun wajah Park berubah menjadi gelap dan terlihat seperti sedang menahan sesuatu sehingga lagi dan lagi perempuan
itu tadi menanyakan kondisi Park.
“Apa yang terjadi Park? Mengapa kau terlihat begitu pucat? Apa kau sedang sakit juga atau bagaimana?”
Park tidak bisa menjawab pertanyaan itu, ia cuma bisa menundukkan wajah gelapnya itu dengan sesekali melirik ke wajah perempuan yang ada di depannya itu. Dengan beberapa pertimbangan yang matang dan mendalam, akhirnya Park pun memberanikan dirinya untuk mengucapkan sesuatu yang dari tadi ia pendam dari Lee Yeon-hee.
Park menarik nafas panjang sambil menatap lurus ke bola mata indah milik Yeon. “Aku berencana berhenti bermain Cyrus Online”ucapnya dengan singkat.
Mendengar ucapan Park itu membuat mata Yeon terbelalak. Ia seakan tak percaya dengan apa yang barusan diucap oleh Park. Yeon menyuruh Park mengulangi ucapannya tadi, lalu semakin bingung dirinya
setelah mendengar ucapan Park untuk yang kedua kalinya.
“Kau serius? Maksudku bagaimana dengan guild kita? Bagaimana dengan Ace of Spade?
Park diam saja sambil tetap menundukkan kepalanya. Karena hal itu, Yeon pun sampai meneplak wajahnya sendiri saking bingungnya dengan sikap Park itu. Dia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran lelaki di depannya itu, dan hal itu membuatnya sakit kepala.
“Aku berjuang di sini untuk segera kembali dan membangun kembali Ace of Spade dan kau malah ingin berhenti? Maafkan aku Park tapi sepertinya kau terlalu perhatian padaku sampai kau tidak bisa berpikir jernih. Aku tegaskan sekali lagi aku ini baik-baik saja!” Ucap Yeon berlagak memarahi Park namun senyuman manisnya masih tercetak jelas di bibir manisnya itu.
Park langsung terdiam karena itu, ia merasa waktu di sekitarnya berhenti begitu saja ketika ia melihat senyuman manisnya Yeon itu. Namun di sisi lain, Park juga menderita karena itu.
Park tahu betul bahwa Yeon sedang berpura-pura kuat di depannya, padahal saat ini Yeon sedang begitu terpuruk mentalnya.
Hal itu terjadi ketika di Cyrus Online tepatnya di dataran tinggi Table Top. Kelompok yang dipimpin oleh Park termasuk di dalamnya adalah Yeon, sedang dikejar oleh beberapa pasukan yang mengincar diri mereka.
Saat itu sebuah kejadian yang begitu buruk di alami oleh Yeon, kejadian itu pastinya akan begitu berat bagi Yeon untuk dilupakan dan juga kejadian yang tak pernah ia inginkan selama ia hidup. Akibat kejadian yang menimpa dirinya itu, Yeon pun mengalami trauma yang cukup parah dan harus mendapatkan perawatan yang khusus.
Sebab hal itulah yang membuat Park begitu murka dengan kelompok World Dominator, begitu ia mengingat hal itu ia langsung bergetar hebat dengan wajah yang terlihat buruk.
Melihat kondisi Park itu langsung membuat Yeon tak tega, ia langsung mendekap Park dengan begitu hangat mencoba untuk membuat Park untuk tidak memikirkan hal tersebut. Yeon tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terisak saat mendekap Park, ia langsung terisak ketika menyadari dirinya sudah menyakiti Park secara tidak langsung.
Park yang kebingungan pun hanya bisa diam merasakan kehangatan pelukan dari Yeon, namun di dalam hatinya masih membara api kebencian terhadap World Dominator apalagi ketika ia melihat Yeon yang terisak-isak di dekapannya itu.
Setelah cukup lama menemani Yeon, Park pun keluar kamar Yeon dan segera kembali ke rumahnya. Ia meninggalkan Yeon yang sudah tertidur pulas, setelah puas menangis dalam dekapannya.
Pikiran Park saat ini di penuhi oleh kebencian dan keinginan balas dendam pada World Dominator, ia sebenarnya sudah meminta izin kepada ketua Ace of Spade sekaligus teman baiknya itu, FullHouse. Namun FullHouse tidak mengizinkan Park untuk balas dendam dan menyuruhnya untuk tetap tenang dan memikirkan rencana yang lebih matang, tetapi hal itu membuat Park tidak puas dan ia tetap ingin menuntut balas dari World Dominator.
Niatnya sudah begitu bulat, ia tidak akan melemparkan niatnya ini ke laut lagi. Dengan langkah terburu-buru Park menuruni tangga tiap tangga rumah sakit dan ingin segera pulang kerumahnya dan masuk ke dalam Cyrus Online.
Namun langkahnya di hentikan oleh seorang laki-laki lengkap dengan setelan jas dan topi fedora berwarna hitam yang terlihat mahal. Park pun menaikkan alisnya melihat orang itu, ia jelas-jelas tidak pernah bertemu dengan orang itu dan ia bingung kenapa orang itu menghalangi langkahnya yang ingin cepat-cepat ke rumah.
"Tuan Park Gi-young apa kabarmu hari ini" ucap laki-laki dengan setelan jas itu.
Park langsung menjadi waspada karena orang itu mengetahui namanya dengan jelas, ia jadi kebingungan bagaimana caranya laki-laki dengan setelan jas itu mengetahui namanya.
"Hehehe relax saja tidak usah terlalu tegang seperti itu, kau pasti sekarang berpikir darimana aku mengetahui namamu dengan jelas kan?"
"Jangan bercanda denganku! Sekarang aku sedang terburu-buru jadi kalau kau cuma mengoceh tidak jelas maaf aku harus segera pergi" Park menghiraukan orang tadi dan ia langsung berjalan ke arah lift dan sudah menekan tombolnya.
Di sela-sela waktu Park menunggu lift itu, laki-laki tadi kembali berucap. "Bagaimana keadaannya Lee Yeon-hee? Ah maksudku nona River?"
Wajah Park langsung berubah buruk, ia langsung berpaling dan mendekati laki-laki itu. Hanya sedikit orang yang tahu tentang identitas dari River atau Lee Yeon-hee di dunia nyata, sehingga hal itu membuat Park langsung mewaspadai orang yang saat ini berada di hadapannya.
"Bisa kau jelaskan siapa dirimu dan mengapa kau bisa tahu identitas Yeon? Kalau jawabanmu tidak memuaskanku, aku bisa saja mematahkan satu lenganmu!"
"Huwah seram! Hehehe santai saja tuan Park atau apa aku harus menyebutmu dengan Joker?"
"Kau!!!" Park semakin murka dengan orang di depannya itu, ia pun menyandarkan orang itu di dinding dan menatapnya dengan serius, namun orang itu tidak terlihat takut sama sekali dengan Park bahkan ia terkesan merendahkan Park.
"Biarkan aku memperkenalkan diriku, namaku Keisuke atau kau bisa memanggilku Poisonox"
"Poisonox? Aku tidak mengenalmu dan kau mau apa denganku sampai jauh-jauh dari Jepang ke Korea Selatan?"
"Hehehe, aku punya penawaran menarik padamu Joker. Aku tahu apa yang terjadi pada nona River dan aku bisa menyembuhkan nona River dari traumatik nya itu"
Park semakin merasa kebingungan, ia merasa aneh darimana Keisuke tahu semua yang dialami oleh Yeon. Padahal hanya teman-teman di guildnya atau The Big Five saja yang tahu kondisi dari Yeon saat ini, namun Keisuke datang-datang mengatakan kalau ia bisa menyembuhkan Yeon dari traumanya.
"Apa yang kau inginkan dariku? Langsung saja aku tidak punya waktu yang banyak untuk meladeni dirimu!"
"Hehehe aku hanya ingin kau membantuku, aku punya sebuah rencana yang cukup matang dan itu akan menjadi sempurna jika kau mau menolongku. Dan sebagai imbalannya aku akan menyembuhkan River ah maksudku nona Yeon dan memindahkannya ke rumah sakit kenalan ku. Di sana fasilitasnya lebih lengkap dari disini dan kau tidak perlu memikirkan biayanya"
Park diam sejenak coba memikirkan semua yang diucapkan oleh Keisuke tadi, ia juga merasa ada hal yang masih ditutupi oleh Keisuke pada dirinya namun ia tidak bisa menebaknya dengan pasti.
"Jika aku menolakmu disini apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Park coba mencari tahu lebih dalam apa yang di rencanakan oleh Keisuke.
Keisuke tertawa sejenak sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan Park tadi. "Ahhh sayang sekali, nona Yeon yang cantik itu mungkin saja tidak bisa selamat dari traumanya. Dan mungkin saja lebih mengerikan dari itu" Ucap Keisuke dengan senyuman licik menghiasi wajahnya.
Park langsung murka mendengar hal itu, ia langsung menarik tangannya dan ingin memukul wajah Keisuke yang masih terlihat senyuman liciknya. Namun tak disangka, Keisuke langsung memblokir serangan Park itu dan langsung memberikan sebuah tendangan keras ke arah perut Park.
Park pun langsung membentur dinding rumah sakit, ia merasakan perutnya begitu kesakitan akibat tendangan dari Keisuke tadi.
"Pikirkanlah tawaranku tadi atau kau tahu sendiri seperti apa jika kau menolaknya hehehehe!" Keisuke meninggalkan Park yang masih terduduk lemas begitu saja, ia masih saja menunjukkan senyuman liciknya karena ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.